Josh Chen: Ada Kharisma yang Terpancar dari Pribadinya

Juwita Setiono – Sydney (yang sekarang di Tegal)

 

Saya menemukan Josh Chen karena hobi yang sama: Menulis. Sejak pertama saya mengenalnya lewat tulisan-tulisannya, saya sudah terpesona dan kagum. Sejak email pertama, saya sudah memutuskan untuk menjadikannya seorang sahabat.

Entah kenapa saling tukar nomor telpon agak tertunda. Tetapi sejak pembicaraan kami yang pertama pertelpon, saya semakin menyukainya.

Facebook? Kami ‘Friends’ tentu saja. Google+ saya pun mendapat kiriman  posting link artikel yang tayang di Baltyra. Mengenalnya melalui tulisannya, SMS, BBM, Whatsapp, emails, Facebook, Google+ berlanjut selama enam tahun terakhir ini.

Lalu kapan saya bisa berjumpa dengan Josh Chen? Kapan bisa ‘sikepan’? Jarak Sydney-Serpong hanya 5497.2 Kilometer, jadi kira-kira dalam waktu 8 jam acara ‘sikepan’ bisa terwujud. Pasti seru, asik, heboh perjumpaan itu.

“Tahun piro”?, begitu komentarnya setiap kali saya bilang ingin ‘sikepan’.

Kesempatan itu datang juga ketika saya memutuskan untuk berlibur ke Tegal, kampung halaman saya, selama dua minggu. Saya memang tidak merencanakan untuk tinggal di Jakarta, jadi saya mengatur waktu untuk bertemu Josh Chen segera setelah saya landing. Dengan perkataan lain, saya minta dijemput di airport.

Dengan pesan “Keluar dari Imigrasi, belok KANAN”, saya pun belok kanan. Tapi kok Josh Chen tidak ada ya? Tidak mungkin kan, sosok menjulang 188 cm tidak kelihatan di kerumunan orang banyak. Lalu tiba-tiba dari arah kanan, Josh Chen menghampiri saya yang hampir panik karena sendirian di airport.

20131104_183249

Langkahnya lebar-lebar, cepat sekali jalannya. Saya pun tidak mau ketinggalan, segera lari menghampiri. Koper dan tas saya tinggal. Lalu kami ‘sikepan’. “Tahun piro iki?”, begitu sapaan saya dengan penuh perasaan. 2013!   Seumpama di film, scenario ini pasti sudah di “slow motion” kan.

Kami ngobrol sambil menikmati hot choco. Esok paginya saya diantar ke stasiun Gambir untuk menuju ke Tegal. Perjumpaan kami singkat saja, tapi penuh kesan. Terima kasih, Aji Josh Chen.

20131104_204751

20131105_070144

Sikepan 2013. Bukan hasil photoshop

Terima kasih sudah menyediakan waktu untuk kita ketemu. Lain waktu kita ketemuan lagi ya…

*Sikepan adalah cara wong Tegal menyapa dengan kangen. Pelukan gitu loh.

 

42 Comments to "Josh Chen: Ada Kharisma yang Terpancar dari Pribadinya"

  1. Sierli FP  3 April, 2014 at 09:48

    Terharu bacanya…akhirnya sikepan itu terwujudkan..

  2. Itsmi  28 March, 2014 at 20:31

    Juwita, itulah JC selalu menyediakan waktu untuk temannya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.