Menyambut The Jupiters

Osa Kurniawan Ilham

 

Balikpapan, pada tanggal 7 Desember 2013 dipanggang teriknya matahari tropis. Tapi itu tidak menyurutkan nyali kami berempat (saya, isteri dan kedua jagoan kami; Laksmana dan Lentera) untuk berangkat ke Lapangan Udara Sepinggan Balikpapan. Saya bersyukur sedang off-duty ketika Laksmana memberitahu akan ada atraksi aerobatika di Balikpapan. Segera saya coba cari beritanya di internet dan menemukan bahwa Jupiter Aerobatic Team (JAT) akan berkunjung ke Balikpapan tanggal 7-8 Agustus 2013 setelah menyelesaikan misi mereka di Brunei. Demikianlah hari itu kami berangkat dengan perlengkapan “tempur” kami; kacamata hitam, topi tentara Cina (PLA) pemberian Mbak Elnino (terima kasih ya Mbak he..he..) dan yang paling penting, kamera.

Kami masuk kawasan Lapangan Udara Sepinggan melalui jalur belakang yang dijaga oleh prajurit Lanud. Saya ingat teman saya yang punya hobi fotografi pernah “ditangkap” oleh prajurit di sana ketika sedang memotret areal landasan pacu dari sana. Dan memang areal ini paling ideal untuk memotret pesawat-pesawat yang sedang akan mendarat (landing) atau sedang lepas landas (take-off). Tapi suasana sangar tidak kelihatan pada hari itu. Ketika kami masuk pintu gerbang prajurit Provost Lanud menyambut dengan ramah. Dia memberitahu bahwa ada truk yang akan menjemput dan mengantar ke areal pameran statis. Tapi karena jarak gerbang dengan areal pameran statis hanya 300-an meter akhirnya kami memutuskan berjalan kaki saja.

Kedatangan kami disambut oleh 2 pesawat komersial yang sedang antre di landasan pacu untuk segera lepas landas; pesawat Boeing 737-900ER milik Lion Air dan pesawat ATR72 milik Lion Air juga (Wing Air).

the-jupiters (1)

the-jupiters (2)

Lalu tibalah kami di areal pameran statis yang adalah juga kantor Base Operation Lanud Sepinggan. Berderet pesawat parkir di sana, dikerubungi para pengunjung anak-anak, tua, muda, laki-laki, perempuan, bahkan ada gadis payung segala he..he.. yang bertugas memayungi para pilot. Agak aneh juga panitianya ini (dari Kaltim Post), dikiranya ini balap mobil apa sampai harus menyediakan umbrella girls segala. Tentu saja para pilot kelihatannya agak risih dipayungi, wong mereka sehari-harinya juga panas-panasan kok. Saya lihat cuma satu pilot saja yang ke mana-mana masih mau dipayungi pendampingnya he..he..Barangkali sekedar untuk menyenangkan hati yang mau memayunginya.

the-jupiters (3)

Dan inilah deretan pesawat latih tempur KT-1B Woongbee yang menjadi tulang punggung tim aerobatika kebanggaan Indonesia itu. Tiga jam sebelumnya mereka baru saja meninggalkan Brunei setelah menyelesaikan misi aerobatika di sana yang saya dengar dari leader pilotnya dinyatakan sukses (mission acomplished). Dari Brunei mereka mampir sebentar ke Tarakan lalu hinggap di Balikpapan sini.

the-jupiters (4)

the-jupiters (5)

the-jupiters (6)

Delapan pesawat mungil ini ternyata datang bersama “ibu asuhnya”. Siapa lagi kalau bukan pesawat Hercules yang didatangkan dari Lanud Abdurahman Saleh Malang.

the-jupiters (7)

Pesawat Hercules ini bertugas mengangkut para anggota teknisi tim Jupiter lengkap dengan segala perlengkapannya termasuk mobil operasional, air compressor dan tentu saja spare part yang mungkin akan diperlukan dalam misi.

Anak-anak agak takut dan malu untuk mendekati pesawat dan krunya. Saya meyakinkan mereka bahwa para prajurit TNI biasanya ramah dalam acara-acara seperti ini. Akhirnya kami pun mengunjungi Hercules lebih dulu.

the-jupiters (8)

the-jupiters (9)

the-jupiters (10)

Ketika memasuki kabin Hercules, kami disambut para awaknya dengan ramah dan hangat. Salah seorang bapak bahkan langsung merangkul kedua jagoan kami untuk duduk di tempat duduk dalam kabin Hercules lalu meminta saya memotretnya.

the-jupiters (11)

