Ibu

Ariffani

 

Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Bagi saya ibu adalah Wonder Woman. Di balik kelembutannya tersimpan kekuatan dan ketegaran. Di balik tangan kasarnya beliau berjuang untuk anak dan suaminya. Saya belum menjadi ibu secara saya masih single. Tetapi saya tahu perjuangan ibu tidaklah mudah,  karena ibu saya harus banting tulang demi  keluarga, atau ibu-ibu lain di luar sana yang berjuang demi keluarganya.  bahkan seorang ibu rela melakukan apa saja demi anaknya.

Baru ini ada berita tentang ibu tiri yang menganiaya anak tirinya. Miris saya melihatnya, sebenarnya berita tentang ibu tiri jahat itu tidak sekali dua kali terdengar, bahkan stigma di masyarakat yg beredar bahwa ibu tiri itu jahat. Bahkan dongeng yang juga mengangkat ibu tiri sebagai  peran utama tapi tentu saja antagonis. Seperti cerita bawang merah dan bawang putih, Cinderella, Snow white, apalagi cerita Snow White yang buat saya kejam sekali, ia rela membunuh anak tirinya  agar tidak lagi memiliki saingan.

Sebelumnya saya minta maaf jika apa yang saya ketik ini menyinggung anda semua yang membacanya. Apa-apa yang saya ketik hanya buah pikiran saya yang selama ini saya rasakan. Selama ini saya belum pernah merasakan memiliki ibu tiri dan dan menjadi ibu tiri Tetapi bersinggungan dgn ibu tiri jahat juga pernah saya alami. Salah satu kerabat saya memiliki ibu tiri. Awalnya ia memang baik hati, namun lama-kelamaan, apalagi setelah sang suami meninggal, barulah ketahuan watak aslinya. Ternyata ia jahat sekali, seperti yang selama ini ada di cerita-cerita, anak tirinya di usir dari rumah, yang secara hukum anak itu memiliki hak di rumah tersebut, lalu anak tiri yang satunya lagi dia pengaruhi agar si anak menurut apa saja kata dia. Dan yang parah lagi keluarga saya juga kena terkena fitnahan keji si ibu tiri tersebut. Dan jika suatu hari saya menjadi ibu tiri saya tidak akan menjadi ibu tiri jahat.

Namun ada juga ibu tiri yang tidak jahat bahkan baik sekali, tapi kalo yang ini saya belum pernah temukan. Ada juga ibu kandung yang tega menyakiti anak kandungnya, saya tak habis pikir mengapa ada ibu yang begitu tega dengan darah dagingnya sendiri. Atau seorang ibu hamil yang tega menggugurkan kandungannya sendiri, bukan karena alasan kesehatan tetapi hanya karena ia malu karena hamil di luar nikah. Atau ada juga karena memang tak mau memiliki anak dengan suaminya. Entahlah.

Bulan ini tepat tanggal 22 December 2013, adalah hari ibu. Karena ibu kita lahir ke dunia, di antara hidup dan matinya ia berjuang. Buatku ibu termasuk pejuang tanpa tanda jasa,  begitu banyak sudah yang beliau berikan untuk kita, jika saja suatu saat ibu meminta kita untuk mengembalikan air susu yang sudah di berikan , saya tak akan mampu menggantinya. Rasullulah mengajarkan bahwa ibu lebih di utamakan, karena surga di telapak kaki ibu. termasuk doa restu ibu yang selalu mengiringi langkah kaki, karena doa ibu saya seperti ini sekarang. Ibu adalah tempat dimana kita kembali dan menjadi pendengar kita. Meskipun terkadang kita sedikit durhaka dan ibu marah, tapi tetap saja ibu memberi maaf. Kecuali kasus malin kundang. Tapi saya yakin sejahat-jahatnya ibu pasti akan ada sisi kelembutannya. Saya berdoa semoga ibu-ibu jahat di beri hidayah agar bisa sesuai fitrahnya. Mengupas kebaikan seorang ibu tak akan pernah ada habisnya karena sepanjang masa dan akan selalu ada ibu-ibu baru. dan selamat hari Ibu untuk seluruh Ibu di manapun engkau berada.

Ibu,
Maafkan aku karena tak pernah mendengar perkataanmu,
Maafkan aku yang membangkang perintahmu,
Maafkan aku yang tak pernah percaya ceritamu,
Maafkan aku yang tak pernah menuruti apa yang engkau minta,

Ibu,
Terimakasih karena engkau melahirkanku
Teriamakasih karena mengajariku
Terimakasih atas doa-doa di tiap malam dan sujudmu
Terimaksih atas kasih yang luasnya melebihi samudra
Terimakasih atas restu di tiap langkah ini
Terimakasih atas semuanya

Ibu,
Senyumanmu adalah obat hatiku
Belaianmu adalah pendingin jiwaku
Dan pelukanmu adalah penguatku.

Ibu,
Dalam tawamu selalu tersembunyi tangismu,
Dalam kasarnya tanganmu ada kelembutan sentuhanmu
Dalam kelelahanmu ada kekuatan untuk menjagaku.

Ibu,
Jika saja aku mampu mengganti semua , niscaya aku menggantinya.
Tetapi aku tahu bahwa aku tak akan pernah mampu
Sebanyak apapun ucapan terimakasihku tak akan pernah cukup.
Sebanyak apapun harta untukmu dariku tak akan mampu mengganti sesuap air susumu.
Terimakasih ibu.  Terimakasih.

Tangerang , Dec202013

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Ibu"

  1. ariffani  24 December, 2013 at 18:12

    mbak Alvina,
    setidaknya di sana masih ada pemerintah yang mau menghidupi anak-anak terlantar, tapi di Indonesia?
    mbak sudah tahu jawabannya. hehehehe….

    Pak djasMerahputih,
    saya setuju sekali dgn “Membimbing seorang anak wanita setara dengan membimbing sebuah bangsa”
    saya merasakan bagaimana ibu saya merawat 3 anak wanitanya termasuk saya. benar2 luar biasa.

  2. djasMerahputih  24 December, 2013 at 05:17

    Menjadi seorang ibu adalah predikat tertinggi bagi seorang wanita.

    Negara yang maju, mapan dan penuh berkah akan bisa dicapai bergantung kepada
    bagaimana negara mengurus para calon-calon ibu dari bangsanya.

    Mendidik seorang anak lelaki adalah mendidik seorang individu,
    Membimbing seorang anak wanita setara dengan membimbing sebuah bangsa.
    Kalau ingin tahu kondisi bangsa saat ini,
    lihatlah bagaimana kaum wanita dan anak-anak diperlakukan.

    dari sana kita akan menemukan jawaban,
    apakah IBU PERTIWI sudah bisa tersenyum..??!

    Selamat Hari Ibu

    Salam Suedjuk,
    //djasMerahputih

  3. Alvina VB  23 December, 2013 at 23:48

    Ariffani,
    Kita beruntung kl memiliki sorg ibu yg baik dan merawat anak2nya sebaik-baiknya. Walaupun ibu saya tidak sempurna, ttp saya dan adik2 bisa merasakan didikan dan perhatiannya penuh waktu kita masih tinggal dgn org tua. Ibu saya ada 2, satu ibu kandung dan satunya Oma saya yg mengurus saya waktu saya masih kecil, ttp serasa dia ibu saya juga. Kedua-duanya mengurus saya dgn kelebihan dan kekurangannya masing2.
    Kamu betul, gak semua ibu tiri itu jahat dan gak semua ibu kandung itu baik. Saya punya kawan di Ind yg punya ibu tiri, ttp baik sekali, katanya malah lebih baik dari ibu kandungnya sampai ayahnya meninggal, hub.nya masih tetap baik dgn ibu tirinya tsb. Ttp memang ada ibu kandung yg kejam ke anak2nya. Saya banyak lihat di sini, tidak mengerti kenapa mau jadi seorg ibu ttp tidak bertanggung jawab. Mereka punya anak tanpa suami yg jelas, hanya utk dpt uang dari pemerintah saja, selebihnya anaknya tidak diurus. Kasihan sekali krn anak-anak spt ini akhirnya diambil oleh pemerintah dan ditempatkan di rumah2 foster parents yg juga dibayar pemerintah. Untung kl foster parentsnya baik, kl ndak ya spt lingkaran setan layaknya. Anak-anak tsb akan berpindah-pindah rumah dan akhirnya tidak selesai sekolah dan berakhir di jalanan, krn kabur dari system itu sendiri. Makanya ada organisasi di sini yg disebut “dans la rue”, utk anak2 jalanan tsb. Semoga banyak calon ibu yg siap punya anak dgn segala konsekuensinya

  4. J C  23 December, 2013 at 21:40

    Ah, jadi teringat mendiang Ibunda…

  5. Matahari  22 December, 2013 at 15:18

    Miss my mom

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *