Kos di Singapura (2)

Nia

 

Artikel sebelumnya:

Kos di Singapura

 

Halo semua :) Saya ingin berbagi cerita tentang mencari kos di Singapura yang seharusnya saya ceritakan setahun yang lalu tapi saya cek lagi ternyata masih relevan dengan kondisi sekarang.

Seperti yang pernah saya ceritakan saya bisa dapat kos yang dulu karena menggantikan teman saya yang pindah ke negara lain. Saya tidak perlu membayar jasa agen yang tadinya saya kira tugasnya hanya mencarikan tempat saja. Ternyata selain mencarikan tempat (dalam hal ini kamar), agen juga harus menyiapkan kontrak yang mengatur tentang harga, pembayaran, dan hal lain seperti hak dan kewajiban penyewa dan pemilik kamar. Selain itu agen juga harus mengurus pembayaran Stamp Duty dan mengurus ijin ke HDB kalau tempat yang disewakan merupakan HDB flat.

Stamp Duty adalah pajak untuk dokumen yang berhubungan dengan property yang tidak bergerak dan saham. Pajak ini dibayarkan ke pemerintah oleh penyewa. Keterangan tentang Stamp Duty lebih lengkap bisa dilihat di http://www.iras.gov.sg/irashome/page01.aspx?id=724.

Kamar yang disewakan di Singapore umumnya merupakan salah satu kamar di sebuah unit HDB flat, condominium, atau rumah (landed house). HDB flat adalah rumah susun yang dibangun oleh Housing Development Board (pemerintah). Condominium adalah hunian bertingkat (apartment) yang dibangun oleh perusahaan pengembang swasta.  Rumah dalam artikel ini adalah hunian 1 lantai atau bertingkat yang dimiliki perseorangan.

a

(foto a) HDB flat

 

b

(foto b) Condominium

 

c

(foto c) Landed House

 

Harga sewa kamar di HDB flat umumnya lebih murah dari condominium atau rumah. Tulisan saya ini hanya menceritakan proses mencari kos di HDB flat. Proses sewa-menyewa kamar di condominium dan rumah relative sama tapi ada bedanya. Saya tidak akan menjelaskan perbedaannya karena saya belum pernah tinggal di condominium ataupun rumah.

Flashback ke bulan October tahun 2012. Saya ditanya ibu kos tentang registrasi HDB dan Stamp Duty yang saya jawab tidak tahu karena memang saya saat itu tidak tahu kalau penyewa kamar tidak cukup hanya membayar tiap bulan tapi juga memperpanjang ijin dan membayar Stamp Duty. Saya lalu mencari informasi dan siap untuk mengurus segala sesuatunya tapi saya butuh kontrak sewa kamar. Ibu kos bilang tidak bisa menyediakan draft kontrak karena sejak dulu dia hanya tanda tangan kontrak yang sudah dipersiapkan agen. Ibu kos malah ngomel menyalahkan teman saya yang dia anggap tidak bertanggung jawab. Saya membela teman saya karena saya yakin dia juga tidak tahu soal ini karena dulu dia dapat kos pakai jasa agen. Ibu kos akhirnya meminta saya pindah dengan alasan kamar yang saya tempati mau dipakai cucunya. Salah satu anaknya akan merenovasi rumah jadi keluarganya harus menyewa HDB flat tapi hanya bisa dapat flat kecil jadi cucu yang ragil sementara tinggal dengan neneknya.

Begitu ibu kos minta saya pindah saya langsung cari kos lewat internet. Entah berapa SMS dan email yang saya kirimkan menanyakan tentang kamar yang diiklankan tapi kebanyakan dibalas dengan jawaban ‘sudah tidak tersedia’ dan banyak juga yang tidak terbalas. Hanya satu yang membalas dengan berita baik. Saya langsung membuat janji untuk ketemu dengan calon ibu kos baru dan melihat kamarnya.

Keesokan harinya sepulang kerja saya mencari alamat yang dikirimkan lewat SMS (di iklan tidak disebutkan alamat lengkapnya). Lokasi flat yang akan saya lihat tidak jauh dari kantor saya. Mencari blok-nya juga mudah karena saya sudah mempelajari peta dari internet tapi mencari unit flat-nya agak susah. Ternyata unit flat-nya tidak di Lift landing jadi harus naik/ turun tangga. Saya lemas membayangkan naik/ turun tangga dengan barang-barang saya.

