(Beasiswa bagi) Anak-anak Terang

Meitasari S

 

“Tidak boleh terjadi seseorang tidak melanjutkan pendidikan karena ia miskin” (Frans Seda)

 

Kagum! Itulah yang aku gumamkan dalam hati, melihat ketulusan, para pandamping dan relawan yang bekerja untuk Anak-anak Terang. Ajaib! Itulah yang dapat aku ucapkan, serta syukur yang aku panjatkan pada Tuhan, yang telah menggerakkan mereka untuk bekerja bagi semua manusia yang dikasihiNya.

Bagaimana tidak, para pengurus yayasan ini beserta para relawannya bekerja tanpa imbalan. Justru mereka berkenan meluangkan waktu, tenaga serta membagi rejeki mereka untuk sesama.

Bermula dari keprihatinan terhadap pendidikan formal di Indonesia, AAT telah ikut serta melayani sesama (tanpa memandang SARA) yang diliputi kegelapan. Kegelapan itu adalah kebodohan dan kemiskinan.

Tercatat 1770 anak asuh, sepanjang tahun ajaran 2012/2013 dengan beasiswa lebih dari Rp. 100 juta per bulan atau Rp. 1,2 milyar per tahun, telah diberikan kepada pelajar dari SD, SMP. SMA hingga perguruan Tinggi. Untuk Tahun ajaran 2013/2014 jumlah anak asuh sebanyak 2017  untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah (SD/SMP/SMA/SMK) dengan kebutuhan dana bantuan SPP sebesar Rp 120 jt,- / atau Rp 1,4 M per tahun.

Niat baik harus diiringi dengan manajemen yang memadai. Hal ini juga dipegang teguh oleh pengurus AAT. Sehingga mereka membekali diri dengan teknologi serta stardarisasi dokumen dalam pengelolaan beasiswa ini. Donatur, penanggung jawab, pendamping dan siapa saja bisa melihat pertanggung jawaban yang transparan melalui internet (email, milis, facebook, twitter dlsb), pun untuk berkomunikasi tanpa mengenal batas waktu dan wilayah.

Para donatur AAT berasal dari seluruh penjuru dunia. Semua bergabung dalam semangat yang sama : BERBAGI TERANG KEPADA SESAMA.

Lebih lengkap mengenai AAT ini dapat dilihat di http://anakanakterang.web.id/web/

Sekilas tentang AAT.

1. Perangkat AAT

a.  Anak Asuh : mereka yang menerima beasiswa. Syarat yang harus dipunyai adalah dari keluarga tidak mampu dan mempunyai semangat yang tinggi menyelesaikan pendidikannya.

b.   PJ (Penanggung Jawab)

Penanggung jawab disini dapat berupa pribadi atau institusi yang diwakili kepala sekolah, guru, biarawan yang peduli bersama dengan AAT mendampingi anak asuh.

c.   PK (Pendamping Komunitas)

Pk sering disebut juga staf administrasi AAT.  PK biasanya mereka yang masih duduk di perguruan tinggi. Mereka bertanggung jawab sebagai jembatan antara AAT dan sekolah. PK juga bertanggung jawab mengelola administrasi yang meliputi membuat dan memberikan laporan bulanan dan raport siswa untuk dilaporkan pada donatur. PK juga berkewajiban mendampingi sekolah dengan kunjungan rutin dan survey.

 

2. Prosedur

Untuk prosedur pengajuan beasiswa dapat dilihat di website http://www.anakaanakterang.web.id. Pengajuan dilakukan oleh sekolah tempat siswa calon penerima beasiswa.

 

3.   Pemberian Beasiswa

diberikan hanya untuk pembayaran uang sekolah (SPP) uantuk tingkat SD hingga SMA. Sedangkan beasiswa bagi mahasiswa, bisa SKS nya, biaya hidup dan atau biaya kuliah di luar SKS.

 

4. Donatur

Ada 3 jenis donatur :

a. Donatur tetap

Donatur ini menyantuni secara tetap 1 th ajaran, siswa dari tingkat SD hingga SMA. Range biaya, biasanya untuk SD-SMA berkisar diangka Rp. 50.000 – Rp. 100.000,

b. Donatur insidentil

Dana yang terkumpul dari donator insidentil ini digunakan untuk membiayai sekretariat dan transportasi para PK dalam menjalankan tugasnya.

c. Donatur kolektif

Berbeda dengan donatur tetap untuk tingkat SD – SMA, dimana 1 donatur untuk 1 anak asuh, donatur kolektif ini membiayai mereka yang bersekolah di perguruan tinggi. Kira-kira dana yang dibutuhkan untuk 1 mahasiswa adalah Rp. 10 juta per tahun. Sehingga, setelah terkumpul dana sejumlah tersebut, barulah AAT mencari mahasiswa yang membutuhkan.

 

Untuk Sementara ini, beasiswa Perguruan Tinggi untuk masih terbatas bagi para Relawan AAT, dengan persyaratan yang ketat. Beasiswa Perguruan Tinggi terdiri dari beasiswa untuk pembayaran SKS (Sistem kredit semesetr), UKP (uang kuliah pokok), dan kebutuhan harian (disesuaikan dengan situasi & kondisi mahasiswa).

AAT tidak sekedar mengumpulkan uang dan memberi beasiswa saja kepada yang membutuhkan, tetapi mereka juga membekali para relawan dan anak-anak asuh, pengurus, pendamping dan penanggung jawab secara berkala mendapatkan penyegaran dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka. Inilah yang luar biasa.

beasiswa01

Retret Relawan AAT – 14-15 Oktober 2013 di Rumah Retret Panti Samadi, Gedanganak, Ungaran

Retret relawan dari sebagian wilayah Jateng dan Jatim, Dalam acara tersebut mereka dibekali dengan Public Speaking dari Bp. Harry Santosa, dilanjutkan dengan strategi dan pengenalan diri melalui permainan dan outbond dari Virtue EO, yang diharapkan dapat meningkatkan kerjasama.

beasiswa02

Pleno seleksi calon penerima beasiswa yang nantinya akan diwawancara

Nah, Jika ada tetangga, saudara atau siapapun yang ingin sekolah tapi mengalami kendala, coba mampirlah di web ini atau di facebooknya. Pasti ada solusi. Dan jika anda memiliki kelebihan yang bisa dibagi, berbagilah, karena yang sedikit dari anda mungkin menjadi nafas bagi mereka yang sedang terkendala.

Semoga kita bisa menjadi terang bagi mereka yang masih berada dalam kegelapan.

 

Semarang 20 Oktober 2013

 

About Meitasari S

Seorang istri dan ibu pekerja yang karena pilihan kehidupan, menahkodai keluarganya paralel dengan suaminya yang satu di Jakarta dan satu lagi di Semarang. Jiwa sosialnya yang tinggi, membuatnya terlibat juga dalam kepengurusan salah satu sekolah asrama di Jawa Tengah dan juga dalam lembaga sosial Anak-anak Terang yang mendanai anak-anak kurang mampu untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.

My Facebook Arsip Artikel

18 Comments to "(Beasiswa bagi) Anak-anak Terang"

  1. Br. Konradus, CSA  24 October, 2013 at 16:07

    salam kenal untuk semua…terima kasih ya…..yg sudah bergerak dalam bidang serupa mari berbagi pengalaman…yg belum mempunyai wadah untuk bergerak silakan menemukan dan bergabung dgn yg sesuai hati..hhehhhe…salam Anak-Anak Terang.

  2. Nur Mberok  23 October, 2013 at 21:01

    kakang dj, pilot yg kakang mksd sepertinya pernah dpt award dr kick andy. Memang luar biasa org itu.,

    iya doakan mei ya kakang…

  3. Dj. 813  23 October, 2013 at 16:46

    Nur Mberok Says:
    October 23rd, 2013 at 13:22

    Kakang Dj, wah kalau kakang DJ sih anak asuhnya banyak sekali ya….. luar biasa.. !
    Betul kakang DJ, biaya pendidikan terasa sangat berat dan kadang-kadang mustahil untuk tingkat PT. Dan akhurnya mereka memilih langsung bekerja agar bisa membantu orang tua….

    Semoga makin banyak menikmati bangku perguruan tinggi….. Salam manis dari orang yang manis di Semarang…. hahhahaha

    ———————————————————–

    Mei…
    Apala banyak, wong hanya beberapa saja.
    Tapi banggu juga, karena ada yang sudah menyelesaikan kuliahnya dan bisa
    membentu orang tuanya, bahkan akan mengikuti jejak kami dengan membantu anak-anak yang kurang mampu.
    Dj. ada beberapa kenalan yang malah sudah mendirikan panti asuhan dan di panti asuhanya sudah lebih dari 100 anak.
    Itu baru hebat…!!!
    Istrinya hanya aktiv di panti asuhan, sedang suaminya masih aktiv terbang.
    Kadang iri melihat yang demikian dan ingin bisa seperti dia, tapi kemampuan setiap orang berbeda kan.
    Nah, sekarang Mei yang harus lebiih giat.
    Salam manis untuk orang manis di Semarang dan seluruh keluarga, semoga sehat selalu ya.

  4. Nur Mberok  23 October, 2013 at 16:04

    Hai JC…. hahahaha tetap koplak forever.

    Christ Widya bukan adik kelasmu ? Aku kira kakaknya yang temanmu….

  5. Nur Mberok  23 October, 2013 at 16:02

    Alvina, tx sudah membaca. Br Kondrad selaku pengawas Yayasan sudah menjawab…. Sepertinya segera akan di terjemahkan…..

    Salam manis …

  6. Nur Mberok  23 October, 2013 at 16:01

    Mawar , sama-sama … tx sudah membaca. Mmungkin jika ada yang membutuhkan atau yang berkelebihan bisa disampaikan hal ini….

    Tx Mawar…. Salam manis

  7. Nur Mberok  23 October, 2013 at 16:00

    Mawar , sama-sama … tx sudah membaca. Mmungkin jika ada yang membutuhkan atau yang berkelebihan bisa disampaikan hal ini….

    Tx Mawar…. Salam manis

  8. Nur Mberok  23 October, 2013 at 13:22

    Kakang Dj, wah kalau kakang DJ sih anak asuhnya banyak sekali ya….. luar biasa.. !
    Betul kakang DJ, biaya pendidikan terasa sangat berat dan kadang-kadang mustahil untuk tingkat PT. Dan akhurnya mereka memilih langsung bekerja agar bisa membantu orang tua….

    Semoga makin banyak menikmati bangku perguruan tinggi….. Salam manis dari orang yang manis di Semarang…. hahhahaha

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.