Hujan di Victoria

Mega Vristian Sambodo

 

“Saya menyukai hujan, Bunda,” teriak Niluh, sambil berlari menerobos hujan menuju ke tengah lapangan sepak bola Victoria.

“Jangan bercanda! Cepat kembali!” ganti saya berteriak dari bawah pohon palem, yang tak memberi keteduhan dari guyuran deras hujan. “Niluuuh! Kemari!”

Teriakan saya sia-sia. Entah tak terdengar atau memang dia acuhkan. Dia terus berlari, bahkan makin kencang. Saya waswas, khawatir dia terpeleset. Tiba-tiba dia membalikkan badan, berlari ke arah saya.

victoria-park

“Kamu gila, Niluh! Ayo kita pulang!”

Tiba-tiba dia terpelanting, tubuhnya terkapar di lapangan. Saya tak peduli tubuh renta saya basah kuyup, spontan lari menuju dia.

Niluh bangun, lalu tersenyum melihat saya.

“Kamu gila! Gak lucu ah! Kayak anak kecil saja! Sakit kan waktu jatuh tadi?!”

“Duduk sini, Bunda. Kenapa mesti takut hujan? Aku suka hujan, apalagi di alam terbuka begini. Aku jadi bisa menangis sepuasku, tanpa orang lain tahu.”

Suaranya melemah, lalu tangisnya meledak. Saya rangkul dia. Hujan menggila.

Jadi teringat cerita dia semalam, ketika kami kali pertama bertemu, saat saya silaturahim ke sebuah shelter, penampungan pekerjaan migran.

Baru setahun bekerja di Hong Kong, sudah dua kali dia ganti majikan akibat diputus kontrak. “Alasannya, saya dianggap terlalu cantik, Bunda. Alasan yang tidak masuk akal! Saya tak pernah mengganggu majikan lelaki saya. Tapi kata mantan dua nyonya saya, keberadaan saya di rumah mereka sangat menggangu pemandangan suami mereka.”

Setahun uang masa kerjanya habis untuk agen. Bahkan akhirnya dia harus bekerja di Macau, kelak. Sementara ini dia tidak mau pulang ke Indonesia. Dua anaknya masih kecil-kecil. Suami meningal. Beban ekonomi keluarga menjadi tanggungan dia.

Mata saya terasa pedas oleh hantaman hujan. Tanggul bendungan air mata saya bocor.

 

—————————————————————————————————————

Catatan:

Dua kali diputus kontrak oleh majikan, berarti dia akan kesulitan mencari majikan lain. Dia dianggap oleh calon majikan baru tidak becus bekerja.

 

10 Comments to "Hujan di Victoria"

  1. Mawar09  17 September, 2013 at 23:55

    Mega : terima kasih ya artikelnya. Semoga Niluh tabah dan mendapatkan pekerjaan lagi, serta majikan barunya sebaik majikan Mega. Salam!

  2. Mega Vristian  17 September, 2013 at 11:56

    Mohon maaf saya membalas komentarnya jadi satu saja ya, tentu dgn tidak mengurangi sedikit pun rasa hormat dan Terimakasih saya, kepada semua yg sudah membaca tulisan saya dan memberi komentar.

    All: to ce, terimaksih, teng kiu. Semoga menambah wawasan tentang dunia para pekerja migran di ranah rantau. TKW juga manusia, yang tidak memanusiakan TKW itu berarti bukan manusia.

    Salam santun,

  3. J C  17 September, 2013 at 11:29

    Kisah Mega selalu apik disimak…

  4. Hennie Triana Oberst  16 September, 2013 at 15:25

    Semoga Niluh menemukan majikan yang tepat nantinya.

  5. elnino  16 September, 2013 at 05:54

    Semoga Niluh bisa bekerja kembali n mendapat majikan yg baik seperti mbak Mega..

  6. Dj. 813  15 September, 2013 at 21:14

    Terimakasih Mega…
    Nah itu yang namanya nasib.
    Jelek tidak diterima kerja, cantik apalagi, dikira akan mengganggu tuan rumah.
    Semoga Niluh akan mendapat kerjaan lagi.
    Mungkin harus kerja dengan pakai topeng… ( jokes )
    Salam sejahtera dari Mainz.

  7. Swan Liong Be  15 September, 2013 at 19:30

    Sorry Mega, tapi saya mau tanya apakah yang mau anda cerita, koq saya terus terang nggak ngerti; mau cerita hujan diVictoria (jujur , permulaan saya kira Victoria, ibukota British Columbia) atau nasib seorang TKW di Hongkong.

  8. Mega Vristian  15 September, 2013 at 14:55

    Terimakasih untuk BALTYRA, juga kepada semua anggota BALTYRA .

  9. EA.Inakawa  15 September, 2013 at 13:56

    Masih ada hari esok, jangan khawatir Niluh……Rizki itu bawaan lahir,tetap semangat ya, yang penting NIAT baik. ingat, jangan salah dengan NIAT !!! TUHAN pasti membantumu,salam sejuk

  10. James  15 September, 2013 at 09:32

    SATOE, hujan Victoria Hongkong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.