[Lost in Translation] Pelacur

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Kemarin ketika sedang mengobrol dengan teman-teman di Beijing pada salah satu grup media sosial, salah seorang dari mereka menampilkan sebuah foto obat flu, dan bertanya mengenai arti dari nama obat tersebut. Kebetulan obat tersebut adalah pemberian temannya. Setelah mengkonsumsi obat tersebut, ia merasakan khasiatnya yang cukup bagus, begitu penuturannya.

Pelacur, nama  obat tersebut. Salah satu produk keluaran negara Swiss dengan merek Klosterfrau. Walaupun perusahaan farmasi Jerman tersebut aku kenal, tapi obat Pelacur belum pernah aku temui di Jerman. Kemungkinan besar adalah penulisannya akan berbeda jika obat tersebut diproduksi di Jerman.

Lucu juga mengamati tulisan yang ada di kemasan obat tersebut. Obat yang bernama Pelacur diproduksi oleh satu perusahaan yang bernama Klosterfrau (Klosterfrau = Biarawati).

pelacur

Temanku ini bertanya, apa arti “Pelacur” dalam bahasa Jerman (karena beberapa dari kami yang mengerti bahasa Jerman). Setahuku tidak ada kata itu, akhirnya karena aku penasaran tidak menemukan kata tersebut. Aku tanyakan arti kata tersebut pada suamiku. Ia yang tidak mengenal kata dan arti “pelacur” dalam bahasa Indonesia, tentu tidak menganggap ada yang lucu dari kata itu. Menurut suamiku obat tersebut berasal dari kata “Pela” dan “Cur”

“Cur”, mungkin ini penulisan yang biasa dipakai di negara Swiss. Sedangkan dalam bahasa Jerman ditulis dengan “Kur” artinya adalah “pengobatan/perawatan” =“treatment = cure”

Seorang teman yang lain kemudian menyambung, bahwa “Pela” adalah singkatan dari kata “Pelargonium”, nama dari tumbuhan (seperti yang tertera pada gambar)  yang digunakan sebagai bahan pembuatan obat tersebut.

Kalimat terakhir yang ditulis temanku;

Ok..ok, kesimpulannya kalau suami kita bilang mau cari Pelacur, jangan langsung didamprat ya ibu-ibu. Itu berarti dia lagi batuk pilek cari pastiles.”

Ternyata penulisan satu kata yang sama tetapi bila digunakan oleh bangsa lain dan digunakan di negara yang berbeda bisa membingungkan juga.

 

Shanghai, 20131108

 

58 Comments to "[Lost in Translation] Pelacur"

  1. Lani  27 November, 2013 at 21:25

    52 SLB : hahaha……….mlayuuuuuuuu buanterrrrrrrrr banget takut dikepruk-i para Baltyrawati………….kkkkkk

  2. Hennie Triana Oberst  27 November, 2013 at 18:07

    Dewi, hehehe… padahal pelacur itu bukan mujarab untuk Anoew saja, tapi untuk JC juga ya
    Nama Mentel itu dari Brazil ya? Aku pernah lihat nama itu di Jerman. Langsung inget istilah di Indonesia.

    Yuli, iya bisa juga kalau beredar di Indonesia, para suami bilang mau keluar ke toko obat dulu, padahal yang dicari bukan di toko obat

  3. Hennie Triana Oberst  27 November, 2013 at 18:00

    Iya Phie, bisa juga gitu tuh sejarahnya. Karena nama satu orang akhirnya dijadikan satu istilah.

    Kalau nama keluarga seperti saudaranya Kornelya itu di Indonesia, pasti yang baca nama itu bisa ngakak ya.

  4. Yuli Duryat  27 November, 2013 at 17:47

    Hehehehe, waduh namanya. Lucu juga ya obat ini, kalau ada para suami Indonesia yang nyari bisa berabe, kena marah istrinya hehehe.

  5. Dewi Aichi  26 November, 2013 at 21:01

    Hi hi hi aku ketinggalan….ohh anoew kalau batuk pilek langsung cari pelacur wkwkwkww…kata JC lho…

    Kornelya, ada “casa de lonte”, ada lagi sepupu hubby yang sudah menikah mendapat family name “Mentel”, jadi nama lengkapnya Adriana Mentel Caetano.

  6. elnino  22 November, 2013 at 20:39

    Om SLB KW itu dari kata kwaliteit…jadi kw1 maksudnya kualitas barangnya setingkat di bawah yg original

  7. Swan Liong Be  21 November, 2013 at 23:24

    @elnino: mau tanya nih, singkatan KW itu artinya apa?
    Btw, yang pake “k” itu pertama bukan jam tangan dan kedua, nggak usah “swiss made” Uuupppps aku mau kabur dulu , ini komentarku terachir untuk topik ini!!

  8. phie  21 November, 2013 at 22:43

    Mba Kornelya hahahaha….bacanya gimanaaa gituuu, catchy sekali itu “Casa de Lonte”

    klo percakapan org jawa: nginep ning ngendi?, dijawab: ning omahe lonte…..wkwkwkwkwk pingsan ga sih yg nanya atau denger

    Mba Hennie: mungkin tadinya itu maksudnya ada cewe2 cantik keluarga Lonte ini trs mungkin ada yg emang jd pelacur trs asosiasinya jd pake kata “Lonte” itu td. kan org kita suka bilang: “mo beli softek” pdhl beli yg merk kotek apa laurier, atau “beli aqua” pdhl yg dibeli merk Vit apa yg lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *