JalanNya Selalu Lebih Indah

Wesiati Setyaningsih

 

god-way-my-waySering kali terjadi dalam hidup saya sesuatu berjalan tidak sesuai apa yang saya inginkan. Tapi ternyata setelah saya jalani, ternyata Tuhan sedang memberi saya yang lebih baik.

Pagi ini hal itu terjadi lagi. Sejak pagi saya sudah menetapkan akan berangkat dari rumah jam 06.15. Jam segitu jalanan masih agak sepi jadi masih nyaman. Lebih siang sedikit sekitar jam 06.30 jalan sudah ramai dan bisa macet di sana sini.

Rencana tinggal rencana. Nyatanya saya dan Izza baru bisa berangkat jam 06.30. Dari rumah jalan masih agak sepi dan saya pikir paling tidak sampai sekolah Izza jam 06. 40. Masih cukup buat dia untuk berlari ke kelas dan bersiap di  lapangan untuk mengikuti apel jam 06.45.

Lagi-lagi itu perkiraan saya.  Sampai di belokan kedua, tiba-tiba saya melihat macet di depan.

“Aduh, berangkatnya kurang pagi, nih. Sudah kena macet begini, “ keluh saya.

Semakin ke depan semakin macet. Mobil-mobil berjalan lambat dan itu membuat motor-motor terselip di sana sini mencari celah. Baru saya tahu kalau ternyata ada orang-orang sedang jalan sehat. Melihat pesertanya, sepertinya pegawai kelurahan di sekitar situ. Saya kenal beberapa dari mereka karena saya dulu juga pegawai kelurahan yang ada di wilayah kecamatan tersebut. Meski beda kelurahan, kalau ada dalam satu kecamatan, biasanya kami saling mengenal.

Pasti acaranya di kantor kelurahan, nih, pikir saya.

Ketika benar-benar macet, saya melihat ada beberapa motor masuk ke sebuah gang di sebelah kanan. Saya ikut saja. Ternyata di gang tersebut ada juga beberapa peserta jalan sehat yang melewati jalan itu. Gang yang kecil dengan beberapa orang yang  berjalan berdua-dua, tetap saja saya tidak bisa ngebut jadinya.

Keluar dari gang, saya lebih kaget lagi. Begitu banyak mobil parkir di pinggir jalan. Saya baru sadar bahwa  kantor kelurahan ada di jalan itu.  Dan di kantor keluarahan itulah tempat berakhirnya jalan sehat. Itulah kenapa pinggir jalan dipenuhi mobil sementara di depan sana ada kerumunan banyak orang.  Saya benar-benar seperti orang yang salah jalan. Completely lost. Maunya cepat malah bakal jadi benar-benar lambat.

Tapi bagaimana lagi? sudah terlanjur masuk begini, tidak mungkin berbalik lagi. Bakalan makin lambat nanti. Sampai di depan tikungan sebelum sampai depan kantor kelurahan, tenyata semua motor dialihkan ke tikungan yang mengarah ke kanan tersebut.

“Walah, malah dialihkan,” keluh saya.

Gang ini lebih sempit dari gang sebelumnya.  Tidak ada jalan lain untuk mengikut saja arahan dari panitia yang berbaju batik untuk melewati gang sempit tersebut. Begitu motor masuk, tampak di depan jalan lain di depan yang membentang luas dan sepi.  Ketika sampai ujung saya mengikuti motor lain membelok ke kiri, saya baru sadar bahwa jalan yang bagus dan luas, ada di sebuah perumahan yang sepi.

Tiba-tiba saya seperti mengenal jalan ini. Dulu sekali waktu saya masih bekerja di kelurahan, saya pernah melewati jalan ini.               Jalan tersebut akan sampai di jembatan kecil yang menghubungkan perumahan besar dengan perkampungan di sebelahnya. Dari kampung itu tinggal maju sedikit sudah sampai di sekolah Izza.

Dengan takjub mengikuti jalan yang ada. Saya seperti sedang ditunjukkan jalur baru untuk berangkat lebih cepat besok. Sementara motor-motor lain melaju keluar dari perumahan untuk menuju jalan utama, saya tinggal mencari jembatan kecil  di pinggir perumahan.

Godsway

“Gara-gara macet malah nggak macet, nih,” kata saya.

Izza terkekeh. Tak berapa lama kami sampai di jembatan, melewati perkampungan dan kami sampai di sekolah Izza dengan lega, sekitar 3 menit lebih awal dari yang saya kira.

Tuhan selalu memberikan kita yang terbaik. Kita saja yang belum tahu arahnya ke mana, tapi lebih sering sudah lebih dulu ngomel-ngomel. Padahal ketika sampai waktunya, ternyata jalan yang DIA pilihkan untuk kita justru lebih baik dari yang kita rencanakan.

 

About Wesiati Setyaningsih

Seorang guru yang tinggal di Semarang. Awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru, tapi kemudian “kesasar” menjadi guru. Mencoba mendobrak “pakem baku” proses pengajaran, juga mendobrak ketidaklogisan pencekokan agama membabibuta di sekolah dan keseharian murid-muridnya.

Sering dianggap “off-track” bahkan tidak jarang mendapat cap sesat karena sikapnya yang tidak seperti kebanyakan mainstream.

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "JalanNya Selalu Lebih Indah"

  1. ariffani  7 October, 2013 at 15:52

    jalan Tuhan memang penuh misteri, tidak ada yang tahu apa yang ada di balik tebing

  2. wesiati  4 October, 2013 at 08:18

    JC : ini aku yang asli. yang biasanya itu akting doang. wkwkwkwk….

  3. J C  4 October, 2013 at 05:16

    Wesi pasti di pagi harinya kejedug di mana, tiba-tiba bisa kumat religius/spiritualitasnya begini…

    Sekarang komen seriusnya (hehehe…: tapi aku sangat sependapat dan berulangkali mengalami hal-hal seperti ini, yang kita pikir baik untuk kita, yang kita inginkan, ternyata Tuhan sediakan yang lebih baik sesuai rencanaNYA.

    Setuju dengan pak Djoko, bahwa doa dalam keyakinan kami adalah: “terjadilah kepadaku menurut perkataanMU”, Bukan doa yang “menyuruh” atau “memerintah” Tuhan mengabulkan permintaan kita…

  4. Dj. 813  4 October, 2013 at 00:13

    Tenda dan boot karet yang kami bawa darii rumah.
    Sore bisa nyanyi-nyanyi bersama anak-anak.
    Sampai mereka lelah dan tidur pulas.

  5. Dj. 813  4 October, 2013 at 00:12

    Ini kalau kami Camping di pinggir danau.
    Tenda kami cukup besar 4 Mtr. X 6 Mtr.
    Ada 3 kamar untuk 3 orang dewasa, ada dapurnya juga.
    Tapi berat tendanya saja sudah sekitar 60 Kg.
    Dipinggir danau bisa berenang, bisa naik boot karet ( bawa sendiri dari rumah ), juga bisa mancing.
    Kalau punya ijin manncing.
    Dan ini saat Susi bumbui ikan hasil pencingan Dj. sebelum dibakar untuk makan malam….

  6. Dj. 813  4 October, 2013 at 00:04

    Olehnya kami orang Kristen, kalau berdoa, sebelum kata “amen”, selalu mengucapkan.
    ” Biarlah kehendak TUHAN yang jadi dan bukan kehendak kami.”
    Karena kami tahu, kehendakNya, adalah indah bagi anak-anakNya.
    Banyak sekali contooh yang kami alami, salah satunya adalah cerita dibawah ini.

    Satu saat dimusim panas, kebiasaan kami untuk Camping dioinggir danau langganan kami,
    sekitar 100 Km., dari Mainz. Memang ini adalah salah satu hobby kami, apalagi saat anak-anak
    masih kkecil, mengajar mereka mengenal Natur.
    Mengajari mereka mengenal tumbuh-tum-buhan, juga berenang di danau.
    Satu saat, kulkaas kami rusak, karena hanya dipakai hanya 1X setahun, jadi jarang di periksa.
    Alhirnya untuk Camping, 3 hari sebelumnya kami sibuk cari kulkas disetiap toko.
    Karena hanya kulkas kecil yang bisa menyimpan beberapa botol minuman saja.
    Sampai detik terakhir kami akan berangkat, kami tidak menemukan kulkas yang cocok.
    Kalau tidak kebesaran, ya terlalu mahal, akhirnya kami menyerah, kemi Camping tanpa membawa kulkas.
    Dalam perjalanan, Susi masih berkata, TUHAN AKAN SEDIAKAN…!!!
    Dj. jawab, emang kita akan mampir dikota yang kita lewati dan cari kulkaas lagi…???
    Saat mobil kami sampai dan Dj. harus daftar, karena tempat untuk mendirikan tenda, sudah kami pesan
    seperti setiap tahunnya.
    Nah diloket, Dj. dikasih tahu, bahwa orang yang pakai tempat belu beres mengeluarkan barang-barangnya.
    Dan tempat parkirnya juga masih ada mobil orang tersebut.
    Dj. tambah menggerutu, gila…!!!
    Saat kami diperbolehkan masuk, maka jalan ke tempat tenda dihalangi dengan kulkaas besar dan mobil kami tidak bisa masuk.
    Dj. keluar mobil dan teriak… Ini kulkaas siapa..???
    Tau-tau ada ibu-ibu lari mendekati Dj. dan cerita serta minta maaf, kalau suaminya akan datang lagi dan ambil itu kulkas.
    Dj. tanya, apa boleh kami pinjam ( pikir Dj. pasti tidak akan dikasih )
    E… taunya dia berkata, okay…
    Saya akan telpon suami saya, agar dia tidak kemari lagi dan saya juga bisa segera pulang.
    Dj. tanya, apa boleh dipinjam 2 minggu…???
    Dia berkata… silahkan, hanya telpon kami kalau sudah selesai, sehari sebelumnya, agar bisa kami ambil.

    Himah dari cerita diatas.
    TUHAN selalu sediakan apa yang kita perlukan dan jalannya memang unik, sulit untuk dipahami dengan
    otak kita yang kecil ini. Iman adalah pegangan yang paling kuat.
    Asal pppercaya saja, semua akan terjadi.

    Salam manis dari Mainz.

  7. Lani  3 October, 2013 at 14:17

    WESIATI : aku setuju jalan Tuhan adl yg terbaik………wlu sbg manusia sll merasa plg benar……..

  8. James  3 October, 2013 at 11:45

    SATOE GD’s Way is not Our Way

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *