World Origami’s Day

Dewi Aichi – Brazil

 

Ohh…ternyata hari ini tanggal 11 November adalah hari origami to? Baru tau. Untung lihat di tv kemarin, kok membahas hari origami secara lengkap dan apik. Menarik sekali. Ternyata origami tidak sekedar seni melipat kertas, tetapi banyak sekali penjelasan, dan juga sejarahnya. Setau saya, origami itu hanya milik Jepang yang kemudian dikenal oleh berbagai negara. Ternyata tidak.

Tanggal 11 November yang ditetapkan sebagai hari Origami internasional, juga dirayakan di USA yang terkenal dengan sebutan World Origami’s Day. World Origami’s Day dimulai dari tanggal 24 Oktober untuk merayakan ulang tahun Lillian Oppenheimer(1898-1992) sebagai tanda penghargaan untuk pendiri grup origami pertama kali di USA.

origami (1)

Banyak sekali perayaan yang berkaitan dengan hari origami ini, para penggemar seni melipat kertas akan menunjukkan keahliannya melipat kertas. Benar-benar seni melipat yang membutuhkan kreativitas yang sangat tinggi. Selain itu, dalam acara perayaan ini juga dibuka sekolah-sekolah seni melipat kertas untuk anak-anak, dewasa, dan semuanya saja yang berminat belajar membuat origami.

origami (2)

Di Jepang, tanggal 11 November adalah hari yang dipilih oleh Nippon Origami Assosiation (NOA), yang dimaknai sebagai hari “hope and peace” atau bahasa Portuguesnya “esperança e paz”. Simbol perdamaian yang paling dipakai di hari origami adalah Crane, yang dikaitkan dengan Sadako, seorang anak berumur 12 tahun yang menjadi korban perang dunia kedua. (Sadako Sasaki (佐々木 禎子 Sasaki Sadako?, 7 Januari 1943 – 25 Oktober 1955) adalah gadis Jepang yang masih berumur duabelas tahun ketika bom atom dijatuhkan tanggal 6 Agustus 1945, di dekat rumahnya di sekitar jembatan Misasa, Hiroshima, Jepang. Sadako dikenang akan kisahnya yang mencoba melipat seribu bangau kertas (千羽鶴 Senbazuru?) menjelang kematiannya; kisah akan harapan yang selalu dikenang dan diangkat dalam budaya populer) – Wikipedia.

origami (3)

 

Akhira Yoshizawa Adalah bapak origami

Kalau anda suka seni origami, mungkin anda kenal sejarahnya Akira Yoshizawa.

Akira Yoshizawa 吉澤 章 Yoshizawa Akira; 14 Maret 1911 – 14 Maret 2005) merupakan seorang seniman origami berkebangsaan Jepang. Ia mengembangkan origami menjadi suatu bentuk kesenian yang hidup. Selama hidupnya, beliau telah membuat lebih dari 50.000 model origami. Beberapa model di antaranya yang diabadikan di dalam 18 buku.

Pada tahun 1954 monograf pertamanya, Atarashii Origami Geijutsu (Seni origami baru), diterbitkan. Dalam monografinya itu ia mengemukakan Sistem Yoshizawa-Randlett untuk notasi-notasi lipatan-lipatan origami (suatu sistem dari simbol, panah dan diagram[1]), yang menjadi standar bagi kebanyakan pelipat kertas. Penerbitan buku ini pula mengeluarkannya dari jurang kemiskinan.

Akira Yoshizawa meninggal dunia pada 14 Maret 2005 akibat komplikasi pneumonia. – Wikipedia

Di tahun 1983, Kaisar Hirohito menamainya “Orde Matahari Terbit”, salah satu penghargaan tertinggi yang diberikan oleh warga negara Jepang kepada Akira.

origami (4)

origami (5)

Selama lebih dari setengah abad Akira Yoshizawa adalah origamista dunia yang paling terkenal. Ia memelopori penggunaan origami sebagai seni kreatif dan menciptakan banyak teknik lipat baru. Menciptakan sebuah sistem notasi simbolis yang sekarang digunakan di seluruh dunia, sehingga memungkinkan para penggemar dan peserta didik mampu menggandakan model mereka dan diterbitkan dalam buku-buku.

Pada tahun 1963, Journal Origamian menggambarkan dia sebagai “legenda dalam hidupnya,” dan karirnya mencapai puncak dalam dekade berikutnya. Tahun ini, akan menjadi ulang tahun 102 jika ia masih hidup, yang akan selalu diingat oleh fans dan bahkan dihormati oleh Google Doodle.

origami (6)

origami (7)

Akira Yoshizawa lahir pada tahun 1911 dan tinggal di rumah sederhana di Kaminokawa, Propinsi Tochigi, di mana ayahnya bekerja sebagai petani. Sejak masih muda ia menunjukkan bakat  seni melipat Pada usia 13 tahun ia pindah ke Tokyo dan mulai bekerja di pabrik, tetapi meskipun demikian, ia tetap rajin menekuni seni lipat. Mulai masuk sekolah kelas malam.Pada usia 20, ia mendapatkan kesempatan besar ketika ia dipromosikan menjadi juru teknis di pabrik dan salah satu tugasnya adalah untuk mengajar geometri untuk pemula.  Ia mulai menggunakan origami sebagai semacam alat mengajar. Atasannya begitu terkesan dengan keahliannya dalam seni ini, yang memungkinkan dia untuk berlatih origami bahkan pada saat jam kerja.

