Kisah Para Pemburu (Ilmu)

djas Merahputih

 

#1 Pelajaran Bahasa Indonesia

 pemburu-ilmu (1)

img01. Tanya Jawab

Kaling berjalan dengan penuh semangat ke arah sekolah. Ia yakin kali ini akan mengalahkan kedua sahabat karibnya Kalong dan Kolang dalam pertanyaan rebutan di kelas Bahasa Indonesia. Bu Guru akan segera memberikan waktu istirahat bagi setiap siswa yang menang dalam rangkaian pertanyaan rebutan tersebut. Lumayan, bisa ngeceng duluan di kantin dengan ditemani penjaga kios yang aduhai.

Bu Guru:  “Sudah siap anak-anak…???”

Murid-murid:  “Siap Bu Guruu….” terdengan suara lantang Kaling di antara teriakan teman-temannya.

Bu Guru“Baik kalau begitu. Dengarkan baik-baik kalimat aktif berikut ini: Bapak pergi ke sawah menanam padi. Pertanyaannya, apakah yang ditanam oleh Bapak…??” Di ujung pertanyaan, Kaling dan dua sahabatnya mengacungkan tangan bersamaan. Namun Bu Guru memberikan kesempatan pertama kepada Kalong.

Kalong:  “Padi, Bu Guru…!”

Bu Guru:  “Poin untuk Kalong. Kamu boleh istirahat setelah tiga pertanyaan yang kalian perebutkan telah terjawab semua.” Kaling sedikit kesal, seharusnya dia yang mendapatkan giliran pertama tadi. “Pertanyaan kedua: Ibu ke dapur memasak sayur. Apa yang di masak oleh ibu…??” Ketiganya kembali mengangkat tangan bersamaan. Kalong ngotot untuk memastikan ketiga pertanyaan direbut semua olehnya. Tentu dengan maksud mengurangi saingan saat di kantin nanti. Namun Bu Guru menunjuk Kolang untuk segera menjawab.

Kolang“Sayur, Bu Guru…..!” terdengar suara lantang Kolang, sementara Kaling semakin kesal dengan ketidak adilan Bu Guru hari ini.

Bu Guru“Pertanyaan ketiga…” Kaling terlihat sangat tegang, ini adalah kesempatan terakhir untuk memenangkan pertempuran. Paling tidak ia tak boleh ketinggalan oleh kedua sahabatnya. “Indonesia adalah negara yang sedang membangun. Apakah yang dibangun Indonesia…??” Bu Guru langsung menunjuk Kaling, sebab kali ini hanya dia sendiri yang mengacungkan tangan.

Kaling“SEDANG, Bu Guru….!!”, jawab Kaling dengan suara lantang dan penuh percaya diri. Sementara Kalong dan Kolang serta seisi kelas tertawa terpingkal-pingkal. Kaling masih bertanya-tanya tentang apa yang aneh dengan jawabannya. Atau mungkin lebih tepat, apa yang aneh dengan pertanyaannya…? (*)

 

#2 Pelajaran Bahasa Inggris

  pemburu-ilmu (2)

img02. Harap tenang. Ada ujian…!!

Hari ini Guru Bahasa Inggris masuk ke dalam kelas dengan suasana batin yang sedikit tertekan. Ia prihatin dengan seorang anak muridnya yang begitu tertinggal dibanding anak-anak lain dalam pelajaran Bahasa Inggris. Setelah memberikan penjelasan di depan kelas, tiba saatnya untuk mencari tahu tingkat pengetahuan anak muridnya.

Pak Guru:  “Terjemahkan kalimat berikut ke dalam bahasa Inggris – Saya sedang bertanya kepada guru – Kalong, coba jawab…!!”

Kalong:  “I am asking to the teacher” Kalong menjawab dengan sempurna. Pak gurupun tersenyum.

Pak Guru“Berikutnya: Do you know the answer?? Kolang, coba sampaikan terjemahannya!”

Kolang:  “Apakah kamu tahu jawabannya?” Kolang menjawab tanpa ragu-ragu. Pak guru tersenyum semakin lebar.

Pak Guru“Berikutnya: Sorry, sir. I don’t know the answer! Kaling, ayo terjemahkan kalimat tadi!!” Pak guru agak cemas, sebab anak yang ditanya sekarang inilah yang membuatnya sangat tertekan. Kaling berpikir agak lama, namun kemudian dengan pasrah menjawabnya.

Kaling:  “Maaf, Pak. Saya tidak tahu jawabannya…” Kaling menjawabnya dengan lesu.

Pak Guru tiba-tiba saja tersenyum lepas dan sangat bahagia. Ia sangat bangga hari ini, anak yang telmi (telat mikir) ini akhirnya berhasil memahami dengan baik materi yang diajarkannya hari itu. Pak guru menuntaskan pelajaran lalu melangkah ringan keluar ruangan, meninggalkan Kaling yang masih terbengong-bengong dengan kelakuan Pak Guru Bahasa Inggrisnya. (*)

 

#3 Pelajaran Tata Krama

 pemburu-ilmu (3)

img03. Terus belajar

Kaling baru saja pulang dari pelajaran tambahan sore itu. Ia sangat kesal dengan kelakuan dua sahabat dekatnya. Sementara di beranda rumah, ayah Kaling sedang bersantai ditemani segelas kopi dan beberapa lembar koran di tangannya. Sang ayah menegur anaknya dengan ramah.

