Bekerja di Grocery Store

Summer Girl

 

Dulu sekitar tahun 90-an di dekat sekolah saya ada supermarket baru, saya suka sekali mampir ke sana, walaupun hanya membeli satu atau dua item tapi rasanya senang melihat barang2 yang tertata rapi, tempatnya nyaman dan sejuk untuk berbelanja.

Ketika saya pindah ke sini, ternyata rumah saya dekat sekali dengan grocery store, hanya lima menit naik mobil, pada waktu itu selama dua tahun pertama saya tidak bekerja, jadi setiap hari saya selalu ke grocery store. Grocery store tersebut sangat bersih, nyaman dan pelayanannya sangat ramah, di dalamnya ada bank dan apotik.

grocery store

Setelah dua tahun akhirnya saya berpikir sepertinya enak juga bisa kerja di sini, tempatnya bersih, kerjanya tidak terlalu banyak mikir (ini penting buat saya, saya tidak suka berpikir yang berat-berat…hehe..), akhirnya suatu hari setelah selesai berbelanja saya mampir ke computer di bagian depan, computer itu dipergunakan untuk mengisi aplikasi pekerjaan. Ternyata seminggu kemudian salah satu manager tersebut menelpon saya untuk datang interview, mereka butuh untuk bagian kasir, saya setuju saja dengan gaji yang ditawarkan, yang penting saya bisa keluar rumah dan menghasilkan uang.

Company tempat saya bekerja merupakan company besar, memiliki lebih dari seribu store di beberapa negara bagian, bahkan merupakan company yang terbesar di Florida, benefitnya bagus, ada life insurance, health insurance, program pension, company stock yang dibagikan setiap tahun, retail bonus setiap 3 bulan sekali, dividen check setiap bulan Desember dan juga Christmas bonus. Kekurangannya hanya satu yaitu jam kerja nya yang tidak menentu.

Sekarang sudah enam tahun lebih saya bekerja di sini, posisi saya sekarang sudah assistant department manager, butuh perjuangan yang berat untuk bisa sampai di posisi ini karena banyak sekali yang menginginkannya, sekarang saya lebih banyak mengurusi masalah gaji, absen, schedule, paperwork untuk new hired dan urusan administrasi lainnya. Waktu itu saya menjadi kasir sekitar 3 bulan, kemudian customer service, supervisor dan sekarang assistant manager, gajinya bukan perjam lagi tapi sudah annual salary. Walaupun gaji saya lumayan tapi saya harus bekerja 55 jam seminggu, jam kerja yang panjang membuat saya berpikir untuk step down, tapi untuk sementara saya mencoba untuk bertahan karena sayang, suasana kerjanya yang nyaman, relationship dengan sesama karyawan juga sangat bagus.

Banyak suka dukanya selama bekerja di sini, jadwal kerja saya kebanyakan dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam, paling suka kalau dapat shift pagi yaitu jam 6 pagi (store buka jam 7 pagi), karena saya bisa menghirup aroma roti yang baru dipanggang di bagian bakery, atau fried chicken yang baru diangkat di bagian deli membuat saya lapar. Kalau ada barang-barang yang akan di clearance biasanya kita-kita karyawannya yang dapat lebih dulu, atau misalnya vendor memberikan kupon-kupon potongan harga, kita selalu dapat duluan.

Kita diharuskan selalu ramah kepada semua karyawan, tapi kita juga kan manusia biasa, punya rasa kesal, apalagi kepada customer yang selalu me-return barang-barang yang sudah mereka makan, dengan alasan rasanya tidak enak, ada customer yg sepertinya punya jadwal untuk membersihkan kulkas mereka, mereka return semua sayuran dan buah-buahan dengan alasan sudah tidak segar lagi, kue ulang tahun yang sudah dimakan tapi dikembalikan karena katanya rasanya tidak enak.

Setelah saya bekerja di sini baru saya tahu ternyata banyak sekali warga sini yang menggunakan food stamp (program bantuan dari pemerintah untuk orang tidak mampu). Bentuknya seperti debit card yang diisi setiap bulan oleh government. Banyak sekali dari mereka yang bergaya seperti orang kaya, selalu memilih organic food, selalu complaint ini itu tetapi ternyata bayarnya pakai food stamp.

Ada juga program pemerintah namanya woman, infant, children (wic), program ini utk ibu hamil sampai bayinya lahir dan sampai berumur 5 tahun. Banyak sekali orang Mexico di sini yang tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali, mereka punya anak yang lahir di sini, mendapatkan bantuan wic ini, bentuknya seperti check dan disebutkan dalam check tersebut item apa saja yang bisa dibeli. Mereka berbelanja banyak tapi setelah sampai di kasir ternyata yang diambil semuanya salah, berbeda dengan apa yang disebutkan di check wic itu, padahal mereka memiliki brosur dan sudah ditraining oleh wic office apa-apa saja yang bisa dibeli dan apa-apa saja yang tidak bisa dibeli, kalau sudah begitu akan menimbulkan kegaduhan, antrian yang panjang dan saya harus mengirim salah satu orang untuk membantu mereka.

Menurut pengamatan saya, orang Amerika itu sangat suka sekali berbelanja, setiap hari mereka ke grocery store, pagi sebelum kerja mereka mampir untuk membeli donut, fruit, yoghurt dan keperluan utk sarapan, sepulang kerja mereka mampir lagi, hampir setiap hari saya selalu melihat customer yang sama.

Banyak sekali sebenernya kejadian-kejadian lucu yang tidak bisa saya ceritakan di sini, tapi secara keseluruhan saya sangat senang bekerja di sini. Bagaimana dengan kondisi grocery store di Indonesia, saya kurang tahu, apakah gajinya memuaskan, apakah benefit yang didapatkan juga memuaskan, saya kurang tahu.

 

27 Comments to "Bekerja di Grocery Store"

  1. Summer Girl  8 October, 2013 at 04:39

    Bu matahari dan mbk indri, food stamp hanya diberikan utk org2 yg berpenghasilan rendah, sptnya pemerintah disini tdk mengecek secara mendetail, sy dengar dulu mereka punya petugas khusus yg mengecek ke tiap2 rumahp para applicant, tp sptnya skrg prosesnya lebih mudah. Berdasarkan pengamatan sehari2 yg saya lihat di sekitar (tetangga2 sekitar adalah customer saya semua di grocery store ) justru yg benar2 kaya kelihatan low profile sekali dan yg kehidupannya biasa2 saja justru yg suka bergaya mewah, apakah semuanya dibeli dg credit card, saya tidak tahu, saya juga bingung melihatnya.

    Pak dj, thanks ceritanya, kalo utk saya sendiri menurunman berat badan itu sesuatu yg mustahil krn saya orangnya pemalas hehehe…

  2. Matahari  7 October, 2013 at 23:51

    saya juga masih penasaran kenapa orang “mampu”di Amerika bisa mendapatkan foodstamp? Apakah income serta property mereka tidak ditelusuri pemerintah sebelum memberikan foodstamp? Kalau mengenai punya mobil…di Eropa banyak mobil second hand dari merk bagus juga tidak mahal. …baik itu BMW…Mercedez…..karena itu punya mobil merk ternama belum tentu kaya raya…karena ada banyak mobil second hand yang masih sangat bagus hanya dijual 17.000 euro sampai 39.000 euro…termasuk yang bulat bulat 4 biji…(audi)…

  3. Dj. 813  5 October, 2013 at 23:29

    Summer Girl Says:
    October 3rd, 2013 at 03:53

    Pak dj, dewi terlihat langsing sekali dibanding th 2008, pasti sulit sekali menurunkan berat badan, butuh kemauan yg keras dan disiplin yg tinggi. Kuliah sambil bekerja tidak mudah jadi saya salut dg dewi krn skrg sudah bisa dibilang sukses dan berhasil. Thanks atas ceritanya pak dj.
    —————————————————–

    Summer Girl…
    Benar memang, kalau dilihat memang demikian.
    Dia punya kemauan keras.
    Dulu jangan disuruh Jogging, kemana-mana minta diantar dengan mobil.
    Sekarang, kemana-mana jalan kaki atau naik sepedah, kecuali hujan dia naik Bus.
    Kami sendiri heran dengan kemauannya, dari 130 Kg. menjadi 69 Kg.
    Lha Dj. juga ikut berusaha, Dj. sudah berusaha makan sebanyak-banyaknya, tapi tidak bisa turun juga.
    Hahahahahahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz.

  4. Indri  5 October, 2013 at 23:13

    ” banyak sekali disini orang2 yg mobilnya bagus, penampilannya keren tapi kalau bayar pakai food stamp, kita bisa tau karena debit carnya terlihat jelas sekali kalau itu food stamp, biasanya satu orang dapat 200 dollar, jadi kalau di rumah ada orang tua dan 3 anak berarti mereka dapat 1000 dollar per bulan.”

    Apakah food stamp tsb diberiikan kepada semua orang? Setahu saya di Belanda hanya mereka yg berpenghasilan minimal yg mendapatkann kupon potongan harga. Masalah service memang USA specialistnya, “greet by name” ini disarankan bila kita menyapa tamu yg tinggal di hotel dimana kita kerja…. beda dgn hotel di Eropa, stafnya minimal, senyumnya minimal, fasilitasnya minimal tapi harganya lebih mahal……

  5. Indri  5 October, 2013 at 23:11

    no. 5, mbak linda, banyak sekali disini orang2 yg mobilnya bagus, penampilannya keren tapi kalau bayar pakai food stamp, kita bisa tau karena debit carnya terlihat jelas sekali kalau itu food stamp, biasanya satu orang dapat 200 dollar, jadi kalau di rumah ada orang tua dan 3 anak berarti mereka dapat 1000 dollar per bulan.

    Apakah food stamp tsb diberiikan kepada semua orang? Setahu saya di Belanda hanya mereka yg berpenghasilan minimal yg mendapatkann kupon potongan harga. Masalah service memang USA specialistnya, “greet by name” ini disarankan bila kita menyapa tamu yg tinggal di hotel dimana kita kerja…. beda dgn hotel di Eropa, stafnya minimal, senyumnya minimal, fasilitasnya minimal tapi harganya lebih mahal……

  6. Summer Girl  3 October, 2013 at 03:53

    Pak dj, dewi terlihat langsing sekali dibanding th 2008, pasti sulit sekali menurunkan berat badan, butuh kemauan yg keras dan disiplin yg tinggi. Kuliah sambil bekerja tidak mudah jadi saya salut dg dewi krn skrg sudah bisa dibilang sukses dan berhasil. Thanks atas ceritanya pak dj.

  7. Summer Girl  3 October, 2013 at 03:42

    Np. 17, bu mawar, thanks commentnya, meski banyak yg bilang bahwa bekerja di grocery store spt low class job tp dg kondisi ekonomi spt skrg ini saya bersyukur masih punya pekerjaan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.