Meniti Jalan Setapak

Tjiptadinata Effendi

 

Life is to share. Hidup adalah untuk berbagi. Kalimat singkat, tapi sangat enak didengar di telinga. Mudah diucapkan, namun ternyata tidak semudah itu untuk diaplikasikan dalam kehidupan. Berbagai rintangan sudah mengambang ke permukaan, begitu kita melangkahkan kaki untuk sekedar mempraktekkan  hidup berbagi.

menitijalansetapak (1)

doc. pri/ bersahabat dengan semua orang

Pertama sekali, saya harus meyakinkan orang, bahwa saya  bukan dari partai politik. Kegiatan yang dilakukan tidak ada hubungannya dengan kampanye. Juga bersih dari unsur unsur pengembangan agama. Untuk mana password atau kata kuncinya adalah: “berbicaralah dengan hati. ” Karena apa yang keluar dari hati, akan diterima dengan hati. Sebaliknya bila kita berbicara dengan mulut saja, maka apa yang kita bicarakan akan didengar oleh telinga dan dua tiga jam berselang akan dilupakan orang.

Tidak jarang saya ditanyai: “Maaf, bapak agamanya apa?” Mengapa mau bersusah payah mengunjungi kami? Apa tujuannya?”

Oleh karena itu dalam setiap kunjungan ke masyarakat, selalu saya awali dengan memperkenalkan diri, bahwa saya bukan Pastor, bukan Pendeta, bukan Ustazd dan juga bukan seorang misionaris. Saya datang untuk  berbagi tips-tips: ”Langkah-langkah untuk mengubah nasib.” Dan ternyata saya diterima dengan penuh suka cita.  Suatu kebahagiaan yang tak ternilai, yakni bisa menjadi sahabat orang banyak.

Menantang Badai untuk Meniti Jalan Setapak

Perjalanan kami keliling tanah  air, ternyata tidak semudah seperti yang perkirakan sebelumnya. Pernah ketika kami terbang dengan pesawat baling-baling yang berkapasitas tempat duduk hanya 12 orang, dari Kupang ke Labuan Bajo, sebelah baling-balingnya tidak bekerja, sehingga pesawat menjadi oleng. Penumpang sudah histeris dan tegang. Tapi karena kami sudah berkali-kali mengalami berbagai rintangan seperti itu, kami tetap tenang. Syukurlah akhirnya pesawat bisa mendarat dengan selamat, walaupun tubuh para penumpang sempat tersentak dengan kuat, karena goncangan pesawat.

menitijalansetapak (2)

doc. pri/ cuaca gelap -penyeberangan ke Tenggarong

Kalau pesawat ditunda atau dibatalkan, sehingga kami harus tidur bersandar di lantai bandara, hal yang sudah biasa kami alami. Sama sekali bukan hal yang istimewa.

Samarinda ke Tenggarong

menitijalansetapak (3)

doc. pri Badai dalam penyeberangan ke Tenggarong

Kali ini feri yang kami tumpangi cukup besar dan mantap. Namun cuaca gelap dan agaknya tidak mendukung. Namun kami sudah ditunggu, jadi perjalanan tidak bisa ditunda. Dengan berdoa dalam hati, kami terus melanjutkan perjalanan, walaupun di tengah laut, gelombang cukup memabukkan dan menimbulkan rasa mual.

menitijalansetapak (4)

doc. pri/beda suku/beda agama/beda budaya bukan halangan menjalin persahabatan

Keikhlasan untuk berbagi, mengatasi semua kekuatiran

Ternyata, apa yang kita lakukan dengan ikhlas dan berbesar hati, mampu menghalau semua kekuatiran. Dan hasilnya luar biasa. Kami mendapatkan sahabat di seluruh tanah air. Dari Titik Nol Indonesia, hingga ke Merauke.

Ada pepatah yang mengatakan:” Bila tangan kananmu memberi, hendaknya janganlah tangan kirimu mengetahuinya. ”  (karena bila suatu “kebaikan”sudah diumumkan, maka sudah tidak bernilai lagi). Tapi bagi saya pribadi, menuliskan tentang peristiwa hidup, hanya dengan maksud dapat menginspirasi dan memotivasi orang  lain. Mengenai nilai atau angka dari apa yang saya sudah saya lakukan. biarlah Tuhan yang menilainya.

Bagi saya pribadi, hidup berbagi itu. sungguh sungguh menjadikan hidup kita semakin indah dan berarti dan sekaligus salah satu jalan untuk merajut keindonesiaan.

Pengalaman Hidup

Dari berbagai pengalaman saya dan istri selama bertahun tahun mengunjungi dari kota ke kota, saya mulai menuliskan pengalaman pengalaman hidup. Bahwa sesungguhnya, bila kita sudah memahami makna dari hidup berbagi, maka kita sudah mengerti akan arti dari sebuah kearifan hidup.

Tulisan singkat ini jauh dari bermaksud “pencitraan” diri, karena saya bukan pejabat, bahkan bukan siapa-siapa. Jadi saya tidak perlu menciptakan pencitraan diri. Satu satunya harapan saya, adalah tulisan ini ada manfaatnya untuk dipetik hikmahnya.

 

Salam Indonesia!

Perth, 09 Januari, 2014

Tjiptadinata Effendi

 

About Tjiptadinata Effendi

Seorang ayah dan suami yang baik. Menimba pengalaman hidup semenjak kecil. Pengalaman hidupnya yang bagai ombak lautan menempanya menjadi pribadi yang tangguh dan pengusaha sukses. Sekarang pensiun, bersama istri melanglang buana, melongok luasnya samudra dan benua sembari bersyukur atas pencapaiannya selama ini sekaligus menularkan keteladanan hidup kepada siapa saja yang mau menyimaknya melalui BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

23 Comments to "Meniti Jalan Setapak"

  1. tjiptadinata effendi  23 January, 2014 at 17:12

    Aduh,maaf Laniiii,,,saya ketik jadi Lana…hmmm jangan jangan saya ingat Lana Turner yang jadi pasangan Tarzan di tahun 50 an ya hahaha.. very sorry for this inconvenience Lani… Terrima kasih juga untuk niat baiknya mengundang minum secangkir kopi di Kona. Kendati kopi nya belum saya minum,tapi niat baiknya saja,sudah jadi berkat untuk Lani…hehe koq saya jadi kotbah kayak pendeta ? Hmm saya hobby mancing,tapi di sini nggak enak,habis banyak benaar aturannya…yang ini nggak boleh,yang itu jangan,, dapat kepiting betina,,,eee disuruh lepaskan…. hmmm ntar di Kona saja deh mancing sambil minum kopi ha ha ha

  2. tjiptadinata effendi  23 January, 2014 at 17:06

    Mas Anoew,terima kasih sudah berkenan berkunjung. terima kasih juga untuk apresiasinya ,yang menyemangati saya untuk jangan bosan menulis, Salam hangat dari jauh

  3. Lani  21 January, 2014 at 23:15

    ya Lana,selamat berhari Minggu di Kona… Siapa tahu suatu waktu saya bisa berkunjung kesana ya…minta ditraktir secangkir kopi hangat yaa hehe .matur nuwuun
    +++++++++++++++++++++++

    MAS EFFENDY : yg jelas ktk ngetik drijine kecletut………lani jd lana…….hahaha
    Saiku sdh masuk Selasa pagi mas, baru saja rampung berolahraga pagi, sempat mampir ke pier dan melihat MANT RAY sdg berenang, bahkan kdg mencungul diatas air, indah sekali ikan pari ini…….dgn sayapnya yg lebar………..sdh 2 hr ini dia bolak-balik menepi dibibir pantai……….
    Ada bbrp pemancing ikan………….
    Boleh mas, nanti klu ke Kona aku ajak utk menikmati KONA COFFEE………yg terkenal di seantero ndonya!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.