Visa on Arrival di Cengkareng Airport

Odie De Boer (ODB)

 

Setelah mendarat di Cengkareng 26/8/13, langsung keluar cepat-cepat supaya antrian bayar visa on arrival bisa terdepan, tetapi apa lacur antrian sudah panjanggggg, karena sebelumnya sudah ada 2 pesawat berbadan lebar mendarat lebih dulu, seandainya ada 400 penumpangnya dikalikan 3 pesawat menjadi 1.200 umpamakan hanya 20% yang perlu visa on arrival maka akan menjadi 240.

Dari 240 penumpang yang antri di kiri kanan loket/booth sebanyak 3 booth di kiri dan 3 booth di kanan maka setiap antrian akan berjumlah sekitar 40 orang yang dilayani dalam satu booth oleh 2 petugas (kadang-kadang) ada juga yang hanya satu orang/per booth, yang katanya co-workernya sedang ikut penataran dan kadang-kadang juga boothnya kosong karena sedang ada “meeting” dengan penumpang di belakang booth (kongkalikong?) yang bisa dilihat jelas dari antrian.

visa on arrival

Di samping itu juga ada beberapa petugas berseragam baju putih dan celana panjang khaki/coklat dengan tag tergantung di lehernya, mondar mandir di antrian. Karena menurut perkiraan saya pasti akan makan waktu bisa 1 jam-an baru bisa sampai di depan petugas loket dan pasti bagasi saya sudah berkali-kali putar balik di carousel/diturunkan seseorang tanpa pemiliknya berada di tempat.

Iseng-iseng saya tanyakan kepada petugas berseragam khaki yang mondar mandir, pak berapa biayanya supaya bisa “dibantu”, dimana visa on arrival $25 satu bulan/per orang. Oh. . . . itu terserah bapak, . . . . bagaimana kalau $5 jawab saya dan disetujuinya saya serahkan paspor dan $30 cash. Bapak tetap tunggu di antrian dan sebentar saya balik. Tak ada 5 menit sudah kembali dengan resi pembayaran visa on arrival $25 dan katanya bapak tinggal cap paspornya dan saya tetap harus antri.

VisaOnArrival

Saya kira tahu beres semuanya dan keluar dari antrian untuk mengejar bagasi saya di carousel. ternyata hitungan saya meleset dan tetap menunggu di antrian sekitar 1jam-an dan benar saja bagasi (2 koper) saya sudah diturunkan dari carousel untung tidak dibawa orang. Rupanya ada mottonya: uangnya banyak bantunya banyak.

Rupanya untuk visa on arrival kita harus antri dua kali, satu kali untuk membayar visa $25 untuk satu bulan dan setelah mendapat strook bukti tanda lunas bayar maka harus antri lagi (lain loket/booth) untuk mendapatkan cap resmi/stempel tanggal hari itu di paspor anda. Yang jadi pertanyaan apakah sungguh sulit setelah bayar lunas paspornya langsung dicap jadi dalam satu booth ada 2 petugas, tapi akhir-akhir ini dipisah dan dijadikan 2 kali antri:

1) Yang terima duit alias kasir dan

2)petugas immigrasi yang cap paspornya

Jadi kan ngak perlu lagi dua kali antri (seperti yang telah diberlakukan beberapa tahun yl) dan juga akan menimbulkan image yang baik bagi para pendatang baru dengan paspor asing, karena Cengkareng kunci dari pintu gerbang Indonesia, segala yang baik maupun buruk berawal dari sini. Jadi terbayang beberapa tahun silam, entah apa yang dikatakan si Bule kepada seorang petugas berseragam imigrasi yang dengan suara lantang sambil berteriak berkata: This is my country if you do not like to follow our rule you better get out from my country…

Apakah masih suka terdengar ungkapan-ungkapan yang berkata:

A)Kasih uang banyak, dibantu banyak, kasih uang sedikit dibantu sedikit

B) Kalau bisa dipersulit, mengapa harus dipermudah ataukah kalau bisa dipermudah, mengapa harus dipersulit

C) Khusus bagi awak kapal cruise yang pulang cuti ke Indo:” Mana dong jangkarnya”

 

31 Comments to "Visa on Arrival di Cengkareng Airport"

  1. Evi Irons  27 September, 2013 at 10:41

    Sama juga deh di Texas-Amrik, pesawat landing jam 4:45, orangnya keluar gate jam 6:25.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.