Yesus, Sinterklaas dan Santa Klaus

Handoko Widagdo – Solo

 

Meski ketiganya berjenggot, namun ketiganya memiliki perbedaan. Yesus berambut gondrong dan tidak mengenakan tutup kepala. Sementara itu Sinterklaas dan Santa Klaus sama-sama bertopi, meski topinya pun berbeda. Sinterklaas mengenakan topi uskup sedangkan Santa Klaus mengenakan topi salju merah berkuncir. Yesus dan Sinterklaas digambarkan berwajah berwibawa dan bertubuh langsing atletis, sementara santa klaus digambarkan sebagai lelaki berwajah tembem ceria penuh senyum dan penampakan badannyapun tambun dengan perut yang jauh dari six-pack.

santaclaus-sinterklaas

Natal di Indonesia selalu berasosiasi dengan ketiga tokoh tersebut. Tentu saja demikian. Bukankah Hari Natal adalah hari peringatan lahirnya Yesus Kristus di kota Bethlehem? Sedangkan tradisi mengenang Sinterklaas dibawa oleh Belanda ke Indonesia bersama dengan Agama Kristen. Pada awalnya perayaan Sinterklaas dilakukan pada tanggal 5 Desember, bertepatan dengan kunjungan St Nicholas ke Belanda. Sedangkan Santa Klaus baru hadir sejak Indonesia mengkiblat ke Amerika. Santa Klaus adalah budaya Amerika. Konon Santa Klaus adalah adaptasi dari budaya Sinterklaas Belanda. Karena Sinterklaas kedinginan di Amerika, maka digantikannya kostumnya menjadi kostum salju. Entah mengapa bentuk tubuhnya berubah menjadi tambun. Mungkin karena orang Amerika, dimana tradisi santa berkembang adalah negara makmur yang identik dengan lelaki tambun.

Yesus dikenal dan diamini oleh umat Kristiani sebagai Juruselamat sang penebus dosa. Artinya peringatan Natal yang diasosiasikan kepada kelahiran Yesus adalah perayaan penuh khidmad. Sebuah perayaan syukur yang membuat para umat merenungkan karya keselamatan yang telah dianugerahkan Allah melalui Yesus Kristus. Perayaannya mesti sederhana dan syahdu, sehingga tepat juga lagu Malam Kudus yang ditembangkan. Sedangkan perayaan natal yang diperuntukkan bagi Sinterklaas mesti meriah karena Sinterklaas diasosiasikan dengan pembawa hadiah untuk anak-anak. Sinterklaas suka memberikan hadiah kepada anak manis, sedangkan Piet Hitam suka menghukum anak yang nakal. Perayaan natal bagi Sinterklaas bermakna bagi anak-anak. Lagu-lagu gembira semacam We Wish You A Merry Christmas dinyanyikan untuk menunggu sang pembawa harapan (hadiah).

sinterklaas-santaclaus

Natal yang diasosiasikan dengan Santa Klaus adalah perayaan akhir tahun untuk merayakan kesejahteraaan. Topi merah berkuncir  bertebaran di mal-mal, di gerai-gerai. Kesejahteraan dilambangkan dengan hura-hura dan belanja. Lagu-lagu hingar-bingar dilantunkan. Hoo…hooo…hoooooo…. diskon besar-besaran. Diskon besar-besaran bukan hanya terjadi untuk barang-barang konsumsi, tetapi juga berlaku untuk peringatan syahdu nan khidmad yang penuh makna penebusan dan harapan.

Jadi Natal mana yang anda rayakan?

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

73 Comments to "Yesus, Sinterklaas dan Santa Klaus"

  1. Dj.813  1 January, 2014 at 23:05

    Eeeeee….ada ibu Matahari, apa kabar….?
    Benar, biasanya dapat Rehab hanya 3 minggu, kali ini dapat 5 minggu dan bahkan masih diperpanjang
    2 minggu lagi, jadi 7 minggu.
    Puji TUHAN, setelah Ntal, Susi boleh ikut, hanya hari ini dia sudah harus pulang ke Mainz.
    Karena besok dia suduah harus ngarit lagi.
    Tapi tidak masalah, hanya 1 minggu lagi, kalau tidak diperpanjang lagi… Hahahahahahahaha…..!
    Salam manis dari Bad Salzig….
    O…ya, selamat Tahun Baru 2014, semoga sehat dan bahagia selalu.

  2. Matahari  1 January, 2014 at 18:57

    Eh ada pak Djoko…dan ternyata masih di reha…saya kira sudah kembali ke Mainz….Happy N year

  3. Handoko Widagdo  1 January, 2014 at 16:48

    Maturnuwun Kangmas Djoko. Sugeng warsa inggal. Mugi sedaya karahayon, kasantosan saha mulya basuki tansah hanyarengi panjenengan sak kluwarga.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.