Retail Store

Summer Girl

 

Beberapa tahun yang lalu, sepupu saya ada yang bekerja sebagai cashier di Giant Super Market di Surabaya, waktu itu dia bilang gajinya 1,2 juta belum termasuk potongan kalau cash registernya short karena itu termasuk tanggung jawabnya sebagai kasir, kadang-kadang dipotong 50rb, 100rb bahkan 200rb, jadi gaji yang diterimanya sangat pas-pas an sekali untuk bayar kos dan makan. Selain itu system management’nya kurang bagus, maksudnya ada perbedaan jurang yang besar antara manager dan staff-nya, mereka sangat bossy sekali, untuk bisa naik jabatan pun kemungkinannya kecil karena biasanya system KKN jadi bisa saja tiba-tiba ada orang baru masuk langsung menjadi manager.

Di tempat saya bekerja di Jakarta dulu juga hampir mirip, beberapa direkturnya sangat bossy sekali, kalau datang pagi-pagi lewat receptionist tidak pernah bilang selamat pagi, biasanya mukanya cemberut dan selalu mengharapkan kita-kita yang bilang selamat pagi terlebih dahulu, kalau dirutnya ulang tahun kita semua harus mengucapkan selamat ulang tahun karena dia suka sekali diangkat-angkat. Kalau dia marah biasanya diingat sampai mati dan selalu diulang-ulang.

Saya muak sekali dengan semua itu, untungnya saya tidak banyak berhubungan langsung dengan direktur-direktur itu, posisi saya ada di bagian lain yang hanya menangani satu client besar dan direktur yang menangani client yang sama dengan saya sangat baik, walaupun suka marah tapi marahnya hanya sebentar, sering mengirim saya keluar kota dan juga dia tidak pelit dalam memberikan bonus. Menurut dia otak saya termasuk pinter dan dia selalu suka dengan hasil kerja saya, ditambah saya tidak pernah tidak masuk kerja, walaupun dihadang banjir saya tetap datang, waktu itu pernah saya sampai kantor jam 12 siang karena macet total.

Tempat saya bekerja sekarang merupakan perusahaan besar, kantor pusatnya ada di Florida dan total store nya jumlahnya 1.078 stores di lima Negara bagian, karyawannya totalnya ada sekitar 160.000, merupakan private company karena sahamnya dimiliki oleh karyawannya sendiri. Semakin lama kita bekerja saham yang kita punya pun semakin banyak.

retail

Department yang ada di company saya : customer service, bakery, grocery, deli, produce. Saya bekerja di bagian customer service, urutannya adalah front service clerk yang bertugas untuk bag grocery dan juga cleaning, cashier, customer service, supervisor (satu orang untuk satu store), assistant manager, manager, kemudian di atasnya ada assistant store manager, store manager, district manager dan regional director. Semua store urutannya sama seperti itu.

Semua manager bekerja dari bawah, banyak dari mereka bekerja yang mulai bekerja sejak umur 16 tahun sampai selesai kuliah, posisinya naik sedikit demi sedikit sampai lulus kuliah sudah menjadi manager. Banyak dari mereka yang memilih untuk stay karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih besar. Jadi tidak ada yang tiba-tiba masuk langsung menjadi manager dan tidak ada system KKN karena semuanya harus melewati test.

Store Manager saya seorang landscape designer yang setelah lulus kuliah menjadi ibu RT dan memutuskan kembali bekerja setelah anak2nya besar, sekarang sudah bekerja selama 20 thn. Semua district manager di area state tempat saya bekerja rata-rata sudah bekerja sekitar 40 tahun, mereka bekerja sejak umur 17 thn, satu yang saya kenal seorang arsitek yang setelah lulus katanya gaji yang ditawarkan kurang bagus sehingga tetap bekerja sampai sekarang hingga menjadi district manager.

busy-mall

Banyak juga yang setelah lulus kuliah pindah ke corporate office karena lowongan di corporate biasanya tidak dibuka untuk umum, lowongan disebar via store jadi siapa yang berminat bisa melamar. Begitu juga dengan warehouse, mereka hanya menerima karyawan baru dari dalam, tidak dari luar, jadi kalau dari store ingin pindah ke warehouse atau ke corporate office bisa saja tergantung qualifikasi masing-masing.

Untuk part time biasanya jam kerjanya tidak melebihi 32 jam perminggu dan full time 40 jam, untuk manager ke atas harus bekerja 55 jam seminggu. Untuk menjadi full time pada saat ini sangat sulit, semua dipilih berdasarkan bagus tidaknya mereka, beberapa kali mereka tidak masuk dan datang terlambat dan lain-lain. Full time maksudnya guarantee bahwa mereka akan selalu bekerja 40 jam per minggu dan mendapatkan semua benefit seperti life insurance, health insurance, bonus lebih besar dan lain2. Kalau part time baru bisa mendapatkan benefit selama mereka bekerja 1500 jam per tahun.

Setelah pindah dari cashier menjadi customer service dan mendapat status full time, baru mereka dapat apply untuk ikut test masuk ke management, test nya sekitar 150 soal yang meliputi pertanyaan tentang retail secara general dan knowledge. Untuk knowledge harus pass 75%. Test ini meliputi seluruh store, jadi sebelum test ada formulir yang harus diisi apakah bersedia untuk dipindah-pindah ke area yang lain.

Setelah lulus pun belum tentu bisa langsung jadi assistant manager, semua masuk waiting list, yang terbaik yang dipilih, urusan absen selalu menjadi urutan yang pertama, walaupun hasil test nya bagus tapi kalau sering terlambat dan sering tidak masuk tidak akan dapat promosi. Untuk assistant manager ke atas harus bersedia dipindah2 dari satu store ke store lainnya, biasanya paling lama 2 tahun sudah dipindah lagi, untuk menghindari adanya KKN dan juga agar pikiran bisa re-fresh kembali dengan suasana baru. Semua keputusan promosi atau relocate datang dari District Manager, jadi store manager tidak tahu apa-apa, mereka hanya bisa memberikan rekomendasi.

Masalah gaji bukanlah menjadi rahasia lagi karena bisa di google, berbeda dengan di Jakarta, biasanya dengan posisi sama gajinya beda-beda, ada juga yang baru masuk gajinya lebih besar dari pegawai lama. Untuk front service di state tempat saya tinggal gajinya berkisar antara 8 sampai 10 dollar per jam, kasir antara 8 sampai 12 dollar per jam tergantung lamanya bekerja, customer service 10 sampai 14 dollar per jam, supervisor gajinya sama dengan cust service hanya posisinya lebih tinggi, supervisor merupakan satu2nya jalan untuk bisa menjadi asst manager, asst manager termasuk bonus 43rb dollar per tahun, manager 60rb per tahun, asst store manager 75rb per tahun, store manager 100rb per tahun bisa lebih tergantung besar kecilnya store yang dia pimpin, semakin besar dan ramai tentu bonusnya pun lebih besar. Tentu besaran gaji disini berbeda dengan kota besar lainnya seperti New York, Chicago, LA dll, tapi living cost mereka juga lebih besar sehingga hasil akhirnya sama saja.

Retail bonus diterima setiap 3 bulan sekali, selain itu ada holiday bonus seperti Christmas, New Year, Thanksgiving, Independence Day, vacation dua minggu per tahun dan kalau sudah bekerja lewat 7 tahun naik menjadi 3 minggu per tahun dan lewat 12 tahun ke atas menjadi 4 minggu per tahun.

Setelah menjadi assistant manager training yang harus dilalui banyak sekali, salah satunya adalah academy yang trainingnya diadakan selama seminggu dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore, setiap hari diberikan homework, system pengajarannya adalah secara active dimana semua peserta ikut berpartisipasi dan boleh bertanya sesuka hati, tidak ada yang namanya dumb question, semua pertanyaan bagus dan siapa saja boleh menjawab. Berbeda dengan system pengajaran di sekolah saya dulu, guru adalah raja, kita tidak boleh interupsi, harus membeli buku dari beliau, kalau tidak beli buku nilainya akan dikurangi, guru boleh mencubit bahkan ada teman saya yang ditampar karena bandel. Suasananya sangat berbeda di sini, guru sangat menghormati pendapat setiap peserta. Di sana diajarkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh kita lakukan (di dalamnya termasuk ada pendidikan moral).

Yang saya suka dari karakter di sini adalah semuanya bersikap jujur dan sangat optimist, kalau sedang ada test biasanya mereka bilang “sepertinya saya akan lulus karena saya bisa mengerjakan dengan baik”, dan biasanya kita saling berbagi kira-kira soalnya seperti apa. Berbeda dengan kondisi di Jakarta dulu, mereka semuanya sangat fake, mereka selalu bilang “saya tidak bisa mengerjakan soal ujiannya”, padahal ternyata nilai mereka paling tinggi, dan biasanya mereka sangat pelit dalam membagi pelajaran.

Bukan berarti company saya sangat perfect tetapi secara general mereka memperlakukan karyawan dengan baik, tidak ada yang bossy, kalau salah dibilang salah, tidak ada KKN, justru manager yang biasanya menegur staff-nya terlebih dahulu, selamat pagi atau how are you.

Regional Director dan District Manager selalu datang mengunjungi store secara berkala untuk mengecek kondisi store dan qualitas customer service yang diberikan. Mereka semua sangat humble secara personal, selalu say hello dan memanggil nama, selalu bertanya ke karyawan “do your manager treat you well ?, if not you can call me anytime. Di break room terpampang dengan jelas nomor telpon district manager dan human resources yang dapat kita hubungi kalau kita ada masalah personal yang tidak bisa diselesaikan oleh store manager.

Tempat saya bekerja terdiri dari berbagai macam nationality, Haiti, Africa, India, Bangladesh, Sri Lanka, Vietnam, dll, khusus untuk Indonesia saya tidak pernah mendengar, mungkin ada hanya saja saya tidak tahu. Para immigrant bekerja sangat rajin dan biasanya jarang complaint kecuali kalau diperlakukan tidak adil, khusus untuk India, Bangladesh dan Srilanka, walaupun mereka bekerja rajin tapi sangat suka sekali bergosip dan menunjukkan kekayaan mereka di tanah airnya.

Khusus untuk orang Amerika sendiri, biasanya mereka agak malas dibandingkan dengan immigrant dan suka complaint, karyawan yang suka keluar masuk biasanya orang Amerika sendiri, diterima bekerja dan 3 bulan kemudian berhenti, banyak yang seperti itu, tapi banyak juga yang bertahan lama. Kalau di breakroom banyak sekali yang suka mengeluh, saya suka tersenyum mendengarnya, kadang lucu-lucu, mereka suka mengeluh uangnya habis, gaji tidak cukup dan lain-lain, padahal mobilnya Ford Mustang keluaran terbaru atau mobil mahal lainnya, kenapa tidak pakai mobil yang murah saja agar gajinya cukup.

Sebenarnya walaupun Amerika sedang krisis tapi peluang bekerja cukup banyak asalkan mereka mau bekerja, contohnya di grocery store, masih banyak lowongan di tempat saya bekerja karena karyawan banyak yang keluar masuk, tapi biasanya mereka tidak mau bekerja keras, apalagi kalau disuruh cleaning bathroom, mereka tidak suka dengan pekerjaan seperti itu.

Untuk orang Asia terkenal otaknya yang lebih pintar dibandingkan dengan yang lain, di customer service tempat saya bekerja ada dua orang Vietnam, mereka bekerja sejak umur 16 tahun dan sekarang sudah master degree, dapat pekerjaan di tempat lain dan masih bekerja di store kalau weekend saja. Mereka lebih pintar dibandingkan customer service lainnya. Saya sendiri dulu mulai bekerja dari cashier, 3 bulan kemudian customer service dan langsung full time, dua tahun kemudian menjadi supervisor dan dipindah ke store lain yang hanya 5 menit dari rumah, setelah dua tahun jadi assistant manager dan untungnya dipindah kembali ke store pertama yang hanya 10 menit dari rumah. Sayapun harus bersiap2 untuk dipindah lagi ke store lain, selama jaraknya masih reasonable saya masih oke, tapi kalau sudah 20 mile sekali jalan sepertinya saya akan step down saja.

Apabila ada kesalahan di cash office buat saya mudah sekali mencarinya, mungkin juga karena saya ada basic accounting, tapi buat yang lainnya katanya sulit sekali, menurut kabar katanya otak orang Amerika memang tidak sepintar orang Asia, tapi mereka punya keunggulan lain yaitu pintar sekali berdebat, mungkin sudah terbiasa sejak sekolah.

Untuk cashier, berbeda dengan di Indonesia, di sini kalau kehilangan uang mereka tidak perlu mengganti, hanya diberikan counseling statement dan jika jumlahnya lebih dari seratus dollar di’suspended selama seminggu. Begitu juga dengan customer service, biasanya di awal bulan transaksinya bisa sampai seratus ribu dollar karena ada Western Union dan Money Order, orang2 immigrant seperti Mexico suka sekali mengirim uang ke keluarganya, dan juga di awal bulan banyak orang yang membeli money order untuk bayar sewa apartement. Di sini saya baru tahu ternyata banyak orang Amerika yang tidak punya bank account.

Proses hiring untuk semua department biasanya melewati customer service, mereka hanya memilih calon karyawan kemudian untuk drug test dan proses administrasinya supervisor di customer service yang mengurusnya, atau kalau dia berhalangan berarti itu bagian saya, termasuk urusan payroll, e-verify dan lain-lain. Semua yang bekerja di sini harus legal, kalau immigrant berarti harus punya green card atau work permit.

Butuh kesabaran dan kekuatan luar biasa untuk bisa bertahan di sini, kalau ingin naik posisi paling cepat bisa makan waktu 5 tahun, itupun harus diimbangi dengan kerja keras. Jam kerja yang tidak menentu kadang-kadang membuat saya ingin keluar tapi kebutuhan hidup memaksa saya untuk tetap tinggal di sini. Secara jujur tentu saya ingin mendapatkan pekerjaan dengan jam kerja yang normal tapi situasi tidak memungkinkan, banyak orang yang tidak punya pekerjaan di sini, selain itu tidak ada jaminan bekerja di tempat lain mendapatkan gaji lebih tinggi. Teller di bank pun gajinya tidak berbeda dengan customer service di tempat saya, contohnya Bank of America, walaupun namanya keren tapi gajinya biasa dan benefitnya kurang bagus.

 

52 Comments to "Retail Store"

  1. Summer Girl  23 November, 2013 at 20:55

    Bu matahari, cocok bener komentarnya dg kenyataan hehehe… istri si direktur itu memang suka dateng dg gayanya yg high class, tdk pernah senyum, si sekretatis pun biasanya ikut mengurus keperluan si nyonya. Memang berbeda sekali suasana kerja di indonesia dan di luar negeri, disini rata2 mereka bisa memisahkan antara profesi dan urusan personal.

  2. Matahari  23 November, 2013 at 16:16

    Summer dan Djas…yang lebih parah lagi …bukan hanya boss yang sombong tapi sang istri juga ikut ditakuti…Dulu kalau istri boss saya datang ke kantor …semua pegawai pada takut…seperti melihat kuntilanak lagi sakit mata …Di LN sangat jarang kita mengenal istri boss…melihat wujudnya saja tidak pernah bahkan namanya tidak tau. dan tidak mau dan tidak perlu tau….apalagi sering sering datang ke kantor…never !!! Dinegara kita banyak sekali pegawai yang tau secara detail tentang keluarga boss…siapa istrinya…anak anaknya sekolah dimana…berapa biaya pesta pernikahan anak anak boss…dimana tinggalnya…semua informasi dicari sampai ke lubang semut ….seperti kurang kerjaan…Di LN hal hal seperti ini tidak ada kalaupun ada sangat kecil persentasenya… karena manusianya tidak tertarik dengan hal hal seperti itu…walau pekerja yang suka bergossip di LN juga ada tapi sering justru dihindari karena bisa membuat pekerjaan terbengkalai….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.