Pada tahun 1937, pada usia 26, Yoshizawa meninggalkan pabrik untuk mencurahkan waktu sepenuhnya untuk hobi masa kecilnya, origami. Yoshizawa hidup dengan mengandalkan bekerja separuh waktu, sesuai kebutuhan hidup, sampai pecahnya perang, ketika ia bergabung dengan staf medis untuk membantu korban luka. Meskipun begitu, ia tidak  meninggalkan seni origami, karena itu ia menghiasi tempat tidur pasien dengan origami yang dibuat dengan kertas berwarna.Pada tahun 1944, beberapa  hasil kreasinya digunakan dalam sebuah buku berjudul Origami Shuko, oleh Isao Honda, namun Yoshizawa baru diakui pertama sebagai origamista pada tahun 1951 ketika Tadasu Iizawa, editor majalah Asahi Grafik, ingin menggambarkan halaman dengan tanda-tanda zodiak di origami.

origami (8)

Tadasu Izawa mencari Yoshizawa dan menemukan dia saat bekerja sebagai salesman door to door Tsukudani, yaitu bumbu yang terbuat dari ikan. Saat itu situasinya genting – ia hanya mempunyai pakaian yang melekat di tubuhnya yaitu baju bekas seragam tentara ketika ia menjabat tentara selama perang dan hidup dalam kemiskinan ekstrim.Melihat peluang bahwa harapan untuk kehidupan lebih baik, Yoshizawa menerima pekerjaan baru dan mendapat baju baru dan bekerja serta tinggal dalam hotel, dibayar oleh penerbit. Bekerja siang dan malam untuk menggambar diagram dari 12 zodiak. Artikel yang diterbitkan dalam Januari 1952 menyebabkan kariernya begitu nyata dan Yoshizawa sejak saat itu mulai hidup mapan, benar, menikmati keberhasilan dan ketenaran.

Setelah sukses dengan buku ini, Yoshizawa keluar dari kemiskinan secara permanen dan kemudian ia mulai mendirikan pusat origami yang dinamai Origami Internasional di Tokyo. Pameran di luar negeri pertamanya diselenggarakan pada tahun 1955 oleh Felix Tikotin seorang arsitek Belanda asal Jerman-Yahudi, kolektor seni di Museum Stedelijk.

Yang tidak biasa adalah bahwa Yoshizawa tidak akan pernah menjual origami, karena baginya itu seolah-olah mereka adalah anak-anaknya. Sebaliknya, ia lebih suka untuk menyumbangkan kepada orang-orang dan juga memberikan banyak origami  ke pameran origamists lainnya di bagian lain dunia. Ini suatu bukti bahwa bagaimanapun  Yoshizawa adalah murah hati.

origami (9)

Bisa jadi karena mungkin Yoshizawa selama dua tahun belajar di sebuah biara Buddha, sebelum perang. Meski tidak masuk biara, ia tetap seorang saleh dan religius, yang akhirnya mempengaruhi cara berpikir dan cara hidupnya. Sebelum memulai sesi lipat, misalnya, ia selalu berdoa.Meskipun niat beliau adalah untuk tidak menjual karyanya, Akira Yoshizawa sudah terjamin secara finansial melalui penjualan 18 bukunya  yang diterbitkan selama karirnya dan juga  memberikan pelajaran yang dikerjakan bersama dengan istrinya, Kiyo, yang juga membantu mengelola pekerjaannya sebagai seorang seniman.

 

Wet Folding

Akira Yoshizawa memelopori teknik yang berbeda dari origami, tetapi  Wet Folding adalah salah satu kontribusinya yang paling signifikan untuk dunia origami. Teknik ini membutuhkan teknis kertas yang dibasahi untuk memfasilitasi lipat, sehingga model origami dengan cara itu, menjadi  3D yang realistik, yang tidak mengubah origami tradisional untuk sesuatu dengan karakter artistik.

origami (10)

 

Yoshizawa-Randlett Sistem

Sebelum Akira Yoshizawa menyebarkan sistem ini untuk mengajar setiap tahap dalam membuat model origami, ada standar lama,  yang digunakan sejak 1797, yang disebut  Senbazuru Orikata. Pada tahun 1954, Akira Yoshizawa menciptakan sistem yang dibuat khusus untuk bukunya Atarashi Origami Geijutsu (New Origami Art).

Di dalam sistem baru terdapat diagram untuk memfasilitasi peserta didik untuk lebih mudah memahami, Dengan gambar-gambar, termasuk garis putus-putus, simbol-simbol dll. Kemudian, Samuel Randlett dan Robert Harbin, menambahkan beberapa simbol lainnya untuk membuat sistem yang lebih lengkap dan sekarang digunakan di seluruh dunia.

origami (11)

 

Akira Yoshizawa Origami Collections

 

Akira Yoshizawa Rose Tutorial

 

How to Make an Origami Butterfly

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

24 Comments to "World Origami’s Day"

  1. elnino  14 November, 2013 at 07:12

    Semua kereeen! Apa lagi yg kayak gorilla itu, mukanya mirip banget.. Salut deh buat eyang Yoshizawa.

  2. Mawar09  14 November, 2013 at 01:22

    DA : aku juga ngga sabar belajar origami, adikku yg bisa walau ngga banyak macamnya. Salam!

  3. anoew  13 November, 2013 at 19:23

    wuahahahah bagus betul origamiku ckckck

  4. Lani  13 November, 2013 at 12:08

    DA : Dulu ktk msh duduk di SD ada pelajaran prakarya, salah satunya diajari origami ini, aku bs bkn mungkin 10 macam, tp yg ingat skrng cm “melipat manuk emprit” kmd dipasang benang, ditalikan ke biting atau di atap rumah dgn kertan berwarna warni klu kena angin bergerak spt manukmabur

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *