[AMNESIA] Back to Future (3)

djas Merahputih

 

Seri 1 : Tempat yang Tepat

Seri 2: Kunjungan Pertama

 

Sebuah serial, dongeng pengantar bobo siang

 

WARNING…!!!                  

Tidak disarankan untuk membaca atau dibacakan saat berdiri, berjalan atau bersepeda, apalagi ketika sedang menyetir.

 

Dibacakan Lebih Nikmat

Selamat Menikmati…..!

 

PANDANGAN PERTAMA

 

amnesia3 (1)

img01. Perlengkapan Softball

Beberapa hari berikutnya Pangeran Soka Purnama kembali mengumpulkan para pengawal. Sang Pangeran hendak memberikan tugas lain kepada Cakra dan teman-temannya. Setelah kemarin ditugaskan untuk memantau sebuah sekolah kanak-kanak di Gentong Gadang maka hari ini mereka diperintahkan untuk mengamati salah satu tempat latihan olah raga softball remaja di kota ini.

Sang Pangeran memang menyenangi jenis olah raga ini karena sejak kecil telah dikenalkan oleh ibunda beliau melalui latihan dan arahan kedua kakak Sang Pangeran, Ono dan Offo. Ini adalah salah satu olah raga yang mengandalkan konsentrasi tinggi, kecepatan, ketepatan, namun sekaligus juga ketenangan dalam bertindak dan mengambil keputusan. Kerja sama kelompok yang kompak juga sangat dituntut dalam jenis permainan atau olah raga softball ini.

Seperti biasa, Cakra didorong oleh teman-temannya sesama pengawal kerajaan untuk maju mendekat ke arah Sang Pangeran. Dengan sikap hormat perlahan-lahan Cakra menghampiri Pangeran Soka Purnama.

Pangeran:  “Cakra…, kamu dan empat pengawal lainnya hari ini :O: tugaskan masuk ke kota dan menyamar sebagai pendukung fanatik salah satu tim softball yang sedang berlatih…!! Tugas kalian adalah mencari salah seorang pemain andalan mereka. Setelah itu kalian harus mencari tahu keluarga dan lingkungan terdekat pemain andalan tadi. Paham..??”

Pengawal : “Baik Paduka…..”

Pangeran:  “:O: sendiri akan segera ke TK. Pelangi seperti rencana semula dengan menyamar sebagai seorang kakak yang sedang mencarikan sekolah untuk adik bungsunya.”

Ono si malaikat merah dan Offo si iblis putih sudah terlihat sibuk mempersiapkan penyamaran Sang Pangeran dan juga 5 orang pengawal yang akan bertugas menyaksikan latihan di salah satu lapangan softball di tengah kota Gentong Gadang. Beberapa saat kemudian semuanya telah siap. Sang Pangeran nampak sedikit lebih dewasa sesuai dengan perawakan seorang kakak seumuran orang kuliahan yang nantinya akan menemui Kepala Sekolah TK. Pelangi. Lima orang pengawal kini kelihatan lebih muda dari wajah asli mereka dan telah siap berangkat menuju sebuah lapangan softball di tengah kota.

Setelah melakukan ritual kecil dengan bimbingan para Biq Xu, Cakra dan empat orang rekan sesama pengawal berangkat menuju sebuah tempat latihan softball. Tentu saja dengan tetap mengandalkan gajet kecil antik pencari lokasi istimewa mereka. Sedangkan Sang Pangeran mendapatkan doa-doa keselamatan dari para Biq Xu dengan sedikit cipratan air ke atas kepala beliau. Ono dan Offo ikut serta mendampingi Sang Pangeran dengan wujud transparan sehingga tak akan terlihat oleh siapapun dalam perjalanan nanti.

 amnesia3 (2)

img02. Sekolah Kanak-kanak

Singkat cerita tibalah Sang Pangeran di sekolah kanak-kanak TK. Pelangi. Seorang pegawai sekolah menyilakan beliau masuk ke ruang tunggu tempat dimana Cakra pernah bertamu beberapa hari yang lalu. Mata Sang Pangeran tertuju pada sebuah foto wanita muda yang kelihatannya seorang guru di sekolah ini. Foto yang terpampang di dinding dekat pintu masuk tersebut nampaknya baru saja dipasang, sebab saat Cakra berkunjung ke sana foto ini belum terpasang.

Bapak Kepala Sekolah TK. Pelangi baru saja datang setelah menengok kelas-kelas dan mengamati proses pengajaran pada masing-masing kelas. Beliau segera menyampaikan ucapan selamat datang dan menyalami Sang Pangeran. Sang Pangeran memperkenalkan diri sebagai Purba Kencana dan kemudian segera menyampaikan maksud kedatangannya kepada Tirta Saputra, Bapak Kepala Sekolah.

Kepala Sekolah : “Kebetulan tahun ajaran baru sudah dekat dan kami baru saja membuka satu kelas tambahan. Jumlah pendaftar anak didik pada kelas tambahan juga belum banyak, jadi saya rasa adik saudara bisa diterima setelah syarat-syarat administrasi dipenuhi semua. Maaf, kalo boleh tahu adik anda laki-laki atau perempuan?”

Purba Kencana“Ooo.. iya maaf, adik saya perempuan. Anaknya cantik, lucu dan ceria…” Purba mengeluarkan sebuah foto dari sakunya.

Kepala Sekolah : “Anaknya cantik dan kelihatannya cerdas. Pasti akan betah untuk bersekolah di tempat kami.” Kepala Sekolah berusaha meyakinkan Purba dengan bahasanya yang bernada promosi tersebut.

Purba Kencana“Benar kata Bapak, adik saya pasti akan betah di sekolah barunya ini. Ruang tamu ini sangat bagus dan penuh warna”. Purba memuji sambil mengarahkan pandangan ke setiap dinding yang ada lalu berusaha mengalihkan pembicaraan, “Foto di dinding itu sepertinya seorang guru di sekolah ini, ya pak?”

Pembicaraan akhirnya beralih ke topik yang lain tentang guru-guru dan sejarah sekolah tersebut. Pak Tirta menjelaskan bahwa setiap bulan akan dipilih salah seorang guru terbaik pilihan para murid untuk dipajang fotonya di ruang tamu Kepala Sekolah sebagai bentuk penghargaan dan motivasi kepada para guru di sekolah mereka. Sebelumnya guru favorit hanya diberi bingkisan kecil sebagai penyemangat, tanpa foto yang terpampang di sana.

 amnesia3 (3)

img03. Cahaya Aurora

Foto yang ada sekarang adalah foto seorang guru baru bernama lengkap Citra Nur Aurora, tapi sering disapa Bu Citra oleh para anak didiknya. Bu Citra baru empat bulan bertugas di TK. Pelangi, meski demikian tiga bulan terakhir telah berhasil mencuri perhatian para siswa sehingga selama tiga bulan berturut-turut terpilih sebagai Guru Favorit di sekolah tersebut.

Pak Tirta juga menceritakan sejarah singkat sekolah ini dan beberapa penghargaan yang telah mereka capai dalam beberapa ajang lomba maupun prestasi dalam hal pengelolaan sekolah teladan dua tahun terakhir. Sang Pangeran yang sedang menyamar mendengarkan pemaparan Bapak Kepala Sekolah, namun sekali-kali kembali melirik ke arah foto Sang Guru Favorit.

Ono dan Offo saling berpandangan sambil tertawa geli memperhatikan hologram di atas kepala Sang Pangeran yang menggambarkan dengan jelas suasana hati berbunga-bunga dari perasaan terdalam dan tersembunyi dari adik kesayangan mereka ini. Sang Pangeran menyadari keberadaan Ono dan Offo dalam ruang tunggu tersebut namun tidak memperhatikan gerak-gerik mereka berdua yang cekikikan di sudut ruangan.

Ono dan Offo ternyata juga baru menyadari kalau Sang Pangeran Cilik mereka kini telah mulai beranjak dewasa, setelah selama ini mengawal dan mengajari Beliau hanya sebagai anak kecil yang lugu namun bandelnya minta ampun. Mereka berdua menikmati pemandangan lucu yang sangat jarang mereka temui selama ini. Ono dan Offo juga sangat gembira sebab ini pertanda bahwa hari-hari berikutnya pasti akan lebih berwarna lagi. Mereka berdua juga penasaran bagaimana kelakuan adik mereka saat akan berhadapan dengan suasana pertentangan antara pikiran dan perasaan seorang calon penerus tahta kerajaan di Langit Kelima.

Purba dan Pak Tirta terlibat pembicaraan panjang dengan topik yang berbeda-beda. Tanpa terasa 2 jam berlalu dan tiba waktunya bagi Sang Pangeran pamit undur diri. Sementara itu bel istirahat berbunyi pertanda murid-murid akan segera keluar dari kelas masing-masing untuk bermain sejenak dalam area permainan yang telah tersedia di pekarangan sekolah. Ketika berpamitan dengan Kepala Sekolah dan bergegas keluar ruangan tiba-tiba Sang Pangeran terkejut karena hampir saja bertabrakan dengan salah seorang guru yang berniat menemui Bapak Kepala Sekolah.

Belum habis rasa kaget Sang Pangeran, keterkejutan ditambah lagi setelah sadar bahwa wajah yang berada di depan Beliau persis serupa dengan foto di dinding yang kini berada tepat di samping tempat Beliau berdiri. Bapak Kepala sekolah serta Ono dan Offo di sudut ruangan ikut terkejut, terdiam dan melongo. Detik jam serasa berhenti, namun tak lama kemudian Ono dan Offo sudah mulai tersenyum dan cekikikan kembali membayangkan hal berikutnya yang akan terjadi.

 

(Bersambung)

 

Catatan Penulis:

Silakan dinikmati bersama segelas kopi bagi yang belum siap untuk bobo….”

Salam Nusantara, //djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "[AMNESIA] Back to Future (3)"

  1. djasMerahputih  14 December, 2013 at 09:59

    9: ha ha ha… thanks sudah berkunjung lagi di lapak sempit ini..

    Lanjutannya taon depan aje yah… Sang Pangeran pengen balik dulu buat tahun baruan
    di Langit Kelima…
    (si Kolang Kaling juga udah minta waktu mentas lagi.. )

    Salam Kompak dari Tanah Air Tercinta,
    //Dj45

  2. Dewi Aichi  13 December, 2013 at 08:51

    Nah yaaaaa…akhirnya aku bisa menikmati dongengmu hari ini mbah….dan ceritanya sudah menemukan titik terang. namun Aurora itu merk sosis mbah kalau di Brasil, dan sekarang saatnya ajaran baru, ini yang berlaku di Brasil. Dengan demikian, aku akan menanti oret-oretan DJas di waktu yang akan datang.

    Salam hangat dari Brasil.

  3. djasMerahputih  12 December, 2013 at 08:28

    7. Ha ha ha… thanks sudah setia menyimak kisah “aneh” ini Kang Josh…

    Berhubung cerita ini sebenarnya adalah dongeng pengantar bobo,
    Nunggunya nggak usah sambil duduk serius gitu…
    Sambil baringan aja dengan hembusan angin dari kipas atau AC (Angin Cepoi-cepoi) dari jendela..

    Salam Suedjuk.

  4. J C  12 December, 2013 at 05:58

    Nah, yang ini sudah semakin menemukan alur cerita dan bentuknya…asik…

    * duduk menyimak dengan takzim sambil nunggu lanjutannya *

  5. djasMerahputih  10 December, 2013 at 20:51

    Ha ha ha… iya bener, kakak2 Sang Pangeran aja baru ngeh kalo beliau sudah termasuk ABG…

    Oh, bukannya di Amrik mba Henny..??
    Nah itu dia, makanya djas selalu ucapkan salam hangat
    buat kawan-kawan di benua yg sedang musim dingin…

    Thanks sudah mampir,

    Salam Hangat Buanget dari tanah air,
    Take care & Good luck!

    //djasMerahputih

  6. Hennie Triana Oberst  10 December, 2013 at 20:43

    Yah nggak tau juga sih, apa naksir atau nggak.
    Biasanya gitu kalau sudah mulai ABG
    Kakaknya di pojok nggak keliatan, ketutupan lemari tuh hehehe….
    Salam hangat juga (walaupun dingin di sini) dari negeri panda.

  7. djasMerahputih  10 December, 2013 at 20:37

    3: Segitu udah naksir namanya ya mba…?
    djas pikir itu masih dalam tahap kagum aja… (pikiran djas lho ya.. )
    Kalo naksir mungkin sudah ada perasaan pengen “nembak” gitu…

    Nah ini si Pangeran aja belum tahu gimana dan apa namanya perasaan itu,
    kalo kakak2nya sih tau, makanya mereka pada cekikikan di pojok.. (kelihatan nggak? )

    Iya, sabar nunggu lanjutannya ya,,
    thanks sudah tertarik untuk membacanya.

    Salam hangat dari tanah air TERCINTA.

  8. Hennie Triana Oberst  10 December, 2013 at 20:31

    Djas, oh ternyata pangeran naksir salah satu guru di TK Pelangi.
    Hal apakah yang akan terjadi berikutnya??? Ditunggu hari Selasa depan.

  9. djasMerahputih  10 December, 2013 at 15:31

    1: Thanks Bang James.. seperti biasa telah mengetuk pintu lapak ini.. he he he

    Thanks juga redaksi baltyra atas kebesaran hatinya
    menayangkan dongeng aneh ini
    djas percaya masih akan ada para pengunjung
    Yang tersesat di jalan yg benar he he he
    (Sory mba wes, pinjem judul bukunya bentar… )

    Salam kompak,
    //djasMerahputih

  10. James  10 December, 2013 at 12:03

    SATOE, Return To The Future

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.