Mengunjungi Rügen, Satu Pulau di Laut Baltik

Hennie Triana Oberst

 

Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 7 pagi, karena perjalanan yang akan ditempuh sekitar 1000 km lebih. Liburan dengan jalan darat seperti ini menyenangkan karena bisa lebih menikmati pemandangan selama perjalanan, walaupun waktu tempuh lebih lama dan lebih capek daripada menggunakan pesawat terbang. Tujuan kali ini adalah ke salah satu pulau di Jerman.

1 rügen maps

(Foto 1: maps)

Pulau Rügen terletak di Laut Baltik (orang Jerman menyebutnya “Ostsee“ yang artinya “Laut Timur“), pulau ini adalah pulau terbesar di Jerman dengan luas 926 km². Berbatasan dengan negara Denmark, dan Polandia. Pulau yang terletak di timur laut Jerman ini termasuk di negara bagian Mecklenburg-Vorpommern dulunya adalah bagian dari Negara Jerman Timur (DDR = Deutsche Demokratische Republik).

SONY DSC

(Foto 2: Jembatan menuju Pulau Rügen)

Beberapa kali kami sempatkan untuk istirahat di tempat pemberhentian yang tersedia, meluruskan kaki dan melemaskan otot, juga mengisi perut dan mampir ke kamar kecil. Membiarkan anak bermain di tempat main yang biasanya disediakan di sana, walaupun tidak lama tetapi cukup mengurangi kebosanan mereka.

Masih terlihat di jalanan iring-iringan mobil ambulans dan pemadam kebakaran, ternyata kami melewati daerah yang terkena banjir baru-baru ini. Di sisi kiri dan kanan jalan terlihat tumpukan kantung-kantung pasir sebagai pembendung air yang kemungkinan makin tinggi.

Menjelang sore hari kami menyeberangi jembatan memasuki pulau Rügen, menuju penginapan yang telah kami pesan beberapa minggu sebelumnya. Sengaja kami memilih penginapan yang ramah terhadap anak-anak, yang menyediakan banyak kegiatan yang bisa menyibukkan mereka. Liburan sekolah belum dimulai saat ini, sehingga terlihat anak-anak yang berlibur adalah anak usia 6 tahun ke bawah.

Banyak wisatawan yang mengisi liburannya dengan bersepeda, sebahagian membawa sendiri sepeda mereka, tetapi bagi yang ingin menyewa sepeda di sana juga banyak tersedia tempat penyewassan sepeda. Bersantai di pantai juga cukup menyenangkan. Hanya saat itu masih temperatur airnya masih cukup dingin dan perlu juga jakit tipis untuk menahan terpaan dinginnya angin.

SONY DSC

(Foto 3: Pantai Rügen)

 

SONY DSC

(Foto 4: Bermain Layangan)

 

SONY DSC

(Foto 5: Bersantai di pantai)

 

Sekitar 20 tahun lebih bersatunya kembali antara Jerman barat dan timur (03 Oktober 1990), jalanan sudah terlihat hampir semua bagus, terutama jalan utama. Gedung-gedung dan rumah-rumah tua terlihat sudah banyak yang direnovasi, walaupun terdapat juga bangunan yang kosong tak berpenghuni dan mulai rusak.

SONY DSC

(Foto 6: Gedung kosong yang mulai rusak)

 

SONY DSC

(Foto 7: Rumah tradisional)

Beberapa rumah lama yang bentuk atapnya khas yang banyak terlihat di sana mengingatkanku akan rumah-rumah di cerita dongeng yang sering aku baca di majalah anak-anak jaman dulu.

 

Kap Arkona

Objek wisata yang bisa dikunjungi di sana salah satunya adalah Tanjung Arkona (Kap Arkona, dalam bahasa Jerman), yang berada di ujung semenanjung Wittow.  Dari halaman parkir menuju ke lokasi ini jaraknya sekitar 2 km, di sana tersedia transportasi untuk pengunjung,  bagi yang tidak ingin berjalan kaki berupa bus, mini bus dan kereta berlokomotif yang dibuat menyerupai kereta api lama, tetapi berjalan bukan di atas rel seperti kereta api pada umumnya. Kami memilih naik kereta api kecil ini, lebih santai dan tentunya cocok bagi yang memiliki anak kecil seperti kami.

Setiap 10 menit ada kereta yang akan berkeliling mengantar dan menjemput penumpang. Di setiap halte sepanjang rute tersebut penumpang bisa turun  untuk berbelanja, mampir di cafe ataupun menikmati pemandangan yang ada di sekitar. Nantinya jika akan melanjutkan perjalanan akan ada kereta lain yang lewat, dan kita dibolehkan naik tanpa perlu membayar ongkos lagi. Harga tiket untuk dewasa (pulang pergi)  € 2,-/orang,  sedang anak-anak setengah harga dewasa.

Ada 2 menara Mercu suar yang terdapat di sana. Menara pertama yang tingginya 19,3 meter dibangun pada sekitar tahun 1826-1827, sesuai rancangan Karl Friedrich Schikel, seorang arsitek kelahiran Neuruppin, Brandenburg. Menara yang juga dikenal dengan nama “Schinkelturm” (Menara Schinkel) ini digunakan pada tahun 1828 sampai 1905.

SONY DSC

(Foto 8: Mercu suar)

 

SONY DSC

(Foto 9: Rügen Bunker)

Menara kedua dengan tinggi 35 meter yang dibangun di sebelah menara pertama pada tahun 1901-1902 yang kemudian menggantikan tugas menara pertama. Sampai sekarang mercu suar kedua ini masih aktif.

Di tempat ini terdapat 2 bunker, yang dulunya digunakan oleh militer. Bunker ini kemudian diambil alih oleh pemerintah setempat dan direnovasi, fungsinya dialihkan sebagai ruang pameran barang-barang kuno bunker, juga foto-foto angkatan laut.

Sayangnya saat itu pintu dari bunker yang kecil terkunci, jadi kami tidak bisa melihat suasana di dalamnya.

 

Königstuhl, “Tahta Raja” di Tebing Kapur

Di semenanjung Jasmund terdapat tebing kapur yang berwarna putih menjulang tinggi. Menurut legenda, pemilihan Raja oleh rakyat Rügen pada masa itu adalah dengan mengadakan sayembara, bagi siapa yang pertama berhasil mendaki tebing kapur dengan ketinggian 118 meter ini, dia berhak menjadi Raja.

SONY DSC

(Foto 10: Tahta Raja di Rügen)

Selain beberapa tempat seperti contoh di atas, masih banyak sekali tempat menarik lainnya yang bisa dikunjungi untuk mengisi acara liburan di pulau ini.

Salam wisata.

 

http://www.ruegen.de/

http://de.wikipedia.org/wiki/R%C3%BCgen

https://maps.google.de/

 

32 Comments to "Mengunjungi Rügen, Satu Pulau di Laut Baltik"

  1. Hennie Triana Oberst  15 September, 2013 at 23:10

    Hallo MAWAR, terima kasih sudah mampir membaca.
    Dengan senang hati mengajak dirimu jalan-jalan ke sana.
    Salam hangat dari Jerman yang mulai dingin dan hujan.

  2. Mawar09  14 September, 2013 at 20:39

    Hennie : terima kasih ya sudah di ajak jalan-jalan. Foto-fotonya bagus! Salam dari jauh.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *