Jalan-jalan di Pergantian Musim Gugur – Dingin ke Gouda

Nunuk Pulandari

 

Dear all, mengobati rasa rasa kangen pada teman-temin di  Baltyra telah membawa saya untuk menuliskan salah satu cerita acara jalan-jalan ke Gouda hari Minggu yang baru lalu.

Cuaca yang tidak menentu sesungguhnya membingungkan kita semua untuk membuat rencana dalam mengisi hari-hari liburan yang ada. Seperti dalam foto-foto di bawah ini tampak betapa bertentangannya keadaan cuaca yang ada sepanjang perjalanan dari rumah menuju ke dan dari Gouda.

gouda (1)

Foto 1. Mencoba mencari cuaca yang agak cerah

 

gouda (2)

Foto 2. Tampak betapa bertentangannya keadaan alam yang ada

 

gouda (3)

Foto 3. Kadang sang Matahari sudi menyinarkan suryanya

 

gouda (4)

Foto 4. Sang Matahari menghilang di balik awan yang ada

Keindahan alam di sepanjang perjalanan di musim dingin dan hangatnya udara di dalam mobil tanpa terasa harus berakhir ketika mesin mobil dimatikan dan kami harus berjalan menuju pusat kota Gouda. Berjalan tidak lebih dari satu kilometer ternyata membuat terutama wajah terasa bagaikan diserang kedinginan cuaca yang hanya beberapa derajad di atas Celsius. Segera kami bertiga memasuki salah satu Café di sekitar “Plein” di tengah kota. Kali ini pilihan jatuh pada Café Kaldi koffie & thee.

gouda (5)

Foto 5. Café Kaldi tampak dari luar

Setelah mengintip melihat suasana di dalam dan segera setelah tahu bahwa di café ini juga disediakan cakes dan makanan lainnya, kami segera mencari tempat duduk yang menurut kami nyaman.  Nyaman untuk bisa turut menikmati ramainya pengunjung Kerstmarkt yang lalu lalang di depan Café dan melihat  para pengunjung Cafénya.

gouda (6)

Foto 6. Emy masih belum siap untuk dijepret camera.

Sebuah Café yang tidak terlalu besar dan luas tetapi menyediakan cukup banyak hal seputar kebutuhan minum Kopi dan Teh. Tidak hanya memenuhi kebutuhan produk jenis-jenis kopi dan tehnya saja tetapi juga banyak menyediakan peralatan pemrosesan untuk membuat produk minuman kopi dan tehnya. Juga bisa diperoleh beberapa jenis produk sampingan dalam botol-botol yang bisa menambah hangatnya rasa minuman kopi setelah kita menyeruputnya…Hmmm, yang satu ini menurut saya lebih ditujukan pada para penggemarnya di negeri yang bercuaca dingin.

gouda (7)

Foto 7. Café Kaldi terlihat dari pintu masuknya

 

gouda (8)

Foto 8. Peralatan dan sejumlah jenis Kopi dan teh yang tersedia

Dari perbincangan dengan seorang wanita yang meladeni kami ternyata Café ini dimiliki oleh wanita yang bersangkutan dan puteranya yang ada di depan kassa. (lihat Foto 9).

gouda (9)

Foto 9. Kedua pemilik dan pengelola café sedang berbincang ttg alat pembuat teh yang ingin kami beli.

Seorang pria, yang ternyata suami wanita itu turut berperan sebagai tenaga ekstra yang juga merangkap sebagai “tukang roti” yang membuat dan menciptakan beberapa cakes  yang bisa dinikmati sambil minum kopi dan teh.

gouda (10)

Foto 10. Sang ayah yang merangkap menjadi Tukang Roti dengan keahlian khususnya membuat cakes

Memang tidak banyak jenis Cakes yang bisa menjadi pilihan pengunjungnya. Yang jelas dan pasti setelah teman-temin sempat mencicipinya pasti akan ketagihan. Menurut Konco Ngajeng, rasa Vijgencake- nya enak sekali. Juga rasa Amandelcake yang telah saya pesan ternyata heerlijk. Dalam waktu yang tidak lama Amandeelcake itu tidak lagi menyisakan satu “kruimel”pun di piring kuenya.

gouda (11)

Foto 11 dari kiri ke kanan: Cocoscake; Vijgencake; Chocholadecake; Amandelcake

Pria muda, pemilik Café yang sekaligus  terjun sendiri menekuni dan melayani pesanan para pelanggannya  ternyata menyajikan hasil produk minuman kopinya (Cappuccino)  tidak hanya mempercayakan semuanya pada kemampuan mesin pengolah minuman kopinya saja. Dia juga menjajikannya dengan sepenuh hati  sesuai dengan hobby dan studinya yang tampak melalui hasil lukis melukis lewat ketrampilan tangan dan jari-jarinya dan juga terasa dari produk hasil olahan kopinya.. Hal ini tampak misalnya melalui sajian lukisan indah di dalam cangkir-cangkir pesanan Cappuccino di bagian atasnya. Atau terasa dari sentuhan aroma Cappuccinonya yang cukup panasnya dan nikmat ketika menyentuh lidah.. Hmmm..

gouda (12)

Foto 12. Pria muda sedang sibuk menciptakan karya-karya seni di atas minuman Cappuccinonya.

Tiga cangkir Cappuccino pesanan kami dengan tiga hasil lukisan jari-jari sang pemuda yang terampil menayangkan  a.l. bunga-bunga indah di atas lapisan atas Cappuccinonya (lihat Foto ’s berikut ini, nr 13, nr 14, nr 15.)

gouda (13)

Foto 13. Cappuccino dengan cake amandelnya; pesanan saya.

 

gouda (14)

Foto 14. Cappuccino pesana Emy dengan lukisan bunganya yang sedang mekar

 

gouda (15)

Foto 15. Cappucino pesanan Konco Ngajeng yang telah diseruput habis dan tetap menyisakan lukisan dedaunan di dasarnya

Menyambut perayaan Natal dan Sinterklaas yang baru lalu, dengan salah satu kebiasaan untuk memberikan hadiah / cadeau pada kerabat dan saudara yang kita cintai. Untuk itu   kami memilih melakukannya dalam perayaan Natal. Dan untuk melengkapi  “besarnya”  pengeluaran dari tiap pesertanya seperti yang telah disepakati bersama untuk masing-masing cadeaunya, kami masih harus melengkapi kekurangannya. Hal ini kami pilihkan dari salah satu peralatan minum teh yang cukup uniek.. Setidaknya untuk saya. Dilengkapi dengan peralatan gelas tehnya.

gouda (16)

Foto 16. Wanita pemilik Café yang juga terampil dalam memperindah bingkisan sedang sibuk menyelesaikan pilihan kami

Dalam pilihan kami nampak “penyaring teh” yang bentuk alatnya disesuaikan dengan “Gender” siapa penggunanya. Bingkisan di dekat tangan pemilik Café dikhususkan untuk para pria. Hal ini terlihat dari bentuk alat  penjepit untuk membuka/ menutup saringan itu. Sedang yang disebelahnya untuk wanita yang juga tampak dari “bundaran/ bulatan” di tengah penjepitnya. Suatu lambang yang mungkin sudah bisa dikenali dengan mudah oleh para pembeli dan pemirsanya… (lihat Foto 16 di atas)

Setelah pembayaran selesai kami meninggalkan Café Kaldi dengan rasa puas dan segudang cerita di kepala saya… ha, ha, haaa

gouda (17)

Foto 17. Konco Ngajeng sedang mengecek kembali bon yang diterimanya

Teman-temin, setelah minum Cappuccino ditemani seiris Amandelcake dan ngobrol gayeng dengan pemilik Café, badan merasa lebih hangat dan kami bertiga melanjutkan acara jalan-jalan mengelilingi Kerstmarkt yang ada.

