Puerto Rico: Fun, Sun, Rum (2)

Phie – Midstate

 

Dalam perjalanan menuju hotel yang kira-kira 30 menit dari pusat kota San Juan kami dibuat ternganga begitu banyaknya Burger King dan KFC yang saling bersebelahan dan jarak kedua fast food itu hanya beberapa blok saja. Sementara Pizza Hut sama sekali tidak terlihat dan McDonald pun hanya 2 yang kami jumpai dan jaraknya berjauhan. Kami bukan penggemar fast food tapi kalau lagi terpaksa ya apa boleh buat kan?! Enaknya banyak fast food sepanjang jalan jadi gampang kalau mau belok sebentar ke restroom hehehe…

local rum

Local rum

 

pina colada pinggir jalan

Pina colada pinggir jalan

 

Malam pertama di resort pas terang bulan pemandangan indah sekali, kebetulan kamar dekat sekali ke pantai. Kami sempat jalan-jalan sebentar malam itu dan main ombak sebentar. Pagi-pagi sekali sudah absen lagi ke pantai mumpung matahari belum tinggi. Waaaahhhh….indahnya biru laut Karibia sungguh memanjakan mata! Sehabis spa duduk-duduk di balkon memandang laut lepas di antara rimbunnya nyiur melambai, menikmati “me time” sejenak sementara anak dan suami main di pantai.

Sambil meditasi saya berkali-kali bilang “Thanks God for all I have”. Puas bermain di pantai tiba waktunya melanjutkan perjalanan ke kota Ponce, kira-kira 1.5-2 jam jauhnya. Jalanan banyak berlubang dan rumah penduduk ada pohon pisang atau mangga persis di pedesaan Indonesia. Sore hari menikmati kota Ponce melewati katedral dan Parque de Bombas (kantor pemadam kebakaran pertama di Puerto Rico yang sekarang dijadikan museum) dan jalan-jalan di dermaganya kebetulan hari Jumat malam waktunya berdansa-dansi, musik mengalun dari ujung ke ujung dan para latinos tua muda menghentakkan kakinya tiada henti.

ponce (3)

Castillo Serralles

 

ponce (4)

Cruceta del Vigia

 

Downtown:

ponce (5)

ponce (6)

 

ponce (2)

Katedral

Hiburan rakyat murah meriah tiap akhir pekan satu-satunya di Ponce, menurut mas latino yang jual pisang goreng asin iris tipis tabur bawang putih dan keju dan minumnya pina colada. Keesokan pagi kami menuju ke atas bukit tempat Castillo Serralles, bangunan milik juragan tebu dan rum masa tahun 1930an. Letaknya yang tinggi menghadap ke arah kota Ponce di bawahnya. Ada pula bangunan salib besar Cruceta del Vigia di seberang kastil sebagai landmark kota ini.

ponce (1)

Hampir tengah hari di Ponce kami bergegas ke arah pelabuhan Fajardo untuk menyeberang dengan ferry selama 1 jam 15 menit menuju Pulau Vieques. Pulau ini sempat terkenal diprotes keras karena 2/3 wilayahnya digunakan oleh US Navy dari tahun 1941 sampai 2003 sebagai tempat latihan militer dan uji coba peledakan bom/granat dan missile sehingga mengancam ekosistem dan sudah memakan korban jiwa manusia pula. Walaupun sudah bukan firing range/weapons testing ground lagi tetap saja tidak semua orang bisa mengakses karena rumornya masih banyak bom yang bisa meledak sewaktu-waktu. Sehingga hanya 1/3 pulau ini yang bisa dikunjungi.

Rio Mar Beach Resort:

Rio Mar Beach Resort01

Rio Mar Beach Resort02

Pemandangannya elok sekali, hotel kami bergaya bungalow di setiap kamarnya memandang ke laut lepas. Sesuai namanya : Inn in the Blue Horizon. Welcome drink di kamar tersedia 2 botol kecil rum produksi lokal, betul-betul horizon! Penduduk pulau kecil ini saling mengenal satu sama lain jadi mereka tidak akan mempermainkan harga untuk turis. Resepsionis hotel kami adalah keponakan bapak sopir taxi yang menjemput kami dari dermaga, jadi kapan pun kami perlu taxi ada saja waktunya dijemput. Kadangkala si bapak sopir menolak bayaran dengan alasan arah kami bersamaan dengan penumpang lain yang sudah membayar. Tentunya kami diturunkan terakhir supaya yang sudah bayar tidak merasa ada penumpang gratisan hehehe….

Oh ya, taxi di sana model mobil van besar bisa muat 10 orang dewasa kalau penuh, yang bisa diisi beragam tujuan tergantung kesepakatan sopir dan penumpang.  Malam harinya kami ikut wisata ke Bioluminescent Bay, kutipan dari website: “In the waters of Mosquito Bay there are organisms named Pyrodinium bahamense, Dinoflagellates (dinos). These “dinos” are responsible for this amazing natural phenomenon. When the “dinos” come into contact with another organism or shaken they produce a bright burst of blue light. This magical bioluminescent bay has been officially declared the brightest recorded in the world by Guiness Book of World Records 2008”.

IMG_2074

Terminal ferry at Fajardo

 

IMG_2123

Bioluminescent bay

 

IMG_2171

Sunrise at Vieques

 

IMG_2177

Rainbow at sunrise

 

IMG_2210

Fish taco

 

Perjalanan ke arah teluk dengan bus mini 30 menit sungguh tidak nyaman karena jalan buruk sekali tapi terobati ketika speedboat mulai meluncur pelan dan sekitarnya berpendar-pendar biru di tengah pekatnya malam. Di tengah-tengah kami berhenti dan masing-masing turun ke pinggir boat untuk kecipak-kecipuk sehingga air berpendar biru mengikuti arah gerakan tangan atau kaki. Pagi harinya kami bangun awal untuk menimati matahari terbit, cuaca tidak mendung tapi tiba-tiba ada pelangi di sisi barat setelah matahari muncul. Indah sekali pagi itu. Siangnya kami menuju persewaan kayak dan bermain di laut sampai sore, pulang menuju hotel mampir sebentar mengisi perut dengan fish taco yang nikmat tiada duanya.

Rencana 2 hari 1 malam jadi perpanjang 2 malam di pulau kecil nan elok ini. Esok paginya kami menyebrang kembali ke San Juan dan menginap di Old San Juan untuk beberapa hari lagi. Malam hari menyusuri jalanan yang ramai dengan bunyi musik sungguh menghibur hati dan memutuskan kami tidak akan pulang besoknya (hari kamis), sekalian nanti hari minggu saja karena masih banyak yang harus dilihat di San Juan. Makan siang hari berikutnya kami berangkat ke Guavate, ini tempat makan yang terkenal dengan babi panggang ala Puerto Rico-nya. Sudah pasti muncul di Travel Channel dan ke arah pegunungan banyak restaurant serupa. Kami berhenti di restaurant yang besar dan penuh, pastinya lebih lezat daripada restaurant yang kecil.Porsi sepiring yang mengenyangkan dan rasa penasaran menyantap “lechon” pun terobati.

Lechon y arroz con gandules y amarillos  (nasi babi guling)

Lechon y arroz con gandules y amarillos (nasi babi guling)

 

Pulangnya kami menuju taman nasional El Yunque tapi tidak ke arah hiking trail, repot di sini kalau terpeleset atau keseleo tukang pijatnya jauh di Indonesia hehehe… Kami hanya mengitari jalur mobil saja, itupun sudah cukup puas sampai naik ke daerah tinggi yang tertutup kabut padahal masih jam 4-an sore. Kembali ke hotel sudah malam dan beristirahat. Paginya kami naik ferry kecil 15 menit menyeberang ke pabrik rum terkenal di dunia Bacardi dengan lambang kelelawarnya.

El Yunque National Forest:

El Yunque National Forest (1)

El Yunque National Forest (2)

El Yunque National Forest (3)

El Yunque National Forest (4)

El Yunque National Forest (5)

Setiap pengunjung diberi 2 tiket gratis minum rum sesuai pesanan, nikmat sekali siang yang panas itu duduk minum rum gratis bonus 2 mas latino ganteng bartendernya hilir mudik. Kami naik trolley mengitari pabriknya dan di dalam gedung ada tour guide berbeda di tiap lantai menjelaskan proses pembuatan rum. Tidak lupa kami mampir di tokonya dan membeli 3 botol Bacardi yang berbeda juga souvenir.

Bacardi:

bacardi (1)

bacardi (2)

bacardi (3)

bacardi (4)

bacardi (5)

bacardi (6)

bacardi (7)

bacardi (8)

bacardi (9)

bacardi (10)

bacardi (11)

bacardi (12)

bacardi (13)

 

Agak sore kami sampai lagi di pusat kota hanya bisa menelusuri benteng San Felipe del Morro, naik turun sampai tingkat 6 di batu yang agak licin sehabis hujan. Banyak diorama dan informasi tentang penjajahan Spanyol sepanjang 400an tahun di berbagai ruangannya. Di luar benteng terlihat makam indah Santa Maria Magdalena de Pazzis sebagai tempat peristirahatan terakhir orang penting dan terkenal dari Puerto Rico.

Suasana atau pemandangan benteng dan sekitarnya memang sering untuk syuting video klip atau film jadi memang tidak asing lagi dilihat. Keesokan harinya kami menelusuri benteng San Cristobal yang konstruksinya dibuat sedemikian rupa pada masa itu bisa menampung air hujan untuk dijadikan suplai air bersih yang dialirkan untuk kepentingan penduduk sekitar atau gudang penyimpanan logistik di jaman perang. Di beberapa bagian rerumputan terlihat iguana dengan bebasnya berlarian yang jadi pemandangan tersendiri bagi pengunjung.

Malam harinya kami menghabiskan waktu menikmati malam terakhir di Puerto Rico dengan duduk-duduk di atap hotel menikmati udara malam di bawah langit berbintang dengan musik salsa yang berdentam-dentam dari club sebelah hotel. Seminggu yang mengasyikan di Puerto Rico!

 

53 Comments to "Puerto Rico: Fun, Sun, Rum (2)"

  1. Rafieq  3 April, 2014 at 18:15

    Dear Mbak Phie, saya sedang mencari info orang indonesia yang tinggal di Puerto Rico. Mungkin anda punya contact / email nya? Much appreciated your help. Thanks!

  2. phie  3 December, 2013 at 01:19

    Ci Lani: lha ya kuwi nek Lurahe lg mabok pasti nggoceki manuk….hahahahahahahah……

    ——————————————————————————————————————————————-

    Lani Says:
    December 2nd, 2013 at 12:37
    42 Lurahe ngaku glegak-glegek…..glenggang-nglenggem ngombe tuak……..hadoh, jd ingin liat kayak apa klu wis maboooook………apakah pidato? menyanyi? opo malah bukak2-an yo?????? Pie iki Phie?????????

  3. phie  3 December, 2013 at 01:17

    Ibu Moken: iya byk rum produksi lokal mrk, ada Captain Morgan jg tp yg terkenal ya Bacardi ini. saya jg ga minum, punya di rmh buat stok bikin kue hehehe….
    iya gedungnya emang antik2 peninggalan jaman penjajahan spanyol. klo fish taco sama saja kok bumbunya, hanya beef-nya diganti fillet ikan digoreng tepung.

    Terima kasih sudah mampir

    —————————————————————————————————————————————-

    T.Moken Says:
    December 2nd, 2013 at 11:30
    Saya baru tahu Baccardi dari Puerto Rico. Maklum saya dan suami tidak minum alkohol. Minumnya sparkling juice wkwkwkwk. Model gedungnya bagus-bagus seperti gedung antik, Phie. Kalau fish taco apakah sama bumbunya dengan beef taco di kita? Thanks.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.