Surat Kesembilan dari Desa

Angela Januarti Kwee

 

Dear. David,

Como esta usted, David? Tebak deh kali ini aku menggunakan bahasa apa? Hihihi. Aku minta diajari bahasa Spanyol pada seorang abang. Sebenarnya, aku berharap bisa mempelajari beberapa bahasa secara mendalam. Tapi untuk sekarang aku masih belajar percakapan sehari-hari terlebih dahulu. Doakan aku ya, David.

Kali ini aku tidak akan bercerita tentang petualanganku ke kampung-kampung. Aku hanya ingin bercerita tentang hal yang kulakukan beberapa minggu ini. Aku sedang menyukai film tentang Santo dan Santa. Aku mencari film tersebut di youtube dan menemukan banyak kisah menarik tentang hidup mereka. Banyak kali aku menangis karena terharu. Hal yang paling menyentuh adalah mereka berani berkorban untuk menjawab panggilan dalam hidupnya. Kemudian, tanpa sengaja aku menemukan film yang berjudul Karol A Man Who Became Pope. Perlu perjuangan untuk bisa mendownload film berdurasi 3 jam ini. Berkali-kali aku gagal karena jaringan internet tidak terlalu bagus. Ketika sudah berhasil, aku memerlukan waktu dua hari untuk selesai menonton kisahnya.

Film tersebut menggunakan bahasa Inggris tanpa subtitle. Bermodalkan bahasa Inggris yang pas-pasan, aku mencoba memahami alur cerita dan dialog-nya. Aku mendapatkan pesan yang menarik saat Karol yang menjadi dosen liburan bersama mahasiswa/i dan berbicara tentang cinta “Love is also responsibility. When a man and women are united by real love ….” Andai aku bisa memahami semua kalimat secara utuh pasti lebih baik. Pesan ini sangat bagus untuk kita, bukan? Itulah sebabnya aku ingin menceritakan pengalaman ini padamu, David. Secara tidak langsung, kita sebagai kaum muda diajak untuk memahami cinta dengan lebih bijaksana.

Dalam situasi memperjuangkan kemerdekaan pada zamannya, ia terus mengingat perkataan seorang laki-laki yang ditemuinya “We will win with love, not with gun.” Teman yang menonton bersamaku berkomentar “Beruntung ya kita bisa hidup di zaman sekarang.” Sesaat aku memikirkan peperangan yang terjadi pada masa sekarang. Memang beruntung aku tinggal di sini dengan sangat damai, tapi ada banyak orang di belahan dunia yang menderita karena peperangan. Andai lebih banyak cinta yang diciptakan oleh tiap manusia, mungkin dunia akan jauh lebih indah dan damai.

Terakhir, aku mendapatkan satu kata yang berhubungan dengan panggilan hidup. Kata ini terlontar saat seorang rekan Karol memintanya untuk tidak menolak menjadi salah satu kandidat paus. Pada saat itu ia bukan papabilis (seseorang yang berpotensi menjadi paus). “Just one word: ‘accept’.” Saat ia menerima dan terpilih. Ada banyak kebahagiaan yang terjadi, termasuk sukacita orang-orang yang sangat dekat dengannya. Aku menarik napas panjang usai menonton film ini.

David, kita saling mendoakan dan mendukung untuk panggilan hidup masing-masing ya. Aku pun belajar banyak hal dari kisah hidupmu. Andai kamu tahu, aku sangat bahagia bisa mengenalmu dalam hidupku. Aku harus mengakhiri surat ini. Semoga kisah tersebut bisa menginspirasimu juga. Cuidado, David. Que tenga buena suerte.

Te extraño!

angela-kwee

Mawar

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "Surat Kesembilan dari Desa"

  1. Angela Januarti  16 November, 2013 at 09:17

    @Pak DJ : Tentu saja boleh, tapi setelah Angel lancar bahasa Jerman-nya

  2. Dj. 813  16 November, 2013 at 02:19

    Angela Januarti Says:
    November 14th, 2013 at 07:31

    @Pak DJ : Mir geht es gut (semoga kalimatnya tidak salah, Angel menggunakan Google Translate)
    Jadi ingat waktu SMP Angel pernah belajar bahasa Jerman dari sebuah buku, tapi sekarang lupa semua. Kapan-kapan Angel ingin meminta bapak mengajari juga.
    ——————————————————

    Jelas dan benar…
    Silahkan, tapi Dj. nanti surat dari Angel untuk Dj. ya….
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Salam manis dari Mainz

  3. Angela Januarti  14 November, 2013 at 07:31

    @Pak DJ : Mir geht es gut (semoga kalimatnya tidak salah, Angel menggunakan Google Translate)
    Jadi ingat waktu SMP Angel pernah belajar bahasa Jerman dari sebuah buku, tapi sekarang lupa semua. Kapan-kapan Angel ingin meminta bapak mengajari juga.

    @Pak JC : Kalau Kang Anoew mengirimkan surat, tentu aku akan membalasnya. Hehehe …

    @Kak Hennie Triana Oberst : Kabarnya baik, kakak. Sttt … Hati-hati nanti David cemburu. Hahahaha

  4. Hennie Triana Oberst  13 November, 2013 at 11:51

    Angel, suratnya menyejukkan.
    Apa kabar si Abang yang mengajari bahasa baru itu, Mawar?

  5. Dj. 813  12 November, 2013 at 22:56

    Benar dimas…. Hahahahahahaha….!!!
    Dj. baca setiap surat Angek untuk David.
    Dj. bisa membayangkan, ini Angel, adalah orang yang paling bersyukur dalam hidupnya.
    Dia tidak banyak menuntut, atau bahkan tidak pernah menuntut.
    Semua yang dia alami, selalu dengan penuh ucapan syukur dia ceritakan ke David
    Inilah orang yang paling sederhana, tapi hidup penuh kebahagiaan.

    Semoga Angel bisa selalu hidup demikian.

  6. J C  12 November, 2013 at 21:47

    Tuh khan Angela, pak Djoko jadi “ngiri” kepingin ikutan disurati…apa kubilang, kalau seorang cowok dapat surat seperti ini, rutin, berseri, siapa yang tidak klepek-klepek… (awaassss…Kang Anoew nanti menyuratimu untuk minta disurati… )

  7. Dj. 813  12 November, 2013 at 18:08

    Hallo Angel…
    Danke und wie gehts dir heute…???

    Siapa tahu Dj. bisa dapat surat dari desa….???

    Hahahahahahahaha….!!!

    Salam manis dari Mainz.

  8. James  12 November, 2013 at 10:45

    SATOE, dari Desa

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.