Seekor Sapi Kurban untuk Delapan Orang

Faiz Hasiroto

 

Pada suatu ketika menjelang Idul Adha, datanglah seorang lelaki setengah baya kekediaman seorang Kyai yang ada di desanya. Lelaki tersebt membawa tujuh orang keluarganya serta seekor sapi jantan besar dan sehat pula. Di hadapan Kyai yang ditemuinya lelaki tersebut berkata:

“Pak Kyai, kehadiran saya di sini untuk menyerahkan seekor sapi yang besar ini untuk kurban kami sekeluarga,” seraya menyebut nama dirinya beserta ketujuh nama keluarga yang menyertainya satu persatu.

Sapi_8

Kemudian sang Kyai menjelaskan, jika untuk seekor sapi hanya bisa menyertakan tujuh nama sebagai pengurban. Sedangkan yang datang dan didaftarkan oleh lelaki tersebut berjumlah delapan orang untuk seekor sapinya.

Selanjutnya laki-laki tersebut berkata:

“Saya mohon kepada Kyai untuk bisa menyertakan kami semua. Karena selain sapi ini sangat besar, sapi ini pun milik kami satu-satunya yang sedari lama kami niatkan untuk kurban di Idul Adha tahun ini. Selebihnya kami hanya memiliki beberapa ekor kambing saja. Dengan pahala kurban nanti saya ingin masuk surga secara bersama-sama, tak terpisah dengan keluarga kami yang ada ini, pak Kyai…” Jelas seorang lelaki yang menjadi juru bicara keluarga itu.

 

Mendengar permohonan dan harapan lelaki tersebut, sang Kyai kampung itu tersenyum, lalu berucap: “Baiklah pak, saya akan meluluskan keinginan sampeyan sekeluarga, tetapi dengan satu syarat. Karena sapi bapak ini sangat besar, maka dibutuhkan sebuah tangga agar keluarga bapak bisa dengan mudah menaiki sapi ini kelak menuju surga.”

Mendengar ucapan Kyai dan syarat yang dikatakan, laki-laki tersebut dengan penuh semangat bertanya: “Tangganya dari apa, ya Kyai?

Lagi-lagi sang Kyai tersenyum, lalu menjawab pertanyaan tamunya tersebut: “Tangganya adalah seekor kambing dewasa yang sehat.

Mendengar jawaban dan bentuk syarat dari sang Kyainya, lelaki tersebut buru-buru membalas: “Kalau untuk seekor kambing saya ada, pak Kyai. Dan saya mohon pamit untuk segera mengambil dan membawanya kesini sekarang juga.” Pungkas lelaki itu, sambil bergegas setelah mendapat anggukan dan ijin dari seorang Kyai yang cerdas tersebut.

 

10 Comments to "Seekor Sapi Kurban untuk Delapan Orang"

  1. Juwandi Ahmad  22 October, 2013 at 21:11

    Daging dan darahnya sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi ketaqwaanmulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untukmu agar engkau mengagungkan Allah atas hidayah-Nya kepadamu. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik (QS. al-Hajj: 37)

  2. Juwandi Ahmad  22 October, 2013 at 20:50

    Saya merinding membacanya. Sebuah pertemuan yang cantik antara umat yang tak faham hukum agama namun sangat ingin dan tulus beribadah, dengan seorang kyai yang taat hukum agama, namun bijak dan cerdas. Terimaksih Mas Faiz.

  3. elnino  16 October, 2013 at 18:17

    Kyai yg cerdas dan bijak..

  4. J C  16 October, 2013 at 10:17

    Hehehe…komen nomer 4 muantep!

  5. Dewi Aichi  16 October, 2013 at 09:14

    Membaca ini serasa gimana gitu ya, bukankah korban itu “jika mampu”, tapi sepakat dengan mas Sumonggo, pak Kyai memberikan solusi yang tepat, tanpa disadari oleh meeka yang berkorban he he…tulisan apik nih mas Faiz.

  6. Sumonggo  16 October, 2013 at 07:41

    Kebijaksanaan Pak Kyai yang luar biasa memahami suasana kebatinan penduduk desa
    Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakannya

  7. Faiz Hasiroto  15 October, 2013 at 21:00

    iya sih kayaknya tuhan jg ngak butuh ka’bah atau pendeta sekali pun untuk dijangkau.

  8. Dj. 813  15 October, 2013 at 13:24

    Kurban sudah disediakan oleh TUHAN sendiri untuk semua umat yang
    percaya. Harganya sudah dibayar dan lunas.
    Salam,

  9. James  15 October, 2013 at 11:16

    SATOE, untuk Delapan

  10. ah  15 October, 2013 at 11:16

    kayaknya tuhan tidak butuh seekor sapi atau kambing untuk dijangkau

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.