Jakarta, 23 November 1963

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

KEMATIAN Presiden John Kennedy menyimpan banyak misteri setelah 50 tahun terjadi. Tak banyak bisa diungkap kecuali hal-hal kecil yang mempengaruhi kematiannya.

JFK 1 JFK 2

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

19 Comments to "Jakarta, 23 November 1963"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 15:07

    Kak Anung, sebenarnya Kennedy diberakin kampret waktu di Dallas karena menggunakan mobil terbuka. Namun sayang, kesempatan momen itu dimanfaatkan orang tak bertanggungjawab.

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 15:06

    Kak Alvina, pembunuh Kennedy jelas susah ketahuan bila diberi pilihan (option)

    The KGB

    Khong Guan Biscuit.

    Buktinya tak ada gambar ayah di kemasan biscuit itu…

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 15:04

    Kak JC, lebih menarik pembunuhan RFK, adiknya JFK. Tapi bagi ibu mereka, tidak ada yang enak. Lha dua anaknya mati ditembak mati.

    Kamsiah.

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 15:02

    Halo djasmerahputih,

    Siapa pembunuh Kennedy sama dengan menanyakan siapa pembunuh Munir…Siapa penembak mahasiswa Trisakti…siapa pembunuh jendral-jenderal?

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 15:00

    Lieber Hennie… bagaimana Chiara? Natalan di Shanghai dong?

    4-3

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 14:59

    Yuk, kalau di Jawa bias ditemukan pembunuhannya. Pake dukun aja…. Ngapain susah-susah?

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 14:59

    Phie, saya sdah kebanyakan info tentang JFK Assasination. Hanya ingin mencari yang lain saja, dari sisi Indonesianya.

    Gimana? Masih berkabut?

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 14:57

    Hallo Om Djoko,

    Iya saya Tanya jawab sendiri. Lagi bosen nulis artikel biasa….\
    Terima kasih salamnya. Bagaimana dengan persiapan Natal di rumah?

    Salam untuk Der Paisan Familie.

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  11 December, 2013 at 14:56

    Terima kasih banyak Yu Lani… Gimana kabare? (Saya bukan prof sejarah. Saya anak juragan garam dan minyak kelapa saaaaaaa Purwerejo).

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *