Kehidupan (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

Setelah minggu lalu Dj. cerita dan anda semua menjadi saksi dimana Dj. mulai menanam biji asem atau mbak Elnino menyebutnya dengan nama “KLUNGSU” di gelas plastik.

Anda telah melihat dimana klungsu-klungsu tersebut Dj. tanam dan Dj. ditempatkan di tempat yang tertutup, agar ruangan di dalam tetap sedikit lembab. Dengan demikian maka Dj. berharap, akan mempercepat proses pertumbuhan klungsu-klungsu, menjadi tanaman.

Nah….. setelah sekitar 6 hari….Dengan penuh penasaran, Dj. tengok dengan membuka tutup box, maka apa yang Dj. lihat, jelas membikin Dj. gembira. HALELUYA . . . ! ! ! Karena klungsu-klungsu yang Dj. tanam sudah mulai hidup, mulai mendorong / menunjang tanah di atasnya. Hanya saja sisa kulit klungsu, mulai membusuk (jamuran), karena kelembaban di dalam ruangan. Dengan demikian, maka perlu Dj. tolong dengan pinset, untuk melepaskan jamur yang ada, agar klungsu bisa tumbuh dengan baik.

kehidupan2-01

Setelah dibersihkan dari jamur dengan menggunakan pinset, maka klungsu kelihatan lebih bersih dan cantik.

kehidupan2-02

Hanya selisih 1 hari saja dari foto di atas, jadi foto di bawah ini Dj. ambil tanggal 1 Juli. Ada yang sudah sedikit bertangkai dan ada yang baru akan mencungul (keluar) dari dalam tanah. Dj. sungguh menjadi orang yang sangat bahagia, boleh memperhatikan pertumbuhan mereka.

kehidupan2-03

Dua hari kemudian , batang (tangkai) nya sudah mulai memanjang. Ada yang lucu, karena ada klungsu yang membawa tanah dan dia dorong di atas di kepalanya. Anda bisa lihat di tanda panah dan lingkaran…Kurang jelas…???

kehidupan2-04

Nah ini Dj. dekatkan…. sudah cukup jelas…??? Lucu bukan…??? Tidak harus menonton yu Lani dan mbak DA dan mas Juwandi ngelawak, melihat baby ini, Dj. sudah bisa tertawa. gembira.

kehidupan2-05

Empat hari kemudian, maka batangnya sudah tumbuh lebih tinggi dan daunnya mulai bisa dilihat, walau baru awal. Dan warnanya juga masih hijau muda, semua masih di dalam gelas plastik, kelopaknya masih melekat di tangkai. Sungguh menyenangkan melihat mereka tumbuh dengan sehat.

kehidupan2-06

Tiga hari kemudian, jadi sudah berumur 16 hari (sejak dari klungsu yang Dj. tanam), daun-daunnya sudah kelihatan hijau dan tidak lagi pucat (hijau muda?). Hanya saja ada keanehan yang terjadi, karena biasanya pohon asam, kalau malam saja daunnya menutup dan pagi dia kembali membuka. Tapi tanaman yang baru ini, pagi daunnya membuka, siang menutup, sore buka lagi dan malam menutup lagi. Saat Susi pulang ke rumah untuk istirahat makan siang, dia lihat dan dia pikir tanaman yang baru ini akan mati. Dj. jelaskan, bahwa mereka juga hanya tidur di siang hari, seperti Dj. saja…. hahahahahahaha….!!!

kehidupan2-07

Puji TUHAN…!!! Benar, ternyata mereka tidak mati, mereka hanya tidur siang saja, hahahahahaha….. Dan saat Susi telpon dari Kinder Garten, dia bertanya, apa babies sudah pada bangun…??? HALELUYA . . . !!! Sore itu, mereka membuka daunnya, mereka pada bangun dan entah mereka ngobrol apa saja…Mungkin mereka rindu akan matahari…??? Yang belum pernah dilihatnya…??? Karena selama mereka ada dalam ruangan, mereka belum pernah kenal apa atau siapa itu matahari. Mungkin juga bingung melihat tingkah (kelakuan) Dj. yang sudah sangat gembira dengan hal-hal yang kecil saja.