Ayah:  “Ada apa Kaling? Kok kelihatan lesu begitu?”

Kaling:  “Lagi kesal Beh sama teman-teman di kelas. Masak kawannya yang salah menjawab pertanyaan pak guru, pada diledekin sama mereka. Itu kan jahat namanya….!”.

Ayah:  “Terus Kaling ikut ngeledek nggak?” Sang ayah menyelidik untuk mengetahui perkembangan perilaku anak semata wayangnya ini.

Kaling:  “Ya ngga dong, Beh.” Sang ayah merasa bangga dengan jawaban anaknya. Sepertinya, pelajaran di sekolah telah berhasil menanamkan jiwa sosial pada anak kesayangannya ini.

Ayah:  “Bagus, bagus… itu baru anak Babeh” Sang ayah menepuk-nepuk pundak Kaling yang duduk bersimpuh di samping kursi. “Ngomong-ngomong siapa nama teman kamu yang diledek itu??” Ayah melanjutkan percakapannya sambil menghirup secangkir kopi yang tadi berada di  atas meja.

Kaling:  “Namanya Beh??.” Kaling berusaha mempertegas pertanyaan ayahnya. Sambil beranjak ke depan meja untuk meraih koran yang baru selesai dibaca sang ayah, Kaling melajutkan ucapannya, “Namanya… mmm, namanya Kaling Beh!”.

“Prrrrt….!!!” dengan spontan, setenggak kopi yang belum sempat tertelan muncrat dari mulut Sang ayah. Semprotan kopi setengah panas itu mendarat mulus di pipi Kaling, ketika sedang membungkuk meraih koran di meja depan ayahnya. (*)

 

*Diolah dari berbagai sumber dengan improvisasi dan bumbu seadanya

Salam senyum… //djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

20 Comments to "Kisah Para Pemburu (Ilmu)"

  1. djasMerahputih  20 November, 2013 at 15:37

    18: ha ha ha..

    Kali ini terpaksa djas menjadi tersangka sekaligus terdakwa..
    Thanks sdh mampir kang JC..

    Salam ceria

  2. djasMerahputih  20 November, 2013 at 15:19

    17: Ariffani, pertanyaannya ke om DJ sama dengan djas,
    Cuman kayaknya om DJ sdh di tempat perawatan. Jadi belum bisa bals komentar..
    Mungkin bunda Matahari juga tahu artinya..

  3. J C  20 November, 2013 at 15:03

    Ini pasti gurunya djas Merahputih atau si Kaling dulu adalah “penjelmaan” djas Merahputih masa kecil…

  4. ariffani  20 November, 2013 at 13:26

    Kolo kulo kelas kalih, kalung kulo kolang kaling kilen kalen kulo
    kalajeng kelang kelung…

    ini artinya apa pak DJ.

  5. djasMerahputih  20 November, 2013 at 10:29

    15: ha ha ha… serius om DJ…??

    Kayaknya berisi nasehat..
    tapi djas ngga ngerti maksudnya..

    Mungkin larangan makan kolang kaling kebanyakan yah..??

    Salam suedjuk…

  6. Dj. 813  20 November, 2013 at 02:41

    Djas…
    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Sehat…!!!
    Ini memang kebiasaan Dj. minum susu coklat,untuk mengenang
    masa kanak-kanak, saat masih din SR, dulu setiap hari Rabo, dapat
    pembagian susu ciklat panas. Rasanya nikmat sekali…!!!
    JJjadi setiap minum susu coklat, kenangan masa kecil muncul.
    Hanya dulu susucoklatnya di cangkir kaleng yang catnya sudah üada pecah
    dan kelihatan item.
    Hahahahahahaha….!!!

    Itu ibi Matahari sedang mimpi, jangan diganggu…
    Hahahahahahahaha….!!!

    Kalau di Jawa memang ada kalimat yang seperti ini.

    Kolo kulo kelas kalih, kalung kulo kolang kaling kilen kalen kulo
    kalajeng kelang kelung…

    Hahahahahahahahaha….!!!
    Salam merah putih dari Mainz.

  7. djasMerahputih  19 November, 2013 at 21:23

    13: ha ha ha….

    Kalo itu sih kisah si kembar sepuluh dalam memburu ilmu..
    Staf guru dan pegawai bisa pada stroke semua…

  8. Matahari  19 November, 2013 at 21:00

    Kalau murid disatu kelas punya nama Kolang Kaling Kalung Kulang Kalang Kulung Kolong Kilang Kilung Koling KIlong Kulong..gurunya bisa stroke level 2-3

  9. djasMerahputih  19 November, 2013 at 20:57

    11: gmn kabarnya om DJ.. ?
    semoga sukses di masa perawatannya..

    Ha ha ha.. untung si Kaling ngga di depan DJ, bisa kesemprot coklat lagi tuh…

    Salam hangat dari tanah air…

  10. Dj. 813  19 November, 2013 at 20:21

    Hahahahahahahahaha……!!!
    Hampir saja preeet….!!!
    Susu coklat keluar lagi dari mulut Dj.
    Hahahahahahahahahaha…..!!!
    Senang sekali membaca yang begini, sungguh ada saja akal mas Djasmerah putih.
    Ditunggu lanjutan si Kolang-Kaling…

    Salam Preeeet…
    Dari Mainz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.