Pemilik unit flat yang saya datangi ternyata seorang ibu muda dengan 2 anak. Dari bahasa Inggrisnya saya menduga dia bukan orang Singapore. Saya menjelaskan tentang diri saya, keluarga di Indonesia, pekerjaan, kebiasaan buruk dll lalu saya tanya apakah dia sudah memutuskan untuk menerima saya tinggal di rumahnya. Dia menjawab ‘kalau kamu OK kami juga OK’. Setelah ada kejelasan saya tanya dari mana asalnya. Dia menjelaskan kalau dia dari China dan suaminya dari Malaysia dan mereka di sini sebagai Permanent Resident (PR). Saya dengan hati-hati menanyakan tentang status unit flat-nya. Ini penting karena hanya pemilik sah yang bisa menyewakan kamarnya. Saya ditunjukkan bukti pembayaran pajak dan surat-surat dari HDB yang membuktikan bahwa dia dan suaminya adalah pemilik sah unit tersebut. Peraturan mengenai sewa menyewa kamar HDB flat bisa dilihat di sini http://www.hdb.gov.sg/fi10/fi10323p.nsf/w/RentOpenMktRentOutRoom.

Sebelum tanda tangan kontrak saya menanyakan tentang cat di pintu depan. Dia menjawab ‘Aku sudah menduga kamu pasti tanya soal itu’. Dia lalu menjelaskan bahwa tetangga sebelah tidak bisa membayar hutang ke rentenir jadi flat di sebelah, atas dan bawah tetangga tersebut disiram cat. Hal seperti ini memang sering terjadi untuk meneror si penghutang. Ini merupakan tindak criminal dan pelakunya bisa ditahan. Saya harus menanyakan soal ini karena kalau saya tinggal di rumah pemilik yang punya masalah dengan rentenir bisa-bisa saya kena masalah juga karena dianggap bagian dari keluarga mereka.

d

(foto d) source http://eyesarewatching.blogspot.sg/

 

Setelah semuanya jelas, saya mantap untuk tinggal di kamar itu dan pemilik juga yakin untuk menerima saya maka kami mendiskusikan tentang poin-poin yang tertulis di kontrak. Kebetulan sekali ibu kos saya itu dulunya agen property jadi dia tahu dan bisa mengurus perijinan dan Stamp Duty dan yang jelas saya tidak perlu bayar agen :)

Beberapa hal yang disebutkan di kontrak adalah harga sewa (sudah termasuk listrik, air, internet atau tidak), deposit, tanggal pembayaran tiap bulan, boleh memasak atau tidak, berapa kali seminggu boleh memakai mesin cuci dll. Saya juga ditunjukkan ruang di dalam lemari es untuk saya, ruang di lemari dapur untuk menyimpan alat makan/ masak saya (yang tidak saya pakai karena tidak punya). Saya ditanya apakah sering lembur karena pintu depan berderit ketika dibuka/ ditutup jadi dia berharap saya sudah di rumah dan tidak perlu buka/ tutup pintu depan setelah jam 10 malam. Karena alasan pintu juga saya ditanya apakah tidak keberatan kalau tidur terganggu dengan suara pintu karena suaminya yang seorang dokter harus berangkat kerja sekitar jam 6 pagi. Setelah tanya jawab panjang lebar akhirnya kami menandatangani kontrak. Saya pulang ke kos dengan tenang karena sudah dapat tempat kos baru.

Di perjalanan pulang saya kirim SMS ke ibu kos baru menjelaskan kalau kamar saya akan selalu berantakan tapi saya janji tidak akan pernah mengotori ruangan lain selain kamar saya. Ibu kos baru membalas OK. Di kos lama saya sering diceramahi ibu kos karena kamar saya yang berantakan :(

Dua minggu kemudian saya pindah ke kos baru. Saya bersyukur mendapatkan kos yang jauh lebih baik dari kos sebelumnya. Kos baru saya selain dekat kantor juga dekat dengan kolam renang jadi kadang ketika sedang chatting dengan teman saya pamit mau berenang dan 1 jam kemudian sudah online lagi, teman-teman ada yang mengira saya kos di condominium hehehe… mana mau saya bayar lebih mahal hanya untuk kos. Harga sewa di condominium lebih mahal karena kolam renang, gym privat dan fasilitas lain. Selain itu desain bangunannya juga lebih bagus.

Kalau ada yang mau cari kos di Singapura tanpa agen, berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan:

1. Mencari tempat melalui iklan di surat kabar misalnya The Strait Times edisi hari Sabtu dan Minggu, website property seperti http://www.easyroommate.com.sg/, http://www.rentinsingapore.com/tags/room%20for%20rent, http://singapore.locanto.sg/Flatshares-Rooms-for-Rent/302/

2. Hubungi pemasang iklan tanyakan apakah dia agen atau pemilik property dan status kamar yang diiklankan.

3. Cek lokasi apakah dekat dengan MRT Station, dekat dengan sekolah atau kantor dll.

4. Cek harga rata-rata sewa kamar di lokasi tersebut.

5. Buatlah janji untuk melihat lokasi dan kondisi kamar. Jangan sekali-kali deal atau membayar biaya apapun tanpa melihat langsung kamarnya.

6. Kalau cocok dengan kamarnya tanyakan ke pemilik tentang aturan-aturan yang berlaku.

7. Minta bukti kepemilikan property.

8. Tanda tangan kontrak dan simpan copy-nya

9. Lakukan pembayaran deposit dan sewa bulan pertama melalui bank jika pemilik tidak bisa menyediakan kwitansi.

10. Registrasi dan pembayaran Stamp Duty (dilakukan oleh pemilik atau penyewa).

11. Pindah sesuai tanggal dan waktu yang sudah disepakati.

 

Saya menyebutkan jangan pernah membayar biaya apapun sebelum melihat langsung kamarnya karena banyak penipuan terutama dari pemasang iklan di internet. Dulu… sebelum diminta pindah oleh ibu kos lama saya beberapa kali berniat untuk pindah kos ke lokasi yang lebih dekat kantor. Saya mengirim email ke salah satu pengiklan di internet (saya lupa dari website mana). Saya hanya menanyakan apakah kamar yang diiklankan masih tersedia atau tidak. Email saya dibalas dengan penjelasan panjang lebar tentang si pemilik dan kamarnya. Saya curiga dia bukan orang Singapura karena bahasa Inggrisnya terlalu ‘tinggi’. Saya lalu email lagi minta bertemu dan melihat kamarnya. Dia membalas dengan mengirim foto-foto dan menjelaskan bahwa dia sedang di Cyprus untuk urusan bisnis dan kembali ke Singapore 3 bulan lagi. Dia bilang kalau saya OK tinggal bayar uang sewa sebulan dan dia akan kirimkan kunci rumah dan kamar.

Saya yang tidak tahu apa-apa tentang per-kos-an di Singapura hampir saja tertipu. Saya lihat foto-foto yang dia email dan dari situ saya makin curiga kalau ini penipuan karena too good to be true. Kamar dan bagian-bagian rumah yang tampak di foto-foto itu bukan HDB flat tapi condominium dan harga yang dia minta terlalu murah untuk kamar di sebuah condominium. Untuk memastikan saya cari alamat yang dia berikan dan tentu saja TIDAK KETEMU karena memang tidak pernah ada.

Tidak hanya 1 penipu yang mengirimkan email untuk menawarkan kamar tipu-tipunya ke saya. Saya langsung yakin kalau itu semua penipuan karena foto-foto yang mereka kirimkan adalah foto-foto flat di negara 4 musim. Mana ada tempat tinggal di Singapore yang pakai penghangat ruangan?! Kebetulan saya paham tentang tipologi bangunan jadi bisa tahu mana yang foto tipu-tipu. Untuk teman-teman yang tidak paham kuncinya satu: jangan membayar apapun sebelum melihat tempatnya :)

 

Salam anak kos :)

 

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

47 Comments to "Kos di Singapura (2)"

  1. anoew  19 December, 2013 at 14:16

    Yayank, iyoooo aku percoyo wis..

  2. nia  19 December, 2013 at 14:00

    yayank… aku tu berantakan tok gak pake jorse. bener deh…

  3. anoew  19 December, 2013 at 13:45

    Yayank Nia, jadi bujangan kan nggak harus jorse. Ayo yang rapi ah, yang berantakan diberesin, kan malu kalau diliat temen.

    Iya jarang nongol tapi bukan lagi parade di Kona. Weeh, emang mau parade opo… Mendingan ke Sex Museum aja yuk?!

  4. nia  18 December, 2013 at 14:43

    yayank Anoew… maklum kan bujangan

    yayank kok lama gak nongol? sibuk parade di Kona ya?

  5. anoew  18 December, 2013 at 13:02

    kamar saya akan selalu berantakan tapi saya janji tidak akan pernah mengotori ruangan lain selain kamar saya

    ternyata ya, yayank Nia jorse ih….

  6. Lani  17 December, 2013 at 13:07

    41yu Lani dan Pampam… herannya buanyak yang bolak-balik kesini dalam rangka liburan… padahal yang dilihat ya itu lagi itu lagi hehehe… eh tapi kalo waktu-waktu natal saya juga gak bosen-bosen ke Orchard
    +++++++++++++++++++++

    Nah, itu aku sing ora mudenk! Krn buatku s’pore tdk ada yg dilihat……ming sak uplik! Mungkin buat org lain surga berbelanja, nah utk yg satu itu aku tdk tertarik!
    Ini yg dinamakan x-mas in tropic! Spt di Hawaii……..yg baru saja x-mas parade berlalu
    Nanti aku kirimi foto2nya

  7. nia  17 December, 2013 at 12:47

    yu Lani dan Pampam… herannya buanyak yang bolak-balik kesini dalam rangka liburan… padahal yang dilihat ya itu lagi itu lagi hehehe… eh tapi kalo waktu-waktu natal saya juga gak bosen-bosen ke Orchard

    JC… saya pernah punya klien yang anak-anaknya sekolah di salah satu sekolah elite disini. dia heran saya tinggal di HDB itupun cuma sewa kamar. soalnya dia bilang ‘semua teman-teman anakku yang dari Indonesia punya rumah (landed house) disini’. saya percaya banget. pernah ada teman bilang kalau orang Indonesia diusir dari Singapore bakalan sepi pemukiman landed house

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.