Penjual Daging Babi Keliling Di Jawa Masa Kolonial

Joko Prayitno

 

Penjual daging babi keliling merupakan jenis pekerjaan yang ada pada masa kolonial Belanda di Jawa. Pekerjaan ini didominasi oleh Etnis China dan diperjualbelikan kepada masyarakat China dan Eropa. Masyarakat Jawa yang mayoritas Islam melarang anggota masayarakatnya yang Muslim untuk mengkonsumsi daging ini karena dianggap haram. Penjual daging babi keliling ini membawa barang jualannya dengan dipikul menggunakan pikulan bambu yang di samping kanan dan kirinya terdapat keranjang dari bambu untuk menaruh daging babi. Peralatan lain yang dibawa adalah timbangan dan pisau untuk memotong daging babi tersebut.

penjual-daging-babi-di-jawa-1920

Penjual Daging Babi di Jawa 1920 (Koleksi; http://www.kitlv.nl)

 

penjual-daging-babi-di-jawa-1880

Penjual Daging Babi di Jawa 1880 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

Saat ini penjual daging babi keliling sudah langka karena peredaran daging ini sangat dibatasi dan biasanya terdapat di pasar-pasar tertentu. Saya yakin di setiap kota besar pada masa kolonial Belanda dulu terutama di wilayah pecinan banyak berlalu-lalang penjual babi keliling ini.

 

penjual-daging-babi-di-jawa-1867

Penjual Daging Babi di Jawa 1867 (Koleksi: http://www.kitlv.nl)

 

Bisa juga dibaca di: http://phesolo.wordpress.com/2013/09/20/penjual-daging-babi-keliling-di-jawa-masa-kolonial/

 

15 Comments to "Penjual Daging Babi Keliling Di Jawa Masa Kolonial"

  1. Evi Irons  30 October, 2013 at 20:22

    Di tempatku tinggal Babi dijAdikan hewan peliharaan sama seperti anjing

  2. selogiri  18 October, 2013 at 11:22

    sekali waktu jika pulang kampung.. menikmat kudapan daging babi di pojokan pasar gede solo…

  3. YM Enief Adhara  9 October, 2013 at 06:22

    pasti dimasa itu tidak hygenis ya ???

    *Pertanyaan sama seperti Pak DJ

  4. Anthony Lim  9 October, 2013 at 04:34

    saya tinggal di dalam pasar. dan posisi rumah kami bersebelahan dg penjual daging babi.Hehehe……kalo butuh daging babi, tinggal jalan ke tetangga kiri. butuh daging ayam, ke tetangga kanan. butuh daging sapi ke seberang rumah. yang belum ada cuma daging kambing……

  5. Dj. 813  8 October, 2013 at 23:30

    Mas Joko Prayitno…
    Matur Nuwun mas…
    Hannya saja, Dj. membayangkan daging di udara yang panas, masih dibawa
    kesana-kemari entah berapa lama…???
    Apa tidak cepat basi…???
    Membayangkannya saja sudah bingung, belum lalat yang berterbangan…
    Hahahahahahahahaha…!!!
    alam Damai dari Mainz.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.