Krisis Identitas dan Ancaman dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

JC – Global Citizen

 

Saat ini sepertinya NKRI sedang mengalami transisi dan krisis identitas di tengah derasnya perkembangan demokrasi yang semakin matang namun sekaligus menjadi bumerang. Sama halnya dengan negara-negara lain yang menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia – salah satunya adalah hak untuk menyampaikan pendapat dan beribadah, Indonesia saat ini sedang gamang identitas mencari bentuk demokrasi yang paling pas.

Di tengah proses pematangan demokrasi ini, dalam saat yang bersamaan ternyata berkembang pesat sekali intoleransi yang semakin menjurus ke konflik horizontal di tengah masyarakat. Ancaman yang semakin nyata dapat dibagi menjadi tiga kategori besar, yaitu:

  1. Ancaman kelompok pemuja dan penyembah selangkangan
  2. Ancaman kelompok intoleransi yang didukung penuh oleh pemerintah
  3. Ancaman kelompok radikal dan keblinger

 

Ancaman kelompok pemuja dan penyembah selangkangan

Sudah pernah dibahas lengkap di: http://baltyra.com/2013/05/01/arabisasi-atau-gamang-budaya/ dan http://baltyra.com/2013/09/19/lagi-lagi-logika-dangkal-perspektif-selangkangan/ lengkap, jelas, tuntas beserta dengan fakta, data dan pemaparannya.

Ciri khas kelompok ini adalah semua diukur, dibahas, ditelaah dari perspektif selangkangan, selangkanganability. Bisa dijabarkan selangkanganability adalah kemampuan selangkangan seseorang atau sekelompok golongan bereaksi selangkangannya terhadap input ke dalam otaknya, terutama input visual. Reaksi selangkangan kaum pemuja dan penyembah selangkangan ini pada umumnya kaum prianya (entah bagaimana kaum wanitanya), apakah menyebabkan rangsangan hebat dalam otaknya sehingga menyebabkan selangkangannya berdenyut-denyut, empot-empotan tak terkendali, terjadi penjendolan, yang kemudian jika otak, nurani, logika dan intelegensinya tidak sanggup menanganinya, akan terjadi pemerkosaan, pembenaran terhadap poligami, maraknya peliharaan pustun-pustun sampai ke tahap keluarnya fatwa-fatwa selangkangan-based-logic seperti dalam artikel di atas: http://baltyra.com/2013/05/01/arabisasi-atau-gamang-budaya/. Belakangan jelas kasus Lady Gaga dan menolak Miss World 2013.

 

Ancaman kelompok intoleransi yang didukung penuh oleh pemerintah

Ada seorang anggota dalam Group Baltyra di Facebook yang seperti nya terobsesi terhadap segala hal tentang agamanya. Beberapa di antaranya postingnya:

http://helmysyamza.wordpress.com/2013/09/30/syiah-specifics-kesesatan-aqidahnya/. Pada tanggal 09 Oktober 2013 ada lagi posting: http://helmysyamza.wordpress.com/2013/10/08/capres-2014-move-politik-jokowi-ahok/ dan http://helmysyamza.wordpress.com/2013/10/08/capres-2014-agenda-kristianisasi-indonesia-2020/.

(sengaja tidak diaktifkan link-link di atas karena hanya sekedar contoh saja, tidak ada gunanya di’klik karena terlalu dangkal).

Sekali lagi, saya bukan Islam dan tidak akan berdebat dan membahas kadar keislaman, sesat tidaknya Syiah dsb. Yang saya tekankan adalah kenapa begitu mudahnya menghakimi SESAT untuk kelompok yang berbeda dengan kelompoknya. Sesat, kafir, tidak mengerti akidah, anti-Islam, dan cap sejenisnya dengan gampang dilontarkan. Pemahaman saya, intolerance jelas-jelas berbeda dengan disagreement. I disagree tidak berarti saya tidak suka anda, atau anda sesat, anda harus pergi, anda kafir, anda harus dibasmi. I disagree – TITIK – FULL STOP. Seringkali dalam keseharian kita we agree to disagree – kita sepakat untuk tidak sepakat. Bukan terus ada koma dan berhamburan segala penghakiman: anda sesat, anda masuk neraka, anda harus dibasmi, anda harus dicopot dari jabatan, anda kafir, anda tidak mengerti akidah, anda anti-Islam, dsb.

Sepertinya yang mem’posting artikel-artikel sejenis di atas (dan masih banyak lagi yang species sejenisnya) sangat terobsesi keagamaannya, dan mungkin cita-cita besarnya adalah kekhalifahan Asia (mengenang masa-masa 700 tahun lebih yang lalu) dan mengganti Indonesia menjadi Indonestan!

Dan ini termasuk di dalamnya adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang jelas-jelas mengangkat isu seorang lurah di Lenteng Agung yang beragama minoritas diganti saja.

ahok-susan-gamawan

Setelah “dilabrak” Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, barulah Gamawan Fauzi berkilah, berkelit, lebay, curhat, marah, mbeker-mbeker membela diri ke mana-mana.

Jelas-jelas terekam di media massa, bisa disaksikan dalam dua video di bawah ini:

Jelas sekali bahwa PEMERINTAH mendukung penuh intoleransi dalam pernyataan Gamawan Fauzi dan sikap pemerintah secara umum yang melakukan pembiaran menutup mata dan telinga.

 

Ancaman kelompok radikal dan keblinger

Seminggu lebih kemarin di media massa elektronik heboh karena ada video ini yang beredar:

Silakan ditonton baik-baik video tersebut di atas. Dan silakan disikapi, diresapi dan dinilai bagaimana sepak terjang “tokoh utama yang full atribut agama” dalam video itu.

Peristiwanya terjadi ketika Satlantas Polres Karawang sedang melakukan Operasi Lodaya Zebra, di depan Lapangan Karangpawitan, Karawang, Kamis, 5 Desember 2013. Si “tokoh” yang mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm menolak ketika hendak ditilang. Si “tokoh” bukan hanya menolak, tetapi di depan umum disaksikan banyak orang, dia mengamuk,  berhamburan segala caci maki kepada para polisi yang ada di lokasi.

kyai-edan

“Semuanya brengsek, semuanya bajingan, polisi di seluruh Indonesia itu penjual SIM, dan semua polisi itu pencuri!”

Bukan itu saja, yang paling menghentak adalah kalimat terakhir si “tokoh” sebelum ngeloyor pergi dilepas para polisi yang sepertinya termangu dan terkesima (dan mungkin takut) terhadap si “tokoh agama” itu. Kalimat yang paling mengusik adalah:

“Kalau kalian bukan orang Islam sudah saya bomin… Saya nggak berani ngebomin orang Islam!”

Indonesia

Khilaf? Nglantur? Nglindur? Dalam pengaruh obat-obatan habis dugem? Sepertinya tidak, karena si “tokoh agama” itu dengan sadar sesadar-sadarnya menghamburkan umpatan dan cacian plus bonus ancaman BOM dengan penuh kebanggaan!

So?

 

Links sumber:

http://news.detik.com/read/2013/12/06/144538/2434591/10/pria-bersorban-tak-pakai-helm-ngamuk-ditilang-polisi-heboh-di-youtube

http://regional.kompas.com/read/2013/12/06/1609284/Ditilang.karena.Tak.Pakai.Helm.Pria.Ini.Memaki.Polisi

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/30/1815097/Gamawan.Saya.Kecewa.atas.Kepongahan.Ahok?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

http://nasional.kompas.com/read/2013/09/26/1703040/Mendagri.Minta.Jokowi.Pertimbangkan.Pindahkan.Lurah.Susan

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/27/1004219/Basuki.Mendagri.Harus.Belajar.Konstitusi

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/27/1431348/Soal.Lurah.Susan.Jokowi.Tolak.Saran.Mendagri.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/27/1944383/Basuki.Kenapa.Tidak.Suruh.Pindahkan.Pak.SBY.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/27/2100312/Basuki.Mendagri.Seharusnya.Tegur.Demonstran.Bukan.Jokowi

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/09/28/0744556/Kemendagri.Mendagri.Itu.Sarjana.Hukum.Tata.Negara

http://www.youtube.com/watch?v=lePKfGgYwSk

http://www.youtube.com/watch?v=omFnSgycvPg

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

33 Comments to "Krisis Identitas dan Ancaman dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia"

  1. anoew  28 December, 2013 at 04:59

    Ada kiriman dari kawan tentang lowongan pekerjaan dari PT. Fanasbung. Sepertinya cocok buat mengisi waktu luang atau bahkan, main job bagi “pemuda harapan bangsa”

  2. anoew  28 December, 2013 at 04:53

    Ilustrasinya yang pertama mantep tenaaaan. Sungguh mennggugah kesadaran iman sekaligus imin.

  3. Juwii  25 December, 2013 at 05:31

    So… Priben?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.