Aksi Sosial Natal dari Mall untuk Panti Asuhan

Indriati See

 

natal-jerman (1)

Pohon Natal penuh dengan permohonan anak-anak

Siang itu, selesai mengajar saya menyempatkan diri untuk melihat Pasar Natal dan sekalian cari kado untuk anggota keluarga. Sambil melihat keramaian pasar saya menyusuri daerah pejalan kaki yang cukup padat diisi oleh Kios-kios dadakan yang menawarkan jajanan pasar khas Natal, juga minuman dan pernak-pernik untuk keperluan pesta. Jalan-jalanpun menjadi cantik dengan hiasan pohon Cemara di setiap tiang lampu, juga lampu-lampu kecil yang menghiasi setiap gedung.

Tujuan saya adalah mengunjungi Pusat Perbelanjaan yang bernama Kaufhof dimana menjelang Hari Raya selalu ada obral. Seperti biasa saya masuk melalui Pintu Utama dimana terdapat etalase-etalase yang memajang berbagai jenis Minyak Wangi. Hiasan Natalpun terlihat di mana-mana dan dipojok kanan dekat tangga terlihat Pohon Natal.

Pohon Natal tersebut terlihat unik karena selain dihiasi dengan pita, bola-bola kaca dan lampu juga bergantungan lembaran kertas. Tak elak, saya pun tertarik untuk mendekati Pohon Natal tersebut.

natal-jerman (2)

Papan penjelasan tentang Aksi Sosial Natal dari Panti Asuhan

“Ya ampun Tuhan!” ternyata lembaran-lembaran kertas tersebut berisi permohonan kado Natal dari anak-anak penghuni Panti Asuhan yang ada di kota tersebut.

Terus terang, kalau Pohon Natal tersebut mengingatkan kembali akan aktivitas sosial yang bertahun-tahun saya lakukan selama masa sekolah dulu. Tak terasa mata ini panas menahan air mata ketika membaca satu-persatu permohonan dari anak-anak tersebut. Ada yang meminta mainan, pakaian, sepatu, alat prakarya, alat tulis bahkan kosmetik dan peralatan mandi.

Tanpa berpikir panjang, mata saya mencari Pelayan Toko yang bisa bantu tuk memberi informasi tentang Pohon Natal dari Panti Asuhan tersebut. Informasi yang saya dapat bahwa ada kerja sama antara Panti Asuhan dan Kaufhof dimana para penyumbang bisa memilih salah satu lembaran kertas dan membeli kado yang tertulis di lembaran tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing. Informasi pelayan tersebut semakin memperkuat niat saya untuk merealisir keinginan dari salah satu anak-anak tersebut menjadi kenyataan. Pilihan saya jatuh pada secarik kertas yang ditulis oleh seorang anak laki-laki berusia 7 (Tujuh) tahun yang bernama Lars.

Permintaannya sangat sederhana yaitu sekotak perlengkapan prakarya saja.

Segera saya menaiki Eskalator menuju lantai tiga dimana mainan untuk anak-anak bisa dibeli. Bayangan tentang wajah anak laki-laki yang bernama Lars seperti berputar di kepala saya. Mata saya panas, tak terasa air mata sudah membasahi pipi. Cepat-cepat saya menghapusnya, malu kalau sampai terlihat orang lain.

Sesampai di lantai tiga, saya harus berputar sebentar tuk mencari barang yang dimaksud oleh Lars. Akhirnnya, dengan bantuan seorang Pelayan Toko saya bisa menemukannya. “Ini Bastelkoffernya!” suara Pelayan Toko tersebut mengejutkan saya. Bastelkoffer (Kotak Prakarya), ya … hanya satu kotak Prakarya yang diinginkan oleh Lars. Dengan sigap saya mengambil Bastelkoffer tersebut sambil mengucapkan terima kasih, lalu membayarnya di Kasir. Tak lupa juga saya menulis beberapa kata untuk mengucapkan “Selamat Natal” dengan membubuhkan nama saya, sudah pasti tanpa Nama Keluarga agar Lars tidak bisa mencari tahu siapa saya.

Setelah semuanya selesai, saya kasih ke Kasir kembali Bastelkoffer tersebut, beliau bilang kalau Direktur dari Kaufhof sendiri yang akan membungkus kado-kado tersebut dan membawanya ke Panti Asuhan.

natal-jerman (3)

Permohonan Lars (7 Tahun)

Ketika menanti tanggal 24 Desember (Malam Natal) tiba, pikiran saya selalu pada Lars, membayangkan kegembiraan pada wajahnya ketika menerima kado tersebut. Seperti Sinterklaas yang memberi kado kepada anak-anak, pasti turut bahagia melihat permohonan mereka terpenuhi.

Tradisi memberi kado Natal di Jerman selalu diberikan pada Malam Natal (Heiligabend). Juga sudah menjadi tradisi saya menyiapkan Menu Angsa Bakar untuk makan malam setelah menghadiri Misa Malam Natal di Gereja. Sebelum makan malam, kami menyanyikan lagu-lagu Natal bersama, saling menukar kado, membuat foto keluarga dan menikmati sepanjang Malam Natal dengan menghadirkan suka citaNya.

natal-jerman (4)

Bastelkoffer (Kotak Prakarya) untuk Lars

Ide dari kerjasama antara Pusat Perbelanjaan mewah dengan Panti Asuhan tersebut sangat membantu anak-anak yang tidak mampu untuk sesekali memiliki barang-barang baru. Merasakan minimum satu kali setahun seperti yang dirasakan oleh anak-anak yang datang dari keluarga mampu. Merasakan seperti “anak-anak normal” yang mendapat perhatian, cinta dan kasih dari orangtua pada umumnya.

Semoga peringatan kelahiran Yesus Kristus (Natal) membawa suka cita, cinta, kasih dan damaiNya bagi kita semua dan bagi dunia pada umumnya.

Akhir kata, saya mengucapkan “Selamat Hari Natal” kepada Admin dan teman-teman Baltyra yang merayakannya dan “Selamat Tahun Baru 2014″ untuk Admin dan keluarga besar Baltyra. Semoga selalu bahagia, sehat dan sukses di tahun yang baru.

Foto: Koleksi pribadi

 

17 Comments to "Aksi Sosial Natal dari Mall untuk Panti Asuhan"

  1. elnino  31 December, 2013 at 09:52

    Aksi yang sungguh indah dan menyentuh. Selamat Natal dan Tahun Baru, Indri…

  2. Lani  31 December, 2013 at 07:09

    INDRI : aku setuju, kamu cari tahu siapa Lars sebenernya, klu kamu bs ketemu in person alangkah bahagianya.
    Aku orgnya gampang tersentuh, dgn anak2 yg tdk beruntung spt Lars, atau anak2 yg tinggal dipanti asuhan, tanpa ortu apapun alasannya, krn mrk anak2 tdk berdosa, mrk tdk minta utk dilahirkan kedunia, mrk ada krn perbuatan ortu mrk, apapun latar belakang mrk.
    Pesan saya nanti klu sdh ketemu Lars, bikin artikel ya dan foto2 sama dia, aku jg ingin tau dan melihat Lars

  3. Indriati See  31 December, 2013 at 00:41

    Selamat Natal my bro Anoew semoga suka citaNya selalu besertamu sekeluarga …

  4. Indriati See  31 December, 2013 at 00:40

    @Sista Esti
    Setuju sist saya juga sempat deg-degan menunggu tanggal 24 Desember, dimana Lars bisa membuka kado tsb. Berharap saya bisa mengunjunginya suatu saat, mencari tahu sendiri siapa “Lars” yang sebenarnya.

    Selamat menyongsong Tahun Baru 2014 dan salam bahagia untukmu sekeluarga.

  5. Indriati See  31 December, 2013 at 00:37

    @Nia
    Sama-sama Nia terima kasih sudah mampir

    Salam hangat dan salam sukses selalu.

  6. Indriati See  31 December, 2013 at 00:36

    @Sista Lani
    Saya yakin aktivitas komunitas Katolik di seluruh dunia hampir sama … Untuk Charity yang saya tulis diorganisir langsung oleh pihak Mall dan Panti Asuhan. Berharap sih bisa diterapkan di Tanah Air, mengingat banyaknya Mall-mall mewah terutama di kota-kota besar dan Panti Asuhan harus bersusah payah mencari dana sendiri Tidah usahlah terlalu besar dana yang harus dikasih, untuk hal-hal kecil seperti kasus diatas sudah cukup menghibur anak-anak yang kurang perhatian atau bahkan merasal “terkucil’ dari masyarakat

  7. anoew  30 December, 2013 at 21:29

    Selamat Natal, Indriati.

  8. Esti  30 December, 2013 at 14:28

    Terharu mbacanya…pasti Lars senang sekali dpt Christmas Gift itu. Memberi utk mereka yg membutuhkan memang dalam artinya. Thanks for sharing Mbak Indri, Berkah Dalem

  9. nia  30 December, 2013 at 13:02

    Selamat Natal dan Tahun Baru mbak Indri

  10. Lani  30 December, 2013 at 10:41

    INDRI : artikel yg menyentuh! Tepat klu Natal dijadikan tempat utk berbagi, bagi org2 yg tdk mampu.
    Digerejaku ada pohon Natal digantungi amplop, ktk misa diumumkan apa arti amplop itu, ternyata adl minta dana bantuan, yg dikirimkan ke Filipin dan salah satu negara di Afrika saya lupa nama negaranya, yg ada hubungan dgn catholic charity.
    Bantuan uang itu digunakan utk pendidikan, baju, jg bantuan obat2-an bagi yg tdk mampu.
    Saya tdk tahu apakah ada jg dept store yg melakukan hal yg sama spt yg kamu temui di Jerman. Saya percaya pasti ada, krn saya sempat melihat di X-mas parade ada salah satu peserta pawai yg menerima sumbangan buat anak2 yg tdk mampu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.