Saya sempat ngobrol dengan awak Hercules cukup lama dan berdiskusi mengenai proses maintenance pesawat ini. Harap maklum, kami sama-sama berprofesi sebagai tukang mesin pesawat walaupun area kerjanya berbeda. Mereka di udara sedangkan mesin pesawat saya hanya beroperasi di darat saja. Jadi obrolan kami cukup nyambung dalam suasana saling menghargai. Saya sangat kaget saat diberitahu bahwa pesawat Hercules yang saya kunjungi beroperasi sejak tahun 1960-an. Jadi kemungkinan besar ini adalah pesawat Hercules angkatan pertama yang didapatkan Bung karno dari hasil pertemanannya dengan John F. Kennedy dulu. Saya benar-benar heran kok masih bisa terbang dengan baik ya walau saya sudah menduga sebelumnya bahwa jawabannya pasti karena maintenance-nya yang baik. Dan jawaban bapak-bapak tersebut sesuai dengan dugaan saya. Walaupun tua, mesinnya rutin dirawat dan diganti dengan mesin baru sesuai dengan petunjuk manualnya. Masalah struktur, ternyata masih tahan terbang selama 53 tahun tuh. Jadi jangan remehkan pesawat tua.

the-jupiters (12)

the-jupiters (13)

Kalau Anda melihat ada prajurit berseragam merah senada dengan pesawat tempur ini, itulah para teknisi tim Jupiter. Para pilot anggota tim Jupiter tidak pernah melupakan jasa para teknisinya ini. Mereka sangat hormat dan respek kepada tim pendukung ini. Bagaimana tidak? Keselamatan mereka di udara serta keberhasilan misi aerobatika mereka sangat ditentukan oleh para teknisi yang bertanggung jawab terhadap kesiapsediaan pesawat Woongbee ini.

Anak-anak mendapatkan kenang-kenangan dari awak Jupiter berupa poster Jupiter. Ini saya jadikan kesempatan untuk melatih keberanian mereka…untuk meminta tanda tangan para pilot tersebut.

the-jupiters (14)

the-jupiters (15)

the-jupiters (16)

Anak-anak juga sempat berpose bersama Kapten (Pnb) Ridho “Mohawk” yang dalam tim Jupiter berperan sebagai J-2 atau Right Wing. Saya mengobrol dengannya, ternyata setiap pilot aerobatika memiliki pesawatnya masing-masing, jadi tidak boleh berganti-ganti pesawat. Hal ini bertujuan supaya mereka benar-benar kenal dengan karakteristik pesawat tersebut sehingga memudahkan setiap misi. Tentu saja hal ini tidak berlaku ketika dalam suasana perang.

the-jupiters (17)

O ya…ada yang menarik di badan sang Woongbee ini. Di sisi sebelah kiri terdapat logo bergambar anak bebek. Kelihatannya ini logo Komando Pendidikan TNI AU Lanud Adisucipto. Saya masih menunggu jawaban dari tim Jupiter apa makna logo yang lucu ini.

the-jupiters (18)

Sementara itu di sisi sebelah kanan terdapat logo yang lain. Tampaknya ini logo Skadron Pendidikan 102 yang bertugas menidik penerbang lanjut dan sekolah bagi instruktur penerbang. Mungkin logo ini bermakna rajawali yang lebih senior membimbing rajawali yang lebih yunior.

the-jupiters (19)

Sebelum pulang saya menyempatkan diri untuk menurunkan ilmu tentang pesawat ke anak-anak, mumpung ada pesawat sungguhannya. Jadi Laksmana sekarang tahu apa itu Bernoulli, mengapa pesawat bisa terbang, mengapa sayap bentuknya seperti itu, mengapa perlu baling-baling, apa itu flaps, aileron, ruder atau elevator. Kalau yang menerangkan Mbak Linda Cheang, pasti penjelasannya lebih bagus he..he..

the-jupiters (20)

Tak terasa sudah dua jam kami berkeliling di pameran statis ini. Puas sudah boleh mengelus-elus pesawat tempur merah putih ini. Dan anak-anak mengatakan sangat terkesan dengan pameran ini. Kami pun pulang dan besok pagi bersiap menyaksikan atraksi udara mereka.

the-jupiters (21)

(Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 9 Desember 2013)

 

23 Comments to "Menyambut The Jupiters"

  1. osa ki  13 December, 2013 at 11:11

    Mas JC
    Yang mbarep memang fotocopy saya. Yang ragil fotocopy bundanya he..he…

  2. osa ki  13 December, 2013 at 11:10

    Pak Handoko dan mbak Linda,
    Herky memang tahan banting walau badannya bongsor gitu. Suaranya juga menggetarkan kalau terbang dalam formasi. Kami pernah dilewati rombongan Herky yg akan menerjunkan pasukan linud waktu operasi latgab di Sangatta. Subuh-subuh tapi suaranya kayak mau perang betulan.

  3. J C  12 December, 2013 at 22:39

    Waaaahhh…kepingin ajak anak-anakku nonton kedirgantaraan seperti ini juga…keren sekali ini, mas Osa…

    Btw, itu si Mbarep fotocopy Panjenengan ya….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.