Lebaran Natal

Asrida Ulinnuha (Ulin) – Semarang

 

Ini tulisan yang saya simpan agak lama. Semula tidak hendak dikeluarkan tapi takut nanti jadi kutil (lho?!). Jadi begini, waktu SD dahulu, teman-teman saya yang merayakan Natal setiap tanggal 24 Desember sudah liburan. Seorang kawan bernama Panji, yang kepalanya lonjong peyang, bertanya kepada guru kenapa mereka (yang Kristiani) boleh libur terlebih dahulu. Jawaban guru saya singkat, karena mereka merayakan Natal, titik.

Tidak puas dengan jawaban itu Panji bertanya lagi, “Apakah kami boleh merayakan Natal?”

Tentu saja karena tahu agama Panji adalah Islam, maka sambil mengernyitkan dahi guru saya malah balik nanya, “Lha kamu kan agamanya Islam, ngapain merayakan Natal segala?”

“Lho, boleh tidak Bu guru?”

Entah ini Panji bertanya atau ngeyel. Pada akhir percakapan kesimpulannya adalah kalau yang selain Kristiani boleh merayakan artinya boleh ikut libur duluan juga, dong? Ish, namanya juga anak-anak, pemikirannya sesederhana itu.

Tapi dia memang siswa yang kritis, suka sekali bertanya tentang apapun. Contoh pada saat pelajaran teori olah raga, tiba-tiba Panji bertanya apakah boleh menahan nafas saat sedang buang air besar, lalu kalau boleh apakah ada dampaknya bagi kesehatan?

Wah! bahkan kami tidak ada satu pun yang berpikir tentang korelasi menahan nafas dengan kesehatan, maklum kan anak SD. Kawan kami ini bukan cuma rajin nanya (yang kadang aneh atau konyol), namun juga rajin mendapat nilai 100 di ulangan. Karena ceriwisnya Panji bertanya, sampai-sampai kami hampir percaya dengan kesimpulan kami sendiri, bahwa anak yang kepalanya peyang itu pasti anak pintar, bahkan jenius.

Kembali ke Natal. Seorang tetanggaku, Jhoni, setiap tanggal 24 Desember sore selalu kelihatan ganteng (jyaaah anak SD tau ganteng). Dia pasti mengenakan baju setelan rapi, dan menenteng buku dengan sampul kulit kecoklatan (Alkitab). Katanya mau ke Gereja, ini malam Natal. Semula aku mengira semua cowo yang Kristen itu kalau waktu Natal pasti jadi cakep dan ganteng, seperti Jhoni yang usianya dua-tiga tahun lebih tua dariku itu. Tapi kenyataan yang kutemui lain.

Seorang teman sebayaku, yang tinggal satu blok ke belakang rumah, tidak tampak berubah begitu. Namanya Toni, karena lain sekolah kami tidak akrab awalnya. Suatu ketika dia meminjam buku untuk mengerjakan PR, sudah cari kemana-mana tidak dapat, kebetulan aku punya, kupinjami dong. Sejak itu Toni baik sekali padaku, suka menawarkan jajanan, bahkan aku boleh pinjam bukunya apa saja dan kapan saja. Tahu tidak? Pada sore malam Natal itu Toni memang pakai baju rapih, tapi ingusan dan ga keliatan cakep deh…hahahaha…

Suatu hari tanggal 26 Desember aku diajak Toni main ke rumahnya, melihat pohon cemara di pojokan ruang tamunya. Cemaranya kelihatan besar sekali, ujungnya hampir menyentuh langit-langit dengan hiasan lampu kecil warna-warni, ornamen berbagai bentuk dan warna, juga kapas yang sempat kukira salju betulan. Toni dan aku sempat berandai kalau turun salju saat Natal pasti asyik, nanti kan Santa mesti datang kasih hadiah (teracuni film). Kami menyimpulkan kenapa (ketika itu) Santa tidak pernah datang ke Indonesia, karena tidak ada salju. Kami belum tahu saja ketika itu urusan beragama terkendali sepenuhnya oleh pemerintah.

Setelah bosan dengan pohon cemara, aku mengikuti Toni ke ruang makan yang tampak berantakan. Melihat ketupat dan opor serta merta aku menanyakan kenapa makanannya seperti Lebaran yang aku rayakan. Di ruang tamu tadi kulihat jajanan dalam toples ada putri salju, nastar, dan lainnya persis Lebaran. Jawaban Toni yang sama anak-anaknya denganku ketika itu adalah, “Iya ini kan Lebaran juga. Kamu Lebarannya Idul Fitri, kalo aku Lebarannya Natal.”

 

~ Jakarta 1987 ~

 

13 Comments to "Lebaran Natal"

  1. Lani  7 January, 2014 at 23:23

    11 AKI BUTO : bravo!!!!!!

  2. Ulin  7 January, 2014 at 23:09

    hihihi….Kak JC. Maybe we should ask whether Indonesia is unity in diversity, still?

  3. J C  7 January, 2014 at 21:22

    Mantaaappp…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *