[Oase Hidup Malaikat Kecil] Oase Rohani

Angela Januarti Kwee

 

November 2011, tanpa sengaja aku berkenalan dengan seorang pastor dalam acara peresmian Rumah Retret Temenggung Tukung di Kelam, Kabupaten Sintang–Kalimantan Barat. Dalam perkenalan tersebut aku mengetahui beliau adalah Direktur Penerbit & Toko Rohani OBOR. Surprise sekali bisa berkenalan dengan orang penting seperti beliau. Pastor sempat berpesan padaku agar berlatih menulis renungan untuk kaum muda.

Sejak perkenalan tersebut, aku mulai menulis renungan di catatan facebook dan menandai beliau serta beberapa orang yang kukenal dekat. Renungan tersebut berjudul OASE HIDUP MALAIKAT KECIL dan memiliki subjudul di setiap tulisan. Tercatat ada 10 renungan yang kutulis. Dalam renungan aku menulis ilustrasi sederhana yang kukaitkan dengan kutipan ayat Alkitab yang kupilih. Mungkin saja beliau melihat potensi pada diriku. Awal tahun 2012, aku mendapat kabar gembira dipercaya OBOR menjadi salah satu penulis buku Oase Rohani – Ziarah Batin Orang Muda.

Aku menulis 31 renungan di bulan Januari 2013. Setiap penulis mendapat waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan renungan tersebut. Sebelumnya aku berpikir bisa menulis 2-3 renungan dalam sehari. Ini adalah pikiran yang sedikit ‘sombong’ karena aku merasa sudah terbiasa menulis renungan. Pikiran ini salah total. Padahal sebelum mulai menulis, pastor berpesan “Kerjakan pelan-pelan saja, ngga perlu tergesa-gesa.” Aku pun tersadar kalau menulis renungan ini bukan hal yang mudah. Aku harus bisa meresapi kalimat demi kalimat pada ayat yang kubaca sesuai kalender liturgi. Merenungkan dan memikirkan ayat yang akan kupilih, selanjutnya mulai menulis ilustrasi sederhana.

Aku masih sangat ingat perjuangan untuk menyelesaikan 31 renungan tersebut. Aku mencoba membagi waktu antara deadline pekerjaan dan deadline menyelesaikan tulisan. Pilihan yang kuambil adalah bangun pukul 4.30 WIB setiap pagi untuk bisa menulis satu renungan perhari. Usaha ini tidak selalu berhasil. Ada hari-hari tertentu dimana aku sangat kelelahan dan memilih bolos menulis. Dalam keraguan – apakah aku bisa menyelesaikan renungan sebelum deadline, kalimat yang diutarakan pastor “Karena saya yakin kamu bisa, kamu pasti bisa …!” menjadi penyemangat. Memang beliau secara langsung membimbingku dan memberikan masukan untuk perbaikan seperlunya.

Oktober 2012, semua perjuangan tersebut membuahkan hasil yang menggembirakan. Buku Oase Rohani 2013 terbit dan dibagikan kepada seluruh peserta Indonesian Youth Day (IYD) 2012 di Sanggau, Kalimantan Barat. Saat acara penutupan IYD aku sempat hadir dan melihat banyak diantara mereka memegang buku tersebut. Haru bercampur bahagia. Aku bersyukur telah menyelesaikan dengan baik renungan yang dipercayakan padaku.

oase-rohani01

Kesempatan menjadi salah satu penulis Oase Rohani masih terus berlanjut. Awal tahun 2013, aku kembali mendapatkan kabar dipercaya menulis renungan untuk tahun 2014. Aku mengambil kesempatan ini dan menjadikan pelajaran tahun lalu sebagai pengalaman berharga. Hal tersebut juga pernah diungkapkan pastor di tahun sebelumnya “Belajar dari evaluasi ini, tentu ke depan kamu akan lebih mudah menuliskan renungan-renungan lainnya. Itu saja harapan saya. Ayo maju terus. Kembangkan bakatmu untuk menjadi penulis renungan bagi sesama orang muda.”

Perjuangan yang kulakukan kurang lebih sama dengan tahun 2012. Hanya saja pastor tidak lagi membimbingku secara langsung. Mungkin beliau sudah yakin aku bisa menyelesaikan semua dengan baik. Setiap akan mulai menulis, aku berdoa dan meminta Tuhan memberikan inspirasi agar semua yang kutulis benar-benar selaras dengan kehendak-Nya. Usaha dan doa yang di haturkan selalu berbuah baik. November 2013 buku Oase Rohani 2014 terbit. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur atas kesempatan yang diberikan redaksi OBOR padaku. Aku percaya Tuhan bekerja melalui mereka.

oase-rohani02

Kini, Oase Rohani 2014 sudah mulai beredar di seluruh Indonesia. Aku pun bersukacita banyak teman-teman yang kukenal membeli buku tersebut. Seperti tajuk yang dipilih Oase Rohani – karena ingin menjadi tempat bagi orang muda untuk menemukan jawaban atas berbagai persoalan hidup sehari-hari dengan inspirasi Sabda Tuhan. Semoga semakin banyak orang muda terbantu karena buku ini.

*

Sintang, 10 Desember 2013

oase-rohani03

-AJ.020187-

Note : Untuk info lebih lanjut mengenai buku Oase Rohani. Silahkan kunjungi: http://www.obormedia.com/content/oase-rohani-2014-jilid-1

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

15 Comments to "[Oase Hidup Malaikat Kecil] Oase Rohani"

  1. Dewi Aichi  13 December, 2013 at 09:32

    Ha ha..tiba tiba aku pengen jadi guru bahasa

  2. Angela Januarti  13 December, 2013 at 09:12

    Kak Dewi : Biar kutebak – yang paling buat speechless pasti surat Mawar untuk David ?
    Suratnya sudah ditulis, tapi belum sempat kirim. Lagi nunggu Santa Claus datang. hehehe

    Btw, tadi pagi aku tiba-tiba rindu diajari sama kakak bahasa Portugis lagi.

  3. Dewi Aichi  13 December, 2013 at 09:03

    Angela, aku juga selalu speechless membaa tulisan-tulisanmu…eh suratmu sudah dikirim belum?

  4. Angela Januarti  13 December, 2013 at 09:01

    Pak JC dan Kak Dewi : Terima kasih. Aku speechless membaca semua komentar ….

  5. Dewi Aichi  13 December, 2013 at 06:13

    Selamat berkarya terus ya Angela….semoga semakin bermanfaat bagi sesama…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.