Kebahagiaan Kanak-kanak

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUANYA DI BALTYRA . . .

Dj. harap, anda ada dalam keadaan sehat semuanya….Anda tidak salah baca, bermain kembali seperti kanak-kanak adalah satu kebahagiaan tersendiri. Mengapa…??? Ya, anda bayangkan saja, saat kita semua masih kanak-kanak, bisa main tanpa menhiraukan waktu. Kalau belum dicari kakak sampai ketemu, kadang lupa pulang… hahahahaha…!!!

Tidak mikir cari uang dan harus kerja muter otak…Taunya main… main… dan main…, pulang lapar, langsung makan, capek ya tidur, satu masa yang paling bahagia bukan… ? Walau kadang dimarahi oleh orang tua atau kakak-kakak kita, karena dengan bermain, gelut dengan teman, sampai pakaian kotor, bahkan robek…Tapi kejadian-kejadian itu, sekarang kita ingat sambil senyum sendiri…… hahahahahaha….!!!

Apalagi seperti mas Fire, pasti masih ingat nginthil yang jualan otok-otok, atau Dj. dulu sebut klothok-klothok (karena bunyinya). Atau nginthil yang punya monyet untuk memperlihatkan kepandaian si monyet bermain, atau lihat Jaran eblek. Atau ngejar layangan, atau nyari manuk dengan blandringan…??? Atau nyari iwak kuthuk di kali atau jangkrik …??? Hahahahahahahahahaha….!!!

Nah, ceritanya….Saat kami jalan-jalan ke “Flohmarkt” atau “Flea Market” atau pasar Loak, atau pasar kaget, apapun namanya. Banyak dijual macam-macam barang-barang baru, tapi banyak barang bekas yang oleh pemiliknya tidak digunakan lagi. Nah saat itu kami melihat ada yang jualan mainan “Pesawat Drone”, seperti Helicopter dengan 4 baling-baling di bagian atasnya. Banyak macamnya, dari yang kecil, sedang dan sampai yang besar dan semua masih baru gres.

Dj. masih sedikit ragu, mau beli atau tidak, memang kelihatannya sih sangat menarik. Mirip dimas Josh Chen saat masih kecil yang lihat mainan dan ingin memiliki, hanya akan dibelikan atau tidak oleh mama dan papa. Bedanya, saat ini tidak harus minta ke ayah atau ibu, hanya persetujuan istri…. hahahahaha… (sama saja ya ?). Pernah juga Dj. beli mainan Helicopter, tapi batterynya juga termasuk sangat singkat, hanya 20 menit saja. Saat masih terbang tinggi, taunya batterynya schwach, langsung nukik daaaan booooom, untung jatuh di tanah berumput. Akhirnya hanya disimpan di gudang, siapa tahu nanti David satu saat kalau dia besar mau memainkannya.

Hari Sabtu yang lalu, Dj. lihat lagi dan Dj. pikir lebih mudah dari Helicopter, olehnya Dj. beli, karena harganya juga sudah miring. Dari € 120,- ditoko, menjadi € 80,- saja. Sayaaaaang…. di dompet uang hanya € 75,- tapi si penjual kasih juga… hahahahaha…!!! Nah ya, karena iseng akhirnya Dj. beli dan sampai rumah sudah ingin mencoba (persis seperti anak kecil lagi). Perasaan sudah benar-benar seperti anak-anak lagi…. saat lihat klotok-klotok atau klonthong-klontong… hahahahahahahaha….!!!

Nah perasaan ini yang jarang dimiliki oleh orang dewasa, yang taunya hanya persoalan yang serius saja. Kecuali yu Lani atau mas Anoew kalau lihat yang kinyis-kinyis? Nah pikiran orang dewasa kadang lain dari kanak-kanak. Mikir.. kapan gaji naik, kapan bisa sampai Kona, kapan bisa beli mobil baru…??? Lain dengan kanak-kanak, melihat juga sudah senang. Nah ya… langsung kami buka si drone dari bungkus (karton) nya .

kebahagiaankanak-kanak01

kebahagiaankanak-kanak02

Setelah semuanya beres, battery di remote control dan juga yang di drone semua okay, maka kami tempatkan “drone” di atas sofa dan ingin segera coba.

kebahagiaankanak-kanak03

Melihat baling-baling sudah berputar, maka semakin semangat, juga semakin penasaran… Apalagi saat dia sedikit terangkat dari sofa…. satu perasaan yang aneh dan menyenangkan…Ingin tepuk tangan tapi tidak bisa, karena tangan harus pegang remote control…

kebahagiaankanak-kanak04

kebahagiaankanak-kanak05

Di dalam ruangan ambil foto tanpa Flash dan si Drone bergerak, semakin tidak mudah, maaf fotonya jadi burem, karena fokusnya tidak tepat.

kebahagiaankanak-kanak06

Toch tidak mudah juga, kadang bisa mulus terbang dan mendarat seperti yang kami inginkan, tapi kadang juga masih nabrak-nabrak lemari, sesekali Aquarium dan juga barang yang lainnya … hahahahaha…!!! Daniel mencoba untuk take off dari tangannya sendiri, apa bisa…??? Diapun mulai tegang…

kebahagiaankanak-kanak07

Ternyata bisa dan dia lebih lihai daripada Dj. Sayang fokus kamera tidak tepat ke drone, jadi drone kelihatan kabur karena mabur.

kebahagiaankanak-kanak08

Dj. dan Daniel jadi seperti kanak-kanak lagi, kalau tidak bisa mengendalikan atau nabrak, maka kami malah ngakak berdua, Saking asyiknya main, malah lupa ambil foto…. hahahahahahaha….!!! Sehingga Susi angkat bicara, sana mainan di luar, sebelum ada barang yang rusak….Akhirnya kami telpon Dewo dan David, apa mau ikut main ke lapangan di belakang rumah. Mereka juga penasaran ingin lihat dan akhirnya ikutan juga. Daniel persiapkan battery cadangan, agar Dj. bisa main.

kebahagiaankanak-kanak09

David ikutan megang, agar dia juga merasa ikutan bermain. Karena ini mainan untuk anak di atas umur 14 tahun keatas, (seperti Dj., Dewo dan Daniel) Hahahahaha…!! Jadi David hanya boleh pegang saja dan dia juga sudah happy, drone take off dari tangannya dan Dewo yang ambil foto.

kebahagiaankanak-kanak10

Saat si Drone naik cukup tinggi, menurut buku malah bisa sejauh 200 meter. Hanya kami takut nanti malah temangsang di pohon….Dan tidak bisa diambil lagi, alias ilang… hahahahahaha….!!! Ini Dewo ambil dengan super zoom 28mm – 300mm

kebahagiaankanak-kanak11

kebahagiaankanak-kanak12

kebahagiaankanak-kanak13

Saat dia turun

kebahagiaankanak-kanak12

kebahagiaankanak-kanak13

Sayang kapasitas battery (Akki) nya hanya bisa 20 menit saja, jadi tidak terasa sudah cepat habis dan kami sudah harus pulang ke rumah lagi.  Kalau kita bergembira, maka waktu akan terasa cepat berlalu, benar…??? Itulah waktu yang TUHAN berikan kepada kita, demi kebahagiaan kita semua. Kita berbuat kebaikan, maka waktu akan cepat berlalu, kita gunakan waktu untuk berbuat yang tidak baik, maka kita kena hukuman dan waktu akan sangat lama berlalu.

Setiap orang memiliki waktu yang sama, yaitu 24 jam / hari, tidak ada yang lebih banyak dan tidak ada yang kurang sedetikpun. Pertanyaannya iyalah, bagaimana kita mempergunakan waktu tersebut. Jangan sia-siakan waktu yang kita miliki, karena itu sangat berharga. Dan waktu yang kita miliki, yang sudah berlalu tidak akan bisa diputar ulang.

Nah itu tadi opa, anak dan cucu (3 generasi) Paisan yang ada di Mainz. Dj. benar-benar merasa seperti anak-anak lagi. Ingat saat kecil mainan layang-layang, kadang mengejar layang-layang yang putus dari kampoeng ke kampoeng. Sekarang yang melayang “drone” dengan remote control, asyik juga sih….Malah bisa pulang kembali, tanpa menarik dengan benangnya…. Dan drone ini sudah dilengkapi dengan video kamera, bisa ambil video dan juga foto dengan chip 2 GB. Kadang Dj. masih keheran-heranan, mainan sekecil itu, sudah dilengkapi dengan kamera.

Okay, sampai jumpa lagi di hari Selasa nan indah (yang akan datang) dengan oret-oretan Dj.  Mohon maaf, bila Dj. selalu pamer, jangan ada yang sampai sakit hati ya, itu obatnya mahal sekali lho. Lebih baik hidup ini untuk senyum dan berbuat kebaikan daripada cemberut dan ngarasani oang lain, itu dosa. Hahahahahahahahaha….!!! (Ayo ngguyu…!!! mas Iwan… ngguyu mas…).

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra dan anda semua atas semua perhatiaannya. Semoga Kasih dan Berkat TUHAN selalu menaungi kita semuanya.

Salam manis dari Mainz dan semoga anda semua ada sehat selalu.

Dj. 813

kebahagiaankanak-kanak14

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

60 Comments to "Kebahagiaan Kanak-kanak"

  1. Lani  5 November, 2013 at 09:53

    SLB, MAS DJ :Yu Lani….
    kalau pikirannya yang soak, ya berarti cara berpikirnya lemah.
    Kalau klubus Dj. juga tidak prnah dengar, kalau basah itu bhs Jawa yang Dj. tahu,
    adalah teles, kalau basah kuyub, jadi telas klebes dan bukan klubus…
    Mungkis salah klick saja.
    +++++++++++++++++++++++

    Sori, maaf, salah ketik bukan klubus akan tp klebus= teles kebes.
    +++++++++++++++++++++

    Maaf yu, belum sempat baca japrinya.
    Tadi buka Baltyra sebentar, kemudian ke sawah, ada yang harus diurus.
    Salam manis dari Mainz.
    ++++++++++++++++

    Mas japri sdh saya trima, dan saya balas.

  2. Dj. 813  4 November, 2013 at 20:21

    Yaaaaaaaahhh… ampun…!!! Sayang sekali…!!!
    Padahal kami tunggu, setiap telpon bunyi, kami harap koh Tiongan.
    Dj. belum ke Rehab, baru tadi Dj. dapat kabar dari Klinik, kalau Dj. bisa masuk ke Rehab molai Tgl. 20 November dan akan tinggal disana selama 5 minggu.
    Bisa di persingkat, tapi juga ada kemungkinan di perpanjang.
    Nah ya, Dj. akan menikmati saja, hanya kali ini musim dingin, jadi kemungkinan tidak akan bisa seprti tahun
    lalu. Dimana udara hangat dan bisa sering jalan-jalan.

    Okay, Dj. harap lain kesempatan bisa mampir, kan Frankfurt dari Mainz hanya 30 menit dengan mobil.

    Salam manis untuk leher dan seluruh keluarga dirumah ( Betawi ).
    Selamat istirahat, Dj. yakin pasti sisa capainya.
    Shalom..!!!

  3. Our Daily Bread  4 November, 2013 at 20:01

    Mas Djoko,saat itu saya sudah mau mampir ke Mainz,tapi karena melihat Mas Djoko lagi asjik dengan remote controlnya,dimana helicopternya tampak diradar cockpit dari SQ 380-800 no penerbangan 333,dari Singapore maka saya bisiki pilotnya,mas mampir dan landed saja di Milan dulu biar saya nanti naik bus keDjerman dari Milan,Rome,Venezia,Swiss,Belgia Austria,German(Berlin-Frankfurt,Koln)Belanda dan France(Paris).Salam dari Betawi yg baru kemarin landing di CGK dan masih separuh ngantuk

  4. Dj. 813  4 November, 2013 at 18:15

    Yu Lani….
    kalau pikirannya yang soak, ya berarti cara berpikirnya lemah.
    Kalau klubus Dj. juga tidak prnah dengar, kalau basah itu bhs Jawa yang Dj. tahu,
    adalah teles, kalau basah kuyub, jadi telas klebes dan bukan klubus…
    Mungkis salah klick saja.

    Maaf yu, belum sempat baca japrinya.
    Tadi buka Baltyra sebentar, kemudian ke sawah, ada yang harus diurus.
    Salam manis dari Mainz.

  5. Swan Liong Be  4 November, 2013 at 16:36

    Lani: kata klubus malah aku belum pernah denger. Memang aku baca “soak” secara inggris jadi artinya jauh berbeda. Kalo dibaca secara letterlijk memang bunyinya seperti “zwak”

  6. Lani  4 November, 2013 at 05:30

    EL-NANO-NANO, MAS DJ : klu sepengetahuanku SOAK bs diartikan org gendenk…….krn aku msh ingat klu org yg dikatakan “org itu soak…..” sambil kasih tanda di bathuk/pelipis yg menandakan org itu ora waras…………

    Menurut SLB, soak = klubus, basah kuyup……..mungkin krn spt bhs inggris soak yg artinya mmg basah kuyup……..well ini menurut pengertianku, krn bahasa wlu kdg sama penulisannya, artinya jd beda

    Mas Dj, japri sdh aku balas maturnuwun kiriman fotonya

  7. Dj. 813  4 November, 2013 at 03:32

    Indri….
    Tterimakasih untuk penjelasannya.
    Dj. tahu Indri juga ahli bahasa, olehnya Dj. sangat berterimakasih.
    Dan itu memang Dj. tahu, walau Dj. belum peprnah belajar bhs. belanda.
    Dari pendengaran saja, memang kedengarann tidak jauh-jauh amat.
    Jadi menurut guru Indri, bhs. belanda, berasal dari bhs. Jerman…???
    Hebat dong bhs. Jerman ya.
    Pantas di SMA tidak dapat bhs. belanda, tapi bhs. Jerman.
    Hahahahahahahaha….!!!
    Tapi Dj. salut dengan orang belanda, dimana saja, kalau kami kesasar,kami
    gunakan bhs. Jerman, mereka bisa jawab.
    Coba tanya d Jerman dengan bhs. belanda….???
    Pasti mereka melongo… Hahahahahahaha…!!!

    Kalau mengenai “kakus” itu, Dj. malah dengar di kampoeng Susi 1977, mereka berkata, dulu mereka masih menggunakan kata “kak Haus”
    Dj. juga heran, kok sama dengan orang Jawa.
    Malah kalau di kampoeng Susi, orang tidak bilang “ja”, tapi bilangnya “jooo”
    Nah, disini ada yang sangat menarik.
    Kalau orang Jawa, berkata, ” yo, ora ? artnya ” ya, tidak”, maksudnya, ya atau tidak.
    Nah orang di kampoengnya Susi, kalau mau bilang ” ya atau tidak “, mereka juga bilang ” jo, ora ”
    maksudnya ” ya atau…??? “. jadi dengan maksud yang sama, ya atau tidak.
    Jadi lucu, saat Susi, pertama kali ke Semarang, dia kadang, tak disengaja, bilang, jo, ora…???
    Saudara Dj. kagetm kok bisa bhs. Jawa…???
    Hahahahahahahaha…!!!
    Bahasa memang kadang lucu, bisa mirip-mirip.

    Juga saat Susi belajar bhs. Indonesia, dia bertanya, kalau “runte” dalam bhs. Indonesia itu apa.
    Dj. jawab, turun…. Dia hapalkan,,,, Turun.runte..turun..runte… dia bilang kok mirip juga ya….???
    Hahahahahahaha…!!!

  8. Indri  4 November, 2013 at 03:12

    Pak Dj terima kasih tips-nya tentang Drone. Ngomong2 ttg bhs Belanda, waktu saya kursus inburgering, guru bhs Belanda saya bilang bahwa bhs Belanda asalnya dari bhs Germania, jadi ada kesamaannya dg bhs Jerman. Kadang pengucapannya sama dan artinya juga sama cuman beda spelling aja…. Banyak kata2 bhs Belanda yg diadaptasi langsung Oleh bhs Indonesia, contohnya tas, plafond,tegel, kozijn, knalpot, server, gordijn dll….

  9. Dj. 813  4 November, 2013 at 00:42

    Swan Liong Be Says:
    November 4th, 2013 at 00:24

    ;koreksi sedikit, yang dimaksud dijerman orang dewasa adalah anak besar itu , spesial ditujukan kepada orang dewasa pria yang bilang: Ich habe eine neues Spielzeug. DiJerman sering terdengar orang bilang: “Das Kind im Manne” = Sifat ke-kanak2-an yang masih ada dalam pria dewasa. Bagi wanita tidak ada kosakata semacam ini.
    Oh jang dimaksud itu dalam bhs.Belanda kan bukan “soak” melainkan “Zwak” toch?! Kalo soak kan berarti teles kebes (basah kuyup) atau nggak?!
    —————————————————————————————–

    Hallo Liong…
    Terimakasih sudah mampir..
    Benar Liong, kalau orang lain yang berkata, tapi masakan diri sendiri akan berkata..
    ” “Das Kind im Manne” = Sifat ke-kanak2-an yang masih ada dalam pria dewasa.”

    Kedua.
    Soal soak…
    Bisa jadi kan orang di Indonesia tidak menerima kata-kata seperto aslinya.
    Mungkin karena liidah orang Indonesia, jadi ucapannya juga bisa lain.
    Seperti kalau orang Jawa bilang: mau ke Kakus, padahal di “Jerman”,
    dulu orang berkata “kak haus” ( rumah tai ).
    Tapi bisa jadi tidak diambil dari bhhs Jerman, mungkin dari bhs belanda, kan belanda lama di Indonesia.
    Entah bhs belandanya apa, Dj. tidak tahu.
    Atau didalam bhs Jerman kita kenal Frikadelle, di Indonesia kita sebut bergedel.
    Atau “serviete”, kita sebut serbet dan Dj. rasa masih banyak lagi
    Kita seolah ambil gampangnya saja.

    Nah ya, soal soak…
    Maaf… Dj. rasa tidak menulis kata “soak” di cerita diatas.
    Tapi, kalau tidak salah mbak Elnino yang menulis kata soak.
    Dj. hanya merespon apa yang mbak Elnino tulis.
    Dj. rasa Liong, kamu lebih mahir soal bahasa, apalagi kamu juga bisa bhs belanda dan entah bhs apa lagi.
    bisa jajdi malah prancis, spanyol atau italy.
    Dj. hanya bisa bhs Jawa, Indonesia, Jerman juga blepotan… Hahahahahahaha…!!!

    Jadi, Dj. ucapkan banyak terimakasih, kamu mau mengoreksi.
    Jelas Dj. juga selalu minta maaf, kalau ada kata yang tidak berkenan atau salah tulis.

    Okay, salam manis dari Mainz ubtuk keluarga dirumah.

  10. Dj. 813  4 November, 2013 at 00:24

    Hallo Indri….
    Terimakasih sudah mampir….
    Benar sekali, drone ini lebih kuat dari Helikopter.
    Karena baling-baling helikopter terlalu kaku, jadi kalau jatuh bisa patah.
    Tapi dronr yang besar juga sama saja.
    Dj. beli yang kelas menengah, tidak terlalu besar dan juga tidak kecil.
    Baling-balingnya masih lunak, jadi sudah jatuh beberapa kali, masih teta aman.
    Untuk menjaga lebih baik, kalau mainnya dilapangan yang berumput.
    Hanya yang paling kecil,biasanya tidak dilengkapi dengan kamera.
    Yang menengah dan yang besar, sudah ada kameranya.
    Yang Dj. beli sudah ada kameranya, jadi bisa ambil video atau foto dari atas dengan chip 2 GB atau
    4 GB. Terserah. Yang kami beli sudah ada Chipnya yang 2 GB.

    Okay , semoga putranya boleh mendapatkan apa yang dia impikan.
    Dj. yakin dia, bahkan ayahnya akan bisa bermain bersama.
    Salam manis dari Mainz untuk keluarga dirumah ya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *