Surga Identik dengan Kenyamanan yang Diburu Hewan

Muhammad Abu Riza Ashobri

 

Mengerikan sekali keadaan ini. Pemahaman kita selama ini surga identik dengan kenyamanan. Bisa dibayangkan saat orang mengatakan bawa kita akan masuk surga. Apa yang terbayang??? Surga dihuni oleh bidadari yang tidak bakal tua. Lha, jika surga diasumsi dihuni oleh bidadari bertelanjang dada, apa yang akan terbayangkan selanjutnya. Tidak lain tidak bukan kenikmatan yang dirasakan saat ML. Mengapa?? Karena kita tidak memiliki referensi lain jika berhubungan dengan manusia secantik bidadari, apalagi diembel-embeli bertelanjang dada. Celaka dua belas….

72-virgins

Hal ini pula yang diiming-imingkan pada mereka yang rela melakukan bunuh diri dengan bom. Akan jadi pengantin di surga dengan bidadari. Apa tujuannya, kenikmatan puncak saat berhubungan dengan wanita, karena omong kosongnya: kawin dengan bidadari. tentu jika ada kata ‘kawin’, ujungnya yang dibayangkan adalah orgasme kenikmatan.

72virgins

osama-and-72virgins

Bayangan lain di surga adalah sungai susu atau madu. Bukankah ke duanya dihubungkan atau dikaitkan dengan kenikmatan lidah. Jika yang pertama dikaitkan dengan seks, kenyamanan surga yang terakhir dikaitkan dengan kenikmatan lidah. Karena kenikmatan pada rasa lidah adalah kenyamanan yang dikenal manusia di bumi. Sulit bukan mengatakan kenyamanan rasa yang tidak terkatakan dan tidak ada referensi dalam otak manusia.

Mari kita renungkan dengan kepala dingin. Kenikmatan yang dicapai melalui seks dan rasa lidah tidak beda dengan yang diinginkan oleh insting hewani. So, jika manusia masih saja menggabarkan surga dengan ke dua hal tersebut, bukankah identik dengan yang duburu oleh hewan???? Apa bedanya jika mencari surga demi kenyamanan yang masih saja dikaitkan dengan badan???

Semua akar pemasalahan berada pada bagian otak yang disebut lymbic. Bagian otak ini merupakan bagian dari otak manusia. Bagian ini juga merupakan warisan dari hewan mamalia. Namun, jika tidak ada bagian otak yang disebut lymbic, manusia tidak akan memiliki keinginan untuk makan. Tanpa ada bagian otak ini, manusia tidak memiliki keinginan untuk makan. Sehingga bagian otak ini tetap dibutuhkan oleh manusia. Solusinya???

Solusinya adalah melemahkan keinginan insting hewani. Lemahkan kemampuan bagian otak yang disebut lymbic. Pertanyaan selanjutnya, siapa yang bisa mengatasinya??? Yang bisa mengatasinya adaah bagian otak yang disebut neo-cortex. Bagian otak ilahiah. Otak yang berfungsi meningkatkan kecerdasan intelektual menuju intelejensia.

Dengan memperhatikan hal tersebut, keberadan manusia di bumi adalah mengendalikan atau menindas insting hewani. Suatu pekerjaan sepanjang kehidupan ini. Terkuasainya insting hewani, dan berkembangnya intelejensia adalah terlahirnya kemanusiaan dalam diri manusia yang selama ini tertidur. Jika unsur keilahian ini sudah terbangkitkan, tidak berhenti sampai di situ. Memeliharanya jauh lebih sulit lagi.

So, dimana bedanya antara manusia dan hewan jika masih saja sekedar berburu kenikmatan yang dikaitkan dengan badan????

 

 

32 Comments to "Surga Identik dengan Kenyamanan yang Diburu Hewan"

  1. Dj. 813  22 October, 2013 at 00:44

    Yu Lani…
    Lha kalau Kapitannya jalan, ya pedangnya gondal-gandul tho yu.
    Benar tho…
    Barusan ngobrol sama Susi, apa tahun depan ingin mudik atau kemana…???
    Dia jawab, jelas mudik dan Jogya pasti tidak ketinggalan.
    Mungkin tahun depan malah sedikit lama di Jogya, agar puas makan gudeg bersama mbak Endah.
    Hahahahahahahahaha…..!!!
    Seandainya semua okay, maka kami ingin dari Bandung ke Pangandaran, Purwokerto,nengok Krist sekeluarga.
    Baru ke Jogya, Semarang dan Surabaya. Baru ke timur.
    Tapi yu Lani kan akan ke Eropa ya…

    Nah ya, semua masih rencana ya.

  2. Lani  20 October, 2013 at 13:21

    27 MAS DJ : wakakakak………sampai hampir kejlungup baca nyanyian yg sdh berubah kata2nya……….

  3. probo  20 October, 2013 at 09:42

    jadi ingat pertanyaan seorang anak: kalau tidak dijanjikan surga, apakah manusia tetap akan berbuat baik?

  4. Dj. 813  19 October, 2013 at 22:27

    Salut dengan apa yang tulis oleh mbak Endah, yang menginginkan padang panjang yang tidak disarungkan..
    Jadi ingat lagu saat kanak-anak…

    Aku seorang Kapiten, mempunyai pedang penjang.
    Kalau berjalaaaaan…. gondal gandul…..!!! gondal gandul…. !!! ( pedangnya )

    Hahahahahahahahahaha….!!!

  5. djasMerahputih  19 October, 2013 at 21:43

    Mohon maaf sebelumnya,
    bukan bermaksud membela siapapun…

    djas cuma prihatin kalau kesejukan rumah baltyra agak terganggu oleh sesuatu yg sebenarnya bisa dihindari.

    Menurut pemahaman djas pribadi sensitifitas orang berbeda-beda terhadap humor. Dengan jumlah penghuni yang begitu banyak ada baiknya kadar lelucon bisa dibatasi pada tingkat tertentu untuk menghindari penafsiran yang keliru dari golongan tertentu.

    Ibarat makanan, untuk jamuan yang bersifat publik maka tingkat kepedasan bisa dibatasi pada tingkat tertentu untuk mengakomodasi lebih banyak konsumen yang bisa saja tidak begitu cocok dengan makanan yang terlalu pedas.

    Artikel ini sangat bagus namun keterlibatan penulis dalam menanggapi komentar yang ada mungkin bisa dibangun lebih baik lagi.

    Salam Sedjuk..!!

  6. Matahari  19 October, 2013 at 19:01

    maaf salah ketik…saya maksud adalah disaya dan bukan disana :

    “tapi saya tau itu semua hanya jokes….kalau saya langsung merasa tersinggung…letak kesalahan adalah disana yang tidak punya sense of humor…”

  7. Matahari  19 October, 2013 at 18:35

    Karikatur diatas itu biasaaa…lagipula pria berjenggot itu bukan Tuhan suatu agama…..hanya seorang manusia biasa…sama seperti kita…hanya aja dia menjadi beda karena tindakannya banyak dihujat hampir seluruh umat manusia dibumi ini mau agama apapun itu….jadi sosok dia itu bukan melambangkan agama tertentu…….Saya sering menerima lewat email karikatur lucu mengenai pastor..paus..bahkan Tuhan Jesus….tapi saya tau itu semua hanya jokes….kalau saya langsung merasa tersinggung…letak kesalahan adalah disana yang tidak punya sense of humor…

  8. Dj. 813  19 October, 2013 at 16:05

    Selamat pagi Baltyra….
    Dj. hanya ingin cerita, bahwa semalam dalam siaran TV di Jerman,
    ada berita yang “mungkin” sedikit ada persamaannya.
    Adalah seorang imam di Swedia yang dulu sangatlah kaget dengan adanya karikatur tentang
    nabi Muhamad.
    Ia menyebarkan keseluruh dunia agar umat islam bersatu dan memprotest karikatur tersebut.
    Bahkan dia ( yang dulu berjenggot penjang ), sekarang mengakui sadar akan kesalahannya.
    Dulu dia yang extrem, tapi sekarang ( tanpe jenggot ) bisa menjadi seorang humanis.
    Dia ingin bertemu dengan pelukis yang membikin karikatur, untuk meminta maaf.
    Ia jelaskan, bahwa seseorang “kadang” atau “sering” berbuat yang sangat emosi dan tanpa
    pikiran dingin.
    Olehnya Dj. juga himbau, agar setiap keluarga Baltyra juga jangan cepat terpancing dengan satu
    cerita atau lukisan.
    Karena efeknya akan seperti seorang yang menepuk air, maka akan muncrat ke wajah sendiri.

    Dan kemarin juga Dj. baca di Kompas.com.
    Dimana ibu negara ( istri SBY ) marah, dengan mengatakan ” BODOH ” ke seorang yang memberi komentar
    di Twiter nya atau entah dimana.
    Padahal komentar tersebut bisa diartikan secara positiv, tapi ibu ani, terlalu cepat mengeluarkan kata “BODOH”
    untuk orang yang berkomentar.
    Sangat disayangkan,kalau kita terlalu tergesa-gesa menilai sesuatu tanpa di pikirkan lebih dahulu.
    Justru membikin orang lain berpikir, SIAPA YANG SEBANARNYA BODOH ATAU YANG OTAKNYA DIDENGKUL ?.

    Okay, kita yang sekeluarga didalam Baltyra, sebaiknya jangan terlalu emosi menanggapi sesuatu.
    Jangan juga terlalu mudah kena hasutan, baik itu dari saudara sendiri atau teman dekat.
    Anda memiliki otak di kepala, gunakanlah otak tersebut.

    Akhirnya, Dj. ucapkan selamat berakhir pekan dan salam manis dari Mainz.
    semoga anda semua ada dalam keadaan sehata senantiasa.

  9. Matahari  19 October, 2013 at 15:48

    Kalau bidadari digambarkan seperti foto ke 3..saya tidak mau disamakan dengan bidadari…karena mereka lebih mirip mak Lampir di combine dengan gendruwo

  10. Matahari  19 October, 2013 at 15:46

    Endah R…”Wah. Kalau perempuan kayak saya dapat raja apa ksatria mungkin, ya? Pedangnya besar, mengkilap, panjang, dan nggak pernah disarungkan….. wuahahahaaaa

    Endah…sudah saatnya kamu menulis sebuah cerber dengan judul: Pedang neraka tak bertuan”….he he

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.