Uniknya Bahasa Indonesia (3): Bahasa Indonesia adalah Bahasa PBB

Handoko Widagdo – Solo

 

Tidak salah jika Bahasa Indonesia dipilih sebagai Bahasa Persatuan. Sebab Bahasa Indonesia adalah Persatuan Bahasa Bahasa (PBB). Memang Bahasa Indonesia telah berhasil menyatukan dan bahkan memadukan berbagai kata dari berbagai bahasa. Bahasa Indonesia dengan unik menyatukan dan memadukan berbagai kata tersebut. Dalam satu tema, ruang atau kelompok, Bahasa Indonesia selalu mewadahi kata dari berbagai macam bahasa. Berikut adalah contoh-contohnya:

Dalam urusan alat makan, kita mengenal garpu (Portugis), gelas (Belanda), cawan (China), botol (Portugis). Masih ada piring, sendok, sumpit yang saya belum tahu dari bahasa apa asalnya.

Dalam hal alat masak, kita mengenal kompor (Belanda), anglo (China), oven (Belanda) dan microwave (Inggris).

Marilah kita masuk rumah. Maka kita akan menemukan: tegel (Belanda), almari (Portugis), laci (belanda), kasur (Portugis), divan (Belanda), kusen (Belanda), ventilasi (Belanda), jendela (Portugis). Bahasa Indonesia menyandingkan meja (Portugis) dan kursi (Arab) secara berpasangan.

Di kamar mandi kita dapatkan: sabun (Arab), sampo (Belanda), bak (Belanda), shower (Inggris), dan handuk (Portugis).

Nama-nama pakaianpun berasal dari berbagai bahasa: gamis (Arab), blus (Belanda), baju (Portugis), kemeja (Portugis), celana, resleting (Belanda), dasi (Belanda), beha (belanda), jarik (Hindi), bikini (Inggris), kutang (Portugis).

Dalam hal tulis-menulis kita kenal: kertas (Arab), pena (Belanda), pensil (Belanda), abjad (Belanda), kata (Arab), kalimat (Arab), paragraf (Belanda), bab (Arab), dan buku (Belanda).

Di kota (Tamil), kita dapati gedung (China), kantor (Belanda), pasar (Tamil), plaza (Inggris), jalan (Belanda), kedai (Tamil), kafe (Inggris), supermarket (Inggris), motor (Belanda), mobil (Belanda), stasiun (Belanda), halte (Belanda) dan kadang-kadang sado (Perancis).

Dalam urusan buah-buahan dan sayuran, Bahasa Indonsia mengambil: pepaya (Portugis), tomat (Portugis), markisah (Portugis), jambu (Tamil), mangga (Tamil), anggur (Parsi), sawo (Jawa), wortel (Belanda), kubis (Belanda), kool (Belanda), dan kangkung (China).

Dalam hal administrasi negara, kita mengenal: desa (Sansekerta), kecamatan (yang ini asalnya entah dari bahasa apa), kawedanan (Jawa), kabupaten (Jawa), karesidenan (Belanda), provinsi (Belanda), dan negara (Sansekerta).

Dalam urusan waktu (Arab), kita mengenal: jam (siapa yang tahu ini asalnya dari bahasa apa?), menit (Belanda), detik (asli Indonesia), hari (Sansekerta), minggu (Portugis) bulan, tahun, windu, abad (Sansekerta) serta era (Belanda).

Semua kata-kata yang berasal dari berbagai bahasa tersebut terangkai serasi dalam kalimat-kalimat Bahasa Indonesia. Cobalah simak kalimat berikut ini:

“gloBAL communiTY nusantaRA (Baltyra) adalah wadah bagi warga Nusantara yang tersebar di berbagai wilayah dunia. Mereka terkoneksi melalui dunia maya dan kadang-kadang nyata. Mereka bersal dari berbagai suku, agama, ras, gender, orientasi seksual, profesi, dan hobi (ada yang suka sky, sumo, main egrang, ngliwet, dan naik sampan). Mereka berbagi, berdialog, bercengkerama dan saling sapa.”

Nah coba Anda hitung, dari kalimat-kalimat di atas, ada berapa bahasa yang digunakan?

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

49 Comments to "Uniknya Bahasa Indonesia (3): Bahasa Indonesia adalah Bahasa PBB"

  1. Handoko Widagdo  30 October, 2013 at 12:39

    Kang JC, tidak kok. Lani hanya menjelaskan bahwa orang Belanda telah mencuri kata ‘knop’ dari orang Purworejo.

  2. J C  30 October, 2013 at 11:40

    Iki piye tho, malah pencet-pencetan knop segala?

  3. Lani  30 October, 2013 at 10:31

    HAND : hahahaha………..

  4. Handoko Widagdo  30 October, 2013 at 09:51

    Lani, kenop baju namanya kancing. Mosok ndudul kenop baju saru?

  5. Lani  30 October, 2013 at 08:51

    22 HAND : lah, ini namanya pak guru bahasa saru……….njur ngawur

  6. Handoko Widagdo  30 October, 2013 at 05:14

    Hennie, saya hanya memulung dari berbagai tempat. Saya bukan Ki Amat apalagi Kiamat.

  7. Handoko Widagdo  30 October, 2013 at 05:10

    Mas BJ silahkan ditulis tentang logika para pejabat dan politisi.

  8. Hennie Triana Oberst  30 October, 2013 at 04:28

    Ternyata banyak sekali kata serapan.
    Hebat pengamatannya, mas Hand.

  9. Bagong Julianto  29 October, 2013 at 13:34

    Uniknya Bahasa Indonesia (4): Uniknya Logika Ujaran Para Politisi di Media Massa…..

    Tayang terbit beberapa saat lagi. Tunggu setelah yang berikut ini. Don’t go away. Stay tune…..

    Hahaha….

    Piye?!
    Wani (piro) Mas Hand?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.