Jangan Racuni Diri dengan Kemarahan

Tjiptadinata Effendi

 

Setiap hari kita menyempatkan diri untuk membersihkan rumah kita, dari semua barang barang yang tidak diperlukan lagi. seperti koran, kertas, kaleng, kardus bekas dan lain lainnya. Karena barang barang ini, bukan hanya menyebabkan pandangan menjadi tidak nyaman, juga akan mengotori rumah kita. Benda-benda seperti ini biasa disebut sampah. Bahkan di antara sampah-sampah ini mungkin saja ada yang bisa menciderai kita ataupun keluarga.

Anger

Tetapi alangkah ironisnya, sadar atau tidak, kita sering kali membiarkan ”sampah-sampah” dalam bentuk lain, bahkan racun mengisi rumah kita yang tak ternilai, yaitu diri kita sendiri. “Sampah”, yang dimaksud, tidak kurang berbahayanya dari pada sampah secara fisik, bahkan akibat yang ditimbulkannya bisa lebih parah. Tidak jarang racun kita simpan bertahun tahun dalam diri kita. Racun yang tidak berbentuk dan tidak berwarna ini adalah:

  • Kemarahan
  • Kebencian
  • Dendam
  • Iri hati

Efeknya pada Kehidupan Pribadi
Akibat yang secara phisik ditimbulkan oleh “racun ” ini adalah:

  • Tensi menjadi tidak stabil
  • Jantung berdebar lebih cepat
  • Saraf menegang
  • Kegelisahan tidur
  • Mimpi mimpi buruk
  • Sakit kepala
  • Maag kambuh

 

Efek psikologis:

  • Menjadi sosok yang emosional
  • Mau menang sendiri
  • Arogan
  • Menebarkan kegelisahan dalam lingkungan
  • Menjauhkan diri dari kearifan
  • Bertindak di luar control diri

Bila hal ini berlangsung lama, maka akan mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan, yang dapat berakibat fatal yaitu stroke yang dapat menyebabkan kelumpuhan, bahkan kematian langsung atau tidak, sadar atau tanpa sadar, kita sudah menyimpan sampah dalam batin dalam diri. Dan meracuni diri sendiri, secara perlahan, tapi pasti.

Perlu di perhatikan:
Bila hati kita sedih atau galau, pasti ada sesuatu hal yang mengganggu pikiran kita. Berarti ada “sampah” yang harus dibersihkan dari pikiran kita, agar hati kembali tenang dan damai. Bila hal ini tidak segera di antisipasi, maka suasana hati akan semakin tidak menentu, yang pada achirnya akan terjadilah luka batin.

Bila yang terluka adalah fisik kita, maka kita bisa mengobatinya sendiri, misalnya bila lukanya kecil, cukup menempelkan sepotong handiplast. Bila luka cukup dalam, kita ke dokter atau pukesmas untuk dijahit dan selang beberapa waktu akan terjadilah proses penyembuhan diri secara alami. Tetapi bila hati kita yang terluka, maka tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya, karena di apotik manapun di dunia ini, tidak akan ditemukan obat  menyembuhkan luka batin.

Langkah langkah menyiasatinya

  •  sebelum tidur, cobalah relaksasi
  •  duduklah atau berbaringlah dengan santai dan rileks
  • berdoalah sesaat. lakukanlah introspeksi diri
  •  walaupun hanya 2 atau 3 menit saja. bersihkanlah hati dan pikiran dari segala yang membebani.
  • jangan lupa, kita tidak mungkin mengubah segalanya menurut keinginan kita
  •  memahami bahwa ada hal yang memang harus terjadi
  •  dan kita harus mau menerima nya dengan ikhlas.

Mengapa Sebelum Tidur?

Karena apa saja yang kita resapi, pada saat saat sebelum tidur, akan direkam dan disimpan dalam memory alam bawah sadar kita. Yang selanjutnya melalui berbagai proses, akan mewujudkannya dalam sikap mental dan prilaku kita. Oleh karena itu, andaikan kita marah, jangan pernah membawa kemarahannya dalam tidur. Karena akan memberikan efek negative dalam diri kita.

Bila sudah terlanjur luka batin, maka hanya kita  sendiri yang dapat menyembuhkannya, yaitu dengan jalan: memaafkan dengan ikhlas orang yang telah melukai kita. Tidak mudah memang, tapi anda tidak punya pilihan lain. Percayalah, bila  mampu memaafkan dengan ikhlas, maka pada saat itu kita baru memahami arti dari kata ikhlas yang sesungguhnya.

Bila kita tidak pernah mengalaminya, maka apapun yang kita katakan, hanyalah sebatas kata-kata indah yang tidak bermakna, karena tidak tidak menghayatinya. Kita tidak mungkin membagikan sesuatu yang tidak kita miliki. Begitu juga artikel ini dipostingkan berdasarkan pengalaman pengalaman pribadi dari penulis. Semoga dari tulisan yang amat sederhana ini, akan dapat dipetik manfaatnya dan setidaknya dapat menghadirkan control  dalam diri, untuk tidak lagi menyimpan kemarahan.

 

Wollongong, 22 Desember, 2013

Tjiptadinata Effendi

 

About Tjiptadinata Effendi

Seorang ayah dan suami yang baik. Menimba pengalaman hidup semenjak kecil. Pengalaman hidupnya yang bagai ombak lautan menempanya menjadi pribadi yang tangguh dan pengusaha sukses. Sekarang pensiun, bersama istri melanglang buana, melongok luasnya samudra dan benua sembari bersyukur atas pencapaiannya selama ini sekaligus menularkan keteladanan hidup kepada siapa saja yang mau menyimaknya melalui BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

35 Comments to "Jangan Racuni Diri dengan Kemarahan"

  1. tjiptadinata effendi  3 January, 2014 at 11:51

    Rupanya Mbak Matahari ahli juga bahasa Kode :”Apel Malang” ya hehe ,Kalau di Bali lain pula kode rhsnya:” Snowing in Bali ” // Saya ada baca bukunuya..wah ternyata ke bobrokan moral ,sungguh sungguh sudah merasuk hingga ke sel sel darah sebagian besar para pejabat kita yaa..Sehingga yang bersih ,jadi tersisi atau terjepit..Semoga kita di anuerahi pimpinan yang bersih ,tegas dan berani menghadapi dan membersihkan semua sampah sampah ,sehingga tercipta Indonesia damai dan sejahtera ya Mbak Matarhari .Salam

  2. tjiptadinata effendi  2 January, 2014 at 21:52

    Djas ,kita tidak bisa menunggu alam yang bertindak. Kita harus mengawali dari diri kita terlebih dulu…Masih ada pejabat yang sungguh sungguh bersih.Yang tidak mungkin saya sebutkan namanya disini,karena akan berbau kampanye.. KIta berharap ,berdoa dan berbuat sesuatu,yang bisa kita lakukan,demi Indonesia yang lebih baik yaa.terima ksih Djas,,salam Indonesia

  3. tjiptadinata effendi  2 January, 2014 at 21:47

    Dear Matahari..saya mengerti…korupsi sudah masuk kedalam sumsum sebagian besar pejabat kita,mulai dari bawah hingga keatas…harapan kita adalah .hadirnya seorang pemimpin yang sungguh bersih dan berjiwa pengabdian,/sehingga bisa membersihkan virus korupsi ,demi Indonesia yang lebih baik.
    Salam Indonesia.

  4. djasMerahputih  29 December, 2013 at 16:12

    31: Setuju koment bunda Matahari. Jadi ikut gemes…
    Mungkin para koruptor baru mendengar saat kemarahan datang dari alam semesta.
    Sayangnya, saat alam semesta bergolak dia tidak akan milih2 korbannya apakah koruptor atau bukan.
    Tapi setuju atau tidak, alam akan tetap pada pendiriannya ketika saatnya telah tiba.

    Salam hhangat dari tanah air.
    /djasMerahputih

  5. Matahari  29 December, 2013 at 14:35

    Pak Tjiptadinata…terimakasih untuk sapaannya..kabar saya baik.Benar sekali… marah karena maraknya korupsi dinegara kita hanya buang buang energi……telinga mereka sudah tuli dan mata mereka sudah buta…melotot hanya ketika melihat duit..dan mendengar hanya ketika HP berbunyi mengatakan: apel Malang sudah dikirim pakai kardus kardus indomie ukuran jumbo ”….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.