Lupakan Sembahyang atau Doa Jika Hanya untuk Dapatkan Materi Dunia

Marhento Wintolo

 

Banyak laku sembahyang dan ritual wirid atau dzikir dilakukan, tetapi banyak orang masih bingung, apakah sembahyangnya diterima atau tidak oleh Tuhan? Hal ini dengan mudah bisa dirasakan oleh setiap orang. Saat hati bahagia dan ceria serta bisa bersyukur terhadap segala sesuatu yang sudah dimiliki saat ini, doamu terkabulkan sudah…

Sebelum kita membicarakan tentang hal tersebut di atas, kita mesti memahami terlebih dahulu apa tujuan manusia berada di bumi. Apakah untuk meraih kenyamanan dunia atau menggapai sesuatu hal yang tidak lagi bersifat materi atau duniawi.

materi dunia

Jika orientasi kita masih untuk menggapai kenyamanan dunia, lupakan sembahyang dan dzikir atau doa. Yang diperlukan bukan doa atau sembahyang. Yang diperlukan untuk menggapai materi sebanyak mungkin adalah ilmu pengetahuan. Mengapa??? Karena harta dunia bisa diperoleh hanya dengan menggali ilmu pengetahuan. Keberadaan kita di dunia bukan untuk mencari harta benda serta kenikmatan dunia.

Keberadaan kita di dunia untuk membebaskan diri dari belenggu alam materi. Hidup dalam kesadaran bahwa tujuan kita berada di bumi untuk membebaskan jiwa kita dan menuju kebersatuan dengan Sang Jiwa Agung. Kepada Nya lah kita bersumber. Oleh karena itu, sembahyang serta doa semestinya ditujukan untuk membebaskan jiwa dari jebakan pikiran.

Jika doa kita semata untuk mencari harta, akhirnya pikiran kita hanya terisi bagaimana mencari harta sebanyak mungkin. Akibatnya sangat fatal. Pikiran kita akan semakin melekat pada dunia. Pikiran bersifat materi. Tergantung apa yang dipikirkan. Semabahyang  dan doa yang dilakukan hanya sia-sia.

Jika yang dipikirkan hanya materi, maka pikiran kita juga berkecenderungan bersifat ke arah materi. Pikiran yang bersifat materi tidak lagi selaras dengan elemen alam. Apabila pikiran kita tidak bisa berpola pikir selaras dengan elemen alam, saat kematian tiba, materi pembentuk pikiran tidak bisa terurai. Akibatnya?

Bisa diduga dan diramalkan bahwa jiwa kita akan tetap terpenjara dalam alam pikiran. Tidak akan bisa bebas dan menyatu dengan Sang Sumber Agung. Jika jiwa masih terperangkap dalam pikiran, tak pelak lagi bahwa nantinya sang pikiran mesti mencari badan baru untuk memperbaiki kesalahan saat kehidupan terdahulu.

Suatu proses alam yang sangat wajar dan logis…

Dari alam bumi ke alam bumi…..

 

Note Redaksi:

Marhento Wintolo, selamat datang dan selamat bergabung di rumah kita bersama Baltyra. Semoga betah dan kerasan ya…ditunggu artikel-artikel lainnya. Terima kasih Dewi Aichi yang sudah mengajak Marhento Wintolo bergabung…

 

10 Comments to "Lupakan Sembahyang atau Doa Jika Hanya untuk Dapatkan Materi Dunia"

  1. daveena  18 December, 2013 at 16:29

    Yang parah tuh tersangka korupsi di Riau….datang malah disambut shalawat badar

  2. anoew  18 December, 2013 at 13:09

    aaah ya benar…. buat apa berdoa atau sembahyang jika kelakuan dan sifat kita tak mencerminkan ketuhanan.

  3. Matahari  16 December, 2013 at 22:24

    Saya sering berdoa untuk bersyukur…….: “I onced cried …..because I had no shoes to play football with my friends…..but one day……….. I saw a man who had no feet…………..and………….. I realized how rich I am ( Zinedine Zidane)…”

  4. J C  16 December, 2013 at 22:18

    Yang paling “parah” adalah doa para koruptor: “mohon dukungan doanya, kami juga berdoa terus supaya segera keluar dari cobaan ini” gubbrrraaakkk…

  5. Handoko Widagdo  16 December, 2013 at 21:29

    Selamat datang MW. Setidaknya sembahyang bisa mencegah dipecat sebagai tenaga honorer di Rokan Hulu.

  6. probo  16 December, 2013 at 20:56

    selamat datang pak marhento….

  7. djasMerahputih  16 December, 2013 at 16:16

    Selamat datang,
    tulisan yg menarik.

    Tapi menurut djas, ngga ada salahnya doa untuk mendapatkan materi dunia.
    Doa adalah bentuk pengakuan dan kebutuhan kita kepada Sang Kuasa.
    Tuhan tidak pernah membatasi permintaan hamba-hambanya, dan Tuhan Maha Memberi.

    Yang harus selalu diingat adalah untuk selalu menunjukkan rasa syukur atas segala nikmat-Nya.

    Salam Suedjuk,
    //djasMerahputih

  8. Lani  16 December, 2013 at 12:59

    James hehehe……..bukannya kita suka balapan????? Kali ini aku yg jd no satu………..lain kali dirimu………jd adil to?

  9. James  16 December, 2013 at 11:12

    eh ada Ci Lani euy disini duluan toh ??

  10. Lani  16 December, 2013 at 08:45

    Salam kenal………selamat datang di Baltyra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.