Menyambut Oli di Bumi Tidar

Handoko Widagdo – Solo

 

Namanya Olivier Johannes Raap (dengan dua N). Namun dia lebih senang dipanggil dengan Mas Oli. Sempat mempunyai nama samaran Priyambodo Prayitno. Nama Jawa itulah yang digunakan saat dia memulai membukukan koleksi kartu posnya.

Saya mengenalnya melalui facebook, karena saya tertarik dengan koleksi kartu posnya yang ditempeli perangko-perangko Ned Indie. Saya mengagumi koleksi kartu posnya yang diunggah di dinding facebooknya. Saya semakin tertarik ketika Linda Cheang, teman di Baltyra menulis bahwa Linda ikut menjadi ‘proof reader’ buku Mas Oli yang diberi judul “Pekerdja Di Djawa Tempo Doeloe”.

oli-magelang (1)

Melalui woro-woro yang dibuat oleh Linda di facebook Baltyra saya tahu bahwa Mas Oli akan membedah bukunya di Magelang. Tepatnya di Latar Kuncung Bawuk, di Pasar Anyar. Kebetulan saya sedang ada di Magelang. Jadilah saya ajak teman-teman yang saat itu menjadi peserta workshop ikut mendatangi bedah bukunya Mas Oli.

oli-magelang (2)

Kami sempat kesulitan mencari lokasi bedah buku. Maklum tidak ada satupun dari kami yang tahu tentang Magelang. Setelah tanya sana-sini, dan akhirnya menelpon Mas Oli, kami sampai juga ke restoran terbuka Kuncung Bawuk. Kami segera menguasai tikar yang telah digelar. Beberapa anak seumuran SMA memenuhi kursi-kursi yang disiapkan di sisi tikar. Ternyata benar saja. Anak-anak itu adalah siswa SMA 4 yang dianjurkan oleh Pak Priyo, guru sejarah untuk datang pada acara bedah buku. (Aku bangga dengan Pak Priyo, guru sejarah yang mengajar muridnya dengan cara yang berbeda.)

oli-magelang (3)

oli-magelang (4)

Orangnya cukup besar, putih (tentu saja karena dia adalah bule), berkacamata cukup tebal. Orangnya ramah dan lugu. Mas Oli selalu tersenyum kepada semua orang yang ditemuinya.

Acara dimulai dengan renungan terhadap Yusuf Kusuma yang baru saya berpulang. Renungan disampaikan oleh Kang Mbilung Sarawita. Dengan khidmat Kang Mbilung menguraikan karya-karya Yusuf Kusuma. Yusuf Kusuma adalah salah satu tokoh Komunitas Kota Toea Magelang.

oli-magelang (5)

Saat memulai bedah buku, dia membagi oleh-oleh dari Surabaya berupa beberapa kantong krupuk. Semua tertawa saat dia mengeluarkan krupuk dari kantong plastik.

oli-magelang (6)

Dengan menggunakan foto show, Mas Oli menjelaskan isi buku Pekerdja Di Djawa Tempo Doeloe. Dari penjelasan Mas Oli kami jadi tahu apa saja pekerjaan orang Jawa pada masa kolonial. Tentu saja penjelasan Mas Oli tidak selengkap yang ada di bukunya. Jadi, supaya tahu lebih detail, silahkan membeli bukunya yang sudah tersedia di Toko Buku Gramedia.

oli-magelang (7)

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

21 Comments to "Menyambut Oli di Bumi Tidar"

  1. Linda Cheang  2 October, 2013 at 09:26

    Pak Hand, yang di Jakarta kayaknya lebih asyik kalo Profesor Sejarah Iwan S Kamah yang tulis…

    Seorang Profesor Sejarah mereportase Profesor Sejarah lainnya…….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *