Sulitnya Jadi Single Mom – Antara Pacar dan Anak

Evita Marcondes

 

Kekhawatiran inilah yang dirasakan Asti (38 tahun) manajer humas sebuah resto dan ibu seorang putra, ketika pertama kali menyandang status ‘baru’ sebagai single mom. “Bayangkan, 60% waktu saya untuk pekerjaan, 30% sebagai ibu yang mengurus kebutuhan anak dan rumah tangga. Sementara, waktu untuk diri sendiri hanya 10% atau bahkan nyaris tidak ada,” keluhnya. Dan yang membuatnya drop, beberapa kali pria yang mengajaknya kencan mundur teratur setelah tahu statusnya itu. “Mereka menganggap saya mau berkencan karena saya desperate, kesepian…” tambahnya.

singlemoms

Padahal yang dicari para single mom adalah paket 2-in-1: suami sekaligus ayah bagi anak-anaknya.Hasil sebuah riset dari Match.com – salahsatu situs matchmaking terkenal di Amerika, menunjukkan 62% dari 2,5 juta pria anggota situs mereka menyatakan ‘tidak keberatan’ untuk berkencan dengan widower tapi bukan single mom. Fakta ini sangat wajar mengingat kehadiran anak bisa membuat pria, terutama yang lajang, menjadi ilfil (hilang feeling).Menurut Susan Newman psikolog dari Rutgers University, New Jersey, AS, salah satu kesalahan yang sering dilakukan para single mom adalah mereka terlalu cepat menyatukan antara urusan asmara dan keluarga. Untuk itu, perlu suatu persiapan dan waktu yang tepat untuk mengenalkan pacar kepada anak. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:

Ketika hubungan sudah serius

Perkenalkan pacar Anda ketika Anda yakin ia adalah orang yang tepat sebagai pasangan dan ayah bagi anak Anda. Hal ini untuk menghindari kemungkinan perpisahan yang akan mengakibatkan luka kedua kalinya bagi anak, seandainya hubungan Anda dan pacar tidak berlanjut.

 

Perkenalkan sebagai teman

Pada pertemuan pertama, perkenalkanlah pacar Anda sebagai teman di depan anak-anak. Ceritakan hal-hal yang umum saja tentang kehidupan kencan Anda. Karena, bila terlalu cepat, anak bisa menunjukkan reaksi marah atau cemburu sehingga nantinya akan berontak.

 

Sampaikan sesuai usia anak

“Bagi anak yang masih kecil, biasanya agak sulit memahami makna kencan,” kata Sheila Ellison, penulis buku ‘Courage to Love Again’. “Mungkin ia akan berpikir pacar Anda akan merebut Anda dari sisi mereka,” jelasnya. Untuk itu, Anda perlu berhati-hati dan mempertimbangkan kematangan berpikir dan usia anak dalam menyampaikan soal pacar Anda.

Meski awalnya sulit, jangan patah semangat. Karena kencan bisa memberi efek penyembuhan yang baik bagi wanita bercerai. Menurut Susan Newman, single mom yang sudah bisa berkencan biasanya lebih bahagia, tenang dan lebih tegar dibandingkan dengan wanita yang belum pernah menikah. So, tunggu apa lagi?

Taken from Conectique.com, dedicated to all single moms out there, so that they won’t make same mistakes like I just did

 

11 Comments to "Sulitnya Jadi Single Mom – Antara Pacar dan Anak"

  1. Linda Cheang  2 December, 2013 at 10:29

    Single moms or married moms, pokonya para ibu itu umumnya hebat dan luar biasa.

    *soalnya ada juga ibu yang nggak umum*

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.