Amsterdam (2)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO . . . HALLO . . . HALLO . . .

Okay, ini oret-oretan, melanjutkan cerita di Amsterdam, dimana kami akan bertemu dengan yu Lani, Hennie dan kakaknya. Ternyata dugaan Dj. benar, itu Hennie dan yu Lani dan kami bisa bertemu dengan sangat menyenangkan. Saat bertemu, apa kata Hennie… ??? Mereka sudah melihat kami, tapi membiarkan kami mencari-cari celingukan… hahahahahahaha….!!!

Langsung Dj. kenakan topi dari Mainz, di kepala yu Lani dan jelas topi dari Mainz dan bukan topi dengan tulisan Amsterdam.

amsterdam3-01

amsterdam3-02

Yu Lani bilang : “Mas Dj…. kita jalan ke sana ya…Sok tau, kesana kemana yu…??? Malah kesasar nanti… hahahahahaha….!!!

amsterdam3-03

amsterdam3-04

Karena yu Lani ingin beli kaos dengan tulisan Amsterdam, maka kami masuk toko…

amsterdam3-05

Susi dan Hennie sudah selesai, tapi yu Lani masih di atas. Setelah lama nunggu, maka…..Dj. bilang ke Hennie, coba lihat yu Lani, jangan-jangan di malah ketiduran di atas. Eeeeee… Hennie malah tertawa…. hahahahahahaha….!!!

amsterdam3-06

Yu Lani jalan selalu paling depan dengan penuh energy dan yakin, seolah sudah 10X ke Amsterdam. Hebat memang, salut akan semangatnya…. hahahahahahahaha….!!

amsterdam3-07

Mas Dj., foto gerejanya ya… Dj. hanya ambil Gerejanya saja? Tapi tidak sampai hati juga, akhirnya Dj. jepret yu Lani bersama Hennie dan Susi, walau mereka berttiga hanya kelihatan kecil saja.

amsterdam3-08

Mas Dj…. mas Dj… itu Gereja di belakang juga ya….Okay….. (kata Dj. sambil nurut, apa kata yu Lani)

amsterdam3-09

Di sini, sebenarnya yu Lani ingin daftar agar bisa manggung di jendela.Sayang masih tutup dan yaaaaah… pokoknya sudah foto di depan jendela…Hahahahahahahahaha….!!!

amsterdam3-10

Karena kakaknya Hennie masih dalam perjalanan dengan Taxi, maka Hennie juga sibuk kirim sms ke kakaknya, dimana restaurant “Nam Kee” yang mana kami ingin makan siang di sana.

amsterdam3-11

Setelah sampai di “Nam Kee”, maka kami pesan makanan yang kami inginkan. Makanan sudah datang, baru kami sadar dim eja dengan empat korsi, jadi kursinya kurang 1. Karena kakaknya Hennie segera akan datang, jadi kami pindah meja dan Susi juga Hennie sibuk bawa makanan ke meja yang baru, rame lagi… hahahahahahahahaha….!!! (pakai acara pindah meja segala).

amsterdam3-12

Nah… ini makanan yang kami pesan, kelihatan lezat bukan…??? Brokoli dengan daging sapi dan jamur (yu Lani tidak mau makan)

amsterdam3-13

Cha kangkung dengan tahu dan entah apa lagi…Ini yang yu Lani makan…

amsterdam3-14

Yang ini apa namanya, Dj. jujur tidak tahu, karena bukan Dj. yang pesan… hahahahahaha…!!!

amsterdam3-15

Kata dimas Josh Chen, kalau yu Lani kedinginan, Dj. disuruh ngekepi yu Lani. Tugas sudah dijalankan Boss…!!!

amsterdam3-16

amsterdam3-17

amsterdam3-18

Setelah kenyang makan, maka kami keluar, jalan lagi dan Dj. dengan 4 nona-nona. Jadi Dj. yang paling cakep, hahahahahahaha …!!!

amsterdam3-19

Kalau orang Jerman, akan berkata, Dj. seperti “Hahn im Korp” (ayam jago di keranjang). Kalau laki-laki sendiri di antara wanita.

amsterdam3-20

amsterdam3-21

Anda bisa lihat, bagaimana yu Lani masih punya semangat yang tinggi. Yu Lani in Action.

amsterdam3-22

amsterdam3-23

amsterdam3-24

amsterdam3-25

Kami sempat dihibur oleh meneer botak yang menyunggi pot dengan bunga di atas keüalanya, sambil menari-nari.

amsterdam3-26

amsterdam3-27

Foto di bawah ini, kata yu Lani dan Hennie, ingin dihadiahkan untuk mas Anoew.

amsterdam3-28

amsterdam3-29

Setelah foto di depan Restaurant “Kama Sutra”, yu Lani kelihatan sangat puas. Mungkin yang makan di sana, harus mempraktekkan “Kamasutra” hahahaha…!!!

amsterdam3-30

amsterdam3-31

Yang ada hanya tertawa… tertawa… dan tertawa…. Hahahahahahahahaha….!!! Kami seperti anak-anak yang hilang di tengah kota Amsterdam.

amsterdam3-32

Saat akan berpisah dengan Hennie dan kakaknya, karena mereka sudah ditunggu saudaranya.

amsterdam3-33

Kemudian kami jalan menuju ke Sex Museum, dimana yu Lani ingin masuk dan melihat dengan mata kepala sendiri. Yu Lani masuk sendirian ke dalam “Sex Museum” dan kami menunggu di luar sambil Susi minum kopi dan Dj. minum coca cola.

amsterdam3-34

Saat yu Lani keluar dari Sex Museum, maka kami sudah harus berpisah, karena yu Lani tidak mau minum lagi. Yu Lani harus melanjutkan perjalanannya ke Den Haag, yang masih cukup jauh dengan K.A.

amsterdam3-35

amsterdam3-36

Sedih juga melepas yu Lani sendirian, walau kami yakin yu Lani bisa. Selamat jalan yu, hati-hati ya di jalan….

amsterdam3-37

Itu tadi sedikit oret-oretan pertemuan dengan yu Lani, Hennie dan kakaknya Hennie. Satu pelajaran yang Dj. bisa ambil dari pertemuan ini, adalah semangat yang yu Lani miliki begitu besar. Ke 2, Dj. salut dengan Hennie yang selalu senyum, bagaimana orang bisa senyum terus…??? Hahahahahaha…!! Dj. masih harus belajar dari Hennie, benar-benar salut…!!!

Okay…

Dj. harap, anda semua tidak menjadi kecewa dengan oret-oretan di atas. Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan di hati anda semuanya. Terimakasih kepada pengasuh Blatyra yang selalu setia menayangkan oret-oretan Dj.

Dan anda semuanya tentu, yang selalu setia menanti hari selasa.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehidupan kita semua.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

amsterdam3-38

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

117 Comments to "Amsterdam (2)"

  1. Dj. 813  21 October, 2013 at 12:15

    Ibu Matahari….
    Selamat Pagi dari Mainz….
    Pantas Dj. tidak bisa tidur lagii, taunya sudah ditengok iibu Matahari.
    Terimakasih….
    Hebat euy…..
    Ibu Matahari tahu saja,ada Ulapopken di Römer Passage di Mainz.
    Benar memang, dulu Selal antar Dewi kesana, untuk beli pakaian.
    Kadang disana juga tidak ada yang pas untuk Dewi, saat itu.
    Puji TUHAN….!!!
    Sekarang tidak lagi dan memang sekarang dia ukurannya hampir sama dengan Susi.
    Hanya Dewwi 176 Cm. dan Susi hanya 159 Cm. saja.

    Jelas, sekarang dia lebih modis dan memang dengan gajihnya yang sekarang, dia juga mampu.
    Karena hidup sendiri dan tidak ada tanggungan.
    Kalau dulu, jamannya kuliah, kan semua kami yang harus biayai…. hahahahahaha….!!

    Nah ya, semoga dia tetap seperti sekarang dan tidak kembali gemuk lagi.
    Salam manis dari Mainz dan semoga sehat selalu.
    Jadi kalau Susi seberat Dewi, pasti lebih langsing…. hahahahahahaha….!!!

  2. Matahari  21 October, 2013 at 03:50

    Ibu Matahari…
    Benar sekali, karena dia dulu mencapai 130 Kg.
    Tapi sekarang sisa 69 Kg.
    Dj.yang malah seperti kehilangan anak Dj. yang gemuk dan dulu lucu.
    Baik kelakuan dan juga gerak gerik ( tingkah laku ) nya.

    Pak Djoko…putrinya pasti jauh lebih bahagia dengan bobot 69 daripada bobot 130 Kg… Kami kaum wanita kalau bobot berlebih umumnya merasa minder…kurang percaya diri…merasa kurang popular (untuk yang belum menikah) dikalangan pria pria walaupun sebenarnya belum tentu karena banyak juga pria yang suka wanita gemuk…) dan yang paling bahaya rentan penyakit…Dewi masih muda…baru 33 tahun …ada banyak fashion yang sesuai dengan usianya …dan ukuran dia saat ini (mungkin ukuran 42 atau 44 ya ) dan tidak harus ke toko toko XXL…toko Big i..dll…sekarang dia bisa hunting baju di Mango…Zara..dll…tidak perlu lagi cari di Ulla Popken di Adolf-Kolping Straße Römerpassage..Mainz…Salut untuk kegigihan Dewi menurunkan berat badan….

  3. Lani  21 October, 2013 at 03:00

    108 MAS DJ : akan saya jawab lewat japri sj……….

  4. Dj. 813  21 October, 2013 at 02:09

    Atau seperti ini…
    Tapi foto atas itu dia sudah ngajar dan sudah dibawah 100 Kg.
    Yang sebelah bawah saat itu masih 74 Kg.
    Murid-muridnya menengoknya, setelah mereka lulus dari sekolah dimana Dewi mengajar.
    Mereka masih ada kontak dengan Dewi, walau sudah tidaklagi sekolah disana.

  5. Dj. 813  21 October, 2013 at 02:00

    Dan sekarang sudah langsing.

  6. Dj. 813  21 October, 2013 at 01:59

    Ibu Matahari…
    Benar sekali, karena dia dulu mencapai 130 Kg.
    Tapi sekarang sisa 69 Kg.
    Dj.yang malah seperti kehilangan anak Dj. yang gemuk dan dulu lucu.
    Baik kelakuan dan juga gerak gerik ( tingkah laku ) nya.
    Sekarang lebih serius, walau masih setia datang kerumah dan kadang membelanjakan kami.
    Kalau Dj. mau ganti uangnya yang untuk berbelanja, dia selalu bilang, kalian sudah terlalu banyak
    keluarkan uang untuk saya. Nah ya,namanya anak, kami lebih senang memberi, daripada menerima,
    walau dari anak sendiri.

    Mengenai tetangga orang Afrika, kok sama ya.
    Kami juga punya tetangga diatas appartment kami.
    Kami dulu sering memberi, tapi beberapa bulan yang lalu dia minta agar tidak lagi memberi.
    Walau dia masih sering cerita, setelah cerai dari suaminya, seperti hidup dineraka.
    Semuanya pas-pasan dengan bantuan dari pemerintah.
    Tapi sekarang dua anaknya perempuan sudah selesai kuliahnya dan sudah keluar rumah.
    Hanya jarang menengok ibunya yang hidup sendiri di appartment, entah mengapa, Dj. juga tidak
    akan berani bertanya.
    Tapi kalau kami sedikit ada syukuraan,selalu kami undang.

    Nah ya, kembali ke Dewi, dulu seperti ini.

  7. Matahari  21 October, 2013 at 00:47

    Pak Djoko..kalau diberikan ke palang merah ya juga sudah sangat bagus…akan diberikan ke orang yang memerlukan .Luar biasa kalau ukuran Dewi dulu 4x XL dan sekarang sudah langsing…tentu disiplin yang luar biasa juga…Saya sering juga berikan baju baju saya ke beberapa kenalan asal Afrika disini…mereka punya banyak anak…6-7 orang…tidak cukup uang untuk beli baju…sayang baju dibuang karena masih bagus dan jarang saya pakai…( sudah kesempitan hahahah )….Baju baju suami juga sering saya bawa ke Indonesia…ditengah jalan dalam perjalanan…saya minta driver stop mobil dan saya berikan ke orang orang yang saya anggap kurang mampu…dan mereka semua senang…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *