Hari Pertama Sekolah dengan “Schultüte“, Kantong Bonbon

Hennie Triana Oberst

 

Sudah beberapa hari ini Chiara bertanya kapan Schultüte miliknya diisi hadiah, coklat dan bonbon (permen). Tahun ini ia memasuki dunia sekolah. Di Jerman, sekolah dimulai ketika anak memasuki Sekolah Dasar, di mana anak-anak mulai belajar membaca dan menulis. Sedangkan masa sebelumnya ketika mereka berada di Kindergarten adalah masa anak-anak bermain dan bersosialisasi tanpa ada tambahan belajar membaca ataupun menulis.

Tradisi di Jerman, pada hari pertama masuk Sekolah Dasar anak-anak selain membawa ransel sekolah masing-masing, mereka juga membawa kantong yang berbentuk contong (kerucut), yang isinya berbagai hadiah termasuk juga coklat ataupun bonbon. Hadiah-hadiah tersebut biasanya diberikan oleh orang tua dan pihak keluarga lainnya.

Schultüte” atau disebut juga “Zuckertüte” ini pertama dikenal sekitar tahun 1810 di negara bagian “Saxony” (Sachsen) dan “Thuringia” (Thuringen). Pemberian kantong bonbon ini sebagai lambang “Memulai pendidikan formal dengan hal-hal yang manis”.

SONY DSC

(Foto 1: Schultüte)

Kebiasaan Kindergarten di Jerman adalah membuat Schultüte ini bersama-sama. Orang tua dan anak akan berkumpul bersama di Kindergarten untuk membentuk dan menghias Schultüte tersebut. Jadi tiap anak akan memiliki hiasan yang berbeda pada Schultüte mereka. Sayangnya tahun ini kami berhalangan menghadiri kegiatan bersama ini. Jadi cukup membeli di toko-toko yang menyediakan Kantong Bonbon dalam berbagai bentuk, ukuran dan motif.

Pada hari pertama memasuki sekolah (Einschulung) anak-anak akan datang ke sekolah didampingi orang tua mereka, juga anggota keluarga lainnya. Banyak Sekolah Dasar yang memulai penyambutan murid baru ini dengan berbagai acara. Salah satunya dengan berdoa bersama di gereja.

Hari ini, tepat pukul 09:00 semua anak-anak beserta keluarga, juga para guru sudah berkumpul di gereja Katolik yang lokasinya tepat di depan Sekolah Dasar tempat Chiara bersekolah nanti. Acara berdoa bersama di Gereja ini merupakan tradisi di banyak daerah di Jerman, jadi semua anak beserta orang tua yang beragama maupun yang tidak, turut hadir di gereja Katolik ini. Tetapi tidak ada paksaan bagi mereka yang tidak ingin hadir. Sekolah Dasar tersebut juga bukan sekolah Katolik, hanya sekolah negeri biasa seperti pada umumnya sekolah-sekolah yang ada di Jerman.

SONY DSC

(Foto 2: Doa bersama di gereja)

Setelah acara doa bersama dan pemberkatan selesai (benar tidak ya, istilahnya dalam agama Kristen adalah “pemberkatan”? Mohon maaf jika salah), kami menuju aula sekolah. Di sana telah menunggu acara selanjutnya, pertunjukan musik, teater dan lainnya yang dipersembahkan oleh anak-anak kelas 2 sampai kelas 4, (Sekolah Dasar di Jerman adalah kelas 1 sampai kelas 4).

SONY DSC

(Foto 3: Murid kelas 1 bersama guru kelas)

Anak-anak kelas 1 kemudian menuju ruang kelas mereka. Tiap anak akan didampingi oleh seorang murid kelas 4. Mereka akan membantu anak-anak kelas 1 mengenal sekolah juga menemani bermain jika perlu.

SONY DSC

(Foto 4: Lukisan dan nama yang dibuat oleh anak kelas 1, di dinding kelas)

Sementara itu para orang tua murid sambil menikmati suguhan minuman dan makanan kecil dari pihak sekolah, mendengarkan beberapa informasi penting lainnya, termasuk kegiatan ekstra kulikuler yang ditawarkan pihak sekolah.

SONY DSC

(Foto 5: Salah satu pertunjukan musik)

Kantong Bonbon ini cukup ampuh menumbuhkan rasa percaya diri dan kegembiraan anak-anak ketika memulai dunia barunya di sekolah.

 

Salam Schultüte

SONY DSC

 

Germany, 11 September 2013

 

Catatan;

Schultüte, (Schul, Schule = sekolah // Tüte = tas, kantong)

Zuckertüte; (Zucker = gula, bonbon, permen //  Tüte = tas, kantong)

 

25 Comments to "Hari Pertama Sekolah dengan “Schultüte“, Kantong Bonbon"

  1. Hennie Triana Oberst  26 September, 2013 at 01:36

    LINDA, banget manisnya Bikin naik BB

  2. Linda Cheang  25 September, 2013 at 10:19

    wah, pasti manis sekali bonbonnya

  3. Hennie Triana Oberst  24 September, 2013 at 15:46

    JC, tengkyu sekali lagi.
    hehehe…milihnya gampang nanti. Lihat mana yang paling top
    3-5

  4. Hennie Triana Oberst  24 September, 2013 at 15:42

    Mas Hand, hahahaha…. Saya nggak berani nyambungnya

  5. Hennie Triana Oberst  24 September, 2013 at 15:40

    Mas SUMONGGO, hahaha… bisa rusak ya kalau lupa menggosok gigi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.