Kebangkitan Global

djas Merahputih

 

Kebangkitan Nasional akan sulit terwujud tanpa visi dan keterkaitan dengan irama Kebangkitan Global. Kebangkitan Nasional hanyalah bagian kecil dari sebuah perjuangan untuk Kebangkitan Global secara menyeluruh dan Universal. Dunia bertambah kecil dan semakin terkoneksi sehingga ukuran sebuah bangsa atau Nation perlahan-lahan akan lebur dan menyatu.

Keterkaitan sebuah negara dengan negara lain pada saat ini semakin tinggi. Apakah hubungan itu dikaitkan antara negara produsen dengan negara konsumen (pasar), negara industri maupun agraris, bangsa maju dan berkembang, negara penyuplai senjata dengan pengguna senjata, negara dua musim dan negara empat musim, Utara dan Selatan, Barat dan Timur, Kapitalis dan Sosialis serta sejumlah perbedaan lain, pada dasarnya memiliki ketergantungan satu sama lain. Ditambah lagi, interaksi bangsa-bangsa jauh lebih intens terutama sejak era teknologi informasi berperan mengubah perilaku berkomunikasi setiap orang di negara mereka masing-masing.

kebangkitan-global (1)

img01. Globalisasi mengaburkan batas-batas negara

Kebangkitan Nasional Indonesia dapat diperjuangkan dengan melihat potensi apa saja yang menjadi keunggulan bangsa kita jika diperhadapkan dengan bangsa-bangsa lain dalam persaingan global di masa mendatang. Hal ini bisa kita perhatikan melalui perjalanan sejarah bangsa Indonesia pada dekade-dekade sebelumnya.

Ketika bangsa Amerika berhasil mengalahkan Jepang dengan senjata bom atomnya dan tak lama setelah itu Indonesia muncul sebagai sebuah negara baru, Bung Karno telah memperhadapkan kehebatan bom atom tersebut dengan kekuatan seni bangsa kita. Beliau berkata, “Anda boleh mempunyai bom atom, namun kami memiliki hasrat seni yang tinggi”. Bung Karno menilai “Kekuatan Seni” bangsanya jauh lebih dahsyat daripada sekedar daya ledak bom atom Amerika. Mengapa? Sebab seni memiliki daya “Kebangkitan” dan sebaliknya bom atom hanyalah sebuah daya “Kehancuran”.

Bom atom membantu manusia untuk mengakhiri perang, namun di saat bersamaan mengundang perang lainnya. Sedangkan seni membangkitkan rasa kemanusiaan tanpa harus menginjak-injak kemanusiaan itu sendiri. Nilai seni dipandang oleh Bung Karno sebagai senjata bangsa kita, sebuah Senjata Kebangkitan yang tak akan menyakiti atau melukai siapapun. Sebuah nilai luhur Bangsa Indonesia yang selama ini belum kita anggap sebagai senjata. Mungkin hanya sebatas senjata untuk meluluhkan hati seorang wanita saat cinta mendera.

 kebangkitan-global (2)

img02. Seni sebagai senjata Kebangkitan

Seni kemudian dieksploitasi dan dikerdilkan dengan menempatkannya hanya sebagai bahan baku industri pariwisata. Seni belum hidup sebagai jiwa yang tulus untuk memoles kehidupan. Seni seharusnya mampu menginspirasi gairah kebangkitan kita untuk berkarya lebih baik demi cita-cita bangsa yang kita impikan bersama. Seni yang berakar dari budaya luhur nenek moyang nusantara.

Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu pejuang sastra Indonesia. Walaupun Beliau akhirnya tenggelam ditelan hiruk-pikuk perebutan kekuasaan dan konflik ideologi. Slogan politik menurut faham kala itu dinilai sebagai sebuah sajak tertinggi, namun peran seni dan sastra dalam kebangkitan nasional kita belumlah dianggap sebagai kekuatan yang serius.

kebangkitan-global (3)

img03. Para pejuang seni

Iwan Fals dan WS. Rendra belumlah cukup untuk menjadi senjata yang handal bagi kebangkitan. Slank yang telah puluhan tahun berkarya hanya mampu mengispirasi sebuah generasi agar menyadari penyakit bangsanya. Sedangkan untuk bangkit, masih dibutuhkan berpuluh-puluh Slank, Iwan Fals, Rendra, Gombloh, Pramoedya dan Taufik Ismal lainnya agar dapat mengisi ruang-ruang kebangsaan kita yang masih kosong. Sudah saatnya seni kita jadikan Senjata Kebangkitan Indonesia sekaligus senjata Kebangkitan Global, sebab seni memiliki kekuatan universal.

Seni adalah bahasa universal umat manusia yang mampu menembus beragam bahasa di seluruh dunia. Anda tak harus menggunakan bahasa formal manapun untuk mementaskan seni. Seni menyasar ke dalam jiwa tanpa harus melalui sensor dan persetujuan panca indra manusia. Seni tidak mengenal birokrasi yang berbelit-belit, itu sebabnya ia mampu bergerak cepat menyentuh apapun yang ingin disentuhnya.

Andai saja seni mampu kita olah menjadi senjata andalan bangsa kita, maka Sumpah Pemuda yang berjiwa global mungkin akan berbunyi:

 

Satu, Kami Putra dan Putri Indonesia

Mengaku bertanah air satu, Tanah air tanpa kekerasan

 

Dua, Kami Putra dan Putri Indonesia

Mengaku berbangsa satu, Bangsa yang cinta damai

 

Tiga, Kami Putra dan Putri Indonesia

Mengaku berbahasa satu, Bahasa Kemanusiaan

 

Empat, Kami Putra dan Putri Indonesia

Mengaku berkomunitas satu, Komunitas Global tanpa kasta

 

Lima, Kami Putra dan Putri Indonesia

Berwarna kulit satu, kulit yang bersih tanpa diskriminasi

 

 

 

Salam Kebangkitan,

 

Planet Bumi, 28 Oktober 2013

//djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture’nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Kebangkitan Global"

  1. djasMerahputih  29 October, 2013 at 19:07

    13: Dengan senang hati kang JC..

    Semoga yang sepoi2 ini bisa lebih kencang lagi ke depannya. Nusantara untuk Dunia..!!

    Salam Nusantara

  2. J C  29 October, 2013 at 10:44

    djas Merahputih, semoga kontribusi Baltyra yang masih sepoi-sepoi ini ikut mewarnai kebhinnekaan, pluralisme dan semangat kebangkitan global, tentu saja dengan peran serta djas Merahputih yang memberikan warna baru di rumah kita bersama ini…

  3. djasMerahputih  29 October, 2013 at 08:58

    8: Thanks sudah mampir mba Alvina.

    Semoga jiwa Sumpah Pemuda (remix) bisa menyebar
    dalam diri pemuda-pemudi Indonesia di seluruh dunia…

    Salam Global

  4. djasMerahputih  29 October, 2013 at 08:54

    8: BANGKIT dengan penuh percaya diri…!!

    Thanks Chandra, sudah bersedia mampir…

    Salam Bangkit

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *