Pentil Penuh Harapan

Fire – Yogyakarta

 

Pada pertengahan bulan Oktober lalu, suhu udara waktu siang di Jogja cukup panas. Konon  sempat mencapai 37 derajat. Berteduh di bawah pohon mangga di halaman terasa nyaman. Memandang ke atas terlihat sejumlah dahan pohon mulai banyak digelayuti pentil. Terbetik harapan bulan depan bisa panen mangga.

P1

Sebagian pentil jatuh ke bawah sebelum sempat membesar. Berserakan di berbagai tempat.

P2

Kami tinggal pentil-pentil berserakan tapi adalah kepunyaanmu, kaulah kini yang tentukan nilai pentil-pentil berserakan. Ada yang peyang, ada yang mlenyek, ada yang mlungker, ada yang mengkeret. Inilah para peserta kontes pentil indah. Silakan dukung pentil favorit panjenengan, kirim REG <SPASI> PENTIL, *syarat dan ketentuan berlaku.

P3

P4

Apakah pentil yang masih menggelantung nampak lebih indah dari yang sudah jatuh? Atau semata karena lebih sulit digapai? Tapi biarpun tetangga kita punya pohon mangga, jangan mudah tergiur dengan pentil tetangga. Tidak selalu pentil tetangga lebih hijau dari pentil kita sendiri.

P5

Bisakah teman-teman menemukan pentil yang tersembunyi di balik lebatnya rimbunan dedaunan? Jangan seperti bunyi pepatah, pentil di pelupuk mata tiada tampak, pentil di seberang lautan tampak. Tapi pentil dalam selimut bisa membuat sulit tidur.

P6

Mencoba mengumpulkan pentil yang berjatuhan, ternyata cukup banyak. Seandainya saja ada yang nerima kulakan pentil, tapi itu rasanya tak mungkin, diibaratkan bagaikan pentil di daun talas. Padahal kalo mau dikumpulkan, berdikit-dikit (pentil) lama-lama menjadi bukit. Dulu waktu kecil main pasar-pasaran, pentil dicemplungkan di gelas dikasih air, pura-pura bikin cocktail pentil, tapi kok nggak ada yang mau beli. Pentil diiris-iris kecil, bikin rujak pentil, tapi nggak ada yang mau ngicipin. Ada lagi, pentil disunduki terus dibakar, katanya membuat sate pentil. Tapi pentilnya mbledhos …. Maka “penjual’ dan “pembeli” pun balang-balangan pentil …

P7

Paling pentil dipake buat main tiga-jadi. Setelah bosan tiga-jadi, lalu “di-upgrade” ke empat-jadi, lima-jadi, enam-jadi. Tapi begitu sampe enam-jadi kok nggak ada yang jadi-jadi ….

P8

Atau dipake buat main sundah-mandah, batu digantikan pentil. Tapi lebih sulit kayaknya, daripada batu, pentil lebih mudah lepas. Batu digoyang tetap nempel, tapi kalo pentil digoyang ngglundung  … Mungkin cocoknya buat bekelan yak …

P9

Sebesar apapun pentil, tentu tak bakal besar pentil daripada mangga. Ini pentilku, mana pentilmu? Right or wrong, it’s my pentil … Hati-hati memegang pentil supaya tidak terkena getahnya. *Maaf di sini gambar pentil (tidak) sengaja dikaburkan …

P10

Minggu berganti, pentil tumbuh makin membesar, biarpun ada di antaranya yang berguguran. Biarlah gugur pentil satu, tumbuh seribu. Melihat gerumbulan pentil menggantung terbetik angan saatnya nanti untuk merasakan kenikmatan … kala panen mangga …. Saat tidur pun bisa memimpikan pentil …

P11

Tapi ada juga yang bisa ribut gara-gara pentil. Saya membaca berita, konon bagi mereka yang parkir sembarangan maka pentilnya akan dicabut. Saya bersyukur, untunglah pohon manggaku tidak ikut terkena razia pentil, bisa batal panen mangga kalo pentilku dicabuti. Bagi yang gemar parkir sembarangan, ingat pepatah, sedia pentil sebelum parkir. Silakan ambil pentil manggaku buat cadangan, siapa tahu cocok. Nasihatku, berhati-hatilah jangan suka parkir pentil sembarangan …

P12

Baiklah kita kembali ke pentil di kebon sendiri, bulan berikutnya, pentil sudah berubah menjadi buah yang ranum. Mangga sama dipikul, pentil sama dijinjing. Terbukti, pentil bukanlah pemberi harapan palsu.

P13

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

39 Comments to "Pentil Penuh Harapan"

  1. Dewi Aichi  4 December, 2013 at 21:26

    Teman-teman semua yang ada di Jogja, besok tanggal 5 December 2013, aku akan ada diskusi buku/bedah buku di Gramedia Ambarukmo Plaza, jam 17:30 – 19:00

    Pembicara: aku sendiri dan Bp. Budi Sardjono (Novelis, cerpenis, penulis buku dan Pemimpin Redaksi Majalah Adiluhung Jogjakarta), Moderator: Lulu Rahadi, penyiar RRI Jogjakarta…

    Datang ya: mas Juwandi Ahmad, Tia Yuliantari KMudjijono, Sekartaji Suminto, Ki Ageng Similikithi, mbakyu Probo Harjanti, mas Effy Widjono Putro, Endah Raharjo, Alfred Tuname, Dewi Murni, Yunisa KD…siapa lagi Jogja ya?

    Dari Solo: pak Handoko Widagdo, mas Joko Prayitno, Kang Anoew Anung Hartadi..

  2. Dewi Aichi  4 December, 2013 at 18:18

    kang Fire………..setelah puas dolanan pentil, silahkan dan siap2 meliput Joseph Chen yang akan bedah buku di Gramedia Jogjakarta…entah Gramed mana, tanggal 5 sore yaaaaaa…..silahkan saja dan tanggal 6 siaran langsung dari Sonora..dengerin yaaaaa..trus ditulis…..ha ha ha…saya woro-woro di sini biar kang Fire diem2 meliput gitu…….(gemes sama orang misterius)…

  3. J C  2 December, 2013 at 05:20

    Mbrakot? Wah, harus ditanyakan ke Kang Saru dulu…bagaimana kah gerangan? Mbrakot atau ngemut atau nyucup…

  4. Dewi Aichi  29 November, 2013 at 18:42

    Kang lurah kae..kemarin saat jadi pembicara kalau ingat pentil apa ora mesam mesem dewe ha ha…

  5. Dewi Aichi  29 November, 2013 at 18:41

    Hihihihi…BU Probo ikut dolanan pentil…lha ini malah emak emak semua yang dolanan pentil ha ha ha…

  6. probo  29 November, 2013 at 16:13

    owalah fire…fire……

  7. Lani  29 November, 2013 at 12:39

    PHIE : kamu katakan mbrakoooooooot……….kuwi mestine gedeeeeeeeee……..pie nek ngrikiti????????

  8. phie  29 November, 2013 at 12:05

    sing mbrakot penthil wis ono rung pak Lurah?

  9. Lani  29 November, 2013 at 11:59

    Gubraaaaaaakkkkkkkkk! Kaget akhirnya Lurah Baltyra melu mbahas per-pentilan………..kkkkkkkk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.