Berjalan di sepanjang tenda-tenda yang ada di Kerstmarkt , pasar yang menjual kebutuhan Natal di pusat kota Gouda , di salah satu tenda terlihat dua pemuda dengan keramahannya yang berdiri di belakang seonggokan hijaunya ranting dedaunan yang masih asing di mata saya.

gouda (18)

Foto 18. “Rangkaian” cabang-cabang Mistletoe

Berbincang sebentar dengan kedua pemuda terpetik cerita: “Kami berasal dari Perancis. Hampir setiap tahun menjelang Natal kami datang ke Gouda untuk menjual ranting-ranting tumbuhan Mistletoe ini”. Dan ternyata petikan kalimat di atas  masih terus berlanjut dengan cerita-cerita yang bersangkut paut dengan ranting-ranting tumbuhan yang dijualnya.

Misletoe sebagai tumbuhan hidup dengan cara separuh parasit.Tanaman yang untuk kehidupan tradisi Barat mempunyai arti penting dalam kehidupan penduduknya dan juga dipercayai mempunyai daya magis bagi para “pemiliknya”. Tumbuhan ini kelangsungan hidupnya sama sekali tidak bergantung pada pergantian musim yang ada. Tanaman separuh parasit ini terutama tumbuh “mendompleng”di pepohonan lain seperti pohon Populier dan pohon appel. Kadang juga bisa ditemukan di pohon-pohon Meidoorn, Lijsterbes, de  Linde dan de Wilg  yang di musim dingin seperti saat ini tampak gundul batang dan rantingnya tetapi tetap diselimuti warna kehijauan yang berasal dari dedaunnan tumbuhan Mistletoe.

Sepanjang tahun tumbuhan Mistletoe ini tetap berwarna hijau karena hanya sedikit sekali merelakan dedauannya untuk menjadi korban sengatan  panasnya sang Matahari dan gigitan dinginnya hembusan sang Bayu.

Hal ini sangat berlawanan dengan keadaan pohon-pohon yang ditumpanginya yang menjadi gundul daun-daunnya ketika musim gugur berganti menjadi musim dingin / salju. Sayang sekali sampai saat ini salju belum turun di Belanda.

Teman-temin, ternyata dalam kehidupan keseharian banyak cerita menarik tentang tumbuhan Mistletoe ini yang pada umumnya disangkutpautkan dengan dongeng-dongeng yang berhubungan erat dengan symbol-symbol yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Cerita-cerita ini bisa ditemukan misalnya dalam Kekuatan untuk menghadapi kehidupan yang ada, dalam Kesuburan, dalam Kehebatan untuk menghadapi Kejahatan, dalam Penyembuhan Penyakit, dalam Penolakan pengaruh-pengaruh jahat dan dalam banyak hal lainnya.

Sedang andil tumbuhan Mistletoe di Perayaan Natal sesungguhnya dititik beratkan pada butiran-butiran putih yang terlihat  bagaikan mutiara yang ada diantara hijaunya dedaunan yang ada. Butiran-butiran ini dalam cerita  yang ada melambangkan tetesan airmata yang mengalir karena kebahagiaan dari seorang “Ibu para Dewa”. Airmata tangisan yang berhasil menghidupkan kembali jasad salah satu puteranya yang telah dibunuh  oleh salah seorang kakaknya yang lain yang bernama Dewa Api. Pembunuhan ini terjadi  hanya  karena kebencian, kecemburuan dan kedengkian akan popularitas kakaknya yang buta.

Cerita yang berkembang di kemudian hari menyebabkan orang percaya bahwa berciuman ketika melewati hiasan Natal yang terbuat dari tumbuhan Mistletoe atau berjalan dibawah pepohonan yang ditumbuhi tanaman Mistletoe akan membawa kebahagiaan dan dijauhkan dari segala kejahatan yang ada..Hal ini terutama sangat erat berhubungan dengan tradisi dalam masyarakat Inggris, Perancis dan Polandia.

Sayangnya ketika ditanyakan apakah tumbuhan ini memang dibawa mereka dari Perancis, jawabannya hanya terungkap melalui senyuman dan renyahnya tawa yang ada dari kedua pemuda di atas. Di Belanda sendiri kalau kita perhatikan dengan cermat ternyata banyak pepohonan di sepanjang jalan dan “hutan” yang ada, memang terlihat  ditumbuhi tanaman Mistletoe ini..

Beste vrienden di Baltyra, dalam perjalan pulang nampak lukisan di awan nun tinggi di angkasa ternyata tidak banyak berubah. Tetap terlihat jelas “pembagian “ daerah yang cerah dan daerah yang dirudung hujan dan cuaca mendung.

gouda (19)

Foto 19. Cuaca yang terungkap melalui awan yang ada

 

gouda (20)

Foto 20. Indahnya lukisan awan

 

gouda (21)

Foto 21. Hanya berjarak beberapa kilometer dari Foto di nr 20 cuaca yang ada sdh berubah total

 

Teriring indahnya lukisan awan nun jauh di angkasa sana terucapkan: “Prettige Kerstdagen en Gelukkig en Gezond Jaarwisseling 2014“ dari kami berenam di Zoetermeer, Belanda… Terutama untuk teman-teman yang sedang merayakannya. Dan juga untuk teman-teman yang hanya ikutan merayakan untuk ikut meramaikan acara tukar-menukar cadeautjesnya saja…

Groetjes en drie kusjes van Het verre Westen, Nu2k

 

35 Comments to "Jalan-jalan di Pergantian Musim Gugur – Dingin ke Gouda"

  1. Nu2k  2 January, 2014 at 15:13

    Beste Jeng Rani, sudah saya tuliskan jawabannya lewat e-mail. Monggo dhipun waos rumiyin.. Waaahhh, jeng.. Bahasa Jawa saya sudah mulai kocar-kacir.. Tapi saya masih tetap mencoba untuk menggunakannya.. Tot later.. Ok. Kus, kus, kus, Nu2k

  2. Nu2k  30 December, 2013 at 13:35

    Juga semoga kita bisa janjian dan bertemu. Semoga jatuhnya persis hari libur ya atau weekend. Ha, ha, haaa..
    Mbak Nia, di wastafel saya juga ada sabu batangan yang harumnya seperti bunga mawar.. Nanti sianglah saya buatkan fotonya ya…
    Tapi lupa lagi pasang tempelnya ke Baltyra.. Lewat kolom bladeren ya mbak, terus di klikt kopi foto yang ada dan terus ditempelkan di ruang kolom ini yaaa… Waaahhhh, wis lali mbak… Ha, ha, haaa…Sejak kena serangan vertigo, waaahhh jadi malas (dasar malas ding mbak)…
    Werk ze en doe doei, Nu2k

  3. nia  30 December, 2013 at 13:07

    Bu Nunuk… sabun cairnya saya simpan saja karena lebih suka mandi dengan sabun batangan. lebih mantep menurut saya hehe…
    semoga suatu saat nanti saya bisa ke Gouda. kita ketemu di kafe itu ya bu Nunuk *ngarep abis

  4. Nu2k  30 December, 2013 at 13:01

    Ha, ha, haaaa. Jadi sekarang sudah mandi pakai sabun cair ya…Tambah wangi atau masih kurang harumnya..Mbak Nia, Dove cair yang botolnya merah marun saya kira harumnya sangat menyegarkan.. Hé hé hé..
    Mbak é mbak é.. Kalau mau yang bisa menambah semangat nanti saya buatkan fotonya rebusan daun singkong dan pepaya.. Kalau disantap dengan sambal buatan nénék yang jaga ruang praktek mas di Bandung, waaaahhhh bisa tambah berkali-kali… Ha, ha, haaa..
    Selamat mentapi sang manager Kopi Kaldi dan dua pria dari Mistletoe…Werk ze en Kus,kus, kus, Nu2k

  5. nia  30 December, 2013 at 07:55

    Jayceeeeeeee… tau aja hahaha… makanya banyakin lah artikel dengan foto-foto ‘penyemangat’
    Bu Nunuk, saya dapat kado sabun cair dan puff-nya. mungkin karena saya jarang mandi hahaha… yang ngasih sepupu boss yang sebenarnya tidak Natalan tapi suka bagi-bagi hadiah

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.