Bonenkai (忘年会) – Pertemuan Akhir Tahun

Dewi Aichi – Brazil

 

Pernah mendengar kata Bonenkai? Kalau belum, ini adalah pengalamanku mengikuti beberapa bonenkai saat di Jepang. Bonenkai diadakan di malam hari di sebuah resto tipikal Jepang. Namun, sungguh aku tidak bisa menikmati acara ini. Sebab dalam acara ini, mereka pada mabok-mabokan sampai parah. Atasan-atasanku dan juga semua teman-temanku yang hadir rata-rata mabok. Maka hanya kurang dari dua jam, aku sudah pulang. Suami juga demikian, perusahaannya jika mengadakan bonenkai, paling awal pulang. Karena suami tidak minum beralkohol, jadi tidak bisa menikmati pesta bonenkai.

Bonenkai adalah ritual akhir tahun yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan, yaitu pesta yang dihadiri oleh seluruh karyawan. Secara harfiah, istilah bonenkai: bo “lupa” Nen “tahun” , “kai ” pertemuan, artinya melupakan kekecewaan  “lupa kesedihan mereka, penyakit dan masalah dari tahun ini dan mempersiapkan diri untuk tahun baru yang akan datang.”

Pada kesempatan ini, semua pihak, seperti karyawan, pegawai negeri, mahasiswa, para guru maupun kelompok-kelompok yang sering bertemu, akan menghadiri pesta akhir tahun, dengan tujuan melupakan hal-hal yang buruk yang telah dilewati selama setahun, menuju tahun depan dengan semangat yang lebih baik.

bonenkai01

Pertemuan atau pesta biasanya diadakan di sebuah restoran tipikal Jepang atau Izakaya, dimana biasanya para undangan duduk mengelilingi meja yang rendah, dan duduk di bantal yang disebut “zabuton”. Biasanya diawali dengan berdoa atau upacara yang formal, yang dilaksanakan hanya beberapa menit saja, kemudian setelah acara formal itu selesai, mereka melakukan kampai. Para undangan akan segera menikmati minuman beer, wine, sake, koktail dan minuman beralkohol lainnya.

bonenkai02

Sebelum tinggal di Jepang , aku tidak tahu bahwa alkohol punya peran penting dalam pertemuan sosial . Ini seperti pelumas dalam berhubungan  sosial yang membantu memperkuat hubungan, baik di luar hubungan kerja maupun di tempat kerja. Tentu saja, minum bukan suatu keharusan, tetapi kenyataannya adalah bahwa sebagian besar orang Jepang sangat sering melakukan perayaan dengan minuman.

Bisa dikatakan ini adalah keharusan, mengadakan pesta dengan cara “nomihodai” dan “tabehodai” yang maksudnya selamat minum atau makan selama beberapa saat untuk meringankan beban. Makanan yang disajikan sangat khas Jepang seperti sushi , sashimi , makanan laut, dan ada hidangan roti panggang. Para undangan menikmati hidangan sambil bercanda, tertawa-tawa, berbincang  dan biasanya orang Jepang banyak yang sampai mabok.

bonenkai03

Selama pesta, kadang-kadang ada beberapa orang yang berkaraoke, atau tampil untuk menghibur yang hadir. Bila sudah sampai demikian biasanya para undangan yang hadir begitu lepas, bebas tanpa beban, mereka biasanya minum beer berlebihan sampai mabok, bahkan orang yang biasanya pemalupun, bisa dengan lepas menikmati acara bonenkai.

Tentu saja, kalau sudah begitu biasanya ada saja keributan kecil, misalnya yang mabok kadang tanpa sadar melakukan hal-hal yang tidak baik, pelecehan, ngomong sudah tidak teratur karena mabok. Tapi tidak ada yang salah dengan semua itu, pada akhirnya semua dimaklumi.

bonenkai04

Ini adalah salah satu yang berlaku di bonenkai. Semua yang terjadi di bonenkai, ya hanya ada di bonekai. Hari ini adalah hari yang disiapkan untuk bonenkai, untuk menjadi diri sendiri, bukan manusia yang terikat dengan atasan, bawahan, dan hubungan social lainnya. Dan hari berikutnya seperti hari-hari sebelumnya yaitu menjadi manusia dengan segala aturan dan hubungan antar status social(jabatan). Di sinilah hebatnya orang Jepang, selama bonenkai mereka biasanya dipengaruhi oleh minuman alcohol, jadi apa saja yang terjadi selama bnenkai tidak akan dibawa ke dalam kehidupan berikutnya. Selesai.

Kadang-kadang lucu juga, dalam acara bonenkai, orang Jepang yang biasanya serius, kaku, tidak bisa mengendalikan diri lagi, mereka lepas begitu saja, seperti bukan mereka. Dalam keadaan mabok berat, orang Jepang sangat sadar tidak bisa menyetir, mereka akan memanggil taksi untuk mengantarkan pulang. Aneh kan? Dalam keadaan mabok, mereka masih sadar akan ketidakmampuannya menyetir mobil dan memanggil taksi.

bonenkai05

 

Sejarah bonenkai

Tentu ada sejarahnya orang Jepang melaksanakan bonenkai setiap akhir tahun. Asal usul Bonenkai dapat ditelusuri kembali ke (1185-1333) periode saat politik dan ekonomi di Jepang diperintah oleh prajurit (bushi) Kamakura. Mereka bertemu pada akhir tahun untuk melihat waka (sejenis puisi Jepang) dan membicarakan apa yang terjadi tahun itu , sementara itu, sambil membicarakan,  mereka menikmati minuman dan makanan yang disajikan dalam Izakaya.

bonenkai06

Setelah bertahun-tahun berlalu, Jepang berubah menjadi negara yang modern dan pesta akhir tahun melibatkan semua kalangan ekonomi, dan sampai saat ini, perayaan bonenkai setiap akhir tahun diikuti oleh seluruh penduduk Jepang, dan orang asing yang berada di Jepang, dimana bonenkai ini bisa membuang rasa lelah dan ketegangan selama setahun berlalu.

Di bulan Desember, resto-resto dan Izakaya (pup gaya Jepang), merupakan bulan tersibuk karena banyak permintaan untuk melayani pesta bonenkai. Biaya pesta bisa dibiayai oleh pihak perusahaan, atau ada beberapa kelompok yang mengadakan dengan cara patungan biaya. Besarnya biaya juga tergantung dari tempat yang mereka gunakan.

bonenkai07

Sebuah acara serupa adalah Shinenkai, yaitu pesta awal tahun, yang berlangsung selama bulan Januari untuk menyambut tahun baru…

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

54 Comments to "Bonenkai (忘年会) – Pertemuan Akhir Tahun"

  1. anoew  19 December, 2013 at 14:10

    Lho, buka ‘genteng’ itu awalnya. Trus buka ‘eternit’, trus ‘ngepel’. Jadi Yayank Nia…, urut dari atas lanjut ke bawah terus ke dalam. Mau ya, yank?

  2. nia  19 December, 2013 at 13:58

    kalo hukumannya buka celana yg gak mabok mau aku yank

  3. anoew  19 December, 2013 at 13:55

    –> Yayank Nia…, ayok nanti kita minum abis-abisan itu si Martince, yang mabok duluan kena hukuman buka genteng kost-kostan.

    –> Yu Lani, bawa anggur kalau buat konsumsi sendiri harusnya ya nggak papa. Temanku sering bawa untuk sekedar oleh-oleh.

    Weh, anggur opo wae aku suka soalnya bikin anget di badan dan sehat. Apalagi kalau anggur home industri, rasanya mak nyossss (jarene sih).

  4. nia  19 December, 2013 at 12:14

    yu Lani… satu-satunya orang yang saya tau alergi alcohol ya cuma yu Lani. teman-teman saya yang gak suka minum kalau minum dikit ya gak papa makanya saya heran ada yang benar-benar gak bisa minum
    appletini itu apple martini atau kalau yayank Anoew bilang apple martince cocktail dari vodka dan apple cider. jus apple saya gak suka tapi kalau ini oh maiiii…. enak banget yu… apalagi minum pas udara lagi dingin.
    soal mabok… pernah sekali dan kapok.
    kapok mabok ya tidak sama dengan kapok minum hehehe… pokoknya harus sadar diri sampe mana batasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.