Haru To Natsu

Dewi Aichi – Brazil

 

Setelah tulisan tentang imigran Jepang-Brasil, yang saya bagi menjadi 5 bagian, ada baiknya juga menonton sebuah film drama, miniseri yang dulu pernah ditayang di stasiun TV NHK sekitar tahun 2005. Judul miniseri itu adalah Haru to Natsu. Haru artinya musim semi, dan natsu artinya musim panas.

haru-to-natsu

Surat-surat yang tidak sampai ke tujuan

Siapapun yang mengalami masa pada saat itu, miniseri ini sangat menyentuh dan tentu saja mengena emosi mereka, dimana saat itu kemiskinan dan kelaparan melanda Jepang. Meskipun bangsa Jepang sangat mencintai tanah air mereka, namun demi mempertahankan hidupnya, jalan satu-satunya saat itu yang bisa ditempuh adalah pindah ke Brasil, sesuai dengan yang disarankan oleh pemerintah. Mereka disarankan pindah ke Brasil, bekerja, mengumpulkan uang dan kembali ke Jepang.

Haru dan Natsu, kisah sebuah keluarga Jepang yang kelaparan, yang kemudian memutuskan untuk pindah ke Brasil pada tahun 1934. Sebelumnya mereka dikarantina di sebuah asrama, tetapi selama dalam karantina, salah satu dari mereka yaitu Natsu didiagnosa sakit, dan terpaksa harus tinggal di asrama, tidak boleh ikut keluarganya ke Brasil.

Sampai di Brasil, Haru, meskipun berada bersama keluarganya, ia amat menderita, karena perbedaan budaya. Natsu yang dulu dinyatakan sakit, akhirnya menjadi pengusaha, sukses dan kaya. Dan tahun-tahun berikutnya, Natsu selalu menulis surat untuk Haru, tetapi tak satupun sampai ke tangan Haru. 70 Tahun setelah perpisahan itu, Haru memutuskan untuk kembali ke Jepang untuk menemui adiknya.

Kisah Haru dan Natsu ini adalah kisah nyata, dan saya yakin banyak kisah-kisah serupa di antara imigran Jepang. Seperti yang dikisahkan oleh bapak mertua saya tentang orang tuanya yang bermigrasi ke Brasil. Dengan berpisah dengan banyak saudaranya saat itu. Dan bapak mertua sayapun meski hidupnya berada di Brasil, tidak bisa berbahasa Portugues dengan baik, sehari-harinya dalam rumah, menggunakan bahasa Jepang.

Kembali ke kisah Haru Dan Natsu, beberapa cenas dalam miniseri ini direkam di sebuah perkebunan di Campinas-Sao Paulo, yang mana karena pembuatan miniseri ini, pemeran Haru menjadi sangat mencintai negeri Brasil.

Bagi yang belum menonton, inilah sinopsisnya,

Pada tahun 2005, Haru Takakura, 80, pergi ke Jepang dengan cucunya Yamato mencari adiknya Natsu. Dia kembali ke negara asalnya setelah pindah ke Brasil selama hampir 70 tahun yang lalu. Untuk menemukan adiknya, Natsu, yang telah menjadi presiden sebuah perusahaan besar.

Haru diperlakukan dengan dingin, sebab Natsu berpikir bahwa ia ditelantarkan sendiri di Jepang oleh saudara dan orang tuanya sendiri. Haru sangat sedih dengan sambutan adiknya yang dingin. Sementara itu, Haru mulai menceritakan kepada cucunya Yamato masa lalunya. Natsu mengetahui bahwa surat yang dikirimkan Haru kepada Natsu tidak pernah sampai ke tangannya.

Surat-surat ini menceritakan secara detail kehidupan yang keras dari Haru di Brasil, menceritakan ke masa lalu, pada tahun 1934, saat itu Haru berusia sembilan tahun, beremigrasi ke Brasil. Natsu, adiknya berumur tujuh tahun, tidak bisa pergi. Harus sendirian di Jepang karena hasil pemeriksaan medis yang mendiagnosa sakit. Dengan mengucapkan selamat tinggal  sambil mereka menangis, dengan saling berjanji untuk bertemu lagi.

Setelah tiba di Brasil, keluarga Haru dan Natsu dihadapkan dengan realita hidup yang sama sekali berbeda daripada yang mereka bayangkan dari sebuah perkebunan kopi di Brasil.

Panen yang buruk, biaya lebih besar dari pendapatan dan keluarga benar-benar tertekan. Pada saat itu, saudara laki-lakinya, Shigeru meninggal dunia, dan ayahnya Chuji, memutuskan untuk melarikan diri dari perkebunan bersama keluarga.

Natsu, yang telah ditinggalkan dalam perawatan tantenya di Jepang, melarikan diri dari rumah setelah beberapa waktu, Kemudian hidup bersama  pemilik peternakan sapi yang sudah tua dan di sinilah Natsu belajar bagaimana membuat keju, yang pekerjaan itu terus berlanjut bahkan setelah pemilik peternakan itu meninggal.

Kedua kakak beradik itu terus melakukan kebiasaan menulis surat, tapi surat-surat itu tidak pernah sampai ke tangan mereka. Keluarga Haru terus menanam kapas dan menyewakan tanah.

Ketika mereka  sedang berpikir bahwa dalam satu tahun,  mereka akan bisa mempunyai cukup uang untuk kembali ke Jepang, terjadilah perang besar. Pemilik tanah yang digarap keluarga Haru dan Natsu mengusir dari tanah mereka dan tidak ada solusi lain, Haru dan keluarga menuju ke koloni Nikkei di São Paulo, mulai hidup dari awal.

Selama perang, Chuji melecehkan Kotaro Nakayama, pemimpin koloni, Haru yang sebenarnya ingin dinikahi oleh anaknya Kotaro, Ryuta, harus mundur karena Kotaro adalah musuh dari ayahnya.

Dengan berakhirnya perang, Chuji tidak  mau mengakui kekalahan Jepang. Haru tidak bisa berbuat apa-apa atas sikap ayahnya. Dan lama kelamaan, mereka akhirnya memutuskan kembali ke negara asal mereka,

Sementara itu, di Jepang, Natsu, yang mendapatkan uang dengan menjual keju di pasar gelap setelah perang, belajar membuat kue dengan keturunan Jepang Amerika yaitu George dan mendirikan sebuah pabrik kue. Dia melahirkan seorang putra George, tapi George kembali ke Amerika Serikat,

Natsu memperluas pabrik mengikuti saran dari Yamabe, seorang pria dengan ketajaman bisnis yang besar, Natsu mengambil kesempatan dari kemampuan Yamabe,  yang akhirnya mereka menikah, dan memberinya seorang putra. Bisnis semakin sukses dan perusahaan semakin luas,

Dalam kasus Haru muncul Takuya Yamashita,  seorang teman lama dalam kapal imigrasi saat berangkat ke Brasil dan juga pada saat tinggal di perkebunan. Takuya meminta kesediaan Haru, dan mereka menikah, Pada tahun 1959, setelah Chuji meninggal, keluarga memutuskan untuk pindah ke pinggiran São Paulo untuk menanam krisan, Haru melahirkan dua anak laki-laki kembar, Pada tahun 1977, salah satu anaknya Tatsuo menikahi wanita Brasil yang dikenalkan oleh Haru.

Kembali ke saat ini, (2005), Natsu muncul secara tak terduga di hotel di mana Haru menginap, dan meminta dia memaafkan, keduanya menangis.Lalu mereka pergi ke sebuah hotel  yang ada air panasnya di  wilayah Hakone, mereka berdua saling berbicara tentang kehidupan mereka setelah perpisahan tragis masa kecil,

Setelah keduanya saling menceritakan satu sama lain akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa mereka mampu melewati masa sulit, Haru selalu hidup dikelilingi oleh keluarga besar, Natsu, sebagai pengusaha sukses dan kaya, hidup sendiri, tanpa berkomunikasi dengan anak-anak.

Dua kehidupan yang sama sekali berbeda, kakak beradik dipisahkan nasib berada di tempat yang sama sekali berlawanan (Jepang-Brasil).

Apa itu “kesejahteraan”? Apa itu “kebahagiaan” bagi manusia? Dan apa artinya “tanah air” dan “keluarga”? Apa yang kita dapatkan dan apa yang kita kehilangan dalam perjalanan waktu kita?

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

18 Comments to "Haru To Natsu"

  1. Lani  31 December, 2013 at 07:27

    DA : sodara kenthirku tercinta……….aku ngirim message di skype mu dibuka yo……….aku njaluk tulung karo dirimu………
    Nampaknya artikelmu ini mengharu biru ya………..menyedihkan sekali…….aku lagek bergembira ria wae……….emoh menumpahkan ayer mata kadal…………boyo………ato apalah istilahnya

  2. elnino  29 December, 2013 at 11:31

    Sesuai judulnya, miniseri ini sungguh mengharukan… Dari kisah nyata kan, Wik? Syukurlah akhirnya kakak beradik ini bisa saling memaafkan.

  3. Dewi Aichi  29 December, 2013 at 10:21

    Mas JC, iya diperkirakan 1,5 juta keturunan Jepang di Brasil, yang merupakan jumlah warga Jepang terbesar di dunia di luar Jepang, bahkan ada peringatan seabad mendaratnya imigran Jepang antara lain untuk menghormati para imigran yang pertama kali mendarat di pelabuhan Santos, dekat Sao Paulo.Di sisi lain peringatan ini juga untuk mengucapkan terimakasih kepada warga Brasil yang menyambut mereka dengan baik, meski menurutku dari melihat drama tersebut, perlakuan orang Brasil terhadap warga Jepang tidak baik.Tanggal 18 Juni Tahun 1908, sebanyak 165 keluarga tiba di pelabuhan Santos untuk keluar dari kemiskinan dan sempitnya pekerjaan di Jepang, sementara di Brasil ada kebutuhan pekerja untuk perkebunan kopi.Bagaimanapun jelas imigrasi tersebut bukanlah cerita yang menyenangkan, seperti yang dibuktikan oleh Museum Imigrasi Jepang di Sao Paulo.

  4. Dewi Aichi  29 December, 2013 at 10:20

    Alvina, cerita dari 1-5 ini menguras air mataku hiks..bener-bener sedih dan mengharukan. Saat berkunjung ke museum imigran Jepang, ada mesin pencari nama para imigran, sayapun iseng mencari nama ortu dari mertua saya yaitu Shigeru, ternyata bisa ditelusuri, mereka berangkat dirombongan mana. Cerita dalam Haru to Natsu itu kebetulan juga ada nama Shigeru makanya aku bisa terharu dan menangis sepanjang waktu menonton drama itu. Pernikahan beda bangsa memang masih sulit diterima, contohnya ya bapak mertua saya, nenek dari suami alias ibunya ibu mertuaku yang kini masih sehat, bencinya setengah mati sama bapak mertua saya, selain pemabok, suka mukul ibu mertua saya, itu adalah kisah sedih yang saya dengar dari nenek dan suamiku. Mungkin itupun salah satu penyebab suami trauma dengan minuman beralkohol, dan tidak akan pernah melakukan hal-hal yang dilakukan oleh ayahnya. Kedua mertuaku kini sudah meninggal, tapi aku ada beberapa foto kenangan bersama mertua.
    Selamat berlibur dan selamat tahun baru untuk Alvina sekeluarga. Salam

  5. Dewi Aichi  29 December, 2013 at 10:19

    Mba Tri, kenapa pemerintah Jepang menganjurkan warganya bermigrasi ke Brasil, itu karena memang ada perjanjian atau kesepakatan dari kedua pemerintah. Saat itu ekonomi Jepang sedang kacau, dan Brasil sedang membuthkan tenaga kerja untuk dikerjakan diperkebunan kopi. Sebenarnya tidak hanya ke Brasil, warga Jepang juga bermigrasi ke Amerika serikat(Hawaii), ke Peru, Mexico, pada awal abad 20 juga mengirimkan warganya ke Korea dan Taiwan, tapi mereka kembali ke Jepang setelah PD ke-2.

  6. Dewi Aichi  29 December, 2013 at 10:18

    Pak Handoko, hubungan diplomatik iya, mesra, di Brasil banyak sekali nama-nama wilayah maupun hotel, toko dengan nama Jepang, bahkan Liberdade merupakan kota yang menurut saya dipersembahkan oleh pemerintah Brasil untuk warga Jepang di Brasil. Dan di Jepang sendiri, banyak sekali broker milik Brasil, Stasiun TV bernama IPC milik Brasil, Bank bank besar ternama di Brasil yang berdiri megah di Jepang, dan lain-lain.

  7. Dewi Aichi  29 December, 2013 at 10:18

    Anoew, terima kasih apresiasinya, paling tidak, sekian persen tulisan ini karena kunjunganku ke museum imigran Jepang dan juga cerita dari bapak mertua almarhum. Hara ta kana..piye iki…malah pada misuh ha ha..

  8. Dewi Aichi  29 December, 2013 at 10:17

    Matahari, krisan itu nama bunga, kalau di Jepang namanya “kiku(菊)”, bunga krisan ini sangat special dan dijadikan sebagai bunga nasional di Jepang, yang merupakan symbol keluarga imperial Jepang. Kekaisaran Jepang menjadikan bunga krisan sebagai stempel resmi. Lambang-lambang bunga krisan akan tampak pada sampul paspor Jepang dan juga uang logam 50 yen. Benar sekali, Haru dan Natsu itu nama untuk wanita , Kebetulan kedua kakak beradik itu panjang umur, adik lelaki mereka meninggal saat remaja di perkebunan karena sakit malaria. Dan kunjungan Haru Ke Jepang untuk mencari Natsu itulah yang membawa mereka pada cerita masa lalu yang mereka lalui melalui surat-surat kedua pihak. Akhirnya Natsu memenuhi permintaan Haru untuk tinggal bersamanya di Brasil, sebab Natsu, meski kaya raya tetapi hidupnya sepi, sendiri, karena terputus hubungan dengan anak-anak kandungnya.
    Ini saya lampirkan untuk 5/5 karena kelupaan he he..maaf.http://youtu.be/KLyt0lF_dh8

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.