Hahahahahahaha….!!!

kehidupan2-08

kehidupan2-09

Beberapa hari kemudian, masih banyak kelopak yang nempel (melekat) di tangkai.

kehidupan2-10

Foto di bawah ini, Dj. jepret tepat, sudah 1 bulan dari sejak Dj. kerat biji asam dengan pisau lipat. Banyak kelopak yang sudah runtuh, bahkan batangnya mulai kuat dan daun-daunnya sudah menjadi hijau tua. Kelopak yang runtuh, menandakan bahwa tanaman sudah bisa mencari makanan dari dalam tanah. Karena kelopak tersebut adalah persediaan makanan selama tanaman yang baru, belum bisa mencari makanan sendiri.

kehidupan2-11

kehidupan2-12

kehidupan2-13

Untuk kehidupan selanjutnya, jelas masih banyak yang harus diperhatikan, tidak hanya menyiram dengan air saja, tapi juga memupuknya. di sini banyak kesalahan yang diperbuat sebagian orang yang beli tanaman. Karena mereka menyangka, tanaman hanya perlu air saja dan mereka heran dan datang ke Dj. serta bertanya. Mengapa bonsainya mati, kan setiap dua hari disiram dan cukup air. Di sini juga Dj. jelaskan, bahwa tanaman juga membutuhkan makanan dan tidak hanya minuman.

Dj. yakin mas Bagong (yang ahli bonsai) juga kenal semuanya ini, benar mas…??? Photo bonsai di bawah ini, juga Dj. tanam dari klungsu (biji asam) di tahun 2005. Di antara bonsai Hibiskus (di kiri, 18 tahun) dan bonsai Ficus Benyamini Retusa (kanan, 31 tahun). Kiri dan kanan dalam bentuk Kaskade, Dj. tanam dan bentuk sendiri, sejak mereka kecil.

Saat Dj. membentuk mereka ini, banyak dimarahi oleh teman ngarit di sawah, bukan karena Dj. membentuk mereka di sawah, tapi karena di mata mereka, Dj. menyiksa tanaman, memotong tangkai dan daun, bahkan kadang akar, agar mereka tetap kecil. Tapi setelah sekitar 10 tahunan, banyak teman di sawah yang mengaguminya dan senyum, sambil geleng kepala. Siapa mau dibentuk, memang harus bersedia untuk berkorban dan bahkan menanggung rasa yang menyakitkan.

Seperti bonsai juga harus melalui proses yang lama dan menyakitkan, tapi kesudahan dari semuanya itu, adalah satu keindahan. Siapa mau diproses, maka dia akan menjadi yang lebih indah dan berharga. Harus bersedia dimaki, difitnah dan bahkan mungkin dimusuhi, tapi kesudahannya adalah mahkota kemenangan yang disediakan untuk orang-orang yang bertahan sampai akhir.

kehidupan2-16

Foto bonsai asem di bawah ini juga masih muda (8 tahun), tapi dia juga sudah memperlihatkan bentuk yang cukup bagus. Saat itu dahannya belum sempat dipotong, masih pating telalang (liar memanjang), tapi sudah Dj. arahkan, hanya daunnya masih besar.

kehidupan2-14

Baiklah, semoga oret-oretan di atas, boleh berguna bagi kita semuanya. Jangalah kita terlalu sibuk dengan hanya mengejar kekayaan, pangkat, sehingga kita tidak bisa melihat karunia-karunia yang TUHAN telah disediakan bagi kita semuanya di sekililing kita. Banyak hal-hal yang indah yang bisa kita nikmati, tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Bahkan demi harta, banyak yang berani mengorbankan kesehatannya dan setelah sakit, uang (harta) nya, kembali untuk membeli kesehatan. Aneh bukan…???

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Dan anda semuanya yang setia menanti hari Selasa. Mohon maaf, bila banyak kata-kata yang salah ketik, terlebih kata-kata yang tidak berkenan di hati anda semuanya.

Sampai jumpa di hari Selasa minggu-minggu yang akan datang.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz dan semoga sehat selalu.

Dj. 813

kehidupan2-15

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

50 Comments to "Kehidupan (2)"

  1. Dj. 813  30 September, 2013 at 14:03

    Hallo Evi…
    Terimakasih sudah mampir…
    Dj, juga sangat senang, kalau Evi senang dengan oret-oretan Dj. tentang tanaman .
    Salam manis untuk keluarga di Texas ya.

  2. Evi Irons  30 September, 2013 at 06:40

    Saya senang membacanya, Apalagi tanaman! My favourite

  3. Dj. 813  23 September, 2013 at 22:20

    Mas jasMerah putih…
    Benar memang, banyak yang bertanya demikian…
    Karena saat itu memang kegilaan piara dan ternak ikan.

    Okay, selamat istirahat dan mimpi yang indah.

  4. djasMerahputih  23 September, 2013 at 22:17

    ha ha ha….. (kacau)

    wah…. itu apartemen apa toko aquarium…? sampe ada 13 buah di apartemen….
    jangan-jangan penghuni lain pada ngga kebagian air buat mandi tuh.. he he he…

    pengen istirahat dulu aahhh biar nanti mimpi ketemu putri duyung…

    Salam hangat dari tanah air..

  5. Dj. 813  23 September, 2013 at 22:00

    Mas jasMerahputih….
    Hahahahahahahahahahaha….!!!
    Lha kita kan bicara bagaimana menanam dengan baik, agar jadi kan…???
    Atau mungkin saat menanam, bijinya masih dalam bungkus, ya jelas tidiak akan jadi.
    Hahahahahahahaha…. ( lagi ).

    Soal berternak, Dj. juga sangat suka.
    Duluuuu… saat masih kecil, dari punya 1 kolan ikan yang kecil, sekitar 1mtr. X 3 mtr.
    Karena ikannya beranak cucu, akhirnya tambah 3 kolah yang lebarnya saja asekitar 4mtr dan panjangnya sekitar 10mtr. Dari ikan mas, ikan gurami dan mujair dan yang paling bawah ikan lele.
    Kalau panen, ayah selalu panggil orang kampoeng, setiap keluarga boleh ambil 5 ekor, untuk dibawa pulang.
    Kalau lele boleh 10 ekor.
    Dj. pernah ternak ikan discus di Aquarium, sampai peprnah kewalahan, lha di Appartment, punya 13 Aquarium.
    Dari yang 600 ltr. tapi juga ada yanf 120ltr.
    Juga ikan-ikan hias dari tanganyika sea ( di afrika )
    Dj. suka pelihara ikan, suka mancing dan suka makan ikan.
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Saat kecil, kalau tidak ada yang kasih makan, maka Dj. macing dikolam dibelakang rumah dan Dj. bersihkan, kemudian Dj. bakar. Makan ikan dengan singkong bakar.
    Kadang ketahuan ayah, tapi ayah hanya geleng kepala….

  6. djasMerahputih  23 September, 2013 at 21:50

    Ha ha ha…. jadi nyasar ke mana-mana masalahnya….

    Kata temen tangan saya berhawa panas, jadi kalo kegiatan bercocok tanam tumbuhannya pada kering atau malah layu. Sebaliknya kalau di perikanan bisa berhasil karena sifat air kan dingin… begitu katanya om…

    Kalau “bercocok tanam” di tempat lain kayaknya ngga ada masalah, asal dilakukan di tempat yang dingin… he he he….

    Salam sedjuk…

  7. Dj. 813  23 September, 2013 at 21:33

    djasMerahputih Says:
    September 23rd, 2013 at 21:19

    Mungkin maksudnya om DJ bertangan dingin… apa aja yang ditanam pasti tumbuh..

    Ada beberapa orang termasuk saya nggak cocok buat nanam, suka ngga jadi..
    cocoknya beternak ikan dan sejenisnya….

    Salam..
    —————————————————————

    Mas jasMerahputih….
    Wadooooh…. Mungkin benihnya belum masak ya.
    Atau mesti lihat tanggalan, kapan saat subur, agar apa yang ditanam bisa jadi.

    Kalau menanam ya harus jadi, lha bagaimana mau punya keturunan, kalau
    setiap nanam tidak pernah jadi….???
    Coba konsultasi sama mas Anoew dulu, mungkin ada cara yang lain.
    Hahahahahahahahahahaha….. !!!

    Terimakasih mas jasMerahputih…

  8. djasMerahputih  23 September, 2013 at 21:19

    Mungkin maksudnya om DJ bertangan dingin… apa aja yang ditanam pasti tumbuh..

    Ada beberapa orang termasuk saya nggak cocok buat nanam, suka ngga jadi..
    cocoknya beternak ikan dan sejenisnya….

    Salam..

  9. Dj. 813  23 September, 2013 at 18:16

    Hallo Kita…
    Terimakasih sudah mampir…
    Tangan yang mana ya…???
    Tangan difoto terakhir kah…??? ( yang pegang payung…??? )
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Salam Sejahtera dari Mainz.

  10. Kita  22 September, 2013 at 21:53

    Tangannya bagus banget Om

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *