Keseimbangan Semesta

djas Merahputih

 

Tuhan menciptakan Alam semesta dengan sempurna dan sangat seimbang. Planet-planet berotasi pada poros masing-masing tanpa pernah berusaha untuk berpindah atau merebut lintasan planet lainnya. Bumi berputar pada sumbunya dengan sudut kemiringan tertentu terhadap bidang lintasannya mengelilingi matahari.  Sementara bulan mengelilingi bumi dengan kecepatan yang tetap, sama halnya dengan kecepatan bumi mengelilingi matahari, sehingga manusia dapat merujuknya sebagai patokan waktu di bumi.

 keseimbangan-semesta (1)

img01. Planet Bumi

Planet bumi dikondisikan dengan begitu sempurna oleh Sang Pencipta agar menjadi sebuah ruang yang layak huni bagi seluruh makhluk hidup yang menempatinya termasuk manusia itu sendiri. Baik bentuknya yang bulat, kecepatan rotasinya, jarak dari matahari, suhu serta atmosfir yang melindunginya hingga bagaimana Sang Pencipta menyiapkan medan magnet bumi agar menjadi perisai dari terjangan partikel-partikel ruang angkasa menuju permukaan bumi.

Suhu bumi adalah salah satu kondisi sensitif yang sangat berpengaruh bagi kelayakan planet bumi sebagai tempat ideal untuk dihuni dan ditempati oleh umat manusia. Alam memiliki mekanisme sendiri untuk mempertahankan suhu idealnya sebagaimana tubuh merespon kenaikan suhu badan kita saat kepanasan maupun kedinginan.

Saat kepanasan tubuh mengeluarkan keringat di permukaan kulit yang membantu menurunkan suhu tubuh melalui proses penguapan yang terjadi. Ketika cuaca di sekitar menjadi dingin maka kulit akan mengkerut untuk mengecilkan pori-pori sehingga mampu mengurangi proses penguapan panas dan cairan dalam tubuh.

Bumi kita memiliki respon serupa ketika berusaha mempertahankan suhu permukaannya. Ketika permukaan bumi relatif panas maka penguapan air laut meningkat seiring dengan meningkatnya potensi awan hujan yang ada. Debit hujan akan menjadi lebih banyak dari biasanya agar sanggup mendinginkan permukaan daratan yang lebih panas dari biasanya. Gunung es di daerah kutub akan meleleh yang mengakibatkan naiknya ketinggian permukaan air laut. Akibatnya permukaan daratan di permukaan bumi sedikit-demi sedikit akan terus berkurang. Proses ini secara tidak langsung akan meningkatkan volume penguapan air laut disebabkan jumlah permukaannya yang semakin luas.

Keserakahan manusia terutama sejak era revolusi industri telah mengenyampingkan hal-hal negatif perusakan lingkungan yang dalam skala luas dan jangka panjang terus menerus mengganggu keselarasan alam semesta. Mereka bukan hanya mengeksploitasi alam secara berlebihan namun juga menyumbangkan polusi serta sampah dalam jumlah cukup signifikan dan memberikan efek negatif  bagi keseimbangan alam semesta secara global.

 keseimbangan-semesta (2)

img02. Sampah di bawah samudera

Dampak logis yang sangat mungkin terjadi ketika proses mencairnya gunung es, penguapan air laut dan meningkatnya debit curah hujan yang terjadi belum mampu menurunkan suhu bumi ke tingkat idealnya, adalah berjalannya sebuah mekanisme darurat berupa muntahan partikel debu yang akan menutupi atmosfir bumi. Partikel debu menghalangi sinar matahari untuk masuk mencapai permukaan bumi. Suasana menjadi lebih gelap menyerupai malam hari. Dengan demikian maka penurunan suhu secara konstan akan terjadi dalam skala luas dan dalam jangka waktu relatif lama. Yang pasti mekanisme ini akan didahului dan ditandai dengan meletusnya gunung-gunung berapi terutama di sekitar garis katulistiwa. Hal ini bisa difahami karena letaknya akan mampu menjangkau area lintang yang lebih luas baik di Utara maupun pada bagian Selatan planet bumi kita.

Jika asumsi di atas kita kaitkan dengan kondisi alam saat ini, ramalan Prabu Jayabaya tentang akan terjadinya anomali cuaca berupa hujan salah musim dan disusul meletusnya gunung-gunung berapi secara beruntun di sepanjang wilayah nusantara maka jarak waktu peristiwa tersebut sangat mungkin sudah tidak terlalu jauh lagi. Kalau bisa menduga-duga maka jarak 5-10 tahun ke depan bukanlah sesuatu yang mustahil bagi alam semesta untuk memperlihatkan “amarahnya”. Atau jangan-jangan bisa lebih cepat lagi dari dugaan tadi (semoga dugaan ini keliru).

keseimbangan-semesta (3)

img03. Semburan debu yang menyelimuti angkasa

Peningkatan suhu secara alamiah ternyata belum cukup untuk mengundang reaksi alam semesta. Perilaku menyimpang manusia dalam hubungan sejenis yang semakin luas dan dianggap sesuatu yang biasa dalam rangka menunaikan hak azasi manusia akan menjadi sebuah undangan khusus bagi alam semesta untuk mengambil langkahnya sendiri. Anomali cuaca dan anomali perilaku adalah kombinasi yang sempurna untuk menyulut reaksi alam semesta. Sebagaimana diungkapkan dalam sejarah umat manusia oleh kitab-kitab suci yang ada.

Dan manusia mau tak mau akhirnya harus menerima keputusan alam semesta dalam usaha untuk memperoleh keseimbangannya kembali; dengan cara, kekuatan, serta versinya sendiri.

 

Salam Nusantara GMT+8,

//djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

8 Comments to "Keseimbangan Semesta"

  1. Dewi Aichi  6 January, 2014 at 21:47

    Djas…..wah..kan aku udah bilang(eh udah bilang belum ya), tahun baru ke gunung, cari jimat he he….ohh Lani nyundul-nyundul aku gitu ya? Sundulan Lani ngga canggih, ngga terasa buat aku hahahhaa…

  2. djasMerahputih  6 January, 2014 at 20:39

    6: Thanks sudah mampir mba Dewi, ke mana aja??
    Udah disundul berkali2 sama Putri Kona tapi ngga direspon juga…

    Betul, Harus gitu. Terus berbuat baik semampu kita. Sambil berharap
    Sang Pencipta masih memberi toleransinya pada kita.
    Semoga manusia yg khilaf cepat sadar.

    Salam Suedjuk,
    -djas-

  3. Dewi Aichi  6 January, 2014 at 19:59

    Alam semesta yang luar biasa, allah maha besar dengan segala ciptaanNya.

    Terima kasih sebuah tulisan yang membuat kita merenung, membuat kita berpikir apa yang kita lakukan untuk menjaga lingkungan dan alam semesta ini.

    Terima kasih djas atas oret-oretan yang dahsyat ini, nah ya…semoga kita semakin sadar untuk memelihara keseimbangan alam ini dengan tidak menghambur-hamburkan air, tidak membuang sampah sembarangan. yang jelas melakukan hal-hal baik semampu kita..

  4. djasMerahputih  6 January, 2014 at 07:14

    4: Atau kah proses ini berjalan lambat sehingga kita tidak merasakannya ataukah memang alam semesta menunggu titik kulminasi tsb
    ——————————————

    Thanks sudah mampir Kang JC.

    Kalo boleh memilih djas berharap proses penyeimbangan berlangsung lambat aja deh…
    Soalnya udah bisa ngebayangin gimana kalo alam harus mengambil jalan pintasnya…
    Cuma harus dibantu dengan penyadaran dan perubahan perilaku manusia-manusia di permukaan bumi
    dan berharap Sang Pencipta dapat menunda amarah alam semesta.

    Salam Damai,
    //djasMerahputih

  5. J C  5 January, 2014 at 12:36

    Equilibrium semesta akan memenuhi tugasnya…jika keseimbangan dan kesetimbangan alam semesta memang mencapai titik kulminasi dan sudah saatnya membalik untuk mencapai equilibriumnya lagi, entahlah apa yang akan terjadi. Atau kah proses ini berjalan lambat sehingga kita tidak merasakannya ataukah memang alam semesta menunggu titik kulminasi tsb dan kemudian serta merta dalam sekejap mengembalikan equilibriumnya? Entahlah…

  6. djasMerahputih  31 December, 2013 at 09:17

    1&2: plok plok plok….!! selamat menjadi jawara lagi di lapak djas… (hadiahnya nyusul yaah.. )

    Mudah-mudahan orgasnisasi pejuang lingkungan semisal greenpeace
    belum terlambat untuk mengingatkan dan menyadarkan mereka.

    Salam kompak,
    //djasMerahputih

  7. Lani  31 December, 2013 at 09:03

    DJASmerahputih : Pd akhirnya manusia dan seisi planet bumi yg akan menanggung semua keburukan kelakuan manusia itu sendiri, yg serakah mengexploitasi bumi semena-mena……….apakah mrk akan sadar? who knows……….

  8. Lani  31 December, 2013 at 08:29

    Djas no 1 aku

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *