Kehidupan (1)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini. Kali ini Dj. akan pamer tentang kehidupan, seperti yang sudah pernah Dj. tulis beberapa bulan yang lalu.

http://baltyra.com/2013/05/28/kehidupan/

Kala itu, Dj. cerita tentang kehidupan tanaman atau bunga “Osterglocken“ (Narzisse)

kehidupan1-01

Nah, sekarang Dj. akan pamer yang lain, yaitu tentang tanaman asem yang Dj. tanam dari kecik (biji asam) nya.  Saat kami di Asia toko di Mainz, Dj. melihat ada dijual asam dalam kotak kardus, tidak besar tapi Dj. pikir lebih dari cukup. Asam ini, memang sudah lama Dj. kenal, dulu sering dapat oleh-oleh dari Bangkok, yang mana rasanya tidak asam, tapi manis. Olehnya Dj, sebut, si manis asam dan bukan asam manis, nah ya… terserah anda mau menamakan apa. Ini 1 kotak yang Dj. beli, “Sweet Tamarind”

kehidupan1-02

Sesampai di rumah, maka menjadi tugas Dj. untuk mengupas si manis yang cukup melelahkan. Karena untuk mendapatkan keciknya, harus mengupas kulit dan dagingnya yang sangat lengket di jari-jari tangan. Susi minta agar tidak semua dikupas, karena dia ingin pamerkan ke anak muridnya dari buah dan biji-biji tersebut yang akan digunakan untuk isi dakon. Karena kami memang punya mainan dakon yang sudah lama disimpan di gudang dan masih sangat bagus.

Susi mulai menghitung kecik-kecik tersebut, hingga Dj. tertawa dan berkata, ambil saja semua dan sisakan sedikit untuk Dj. tanam. Karena Dj. yakin, ada lebih dari cukup. Anda tidak percaya, silahkan hitung sendiri… hahahahahahaha….!!! Dan foto di bawah ini, bukan biji kopi milik mbak DA dari Brazil, tapi benar-benar kecik / biji dari buah manis (asam)

kehidupan1-03

Nah, setelah bersih, maka satu persatu biji (yang Dj. akan tanam) Dj. jepit dengan tang. Tujuannya, agar mudah untuk sedikit mengerat kulitnya yang cukup keras dan licin. Karena kalau si kecik dipegang dengan dua jari, saat mengerat bisa mencolot (loncat) kiri-kanan, hahahahahaha….!!! Dengan pisau lipat yang cukup tajam, walau sudah cukup tua, mulailah Dj. in action. Anda bisa lihat, itu pisau sudah pecah lapisan plastiknya (bukan digigit mas Fire), itu satu kenangan di tahun 1982, saat kami di Airport Colombo dan sedang diperiksa, dia jatuh kena ubin, sampai yang memeriksa kaget. Tapi malah jadi kenangan tersendiri.

kehidupan1-04

Setelah kecik-kecik tersebut sedikit dikerat kulitnya yang keras, maka kecik-kecik tersebut Dj. rendam dalam air selama 24 jam, agar air menyerap ke dalam kecik dan kecik sedikit lunak.

kehidupan1-05

Dengan demikian, maka sebagian kulitnya akan terkelupas dan akan memudahkan kecik-kecik tumbuh menjadi kecambah. Nah ini setelah 24 jam dan siap untuk ditanam dan Dj. menanam pada tanggal 24 Juni 2012. Jadi, hari itu adalah hari istimewa bagi kecik-kecik tersebut.

kehidupan1-06

Dj. siapkan gelas plastik yang mana di bawahnya Dj. bikin Drainage (beberapa lobang) agar air tidak mendeg di dalam gelas, tapi bisa mengalir keluar, agar tanah tidak menjamur (membusuk). Setelah tanah dituang kedalam gelas plastik, maka kecik-kecik bisa di atur seberapa banyak yang kita inginkan di atas tanah. Ada yang hanya dua kecik, ada yang tiga dan ada yang lima, sesuka kita.

kehidupan1-07

Kemudian di atas kecik kembali ditaburi dengan tanah, tipis saja dan kemudian sedikit ditekan dengan jari dan disiram dengan air.

kehidupan1-08

Setelah itu bisa ditutup dengan plastik atau seperti yang kami miliki, satu tempat dengan tutupnya, agar air tidak menguap keluar dan udara di dalam nya juga tetap lembab dan hangat.

kehidupan1-09

Mengingat udara di dalam ruangan (Box) yang lembab, maka Dj. harap akan mempermudah pertumbuhan biji asam tersebut.

Okay….Kita tunggu apa mereka akan tumbuh seperti harapan Dj., atau bisa jadi kecik-kecik akan menjadi busuk dan gagal lah semua usaha Dj. Semoga anda masih mau bersabar bersama Dj. dan menunggu hari Selasa minggu depan ya, untuk melihat keadaan kecik-kecik tsb. Karena, kan tidak setiap usaha selalu berhasil kan, bisa jadi kali ini gagal dan akan menjadi pelajaran tersendiri.

Karena jikalau biji asam (kecik) itu tidak mati dan ditanam, maka dia akan tetap kecik yang satu saja. Tapi bila dia mau mati dan ditanam, maka ia akan tumbuh dan menjadi besar dan menghasilkan buanyaaak buah asam dan kecik-kecik yang lainnya.

Terimakasih atas kesabaran pengasuh Baltyra dan anda semuanya yang selalu setia mambaca oret-oretan Dj. Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati anda, sampai bertemu di hari Selasa depan.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz dan selamat menabur.

Dj. 813

kehidupan1-10

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

35 Comments to "Kehidupan (1)"

  1. [email protected]  14 September, 2013 at 11:39

    semoga kecik-keciknya mau tumbuh ya, saya tunggu minggu depan..

  2. Dj. 813  13 September, 2013 at 18:01

    Hallo Hennie…
    Selamat Sang dari Mainz…
    Terimakasih sudah mampir…
    Ini bkan asem Jawa Henn, tapi asem Bangkok.
    Hanya namanya saja asem, tapi rasanya manis seperti gula.
    Memang sedikit aneh.
    Mudah-mudahan kita tgl. 21 bisa ketemuan ya.
    Kami akan usahalan ada disana.
    Salam manis dari Mainz dan cium sayang untuk Chiara.

  3. Hennie Triana Oberst  13 September, 2013 at 14:09

    Hallo..hallo mas Dj.
    Ketinggalan dengan tanaman asamnya. Kalau panen boleh nanti saya main ke Mainz hehehe..
    Dulu sewaktu di rumah orang tua di MEdan, saya suka sekali makan asem, pastilah ngambil dari persediaan di dapur, sampai kadang habis juga hehehe… Tapi memang asem jawa ini enak.
    Salam manis untuk keluarga Mainz.

  4. Dj. 813  12 September, 2013 at 14:31

    Awesome….
    Terimakasih sudah mampir…
    Wadoooh… kalau nunggu panennya sih entah kapan.
    Karena Dj. belum peprnah lihat bonsai asam yang keluar buahnya.
    Daaaan, kalau bisa mengeluarkan buah, Dj. rasa sangat kecil.
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Mending Dj. beliin saja 1 batang buah asemnya. Okay…???

    Salam manis dari Mainz dan semoga sehat selalu.

  5. awesome  12 September, 2013 at 14:17

    saya nunggu panennya aja ah …. nyam

  6. Dj. 813  12 September, 2013 at 13:41

    Dimas Josh Chen…
    Hahahahahahahahaha….
    Silahakan, jadi harus ikutan ke Kinder Garten, karena Susi main dakon dengan anak-anaknya di K.G.
    Kami punya dua dakon asli dari kayu, satu beli saat di Indonesia dan yang satu lagi sangat unikat.
    Karena duluuuuuu kali, saat mertua masih hidup, dia hobby membuat barang dari kayu, hanya bukan ukiran.
    Tai bikin piring, cagak lilin dari yang kecil, sampai yang besar.
    Nah di gudang ( kami sebut pabrik ), Dj. sering bantu, membuat gambar ( model ) dan dia kerjakan di kayu.
    Nah satu saat Dj. gambar dakon dan kami berdua membuatnya.
    Ooooo… sangat bagus, karena bukinan sendiiri dari kayu yang bagus pula.
    Sekarang dakon tersebut masih disimpan dirumah Dewo. Kami hanya memiliki yang kami beli dari Indonesia
    tidak pegitu besar, tapi malah berbentuk buaya.
    Nah ya, kalau main dakon, jadi ingat masa kanak-kanak, dolanan dakon, beckelan, suruh, kelereng, juga main karet dan benthik. Ada lagi yang main dengan batu, tapi Dj. lupa namanya… Sorry…!!!
    Okay, dimas masih di Indonesia,masih mudah mencari dakon, apalagi kalau pulang ke Semarang, pasti masih banyak yang jual…

    Okay, salammanis untuk keluarga dirumah dan cium sayang untuk 3 jagoannya yang semakin ganteng.

  7. J C  12 September, 2013 at 05:19

    Pak Djoko, saya ikut Susi saja main dakon. Saya malah bingung, kok bisa punya dakonan di Mainz…hahaha…dakon dari kayu atau plastik? Sekarang ada beberapa yang dari plastik. Duluuuuu di Semarang kami punya dari kayu, entah di mana sekarang…

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…

  8. Dj. 813  11 September, 2013 at 14:09

    Matur Nuwun mas Handoko…
    Di Appartment dan disawah sudah kebanyakan.
    Biaanya Dj. bagi-bagikan ke taman ngarit yang juga molai menyenangi bonsai.
    Agar mereka juga lebih menggemari budaya timur ini.
    Tapi kadang juga ada yang beli… hahahahahaha….!!!
    Salammanis dari Mainz, untukkeluarga dirumah ( Solo )

  9. Handoko Widagdo  11 September, 2013 at 07:05

    Wah bakal tambah banyak nih bonsainya.

  10. Dj. 813  11 September, 2013 at 02:13

    Mawar09 Says:
    September 11th, 2013 at 02:07

    Pak Dj : semoga tunas akan segera keluar dari biji asam yang ditanam!!
    ——————————————————————-

    Hallo Mawar….
    Terimakasih sudah mampir…
    Benar,kita tunggu sampai hari Selasa depan ya, nanti Dj. akan ceritakan bagaimana kelanjutannya.
    Salammanis dari Mainz dan semoga sehat selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.