Safe Deposit Box

ODB

 

Sebagai seseorang yang berkecimpung di bidang bussiness, mempunyai Safe Deposit Box di Bank adalah merupakan suatu kebutuhan agar surat-surat penting akan menjadi lebih aman tersimpan di Bank daripada di rumah sendiri yang kemungkinan bisa dicuri atau terbakar.

Maka pada tanggal 10 Agustus 1990 datanglah saya ke Bank BDN cabang Pesing untuk dapat menyewa istilahnya dengan membayar uang jaminan Rp. 500. 000 untuk box yang ukuran terbesar dan sewa bulanannya dengan 2buah anak kuncinya bernomor 232 dengan no kunci P54598.

Hari ini tanggal 20 September 2013 saya kembali ke Bank ybs dimana lokasinya masih sama 23 tahun yang lalu hanya namanya sudah berganti menjadi Bank Mandiri untuk menutup/membatalkan SDB, karena memang sudah tidak bermanfaat lagi dengan harap-harap cemas apakah ada kemungkinan uang jaminan akan dikembalikan. Dikembalikan sukur puji Tuhan tidak mau dikembalikan apa mau dikata. Dan ketika ditanya kok kuncinya hanya satu, iyaa mbak kuncinya tidak saya buat hilang, tapi rumah saya dibakar dan dijarah 13 Mei 1998, apakah tidak ada kebijaksanaan mengenai uang jaminan saya. Dengan berbagai alasan, jaminannya untuk membuat kunci baru dengan cara dibongkar semuanya bla. . . bla. . . . bla. . . Pokoknya uang jaminan hilang. Jadi kesimpulan saya derita semenjak 13 Mei 1998, masih akan saya alami sampai hari ini dimana uang jaminan, menjadi hilang karena rumah saya dibakar dan dijarah 13 Mei 1998  dan kunci SDB entah kemana gerangan, apakah salah saya karena tidak bisa menemukan kunci yang satu lagi? It is so difficult to find a person who has an angel heart than a lionheart…

Penjarahan di rumah saya 13 Mei 1998 dan ketiga foto yang terakhir adalah show room sewaktu (1985-1988) di Hasyim Ashari Roxy  dimana waktu itu ada penggalian kabel yang menggali tidak perduli pintu keluar masuk show room saya dengan harapan dapat uang kompromi, jika saya berani bayar mereka untuk disingkirkan = KALAU BISA DIPERSULIT MENGAPA HARUS DIPERMUDAH yang ujung-ujungnya duit berlaku bagi semuanya seperti sudah membudaya di bumi ini, sengaja saya foto sebagai bukti dimana kuli-kuli panggali sedang beradu harga.

001 002 003 004 005 006 007 008 009 010 011 012 013 014 015 016 017

 

24 Comments to "Safe Deposit Box"

  1. Swan Liong Be  6 October, 2013 at 15:05

    @Alvina re.komentar no.13: Saya teringat dengan kasus dari Amerika tentang refugee palsu yang didalangi seorang namanya Hans Gouw. Sayangnya saya sudah tidak tau lagi bagaimana prosesnya selanjutnya.

  2. Our Daily Bread  3 October, 2013 at 20:36

    Di Amrik Andy,bisa ditanyakan kesuhu kita JC.Sekarang lagi cuti di Betawi sampai bulan 11

  3. Andy  3 October, 2013 at 03:23

    Betul dulu saya pernah tinggal di komplek Grawisa tapi cuma sebentar kemudian tahun 1980 saya pindah ke Taman Mutiara di Jl. Daan Mogot/Pesing.
    Saya masih ingat seluruh ruko Grawisa dan komplek perumahan sebelahnya dibakar kecuali sebuah rumah makan Padang.
    Sejak kejadian itu saya tinggalkan Jakarta dan menetap di Australia sampai sekarang.
    Anda tinggal dimana sekarang? Boleh tahu email address anda?

  4. Our Daily Bread  2 October, 2013 at 20:01

    Hi Andy,terimakasih Andy sudah mampir anda juga kan tinggalnya di Grawisa kan,apa masih disana?
    Kalau anda melihat tempat tidur yg didirikan (foto #8 dari atas),itu adalah pekerjaan penjarah/pemulung yg mencoba menjarahnya dibawa turun melalui tangga,tapi tidak bisa lewat karena ukuran king size,diletakkan kembali dikamar dan besoknya diturunkan melalui jendela depan dengan memecahkan kacanya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.