Aura Masakan Padang

Ariffani

 

Hemm..siapa ya yang tidak kenal dengan makanan dari Padang, Sumatra Barat ini. Aku rasa hampir seluruh wilayah Indonesia pasti ada rumah makan atau warung yang menghidangkan masakan padang .Baik dengan konsep kaki lima, warung kecil ataupun rumah makan” wah”.

Dan semua orang pasti pernah makan makanan ini. Tapi kata temen saya yang asli Padang, rasa masakan di sini (maksudnya tempat tinggal aku dan dia sekarang) itu berbeda dengan di tempat dia. Ya iyalah berbeda, karena buatku masakan padang sekarang pasti disesuaikan dengan rasa di tiap-tiap daerah di Indonesia. Kan tidak semua orang Indonesia bisa makan masakan Padang toh?!

masakan-padang

Buatku masakan Padang itu fenomenal. Kenapa fenomenal, karena :

1.       Karena dimana-mana ada yang jual

2.       Salah satu khas masakan Padang yaitu rendang merupakan makanan terenak di dunia

3.       Masakan Padang akan kurang lengkap dengan sambal ijo karena ini khasnya.

4.       Manusia mana di Indonesia yang tidak kenal dengan makanan ini

5.       Lauk-pauk di warung Padang beraneka warna

 

Bicara soal masakan padang, aku punya beberapa pengalaman dengannya. Dulu sewaktu aku masih tinggal dengan orang tua di Surabaya (karena sekarang udah jadi anak kos), aku temasuk jarang makan masakan ini, karena saat itu buatku harganya lumayan mahal dan hanya ada momen-momen tertentu untuk makan masakan ini misalnya saat ibuku  lagi malas masak atau memang sedang ingin makan makanan ini dan aku akan sangat bangga bila bisa makan makanan ini. Jadi intinya buatku masakan Padang itu istimewa!!

Kemudian ada lagi kejadian dengan masakan padang di tahun 2008 sekitar bulan September, selepas aku lulus STM, aku masuk ke suatu perusahaan dan diharuskan untuk mengikuti pendidikan militer di Cimahi,  Jawa Barat.

Nah selama 2 minggu pertama semua handpone dan uang disita, jadi kita semua tidak bisa menikmati jajanan di luar dan hanya boleh makan yang sudah disediakan dari asrama. Setelah 2 minggu yang lumayan menyiksa, akhirnya aku dan teman-teman diberi hadiah kita semua boleh keluar buat jalan-jalan. Di situ aku manfaatkan jalan-jalan dengan salah satu seniorku dan dia bilang mau  ajakin aku makan, dan jelas aku terima, lagi pula siapa coba yang gak mau kalo gratisan . Akhirnya kita memutuskan untuk makan masakan padang, dengan pedenya aku pesen seporsi masakan padang plus dengan sambel ijo yang melimpah dan asli pedes gila.

masakan-padang1

Tapi, keesokan harinya aku langsung kena diare, padahal hari itu kita semua mau di ajakin jalan-jalan ke Pindad!! Dan kalo misalnya diareku tidak sembuh alamat aku tidak bisa jalan-jalan ke sana, dan akhirnya dengan segala daya dan upaya serta merta berdoa akhirnya diareku bisa sedikit aku lawan dan aku pun bisa jalan-jalan ke sana dan main tembak-tembakan. Kenapa aku bisa terkena diare? Karena selama 2 minggu kita dipasung di asrama, kita hanya boleh makan yang telah disediakan kalo aku bilang makanannya tuh higienis maksudnya higienis itu makanannya ya itu-itu aja, ga pake bumbu aneh-aneh model masakan padang, perutku yang udah mulai terbiasa dengan makanan higienis, akhirnya belum bisa menerima kembali makanan yang beraneka warna model masakan padang, dan saat itu aku berjanji selama dipasung gak akan makan aneh-aneh… heheheehehehehehe…

Kejadian selanjutnya dengan makanan Padang, saat itu sekitar tahun 2010-2011, aku udah mulai bekerja, di tempat kerja aku dapat jatah makan siang, dan salah satu menu andalannya adalah makanan padang, plus dengan sambel ijo, daun singkong,  dengan lauk-pauk yang berbeda, tapi kebayang gak kalo kita tiap hari makan masakan itu??! Bosen itu jawabannya. Tapi untungnya hal itu tidak berlangsung lama, jatah makan siang diganti dengan uang. Namun tetap saja aura masakan padang itu tidak hilang dari sekitar aku. Tiap sebelum jam istirahat siang tiba, biasanya suka ada yang beli nasi keluar dan pesenannya biasanya nasi padang.

masakan-padang2

Ada lagi, pasti tahu donk ada warung makan yang menyediakan murah meriah, misalnya serba 6ribu, nah buat anak kos seperti aku, hal itu tidak bisa dilewatkan begitu aja, jelas dunk murah-meriah dan mengenyangkan. Hehehhehe… :D, di dekat kos aku ada lho yang jual nasi padang serba 6ribu, sempat merasakannya juga namun akhirnya warungnya ditutup. Dan akupun punya warung padang langganan, kalo pas jam makan siang rame banget di tempat itu, soalnya tekenal murah dan lumayan enak.

Kemudian saat aku dinas ke Makassar, saat aku menyusuri jalan-jalan di sana ternyata di sana pun juga banyak rumah makan masakan Padang. Atau saat saya dinas ke Balikpapan, di sana juga lumayan. Bahkan ada rumah makan Padang yang memiliki cabang, dan selalu ramai dikunjungi. Masakan padang ini seperti penyatu bangsa Indonesia.

Saat aku menulis artikel ini ternyata masakan Padang begitu melekat di sekitarku, inspirasi tulisanku ini saat aku makan masakan padang dengan lauk paru goreng, daun singkong dan nangka muda serta sambel merah, dan sejujurnya aku tidak terlalu suka dengan sambel ijo. Dulu makan nasi padang begitu istimewa buatku namun sekarang karena sudah terlalu sering  dan malah menjadi salah satu alternatif saat lapar melanda maka melajulah kakiku menuju warung padang yang murah meriah. Biarpun sekarang tidak lagi menjadi istimewa Tapi aku tetap bersyukur biarpun hanya ini yang biasa aku makan, belum tentu juga orang lain bisa seperti aku. Yah seperti aku tulis diatas, tanpa kita sadari warung padang telah menjadi aura di sekiling kita, di tiap tempat yang kita injak, pasti akan ada warung dengan Masakan Padang. Atau malah kalau buatku akan heran bila tak ada warung padang. Hehehehehe…

 

Tangerang, 22 Sept 2013

 

Note Redaksi:

Ariffani, selamat datang dan selamat bergabung di rumah kita bersama ini. Semoga betah dan kerasan ya…ditunggu artikel-artikel lainnya…

 

26 Comments to "Aura Masakan Padang"

  1. ariffani  11 October, 2013 at 08:12

    @kornelya : waaahhh mantap betul itu gulai kakap merahnyaaa

  2. Kornelya  9 October, 2013 at 16:42

    Masakan Padang yg paling aku suka gulai kepala kakap merahnya. Orang tua asuhku di Jakarta dulu orang Padang, alm ibu selain penjahit juga memasak beberapa jenis makanan untuk di jual kerumah makan Padang milik kerabat. Setelah bumbu diracik dan bahan siap dimasak, dapur disteril, dibersihkan sampai kinclong, serbet2 ( kitchen towel) di ganti yg bersih.

  3. ariffani  7 October, 2013 at 18:07

    WAHH…pak DJ. ini merendah. , sebuah tulisan kan di awali dari apa yang kita alami. ya toh?!

    Mainz hari itu pasti dingin sekali ya pak, kalo saya mungkin udah pilek, menggigil dan sesak nafas, lha saya di puncak bogor aja langsung sesak nafas. hehehehe….

  4. Dj. 813  5 October, 2013 at 19:26

    elnino Says:
    September 26th, 2013 at 18:02

    Om Dj, kebetulan pembelinya itu perlu tambahan otak, gak tau deh otak dia di mana, jadilah dia nanya ke pelayannya, punya otak gak?
    ———————————————

    Mbak Elnino…
    Jadi begitu ya, pembelinya kekurangan otak, jadi mau nambah ya…???
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Salammanis untuk keluarga dirumah ya.

  5. Dj. 813  5 October, 2013 at 19:25

    ariffani Says:
    September 26th, 2013 at 16:20

    saya mau sapa Pak DJ. saya suuka baca tulisannya pak DJ hehehehe.. kok sepertinya seru ya?! ,,,
    salam kenal pak DJ.
    ——————————————-

    Arifani…
    Terimakasih mau kenalan sama Dj.
    Lha hanya oret-oretan biasa saja, tidak ada yang aneh dan tidak memiliki arti pendidikan.
    Hhanya apa adanya saja, apa yang Dj. lihat dan rasakan ( alami ), itu yang Dj. tulis dalam oret-oretan.
    Lain tidak, tidak bisa ngarang, nanti malah jadi bahan tertawaan…. hahahahahahaha….!!!

    Salam manis dari Mainz yang mana hari ini, dari sejak pagi tadi hujan dan dingin, hanya 8°C.

  6. ariffani  5 October, 2013 at 17:27

    salam kenal mbak lani

    wahhh,, sudah susunan kecil terus makan spt wong balik soko ngarit , itu sudah pasti maemnya lansung banyakkk,,,,, hehehe..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *