Mie Ongklok bukan Mienya Koh Ong Lok

Handoko Widagdo – Solo

 

Sore hari Wonosobo diguyur gerimis yang agak deras. Tetesan-tetesan hujan yang lebut itu membuat hawa Wonosobo menjadi lebih dingin. Guyuran air hangat dari shower tidak mampu menghadang dingin yang menggerayangi kulit saya. Hawa dingin itu juga membuat rasa lapar semakin menghebat.

“Di depan hotel itu Mie Ongkloknya enak Pak,” saya ingat pesan teman saya yang adalah warga lokal, saat kami baru saja tiba di hotel siang tadi. Maka bersama dua teman seperjalanan saya bergegas menyeberang jalan menuju warung makan pinggir jalan yang menyajikan Mie Ongklok. Kami harus berlari-lari kecil untuk menghindari gerimis yang masih menyelimuti Kota Wonosobo.

Warung di Jalan Ahmad Yani itu hanya menyajikan satu menu, yaitu Mie Ongklok. Mie Ongklok adalah mie khas Wonosobo. Diongklok artinya artinya dikocok.

mie-ongklok (1)

mie-ongklok (2)

mie-ongklok (3)

mie-ongklok (4)

Cara membuat mie ongklok sederhana saja. Mula-mula cabe digerus di mangkuk yang akan digunakan untuk wadah mie. Potongan daun kubis yang ditaburi daun kucai dimasukkan ke dalam keranjang bambu kecil. Selanjutnya keranjang tersebut diongklok di dalam kuah panas. Setelah cukup matang, daun kobis dan kucai tersebut dituang ke mangkuk. Berikutnya mie dimasukkan ke keranjang bambu yang sama dan diongklok di kuali kuah panas dan dituang ke mangkuk yang sudah berisi daun kubis dan kucai. Setelah diongklok, sampai mie dan sayurannya bercampur, selanjutnya ditaburi bawang merah goreng dan merica dan selanjutnya dituang saus. Saus yang berwarna coklat muda itu dibuat dari campuran tepung dan ebi. Mie Ongklok disajikan dengan sate sapi.

Semangkuk mie ditambah sepiring sate sapi belum cukup untuk menghangatkan perut saya. Maka saya menyomot tiga butir gebleg yang tersedia di atas meja. Gebleg adalah cemilan yang terbuat dari tapioka.

mie-ongklok (5)

Saat membayar saya bertanya kepada penjualnya apa artinya ongklok. “Ongklok itu artinya diaduk dengan cara dikocok begini,” sambil dia memeragakan  cara mengongklok. “Jadi tidak ada hubungannya dengan penjual mie yang bernama Koh Ong Lok?” Si penjual tersenyum mendengar pertanyaan saya. “Ya tidaklah Pak,” jawabnya.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

62 Comments to "Mie Ongklok bukan Mienya Koh Ong Lok"

  1. Handoko Widagdo  11 October, 2013 at 07:03

    Mbak Dewi, betul mienya dicelup pakai wadah dari bambu. Bedanya, kalau mie ongklok diongklok-ongklok, sedangkan mie ayam setelah dicelup diceker-ceker.

  2. Dewi Aichi  11 October, 2013 at 07:01

    Ohh..beda ya hi hi…kan dicelup pakai jaring gitu masak mie nya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.