Episode Baru Bersama Bus Transjakarta

Wiwit Sri Arianti

 

Sejak tinggal di Jakarta, kendaraan andalanku untuk menjelajah belantara Jakarta adalah dengan bus Transjakarta atau lebih dikenal dengan busway, selain murah juga nyaman karena ber-AC.

transjakarta (1)

Kecuali jika sedang tidak beruntung dan pada jam jam sibuk, pasti menjadi kurang nyaman karena selalu penuh dan berdiri berhimpitan. Sehingga ruangan yang ber-AC itupun tidak lagi terasa sejuknya bahkan berubah menjadi panas bercampur aroma keringat dan parfum yang bikin perut mual. Belum lagi jika ketemu dengan laki-laki egois dan tidak tahu malu, meskipun sudah jelas tertulis ruangan untuk wanita, tetap saja ada laki-laki yang masuk dan tidak bergeming meskipun sudah diperingatkan bahwa dia salah masuk di ruangan khusus wanita. Mereka baru akan pindah ke belakang jika sudah diteriaki atau didatangi oleh petugas, kalau sudah begitu pasti akan langsung berdiri dan pindah sambil yengir menahan malu.

Seperti inilah suasana halte busway setiap hari, setiap pagi saat jam para pekerja berangkat ke tempat kerja dan setiap sore saat para pekerja pulang dari tempat kerja menuju tempat tinggal masing-masing. Halte penuh sesak berjubel antrian sampai ke lorong sebelum masuk halte, kalau situasi sudah begitu seringkali orang menjadi lupa pada antriannya karena setiap orang ingin cepat mendapat giriran masuk ke busway. Sehingga sempat terjadi saling dorong dan saling sikut agar lebih cepat sampai ke pintu busway, bahkan tempat antrian yang menuju pintu busway depan untuk penumpang perempuan dan pintu busway belakang untuk laki-laki sudah campur aduk.

transjakarta (2)

Kalau sudah begitu petugas di dalam gerbong/ruangan busway akan berteriak mengingatkan penumpang laki-laki untuk pindah ke bagian belakang.

Alhamdulillah…..sudah seminggu ini aku merasakan nikmatnya berkendaraan umum di jalanan Jakarta dengan busway. Selama seminggu ini lancar dan menunggunya di halte lebih cepat dibanding setiap hari sejak pertama kali aku menjadi penumpangnya. Busway memiliki jalan sendiri namun selama ini selalu ada kendaraan lain terutama mobil pribadi dan sepeda motor yang menerobos menggunakan jalur busway. Situasi tersebut berdampak pada perjalanan busway menjadi terhambat dan lebih lama sampai di halte pemberhentian dan karena penumpang menumpuk, halte menjadi penuh sesak. Sehingga begitu busway datang orang langsung berebut ingin masuk lebih dulu. Ngantri? Dalam situasi setiap orang ingin sampai di kantor atau di rumah lebih cepat sehingga budaya antri seperti terlupakan.

Situasi jalur busway seminggu ini, nampak lengang tanpa ada satupun kendaraan lain lewat, ketika di sebelah kanan kiri jalan busway kendaraan berjejer penuh dan macet. Selama aku di Jakarta tidak pernah melihat situasi seperti itu. Sterilisasi jalur busway, itulah istilah yang digunakan oleh dinas Pemprov DKI dan menurut informasinya, sistim ini masih akan berlangsung selama satu bulan kemudian akan dievaluasi.

transjakarta (3)

Kenapa seminggu ini perjalanan dengan busway lancar dan tidak ada satupun kendaraan lain menerobos pasti karena Pemprov DKI dengan tegas telah menetapkan dan mengumumkan pemberlakuan  denda bagi kendaraan yang menerobos masuk ke jalan busway. Denda yang ditetapkan tidak main-main, untuk kendaraan roda 4 yang menerobos masuk ke jalan busway akan dikenakan denda sebesar 1 juta rupiah dan untuk kendaraan roda 2 atau sepeda motor sebesar 500 ribu rupiah. Memang belum semua jalur berjalan dengan baik, karena pada beberapa ruas jalan yang tidak dijaga oleh polisi atau petugas Dinas Perhubungan, sampai dengan hari ke ke tujuh ini masih terlihat ada saja penerobos jalan terutama sepeda motor.

Keputusan untuk sterilisasi jalur busway ini memberikan dampak kemacetan luar biasa di jalan raya, karena kendaraan yang biasa menerobos masuk ke jalur busway sejak lima hari ini tidak bisa lagi atau takut menerobos karena ancaman denda tersebut. Sehingga jalan raya menjadi kelebihan kendaraan dan pro kontra mewarnai kebijakan sterilisasi jalur busway. Situasi seperti ini wajar dalam setiap perubahan yang terjadi, pasti ada yang pro dan ada yang kontra, tinggal ketegasan dan konsistensi pembuat kebijakan saja supaya ide yang baik pada akhirnya bisa diterima oleh masyarakat.

Perlu beberapa tindakan pendukung yang lebih cerdas untuk meningkatkan efektifitas sterilisasi jalur busway ini seperti sosialisasi yang terus menerus dengan memanfaatkan berbagai media yang ada agar setiap pengendara kendaraan bermotor paham dan memiliki kesadaran yang tinggi untuk mematuhinya. Karena jika tidak, maka diperlukan petugas lebih banyak lagi untuk menjaga jalur busway agar tidak ada yang menerobos, namun pasti hal ini tidak efektif dan efisien karena polisi dan petugas dinas perhubungan juga memiliki tugas pokok yang sudah banyak. Langkah berikutnya barangkali perlu pembuatan pembatas yang lebih tegas seperti pemasangan tali sepanjang jalan atau membatasnya dinaikkan sehingga pengendara mobil pribadi dan mobil-mobil pendek menjadi enggan menerobos.

Yang terpenting kemudian adalah meningkatkan kepuasan penumpang dengan menciptakan suasana di dalam busway lebih nyaman sehingga ketika penumpang keluar dari busway tetap rapi dan wangi, tidak bau keringat karena berdesakan terhimpit penumpang lain. Dan terakhir adalah menambah jumlah armada dan memperluas jalur, sehingga bisa menampung semua penumpang untuk mencapai semua tujuan. Jika penumpang sudah merasa nyaman di dalam busway dan kemanapun mereka pergi dapat menggunakan busway, maka perlahan namun pasti para pengendara mobil pribadi akan berganti menjadi penumpang busway. Dengan naik busway mereka akan lebih ekonomis karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bensin, membayar toll, membayar parkir dan membayar psikolog karena stress menghadapi kemacetan di jalan raya dan yang terpenting tidak ada kemacetan lagi, he he he….

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

57 Comments to "Episode Baru Bersama Bus Transjakarta"

  1. Wiwit Arianti  24 November, 2013 at 21:50

    Mbak phie,…
    Sampai sekarang beberapa halte juga masih menggunakan pintu otomastis
    semoga pengelola busway mampu terus berbenah, agar terasa lebih nyaman.

  2. Wiwit Arianti  24 November, 2013 at 21:45

    Kornelya,…
    Betul sekalai, apalagi nyetir di Jakarta, butuh perjuangan ekstra.
    Jadi kalau naik kendaraan umum sudah merasa nyaman, pasti lebih baik naik kendaraan umum

  3. phie  21 November, 2013 at 09:45

    Skrg busway tambah byk kan ya rutenya? semoga smakin baik lah jaman aku msh di Jkt msh baru2 gitu haltenya msh pake pintu otomatis dsb.

  4. Kornelya  21 November, 2013 at 09:36

    Kalau bus waynya lancar dan aman, nanti lama2 orang akan memilih kendaraan umum ketimbang nyetir.

  5. Wiwit Arianti  20 November, 2013 at 16:37

    Mas J C,…
    Ternyata dirimu salah satu penerobosnya to, he he he…(peace mas..)
    Betul mas, memang ide yang baik saja belum cukup, perlu beberapa dukungan untuk dapat mewujudkannya.
    Sudah ada tambahan beberapa yang baru mas, saya sudah merasakan beberapa kali naik busway yang baru.
    Memang terasa lebih nyaman karena AC-nya masih suedjuk…
    Mudah2an tidak lama lagi datang yang baru supaya penumpang tidak kelamaan ngantrinya.
    berpikir positif dan optimis mas, hi hi..

  6. J C  20 November, 2013 at 14:57

    Wiwit, aku salah satu pengguna Transjakarta yang cukup lumayan “fanatik” di tahun 2006, karena pindah dari Medan ke Jakarta, memulai lembaran baru (halah bahasane… ) dan merintis sesuatu yang baru untuk keluarga, sementara keluarga masih di Medan. Waktu itu masih belum “separah” sekarang antreannya…sebenarnya Transjakarta idenya sangat baik, hanya sayang tidak didukung unit bus yang cukup dan para pengguna jalan lain yang sering menerobos (termasuk aku kadang-kadang )

  7. Wiwit Arianti  20 November, 2013 at 12:54

    Mbak Linda Cheang….
    Sama dong, saya juga bukan warga Jakarta, namun karena saya pengguna setia, jadi peduli juga untuk perbaikan system dan kanyamanan bus transjakarta.
    Sehingga perjalanan lancar dan intervalnya tidak terlalu lama.
    Saya sampai dibilang crewet sama teman saya karena saya pasti akan menegur penumpang yang menerobos antrian or laki laki yang menyasarkan diri masuk ruang wanita, he he he…

    Jadi masalah yang terkait dengan busway, selain kendaraan lain yang menerobos jalur busway, ada juga penumpang yang menerobus antrian n penumpang laki laki yang menerobos masuk ke ruang wanita.
    Payah bener to mbak…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *