Lone Star Bike Rally 2013

Evi Irons – Texas

 

Saya sudah booking off kerja di tempat kerja sebulan sebelumnya, hari demi hari saya tunggu-tunggu sampai pada hari H-1 tapi belum dapat kabar juga, jadi gundah gulana, sebelum saya pulang saya bertemu boss dulu untuk menanyakan apakah saya dapat off, Boss bilang saya dapat, sungguh saya senang sekali sampai saya peluk tuh Boss dengan eratnya.

Pulang-pulang saya bilang ke suami untuk bersiap-siap dan membereskan barang yang akan dibawa, saya resah dibuatnya karena tidak seperti biasanya yang barang-barang sudah siap sedia beberapa hari sebelumnya. Bike Rally kali ini kurang persiapannya.

Kami naik motor Kawasaki yang besar dengan menggandeng trailer berupa tenda yang ada tempat tidur lipatnya. Motor Kawasaki ini adalah hasil barter dengan motor BMW 1150 CC, karena motor BMW ini cocoknya untuk ngetril dan ngepot. Motor Kawasaki ini lebih ringan dan rendah sehingga kaki pengendara bisa menginjak aspal dan mudah dikendarai. Menurut saya motor yang enak dan nyaman adalah motor BMW LT 2000 CC, walau jalan di jalan yang berlubang dan tak rata tetap terasa nyaman dan mantap. Motor tersebut sudah dijual, pada saat motor ini test drive in pada pembelinya, pengendaranya jatuh 2 kali, untung jatuhnya pelan dan dirumput, jadi gak terlalu menyakitkan, saya sendiri melihatnya deg-deg’an, takutnya udah dijatuhkan gak jadi beli, belinya juga pake nawar dan duitnya kurang, tapi kami membolehkan pembelinya membayar sisa kekurangannya dengan cek, yang untuk tanggal sekian hanya bisa kami cairkan.

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Lone Star Bike Rally adalah bike rally penutup di akhir tahun karena udaranya sudah dingin, setelah itu motor harus masuk kandang, sampai ketemu Spring tahun depan. Sekitar 2 tahun yang lalu pada saat krisis dan harga bensin di atas US$3 per gallon, kami bepergian naik motor walau udara dingin karena hemat bensin, hanya naik mobil kalau kita belanja barang yang banyak atau kalau harus membawa barang besar.

Berhubung udaranya dingin sekitar 30°F-45°F, saya pakai kaos singlet, kaos hangat lengan panjang, kaos Bike Rally, Sweater dan terakhir jaket kulit, total 5 rangkap, bawahannya pakai celana panjang hangat dan jeans, sepatu boot. Kami berangkat jam 9 pagi, berhenti cuma isi bensin. Pada saat berhenti ini saya menggigil walau sudah pakai baju rangkap 5. Perjalanan memakan waktu 5-6 jam, kami memilih jalan kampung, yang hanya terlihat lapangan rerumputan yang luas, lahan perkebunan, pepohonan dan hewan ternak, jalanannya hanya terisi satu-dua pengendara, serasa dunia ini milik berdua.

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Lokasi Bike Rallynya di Galveston-Texas, daerah selatan, pantai, kalau kita naik motor sebelahnya laut, asyik ‘kan! Kami harus menyeberangi teluk, naik Ferry gratis dan Ferry sudah menunggu di sana, kami rombongan terakhir, ternyata sudah ada pengendara motor lainnya, di sebelah saya ada seorang wanita dengan Harley Davidson yang ringan dan simple. Jujur saja, walaupun sekecil itu motor Harley tetap saya gak bisa naik karena terlalu berat, saya hanya bisa naik skuter yang enteng. Perempuan di sini tenaganya kuat-kuat seperti pria. Walau begitu gak semua wanita di sini berani naik motor, kalau saya ajak ke Negara sayapun gak mau karena takut naik pesawat.

Pada saat Ferry berjalan, Ferry kami dikejar-kejar burung pelican, sayangnya saya gak punya makanan, ada penumpang lain yang memberikan makanan berupa chips kentang. Gak lama, Ferry kita sampai di dermaga, barisan motor dipersilahkan maju duluan.

Kami mampir makan siang dulu di Mc.Donald’s jam 2 siang, udah telat, lalu lanjut ke tempat menaruh tenda dan motor. Pemiliknya ramah dan ganteng, orang African-American, suaranya mengingatkan saya akan penyanyi Lionel Richie. Tenda kami dekat sekali dengan perempatan jalan, suara motor menderu-deru jelas sekali terdengar, mudah-mudahan saya bisa tidur.

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Setelah kami memasang tendanya, tibalah waktunya santai, saya istirahat tiduran dulu, kalau suami naik motor lagi sambil melihat-lihat keadaan. TIba makan malam kami dinner di restoran buffet yang enak, kali ini saya ambilnya secukupnya, tidak seperti biasanya yang banyak, padahal harganya mahal. Lalu kembali lagi ke tenda kami sambil berbincang-bincang dengan sesama biker, berhubung saya sudah lelah saya masuk tenda, suara motor terus-menerus berderu-deru, banyak sekali sampai pagi, mungkin sekitar jam 4 pagi baru berhenti. Tenda kami tertiup angin, suaranya seperti menghentak-hentak, gak bisa tidur deh!

Sekitar jam 10 pagi kami tour keliling melihat stand-stand pameran motor dan perlengkapan motor lainnya, kami sarapan duduk di meja sambil mendengarkan band gratis, setelah selesai kita naik motor lagi ke arah dekat dermaga, sulit mencari tempat parkiran yang dekat dengan arena bikers berkumpul karena penuh dengan motor. Kami lanjut lagi ke stand-stand lain yang berisi kaos, perhiasan, perlengkapan motor, asuransi dan lainnya. Di salah satu stand di bagian atas ada atrian tanda tangan dan photo bersama artis TV. Ada juga Band gratis, musik dan penyanyinya asyik didengar, kita bisa duduk di meja dan memsan makanan atau minuman dengan pramusaji wanita yang cantik dan berpakaian seksi. Kalau mau cuci mata di sini tempatnya, apalagi yang hobby shopping. Kaki sampai pegal, walaupun begitu tetap saja kami mau memuaskan untuk melihat-lihat yang ada.

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

Malam terakhir tidur di tenda, semoga bisa tidur tapi saya cuma bisa tidur 1 atau 2 jam, suara motornya berisik banget, ada juga 2 sampai 3x suara sirene, kalau dengar begitu saya bersyukur karena saya selamat. Hari Seninnya saya sakit flu karena diterpa dingin dan kurang tidur.

 

About Evi Irons

Seorang wanita pemberani yang merantau ke Negeri Seberang meraih mimpi-mimpi masa kecilnya. Hidup berkeluarga di Tanah Impian - tanah yang banyak dibenci sekaligus dicintai oleh umat manusia di bumi ini. Artikel-artikelnya membuka wawasan pengunjung BALTYRA bahwa di sana layak jadi impian banyak orang.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Lone Star Bike Rally 2013"

  1. Herbalmedika  19 February, 2014 at 01:32

    motornya keren keren deh,sepertinya asyik ya jika biga mengendarai motor sekeren itu
    terimakasih ya informasinya,artikel anda menarik sekali
    salam sukses untuk anda
    Obat Herbal

  2. Lani  23 November, 2013 at 11:36

    EVI : aku jg heran………tp mmg begitulah

  3. Evi Irons  23 November, 2013 at 11:10

    Mantaff!!! Hebat bisa merakit!

  4. Lani  23 November, 2013 at 09:26

    EVI : di Hawaii jg ada perkumpulan HD. Mrk berpartisipasi dlm bbrp kegiatan social. Klu sdh berpawai ria jalanan jd penuh sesak dgn mrk, yg aku benci adl suara motor mrk bising banget! Selain itu mrk jg berpakaian aneh2, termasuk assesorinya. Di Kona ada toko HD yg melayani sgl tetek bengek penggemar HD, termasuk menyewakan HD entah brp harga sewanya. Almarhum suami dl jg penggila HD, pernah merakit HD dgn teman semasa mudanya, sebelum meninggal temannya itu membeli kembali HD yg mrk rakit berdua, kmd oleh temannya semua diprotoli, dirakit lagi jd berbeda 180 drajad spt HD anyar gres! Kmd dijual dan dibeli oleh penggemar HD dr Swiss. Aku hanya bbrp kali saja pernah ikut mbonceng dan berkeliling di neighborhood, gak pernah jauh2, jd hanya makan angin saja. Banyak sejarah dan kenangan dibalik HD milik almarhum suami, ini aku attach fotonya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.