Kehidupan (3)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Artikel sebelumnya:

Kehidupan (1)

Kehidupan (2)

 

HALLO ANDA SEMUANYA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA . . .

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. dihari Selasa yang sudah molai sedikit dingin ini. Anda masih ingat??? Pohon-pohon asam yang masih kecil-kecil (muda), yang Dj. tanam dari klungsu didalam gelas plastik?

kehidupan3-01

kehidupan3-02

Saat itu Dj. sudah memiliki rencana mencari (eeee…. membeli ding…) pot bonsai, yang setidaknya cukup besar dan bagus, untuk anak-anak Dj. yang baru lahir beberapa bulan yang lalu. Cukup sulit juga, karena Dj. menginginkan pot yang bisa untuk ditanami beberapa pohon (bentuk hutan), jadi Dj. harus mencari pot yang cukup besar.

Ada banyak sih, tapi kebanyakan sangat mahal (menurut kantong Dj.), bahkan kami pernah schock, banyak pot bonsai untuk bentuk hutan, harganya ada mencapai diatas € 400,- (sekitar Rp. 6,- jt. lebih), untuk satu pot. Jelas Dj. tidak akan beli, walau dibilang asli dari Jepang kek, hahahahaha….!!! Lama Dj. mencari dan tidak mendapatkannya, maka Dj. cari di Ebay…. 3, 2, 1 . . . ! ! ! Huuraaaa…!!!! Milik Dj….!!! Puji TUHAN. . . ! ! ! Seperti yang memang sudah disediakan oleh TUHAN untuk Dj.

Akhirnya Dj. mendapatkan yang Dj. cari, walau tidak 100% seperti yang Dj. inginkan. Karena warna pot bonsai tersebut masih terlalu terang, jujur Dj. berharap mendapat yang sedikit agak gelap (coklat tua). Tapi ini juga sudah sangat bersyukur, ini pot dari China (Yixing) dengan ukuran 49,5 Cm. X 32 Cm. X 9 Cm. cukup besar. Harganya jelas tidak murah, tapi tidak perlu Dj. sebut di sini, yang jelas kalau beli di Indonesia, mungkin bisa dapat 3 pot (mungkin lebih…). Hahahahahahahaha…..Baik tulisan yang tidak Dj. mengerti atau lukisan di pot, diukir.

kehidupan3-03

Nah anda masih ingat dan bisa melihat tanaman asam yang masih di dalam gelas plastik, ada yang 2 pohon, 3 pohon dan ada yang 5 pohon disetiap gelas plastik.

kehidupan3-04

Jelas, tidak semua pohon asam yang ada di gelas plastik akan Dj. tanam di pot tersebut, hanya sekitar 15 pohon saja. Karena, bagaimanapun nantinya pohon-pohon juga akan menjadi besar dan tempatnya menjadi sempit. Sebenarnya calon-calon (bibit) bonsai, harus dipindah ke pot yang lebih besar dan dengan tanah biasa, serta menunggu hingga umur 4 – 6 tahun, atau lebih lama lagi, kalau sudah kuat, baru akan dipindah ke pot bonsai dan kemudian dibentuk.

Tapi Dj. ingin mencoba dengan cara Dj. sendiri, sambil mencari pengalaman yang mungkin juga tidak jelek. Dengan demikian, maka bibit-bibit ini, akan terbiasa dengan pot (tempat yang baru) yang ditanami dengan banyak pohon. Dan akarnya bisa salaing bertemu (menjadi satu), itu sangat penting untuk bentuk bonsai hutan, kalau mereka bisa bersatu. Nah, beginilah kira-kita sekitar 15 bibit, akan Dj. atur di dalam pot untuk bonsai bentuk hutan. Beberapa kali Dj. putar-putar, mencari motiv yang Dj. inginkan, di sini juga sudah diperlukan kesabaran.

kehidupan3-05

kehidupan3-06

Okay, untuk membikin bonsai hutan, yang harus diperhatikan, pohon yang paling besar ditanam di depan, kemudian, yang kecil di belakang dan disamping kiri dan kanan. Kebalikan dengan kalau kita foto bersama, yang kecil harus didepan agar tidak tertutup yang besar. Tapi di dunia perbonsaian, maka yang kecil di belakang, agar pemandangannya kelihatan menjauh (luas).

kehidupan3-07

Ini hasil yang telah Dj. kerjakan bersama Daniel beberapa hari setelah kami tanam, sambil ngajari dia, karena Dj. lihat dia juga tertarik. Foto dari bahagian depan di tengah Dj. pasang batu kecil.

