Hakim dan Celananya

Alfred Tuname

 

[Tak kusangka,

Orang yang berbicara denganku, seorang hakim]

thui-kim

Dari mana pak?

Bukan dari sini.

Belanja pak?

Bukan. Lihat-lihat saja.

Cari apa pak?

Celana.

Panjang atau pendek?

Panjang, pendek, sama saja.

Oh ya?

Yang penting senang.

Senang panjang dan pendek?

Bukan soal itu.

Apa?

Baru.

Kenapa?

Baru itu sempit.

Enak sempit?

Iya. Sempit resletingnya bagus.

Yang lama rusak pak?

Bukan. Longgar. Resletingnya karat.

Semua koleksi sudah longgar pak?

Tidak semua. Hanya resletingnya karat.

Ada koleksi favoritnya pak?

Iya. Di rumah.

Trus,  yang ini pak?

Ini baru. resletingnya bagus.

Tak suka pakai yang favorit pak?

Suka. Resletingnya tak berkarat. Hanya longgar.

Oh ya?

Iya, soalnya jarang kupakai.

Trus cari lagi?

Coba nyari sendiri. Biasanya orang yang tawar.

Jarang beli sendiri pak?

Iya. Biar ada varasi.

Maksudnya pak?

Senang panjang, ya panjang. Senang pendek, ya pendek.

 

 

[Pak tua ini senyum-senyum. Matanya tetap melihat-lihat celana.

Tiba-tiba, pria berbaju hitam, tinggi, mendekat]

 

 

Pak, novum dan utusan daerah sudah di mobil.

Celana?

Pendek, baru, sempit dan resleting baru di kursi belakang.

Okay!!!

 

[Pak tua itu bergegas. Ia memegang celananya]

 

 

Mas, aku pakai celana dulu yah.

Oh, monggo pak. Aku ngeretek aja di sini.

 

[Seorang hakim, tak kusangka]

 

 

Djogja, November 2013

 

9 Comments to "Hakim dan Celananya"

  1. elnino  26 November, 2013 at 06:43

    Djas n Dewi, lha hakimnya bilang sendiri kayak gitu, gimana kita rakyat gak bertanya2? Dia bilang, itu benar2 hakim algojo. AS kan masih punya anak kecil, jasanya utk negara kan juga ada. Sial bener nasibnya, gitu dia bilang.

    Demokrasi wani piro mah sudah jadi rahasia umumlah. Cuma sekarang informasi sudah lebih terbuka saja. Terus penjara yg bisa diubah sesuai selera juga tidak mengherankan lagi. Pake AC, TV, bahkan pernah ada yg bawa2 mainan anak kayak kolam mandi bola gitu. karena cucunya yg masih bayi suka datang. Pokoknya uang bicara lah.

  2. Dewi Aichi  25 November, 2013 at 16:43

    Elnino..he he..iya tuh si AS , biar ringan eh dapatnya malah tambah berat. Tapi baguslah..dan masih dimiskinkan lagi.
    Soalnya sempat sakit hati ketika sidak mata najwa ke penjara koruptor, ternyata para koruptor ini bisa memesan kamar dan renovasi kamar penjara, ada gatget di kamar mereka, WC bisa direnovasi, pantassssss…koruptor ngga takut di penjara, ini benar benar mengusik rasa keadilan.

  3. djasMerahputih  25 November, 2013 at 16:15

    5: Apakah ini sebuah gejala bahwa negara kita
    sedang dalam pengaruh paham “Demokrasi Wani Piro” ??

    Entahlah…

  4. James  25 November, 2013 at 11:25

    Celana Hakim atau Hakim Di Celana ???

  5. elnino  25 November, 2013 at 06:40

    Kemarin aku workshop di mana pembicara salah satu Hakim MA. Dia mengomentari soal AS si mantan Putri Indonesia sebagai bernasib apes, karena kasasinya diputus oleh hakim jagal sehingga putusan hukumannya jauh lebih berat dibandingkan keputusan di tingkat lebih rendah. Coba dia ketemu hakim yg lebih lunak, atau hakim yg bisa dibayar, mgkn gak segitu hukumannya. Lho??? Aku jadi bertanya2..

  6. djasMerahputih  25 November, 2013 at 05:15

    Aaaahhh….

    KEADILAN di Negeri Amnesia,
    Ternyata sedang ngumpet di dalam CELANA…!!

    Pantas saja kau tak kutemukan di dalam sidang2 yg mulia itu!

    Tapi sepertinya CELANA itu telah sobek,
    dan… sorry, aku sempat mengintipmu…!

    Salam keadilan,
    //djasMerahputih

  7. djasMerahputih  25 November, 2013 at 05:15

    Aaaahhh….

    KEADILAN di Negeri Amnesia,
    Ternyata sedang ngumpet di dalam CELANA…!!

    Pantas saja kau tak kutemukan di dalam sidang2 yg mula itu!

    Tapi sepertinya CELANA itu telah sobek,
    dan… sorry, aku sempat mengintipmu…!

    Salam keadilan,
    //djasMerahputih

  8. Matahari  25 November, 2013 at 01:38

    satire ?

  9. Dj. 813  24 November, 2013 at 22:41

    1.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.