kehidupan3-08

Dan foto dari bagian belakang, daun yang membuka, mengarah ke sinar matahari.

kehidupan3-09

Dan foto di bawah ini, Dj. ambil saat malam hari, dimana daunya sudah menutup (ssssttt… mereka sedang tidur…. ?). Sedang tanah untuk tanaman ini, campuran 3 komponen dan juga 1/3 tanah special dari Jepang (Akadama). Batang pohon asam muda ini masih sangat kurus, anda tidak bisa bayangkan, dalam beberapa tahun saja, maka batang pohon akan menjadi lebih kuat dan tebal, sehingga di dalam pot ini akan menjadi penuh (sesak).

kehidupan3-10

Bibit ditemani oleh bonsai Hibiskus (bentuk kaskade), pot terukir sangat indah, Dj. beli di Mal “ADA” di Semarang di tahun 2003. Jadi sudah 10 tahun yang lalu, sangat cantik dan bahkan murah. Sayang cukup berat dan Dj. hanya bisa bawa dua pot saja ke Mainz.

kehidupan3-11

Dan foto di bawah ini, adalah di siang hari, di Balkon ada juga bonsai-bonsai yang lainnya. Sungguh sangat menyenangkan, melihat mereka hidup sehat.

kehidupan3-12

Ooooo ya….Dj. tulis, bahwa tidak semua bibit bonsai Dj. tanam di pot yang baru. Jelas, masih ada yang Dj. tanam di pot yang lebih besar, tapi ada juga yang tetap di dalam gelas plastik. Benar sekali yang di gelas plastik, masih harus dipupuk, karena tanah yang lama, akan kosong makanan. Sedangkan di pot yang baru dan tanah baru, akan cukup makanan untuk beberapa bulan. Dengan demikian Dj. akan bisa melihat perkembangan (pertumbuhan), masing-masing pohon selama beberapa tahun ke depan.

kehidupan3-13

Anda ingat yang lima pohon yang di dalam gelas plastik…??? Dj, pindahkan di pot yang lebih besar dari yang lainnya.

kehidupan3-14

Selain klungsu (biji asam), Dj. juga coba dari kecik (biji sawo). Dari kecik, ada 5 biji yang Dj. tanam, tapi hanya dua yang pertama mencungul. Namun demikian, Dj. sudah sangat gembira, karena ada yang tumbuh. Setelah dua bibit sawo Dj. pindahkan ke pot yang lebih besar, beberapa hari kemudian, yang ke 3 mencungul juga. Dengan demikian, menambah kegembiraan Dj., walau dalam foto di bawah ini, yang ke 3 masih sedikit pucat, daunnya masih menutup dan masih dalam tempat aslinya, dimana dia lahir.

kehidupan3-15

Selain biji asam (klungsu) dan kecik biji sawo (kecik), ada juga dari biji jeruk Mandarine yang dengan iseng Dj. tanam dan tumbuh. Masih kecil juga, walau umurnya sudah 1 tahun lebih dan yang dipot kecil baru beberapa bulan umurnya. Dan biji jeruk ini, benar-benar iseng, karena kalau makan jeruk dan ada bijinya, langsung Dj. atau Susi tancapkan ke tanah di pot mana saja yang dekat. Taunya malah sering tumbuh jadi tanaman.

kehidupan3-16

Juga bonsai bentuk hutan, dari pohon Ficus Benyamina (umur 6 tahun), masih muda dan kurus. Kalau di Indonesia, dengan waktu yang sama, mungkin sudah 2X lipat lebih gemuk (besar). Maklum di Mainz, hanya sommer mereka akan tumbuh, winter jarang matahari, jadi sedikit istirahat.

kehidupan3-17

Ada seorang kakek yang sedang menanam pohon apfel di kebunnya. Maka datanglah cucunya dan bertanya, mengapa opa menanam pohon apfel…??? Toch opa tidak akan menikmati buah (hasil) nya. Maka kata kakek itu, biarlah nanti kamu yang akan makan buahnya dan kalau kamu makan buahnya, maka kamu akan ingat kakek.

Seorang bijak, dia tidak hanya memikirkan untuk diri sendiri. Siapa menanam kebaikan, agar nanti anak-cucunya bisa menuai kebahagiaan. Marilah berbuat sesuatu yang baik untuk masa depan anak-cucu kita. Karena GUSTI ALLAH , telah menyediakan mahkota bagi kita yang menang dalam perlombaan kehidupan ini. Contohlah Mas Tok, dalam menangani penghijauan lewat bamboo dan yang lainnya.

Marilah kita belajar menanam, agar dunia semakin indah. Pohon asam yang Dj. tanam tahun ini, pasti satu saat bila sudah tumbuh sedikit besar, akan Dj. pamerkan kembali. Okay, sampai bertemu beberapa tahun lagi, semoga anda semua selalu sehat dan bahagia.

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Dan anda semuanya yang setia menanti hari Selasa. Mohon maaf, bila ada kata-kata dan kelakuan Dj. yang selama ini tidak berkenan di hati anda semuanya. Sampai jumpa di beberapa hari Selasa tahun depan.

Karena setelah ini, Dj. akan menjalani Rehab lagi untuk 5 minggu, jadi sementara akan istirahat bikin oret-oretan.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya. Salam manis dari Mainz dan semoga anda semua ada sehat senantiasa.

Dj. 813

kehidupan3-18

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

100 Comments to "Kehidupan (3)"

  1. Matahari  30 November, 2013 at 19:44

    Pak Djoko saya sudah baca link Reha yang bapak sebut di komen…dan sudah lihat suasana kamar di Reha…Terimakasih.Dibanding Reha sebelumnya mungkin lebih bagus timingnya saat ini dibanding Reha sebelumnya ya…kalau melihat tanggal pemuatan di Baltyra…mungkin pak Djoko di Reha disaat musim semi dan udara bagus..dimana orang orang pada ramai dipusat kota dengan keluarga dan teman teman serta menikmati suasna outdoor yang indah tanpa jackets tebal….he he .Sekarang dimana mana dingin…suhu hanya 6 C…bisa fokus dengan segala kegiatan di Reha…bisa sering memakai alat fitness dll…Mudah mudahan pak Djoko sudah banyak dapat teman baru di Reha ..seperti di Reha sebelumnya…bahkan mereka ini datang ketika pak Djoko ulang tahun ke 60….Salut

  2. awesome  27 November, 2013 at 12:32

    oom Dj ……. selasa lalu ga sempet baca tulisan oom, pantesan kemarin seharian nyariin ga nemu artikelnya oom Dj ……..
    baca artikel yg ini jadi pengen bikin bonsai juga

    selamat istirahat ya oom …….

  3. Lani  27 November, 2013 at 12:23

    MAS DJ : mas, aku japri………apakah bs ditrima? Saya tunggu balasannya……….terima kasih

  4. Lani  26 November, 2013 at 12:25

    DJASabangputih : aku msh melek…….msh kencar2 iki mripate………krn msh jam 7:24 malam, aku ndak tau sampeyan tinggal dimana, jd ndak bs kasih tau beda wktnya…………yg jelas klu dgn WIB aku beda 17 jam

  5. djasMerahputih  26 November, 2013 at 08:35

    95: ha ha ha… udah ketemu wangsitnya… ntar juga tayang…

    Di tempat djas udah pagi jam 09:30 am (GMT+..

    Nah… yu Lani sendiri lagi ronda ya..??

    Salam wangsit

  6. Lani  26 November, 2013 at 08:03

    DJASabangputih : halah onok2 wae………..kkkkkk, belon tidur? apa lagek cari wangsit??????

  7. djasMerahputih  26 November, 2013 at 08:00

    91: bukan ameRika om DJ.. yg bener ameSusi.. (logat betawi)

    Salam sehat

  8. Lani  26 November, 2013 at 07:23

    Yu…..
    Nah itu dia, kadang Dj. disangka orang Turki, kadang Arab dan mungkin itu orang sangka Dj. orang Amerika Latin atau entahlah….
    Okay, Bad Salzig, kampoeng yang benar-benar kecil yu.
    Hanya ada beberapa toko, 1super market, dan yang Dj. ketemu 2 Cafe kecil.
    Juga dipinggir sungai Rhein, hanya untuk ke Kliniknya, harus jalan kaki sekitar 3 Km, tidak jauh, hanya nanjak.
    +++++++++++

    Nek ngono spt aku mas, disangka wong filipin, Thailand, cina, bahkan ono sing ngawur korea, jepang kkkkk
    Aku ming mesam-mesemu kecut!
    Yo ben wae….
    Malah kebeneran mas dikampung kecil, sepi nyenyet, jd tenang pas buat rehab to?
    Nah itu tempat rehab sengaja dibkn nanjak biar pd olahraga sekalian.
    3 km itu sama sekali ora adoh mas.
    ++++++++++++

    Nah therapy, itu macam-macam yu.
    Yang sampai bisa tiduran itu Otogenestraining, jadi bisa tiduran di ubin, atau ambil 3 kursi.
    Memejamkan mata dan mendengarkan musik yang mengalun dengan lembut.
    Kemudian di Therapeuternya berkata dengan nada yang lembut pula, seperti…
    Konsentrasi ke ujung jari kaki…. kemudian naik kekaki sampai lutut….
    Kemudian naik ke perut, lalu ke pundak, kemudian ke lengan dan lengan menjadi berat… dan terakhir kekepala.
    Nah seperti di hypnotis… hahahahahahahaha….!!!
    Mungkin tujuannya agar patients jadi tenang.
    Ada therapi di kebun,ada therapi ketrampilan, seperti memasak, menjahit dan melukis.
    +++++++++++

    Jd banyak dan beraneka ragam terapinya, di hrskan apa bs pilih secara bebas????
    Soale klu di hrskan, pdhal orgnya tdk suka, malah stress, tujuan berobat malah tdk tercapai.
    ++++++++++++++++

    Hari Jumat, kalau mau akhir pekan, maka ada seminar tentang makanan, tentang hidup sehat,
    juga pertanyaan, apa saja yang dialami selama 1 minggu, apa ada perubahan atau tidak.
    Nah ya,namanya kan mereka ingin menolong agar patient senyaman mungkin dan bukan malah
    terbeban. Jelas bahkan ada kolam renang, yang setiap sore dan malam, setelah therapi boleh digunakan.
    Juga Sauna, ada mini Golf, ada tempat Bowling, Billyard, semua boleh main dengan gratis tis.
    Hanya ruang fitness, kalau setalah Therapi, siapa mau latihan, harus sedikitnya 2 orang.
    Tidak boleh sendirian, karena akalau ada apa-apa, agar ada yang bisa lapor.
    ++++++++++++++

    Jian enak tenan, rehab malah dimanjakan, aku yo gelem banget mas hehehe
    Njur sak-kal-an, ditanggung metu soko rehab aku bakal bregas waras tenan mas, krn aku akan gunakan semaksimum selama berada ditempat rehab, pokok-e betul2 dimanfaatkan.
    ++++++++++

    Selain itu, seperti Dj. sudah diambil darah, diperiksa paru-paru, juga EKG dan ceck upseluruh kesehatan.
    Setiap minggu 2X ke dokter yang menangani, jadi setiap patent bisa lain dokter, tapi bissa jadi sama.
    +++++++++++++

    Apalagi ada dokternya sekalian, mantappppppp tenan! Komplit banget
    ++++++++++++++

    Okay, banyak sudah yang Dj. tulis, tapi kalau ada yang kurang jelas, nanti silahkan tanya lagi.
    Hanya jangan ditanya berapa orang sudrun di Klinik…???
    Hahahahahahahaha….!!!
    ++++++++++++++

    Jelas aku akan tanya, klu ada yg tdk tau, yg jelas rehab ini malah tempat yg sgt menyenangkan, krn keluar ditanggung fisik dan pikiran segar bugar, jian spt batu akik yg digosok trs jd kempling.
    Mmgnya tdk ada org sudrun? Jgn2 cm mas doank sing sudrun mlayuuuuuuu……..
    Pdhal orgnya sdg ngorok, sambil kemulan rangke pitulikur hahahah

  9. Dj. 813  26 November, 2013 at 03:51

    Ibu Matahari…
    Selamat Malam dari Bad Salzig….
    Tidak sangka ibu Matahari akan muncul lagi, terimakasih.
    Mmengenai Kamar, jelas bisa Dj. ambil foto.
    Tapi kalau ibu Matahari mau lihat, hampir sama dengan kamar di Raha 2012 tahun lalu.
    Silahkan buka, Dj. pernah bikin oret-oretan Reha 1, 2, 3 dan 4 .
    Ini Link dari Reha 1 sampai 4

    http://baltyra.com/2012/05/01/reha-1/

    http://baltyra.com/2012/05/08/reha-2/

    http://baltyra.com/2012/05/15/reha-3/

    http://baltyra.com/2012/05/22/reha-4-selesai/

    Nah soal kamar hampir sama, 1 kamar untuk satu orang, jadi tidak besar, tapi cukup.
    Memang ada, kebanyakan ibu-ibu yang dapat appartment, dengan dua atau bahkan 3 kamar.
    Tergantung berapa anak-anak yang masih kecil yang dia bawa.
    Tapi itu juga harus ada ijin dari Asuransi.
    Dj.kenal ada ibu-ibu dengan dua anak kecil, jadi dia dapat Appartment dan bahkan ada dapurnya segala.
    Dj. tidak tau, apa dia harus bayar extra atau tidak.
    Untuk yang ingin bawa pasangan, hanya untuk menginap dan makan, dikenakan € 50,- / malam.
    Jjadi tidak ikut therapi, tidak bisa berenang atau ke Sauna.
    Tapi siapa yang nanti antara Natal dan Tahun baru masih harus tinggal di Klinik, maka keluarganya bisa nginap dan gratis. Tapi diapa mau natalan di Klinik…???
    Kalau tidak terpaksa. Banyak juga Natal dan Tahun Baru yang dapat libur dan boleh pulang.
    Tapi untuk mereka yang punya penyakit yang tidak berat.

    Benar sekali,disetiap Reha, selalu ada didekat hutan dan taman yang bisa untuk jalan-jalan.
    Ada kolam ikan dan banyak kali kecil.
    Hanya sayang, kali ini sudah dingin dan air mancurnya sudah tidak jalan.
    Jadi sementara banyak patien yang main Billyard dan Bowling atau baca buku di perpustakaan.
    Hanya Dj. yang tidak suka baca, milih tinggal dikamar dan melukis dikamar.

    Biasanya orang cari kenalan baru dan sama-sama ke Cafe atau entah kemana saja.
    Untuk Dj. tidak bayar sepeserpun, bahkan gajih Dj, mereka tanggung ( selama di Rehab ).
    Tapi nanti kalau sudah keluar, maka asuransi kesehatan yang tangggung.

    Okay ibu Matahari, besok tidak ada oret-oretan dari Dj., jadi bisa baca Rehab tahun lalu.

    Salam manis dari Bad Salzig.

  10. Dj. 813  26 November, 2013 at 03:27

    Yu…..
    Nah itu dia, kadang Dj. disangka orang Turki, kadang Arab dan mungkin itu orang sangka Dj. orang Amerika Latin atau entahlah….
    Okay, Bad Salzig, kampoeng yang benar-benar kecil yu.
    Hanya ada beberapa toko, 1super market, dan yang Dj. ketemu 2 Cafe kecil.
    Juga dipinggir sungai Rhein, hanya untuk ke Kliniknya, harus jalan kaki sekitar 3 Km, tidak jauh,
    hanya nanjak.

    Nah therapy, itu macam-macam yu.
    Yang sampai bisa tiduran itu Otogenestraining, jadi bisa tiduran di ubin, atau ambil 3 kursi.
    Memejamkan mata dan mendengarkan musik yang mengalun dengan lembut.
    Kemudian di Therapeuternya berkata dengan nada yang lembut pula, seperti…
    Konsentrasi ke ujung jari kaki…. kemudian naik kekaki sampai lutut….
    Kemudian naik ke perut, lalu ke pundak, kemudian ke lengan dan lengan menjadi berat… dan terakhir kekepala.
    Nah seperti di hypnotis… hahahahahahahaha….!!!
    Mungkin tujuannya agar patients jadi tenang.
    Ada therapi di kebun,ada therapi ketrampilan, seperti memasak, menjahit dan melukis.
    Hari Jumat, kalau mau akhir pekan, maka ada seminar tentang makanan, tentang hidup sehat,
    juga pertanyaan, apa saja yang dialami selama 1 minggu, apa ada perubahan atau tidak.
    Nah ya,namanya kan mereka ingin menolong agar patient senyaman mungkin dan bukan malah
    terbeban. Jelas bahkan ada kolam renang, yang setiap sore dan malam, setelah therapi boleh digunakan.
    Juga Sauna, ada mini Golf, ada tempat Bowling, Billyard, semua boleh main dengan gratis tis.
    Hanya ruang fitness, kalau setalah Therapi, siapa mau latihan, harus sedikitnya 2 orang.
    Tidak boleh sendirian, karena akalau ada apa-apa, agar ada yang bisa lapor.
    Selain itu, seperti Dj. sudah diambil darah, diperiksa paru-paru, juga EKG dan ceck upseluruh kesehatan.
    Setiap minggu 2X ke dokter yang menangani, jadi setiap patent bisa lain dokter, tapi bissa jadi sama.

    Okay, banyak sudah yang Dj. tulis, tapi kalau ada yang kurang jelas, nanti silahkan tanya lagi.
    Hanya jangan ditanya berapa orang sudrun di Klinik…???
    Hahahahahahahaha….!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *